NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata duitan.

istana utama atau istana Kaisar adalah istana yang tidak bisa dimasuki oleh para selir Kaisar. Kaisar Qianro selalu melarang para selirnya untuk datang ke istananya dengan segala alasan. Hari itu Arin keluar dari istana utama dia melihat sebuah tempat yang begitu mewah, begitu indah hingga membuat kedua bola matanya bersinar sempurna.

Di luar kamar itu ada kursi marmer dan hiasan dinding yang begitu indah. Arin yang notabene gadis mata duitan, tentu saja melihat ornamen-ornamen yang terbuat dari batu kristal ataupun giok itu membuat kedua matanya berbinar dengan mulut melongo, seolah air liurnya hendak keluar.

"Gila, ini kenapa semuanya terbuat dari bahan langkah? ini kalau dijual aku bisa kaya raya." ucap Arin ketika melihat patung burung phoenix yang terbuat dari giok istimewa.

Para pelayan yang melihat itu nampak mereka tersenyum, melihat tingkah Arin yang begitu lucu bahkan bisa dibilang tingkahnya begitu polos.

"Kakak Xan-bium, ini patungnya boleh aku bawa pulang tidak?" tanya Arin dengan wajah polos sembari menyentuh patung pajangan yang ada di luar istana utama.

Beberapa pelayan itu tersenyum sembari menutup mulut mereka. "Ternyata calon ratu orangnya sangat polos ya, lihatlah pasti dia tidak pernah melihat barang-barang seperti ini." bisik para pelayan yang sedang membicarakan Arin.

Di luar gerbang istana utama, istri Kaisar datang berkunjung untuk menemui wanita yang dibawa oleh suaminya itu.

"Maafkan saya ratu, tapi yang mulia Kaisar tidak memperbolehkan siapapun masuk ke istana utama." kata pengawal yang menghadang ratu Zivara.

"Beraninya kamu menghadang ku, aku mau bertemu dengan wanita yang katanya dibawa oleh yang mulia Kaisar!" bentak ratu Zivara.

"Tapi maaf ratu, Yang mulia Kaisar tidak memperbolehkan siapapun masuk ke tempat ini." jawab pengawal kembali.

Arin yang berada di depan gerbang nampak dia menatap seorang wanita yang menurutnya begitu cantik tubuhnya ramping wajahnya putih bersinar seperti tepung terigu kebanyakan air.

"Eh siapa wanita itu?" tanya Arin.

Xan-bium nampak tersenyum, Dia kemudian membungkukkan badan dan menjawab pertanyaan Arin. "Dia adalah ratu Zivara, istri dari yang mulia Kaisar Qianro." jawab Xan-bium

"Isteri?" Arin mengulangi pertanyaannya.

Xan-bium menganggukkan kepalanya.

"Jadi, dia sudah punya istri?" tanya Arin sambil menganggukkan kepalanya. "Wah.. ternyata dia pria yang sudah beristri, telat banget aku." ucap Arin sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Biarkan aku masuk, aku mau bertemu dengan wanita itu!" teriak ratu Zivara.

Penjaga gerbang istana utama tidak bergerak dan tidak bergeming.

"Wanita itu ngapain sih kok ngamuk-ngamuk di luar?" tanya Arin yang kemudian berjalan mendekati pagar, di depan gerbang itu seorang wanita berdiri dengan wajah memerah dan alis yang hampir menyatu.

"Aku yakin sekali kalau ratu Zivara sudah mendengar mengenai nona Arin." ucap pelan pelayan.

"Bakal ngamuk parah dia." ucap Xan-bium.

Arin menatap wajah beberapa pelayan, dari ekspresi yang ditunjukkan oleh para pelayan itu.. Arin bisa melihat bagaimana watak dari wanita yang baru datang namun sudah teriak-teriak seperti Tarzan.

"Heh.. Kenapa aku seperti pelakor yang tertangkap basah? ini seperti cerita di beberapa film, kenapa aku tiba-tiba jadi pemeran antagonis?" ucap Arin yang kemudian menundukkan kepalanya sembari menghela nafas secara kasar. setelah itu dia menatap Xan-bium yang terlihat menundukkan kepalanya. "Kakak Xan-bium, apakah wanita itu sangat menakutkan? dari wajahnya saja dia seperti seorang penyihir?" tanya Arin dengan wajah seperti tidak ada dosa.

"Jangan terlalu keras nona, jika sampai ratu mendengar perkataanmu dia bisa sangat murka." jawab Xan-bium.

Hari itu ratu Zivara tidak bisa menemui Arin, beberapa hari kemudian Xan-bium diperintahkan oleh kaisar Qianro untuk menemani Arin berjalan-jalan di sekitar istana dalam. Ketika berada di taman istana tanpa sengaja Arin berpapasan dengan ratu Zivara dan beberapa selir Kaisar Qianro yang lain.

"Lihatlah, ada wanita baru yang tidak tahu tata krama sama sekali." sindir ratu Zivara.

Ketika bertemu dengan Arin di taman bersama dengan beberapa pelayannya, Arin menatap wanita yang katanya istri Kaisar Qianro.

"Wanita itu bicara sama siapa?" tanya Arin.

Xan-bium sendiri menundukkan kepalanya memberi hormat kepada ratu Zivara, melihat reaksi sok bodoh itu membuat ratu Zivara begitu kesal, wanita itu menatap Arin dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Beraninya kamu berkata seperti itu ke kepada ratu Zivara!" bentak seorang wanita yang bersama dengan ratu Zivara.

"Kakak Xan-bium, siapa wanita yang bersama dengan istri Kaisar Qianro itu?" tanya Arin kepada Xan-bium dengan jari menunjuk 4 wanita yang bersama dengan ratu Zivara.

"Dia adalah ratu Afarah." jawab Xan-bium.

"Dia juga ratu? maksudnya?" Arin sedikit kebingungan.

Xan-bium kemudian memperkenalkan keempat wanita yang ada di depannya itu kepada Arin, satu persatu mendengar penjelasan dari Xan-bium membuat kedua mata Arin langsung melotot.

"Mereka semuanya istri dari kaisarmu?" Arin benar-benar sangat syok, dia bukan hanya terkejut namun dia hanya mengetahui mengenai istri banyak itu dari beberapa novel atau serial drama. Namun saat ini dia benar-benar dihadapkan dengan apa yang pernah dia baca.

"Empat wanita ini beneran istri dari kaisarmu?" tanya Arin.

Xan-bium menganggukkan kepalanya.

"Wahhh... Perkasa banget dia?" ucap Arin berdecak kagum.

Xan-bium dan pelayan yang lain malah tersenyum.

"Cepat, beri hormat kepada ratu Zivara!" bentak selir Avara.

"Apaan sih?" ucap Arin yang kemudian hendak pergi.

Selir Avara, Mia dan selir Xinxi mendekati Arin, mereka hendak memaksa Arin memberi hormat kepada ratu Zivara.

"Haissss..., kalian mau apa?" tanya Arin yang melihat ketiga wanita yang bersama ratu Zivara mendekatinya.

"Kita paksa dia." kata selir Avara.

"Kalian jangan melakukan apapun kepada nona Arin." Xan-bium berdiri di depan Arin.

"Minggir!" seru selir Avara yang mendorong tubuh Xan-bium dan pelayan yang lain.

Plakk!!

Selir Mia dan selir Xinxi menampar pipi Xan-bium dan pelayan yang lain.

"Beraninya kalian menampar mereka!" seru Arin yang kemudian mendorong tubuh selir Mia dan selir Xinxi.

"Beraninya kamu kurang ajar pada selir Kaisar!" seru ratu Zivara marah.

"Dasar wanita murahan!" seru selir Avara yang hendak memukul Arin.

Arin menghindar, hal itu membuat selir Avara langsung terjatuh.

"Pengawalan!" seru ratu Zivara.

Dua pengawal datang. "Hormat kami yang mulia." dua pengawal mendekat.

"Tangkap wanita itu!" seru ratu Zivara.

"Baik." jawab pengawal.

Dua pengawal itu mendekati Arin dan hendak menangkapnya.

"Jangan mendekat." ujar Arin.

"Seret dia!" perintah ratu Zivara.

"Dasar wanita muka rata!" seru Arin.

Kedua kakinya yang gatal langsung beraksi, Arin mulai menghajar dua pengawal yang hendak menangkapnya. "Jangan salahkan aku." ujarnya.

*bersambung*

1
Zheyra
lanjut terus kak
Zheyra
Ternyata udah beristri🤭
Zheyra
lanjut kak
Zheyra
lanjut
atiyah
hallo thor ketemu lagi.semangat terus 💪
shafrilla: terima kasih kak.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!