NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex⁷

"Tuan, hari ini perencanaan produk teknologi akan dimulai"

"berikan aku dokumennya" jawab Dirga dengan dingin.

Asisten Zayn menyerahkan sebuah berkas kemudian Dirga membukanya satu persatu.

"saat kini impor ponsel dari luar negeri naik drastis, harganya semakin tinggi dan itu dinilai tidak layak untuk dibeli. Para konsumen protes sebab negara belum memproduksi ponsel alami dari negara sendiri"

"tidak apa, bukankah memang rencana yang kita buat adalah produksi teknologi paling mahal dan dunia pasti akan melirik ponsel yang kita buat"

"Rencana sudah disetujui oleh banyak dewan Komisaris dan sekarang tinggal mengurus sisanya"

"lanjutkan"

Dirga menutup berkas lalu kembali fokus pada layar laptopnya untuk memeriksa saham keuangan.

"Tuan, siang ini anda akan bertemu dengan klien di restoran untuk membahas pembangunan jembatan di California"

Dirga menatap jam pada pergelangan tangannya.

"jam berapa?"

"jam 2 siang, tuan"

"atur sesuai jadwal"

Zayn mengangguk dan kembali ke meja kerjanya.

Entah mengapa Dirga merasa ingin sekali minum kopi, jadi ia menghubungi manajer GA untuk meminta kopi.

"antarkan saya coffe"

"baik tuan"

Dirga kembali melanjutkan pekerjaannya, tangannya dengan lincah menandatangani dokumen penting satu persatu.

Suasana ruangan terasa sunyi, hanya terdengar suara pendingin ruangan dan ketukan pena di atas meja kaca.

Sesekali pria itu mengusap pelipisnya pelan sebelum kembali menandai beberapa bagian penting pada dokumen.

Tatapannya tajam memperhatikan setiap detail kecil, seolah satu kesalahan saja bisa menghancurkan proyek bernilai miliaran itu.

tok

tok

tok

"Masuk" ucapnya dengan dingin tanpa menoleh kearah pintu.

"permisi tuan, saya ingin mengantarkan kopi pesanan anda"

Dirga yang merasa tak asing dengan suara tersebut, sontak menoleh keatas untuk melihat siapa yang datang.

Tiba-tiba pandangannya terpaku pada sosok yang selama ini mengganggu isi pikirannya.

Serena membeku. Tubuhnya terasa panas dan dingin secara bersamaan, sementara kedua tangannya bergetar hebat karena syok.

Tanpa sengaja, cangkir kopi yang ia genggam terlepas dan jatuh ke lantai, menimbulkan suara pecah yang nyaring.

Cairan kopi itu pun tumpah dan berserakan di sekitar kakinya.

"m-maaf" ucap Serena buru-buru membersihkan kekacauan tersebut.

"tuan, apa anda baik-baik saja?" ucap asisten Zayn menatap khawatir kearah atasannya.

"Zayn, keluar dulu" jawab Dirga dingin dan saat ini wajahnya dipenuhi emosi.

Asisten Zayn yang merasa kebingungan hanya memilih untuk menuruti permintaan atasannya.

Sementara kini tersisa Dirga dan Serena didalam ruangan tersebut.

"apa yang kamu lakukan di perusahaan ku?"

"a-aku ....." entah mengapa kata-katanya terasa seperti tertahan ditenggorokan.

Pandangan Dirga jatuh pada seragam yang dikenakan oleh Serena.

Pria itu berdiri dan melipat kedua tangannya didada dan sedikit menaikkan dagunya. "berdiri"

"a-aku belum selesai—"

"aku bilang berdiri!" ucapnya dengan tegas dan sedikit keras semakin membuat Serena takut.

Gadis itu bangun perlahan sembari menundukkan pandangannya kelantai untuk menghindari tatapan pria itu.

Dirga tersenyum sinis, perasaan dendam yang telah terkubur lama terasa seperti datang kembali dan ini saatnya untuk balas dendam.

"kau mengacaukan ruang kantorku" ucap pria itu dengan dingin.

"maaf, saya akan mengurusnya"

"aku tidak butuh permintaan maafmu, dilihat dari seragam yang kau kenakan, sepertinya kau pekerja baru disini. Apa mungkin aku harus menelepon HRD untuk memecatmu karena baru hari pertama kau sudah berbuat kerusakan"

Serena terkejut saat mendengar ucapan pria itu.

"a-aku mohon jangan lakukan itu.." ucapnya menatap dengan tatapan memelas.

"apa peduliku? ini perusahaan milikku, jadi otomatis aku berhak melakukan apapun yang aku mau"

"aku akan mengganti semua ini, aku berjanji"

Dirga tertawa remeh, ia menatap benci pada wanita yang dulu pernah mencampakkan nya begitu saja.

Dirga mendekatkan kepalanya perlahan kearah Serena membuat wanita itu menutup matanya.

"Bahkan tubuhmu saja tidak cukup untuk mengganti gelas yang pecah ini" bisiknya begitu tajam dan menyayat hati.

Serena merasa seperti ada ribuan batu yang menghantamnya begitu saja. Namun Serena memilih diam dan tidak melawan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!