Slow update
Novel ini lanjutan dari Takdir Cinta Bella Season 1&2.
Kebahagiaan keluarga mereka semua semakin bertambah saat mengetahui istri mereka sedang hamil hasil dari buah cinta mereka. Mereka pikir kehidupan mereka akan berjalan dengan mudah dan mulus ternyata tidak banyak rintangan dan godaan yang menjadi bumbu kehidupan rumah tangga mereka.
Itulah yang di rasakan vino saat ini kehamilan citra membuat nya sangat pusing untuk menuruti semua kemauan citra, bukan hanya vino saja kedua sahabat nya juga mengalami hal yang sama. Mereka di wajib kan menuruti semua kemauan istri mereka tanpa bisa menolak nya sedikit pun.
Itu semua hanya segelintir kecil masalah yang mereka hadapi, orang-orang dari masa lalu mereka dan orang tua perlahan berdatangan untuk menguji kehidupan mereka.
Jangan lupa like komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
"Lepas." teriak adrian yang berada dalam markas vins grup.
Tubuh nya saat ini sudah penuh dengan luka, bahkan dengan kejam nya stiven mematahkan kedua kaki adrian dengan tangan nya langsung. Itu pun masih belum membuat nya puas, rasa sakit nya saat melihat vino menangis membuat stiven memukul adrian sampai adrian benar-benar tidak berdaya.
"Habisi dia." ucap stiven dan langsung meninggal markas itu di ikuti iqbaal dan devan. Mereka berdua nanya menggelengkan kepala saat melihat bringas nya stiven jika sudah menyangkut masalah keluarga nya. Tetapi masih saja orang-orang jahat yang masih mau mengusik keluarga mereka.
Stiven membasuh tangan nya dengan air mengalir, menghabisi tubuh adrian membuat tangannya terluka dengan menggelarkan darah segar. Dengan sigap karena terbiasa mengurus stiven dulu iqbaal mengobati luka yang berada di tangan stiven.
"Kau masih cocok menjadi asisten ku." ucap stiven.
"Aku tak pernah berhenti menjadi asisten mu, hanya status ku saat ini lebih tinggi dari sebelum nya." ujar iqbaal.
Sementara itu seperti yang kita pikiran vino dan aska tampak tidak menyukai satu dengan yang lainnya. Padahal mereka tinggal satu atap dan menjaga anak yang mereka berdua sayangi. Semenjak kehadiran aska di rumah ini citra lebih berhati-hati padanya, yang citra takutkan vino akan salah paham jika sewaktu-waktu aska dan diri nya berbicara atau berbincang berdua.
"Pah." panggil amanda.
"Iya sayang ada apa." jawab aska.
"Amanda ada tugas dari sekolah, untuk membawa foto orang tua amanda." ucap amanda.
"Foto." tanya aska.
"Iya foto, ayo kita berfoto." ajak amanda.
Hati vino terasa sakit saat amanda meminta foto aska ketimbang diri nya. Walaupun iya tau aska lah yang lebih berhak pada amanda dari pada dirinya.
"Ayah, ayo foto." ucap amanda sambil mendekati vino.
"Foto." tanya vino.
"Iya, ayo." jawab amada.
Mereka bertiga berfoto bersama layaknya dua orang tua yang akur dan tentram padahal itu hanya acting vino dan aska semata agar amanda tidak berburuk sangka pada mereka berdua.
"Selamat sore." ucap seseorang yang berjalan dari arah pintu rumah.
"Sore." jawab mereka semua.
"Anggun." ucap vino saat melihat siapa. seseorang itu.
"Hay vin, masih ingat dengan ku ternyata." ucap anggun sambil berjalan mendekati mereka semua.
"Semakin ramai saja rumah ini, di tambah wanita kampung ini." batin aska.
"Siapa sayang." tanya citra.
"Nama saya anggun mbah, saya berasal dari kampung termasuk saudara jauh dari vino." ujar anggun.
"Owww yang di katakan mamah kemarin." ucap citra.
"Iya sayang, dia yang akan membantu mu." ujar vino.
"Perkenalkan nama saya citra, mari duduk." ucap citra.
"Iya mbak." ucap anggun.
"Panggil citra saja." ujar citra.
Malam hari telah tiba, mereka sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam.Kedatangan anggun di rumah ini sangat membantu citra karena ia juga sering kecapean jika harus mengurus keperluan vino semuanya. Apalagi vino termasuk anti dengan orang luar, itu yang membuat nya sangat bergantung pada citra.
"Dimana aska." tanya andy.
"Kenapa kau bertanya tentang nya, biarkan saja dia." ujar vino.
"Sayang, jaga ucapan mu, ada amanda." bisik citra.
"Anggun, tau kamar aska." tanya citra.
"Tidak cit, aku kan baru sampai." jawab anggun.
"Ya sudah aku saja yang memanggilnya, ayo amanda ikut bunda." ucap citra yang sengaja mengajak amanda agar vino tidak salah sangka dengan nya.
Sesampainya di depan kamar aska citra langsung mengetuk kamar itu, tetapi tidak ada jawaban dari aska.
"Tidak ada bun." ucap amanda.
Citra membuka gagang pintu kamar itu yang ternyata tidak di kunci. Dengan memanggil nama aska citra dan amanda masuk kedalam kamar.
Citra melihat aska sedang tertidur di atas ranjang nya. Dengan wajah yang penuh dengan keringat, perlahan ia memegang dahi aska yang terasa panas.
"Ka kamu sakit." ucap citra.
Aska yang mendengar suara citra perlahan membuka mata nya, ia melihat citra sedang berdiri di hadapan nya.
"Jangan dekat-dekat dengan ku, kau milik vino." ucap aska dengan suara yang tidak jelas.
"Ka, kau sakit. Aku ambil obat dulu." ucap citra.
"Jangan perduli kan aku pergi." ucap aska.
"Sayang, kamu panggil tante anggun ya." perintah citra.
"Iya bun." ucap amanda.
"Pergi cit, kau jahat. Kau meninggal kan ku dan menikah dengan orang lain." ucap aska dengan mata yang terpejam.
Aska menumpahkan semua yang di lalui nya selama ini, mengapa ia pergi meninggalkan citra dan mengapa ia menjadi seperti ini. Citra menitihkan air mata nya saat mendengar ucapan aska. Ia tidak tau jika banyak sekali masalah yang di lalui aska selama ini. Tetapi apa boleh buat rasa cinta nya pada aska sudah tidak ada vino lah yang telah mengisi hati nya.
Ini blm end ya. hanya label nya saja