NovelToon NovelToon
Demi Kakak Tiriku

Demi Kakak Tiriku

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: slwarulla

CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -


Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.

Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.

Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35 (revisi)

Rania menelungkupkan wajahnya disofa. Ia duduk dibawah membelakangi televisi yang menyala menayangkan berita badai yang sedang terjadi.

Rania menoleh pada jendela, benar saja angin kencang disertai petir mulai saling bersahutan.

Sedari kecil ia selalu takut jika badai sedang berlangsung. Rania pernah dituduh menyakiti Salsa yang membuat Ica meninggalkan nya didepan rumah saat sedang terjadi badai yang besar.

Dan itu benar-benar membuat-nya trauma. Bermalam dibawah badai dengan petir yang saling menggelegar benar-benar menyisakan kenangan pahit tersendiri bagi seorang Rania.

"huahhh" kantuk semakin menyerang Rania, rasanya ia ingin meng-istirahatkan diri agar tidak mendengar petir yang semakin kencang disertai hujan

Sudah berulang kali Rania menghubungi Dimas, tetapi hanya suara operator yang menjawab. Kalau sejak tadi pagi Dimas bilang akan lembur, Rania pasti tidak berharap seperti ini.

Makanan sudah dingin sejak tadi, Rania memilih menelpon Dimas kembali. Kali ini nada dering, terdengar

"mas angkatt, dongg...." ucap Rania bergetar

Telepon dimatikan sepihak, tetapi Rania mendapat pesan dari Dimas.

'jangan hubungi saya dulu, saya sedang dirumah Salsa. Jangan nunggu saya pulang, kamu langsung istirahat saja sana'

Rania tersenyum getir, Kalau Dimas sudah bilang sejak tadi. Rania tidak akan sesakit ini, rasanya seperti sudah diberi harapan tetapi langsung disanggah begitu saja.

Rania memasukkan kembali makanan-makanan yang telah ia siapkan kedalam kulkas.

"awww" Perutnya terasa melilit, sakit sekali. "mas Dimas sakit sekaliii" Rania meremas perutnya.

.

.

.

.

Sementara dirumah Salsa, Dimas merasa khawatir dengan Rania. Semenjak tadi, Dimas membujuk Salsa agar mengijinkan dirinya untuk pulang ke Rania. Tetapi bukan memperbolehkan Salsa malah mencak- mencak.

"semenjak Rania hamil, kamu udah gak sayang lagi sama aku lagi. Pokoknya, aku gak mau tau saat Rania lahiran kamu harus langsung usir Rania!"

Dimas hanya mengangguk saja, Salsa tersenyum senang. Padahal Dimas tidak sadar dengan apa yang Salsa bicarakan. Ia hanya meng-iyakan saja, supaya cepat.

"Dan mulai besok, kamu gak boleh lagi tinggal bareng Rania. Aku cemburu sama Rania, dia dapet perhatian lebih dari kamu. Sementara aku gak bisa apa-apa, karena orang tua kamu selalu ikut campur"

Dimas mendelik, "aku gak bisa kalau harus tinggal bareng kamu. Kamu harus ngerti, Rania sedang hamil besar dan kamu kan sehat-sehat saja. Maka dari itu, aku harus lebih memberi perhatian kepada Rania yang lebih membutuhkan" ucap Dimas lembut mencoba memberi pengertian kepada Salsa

"kamu udah gak sayang lagi sama aku!!" Salsa membanting barang-barang disekitarnya, "aku nyesal menyuruh kamu menikahi Rania. Dia perempuan gak bener, dia udah goda kamu habis-habisan sampai kamu udah gak sayang sama aku lagi"

"bukan gitu sayang" Dimas menaruh handphonenya yang sedari tadi menjadi sumber kekhawatiran lalu membawa Salsa ke pelukannya yang sedang menangis tersedu-sedu, "kamu jangan lihat ke- belakang lagi, kita harus sabar. Tinggal 2 bulan lagi loh, Rania melahirkan. Setelah itu kita akan merawat anaknya lalu menyuruh Rania pergi" Ucap Dimas membuat Salsa sedikit tenang

"janji ya sayang" Salsa bangkit dari pelukan Dimas, "kalau ternyata ditengah-tengah sebelum lahiran Rania, aku hamil bagaimana?"

Dimas merenung, "kalau memang seperti itu, aku janji akan meninggalkan Rania dan kita akan tetap bersama" lalu laki-laki itu tersenyum, tanpa rasa bersalah sama sekali

"dan anak kamu?"

"Aku tidak akan memperdulikannya, bukankah aku akan mendapatkan anak dari kamu. Sepertinya itu lebih menyenangkan"

Salsa tersenyum sinis tanpa sepengetahuan Dimas.

"mas aku tidur duluan ya, kamu mau tidur sekarang apa bagimana? hujan diluar benar-benar besar, kamu jangan kemana-mana dulu"

"iya sayang, kamu tidur duluan saja. Aku masih ada kerjaan" alibi Dimas

Salsa meninggalkan Dimas. Dimas langsung membuka HP kembali, "kenapa dari tadi saya tidak melihat CCTV yang dipasang di apartemen" Dimas merutuki dirinya. CCTV nya sudah tersambung dengan handphone miliknya.

"Rania!!!!" teriak Dimas lalu menutupi mulutnya yang sudah teriak. Dimas tidak ingin membangunkan Salsa.

Dimas buru-buru menghubungi kontak Arkan. Mau tidak mau ia butuh bantuan dari Arkan. Ia tidak mungkin meninggalkan Salsa, bisa-bisa perempuan itu marah-marah saat pagi mendatang.

Nada dering tersambung,

"haloo. Ada apa hubungin gue?"

"Arkan, saya minta tolong dong untuk mengecek Rania Di apartamen saya. Saya melihat ia menelungkup diatas sofa, saya tidak tahu Rania pingsan apa ketiduran. Saya sedang dirumah Salsa dan tidak bisa meninggalkannya " mohon Dimas

Dari seberang telepon terdengar suara grasak-grusuk, "gue akan langsung ke apartemen lu. Kirim alamatnya dan jangan lupa pin-nya"

"Gue kirim sekarang. Saya benar-benar berterima kasih kepada kamu. Hati-hati dijalan, badai sedang berlangsung"

Arkan langsung mematikan telefon setelah mendapat kiriman alamat dan pin dari Dimas.

kalau tidak bisa adil terhadap 2 istri, untuk apa lu nikah. Kalau sampai terjadi apa-apa kepada Rania, gue gak akan memafkan elu, tutuk Arkan.

1
Elly Putri
capek h baca nya masa tertindas melulu.bikin keguguran aja lh terus dia bisa nikah sm Vina biar salsa sm Dimas GX punya anak aja sxan.
Nur Zia Aini
rania jd orang santai bngt di jahatin di mushin di hina cuek ajh ky gk ada apa2 pdhal 3 thn gk ketemu kurang mnegang kan alur cerita nya ky gk ada karma sm dimas dan salsa yg suka mnghina rania
Elisabethsembiring
zebeel. tapi terserah kamu ajalah, thor. di cerita author pegang kendali, kita - kita cukup ngedumel sambil baca teruuuus
Elisabethsembiring
kau buat emosi saja salsa. pergi ke neraka aja lu.
😡😡😡😈😈😈
Elisabethsembiring
memang tipe dimas, suami yang nggak punya perasaan ya, nggak bisa jaga mulutnya. zebeeel deh.
😡😡😡
Elisabethsembiring
thor, suami gelo tuh dimas ngaranna.
😡😡😡
Jue
Dari awal aku baca novel ini aku terfikir satu sahaja ada lagikah perempuan bodoh kaya Rania ni yang kerjanya menurut 24 jam , Sudah di sakiti hati berkali-kali tetap saja ngotot sayangkan Dimas , Bodoh atau polos itu beza tipis Rania
Jue
Bodoh dengan Lurus tu beda tipis
Redmi Lima
minta pak arif aj 500 aj,ahahahai
timin
berbelit, tokoh utama perempuan.y lemah dan pasrah aja sama keadaan pokok.y bikin emosi naik turun. toko antagonis.y juga gak kelar"
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
timin
idihh😒
timin
bisa-bisanya masih rindu?
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑
Aliya Winata
mampir dlu. deh😅
Din Don
gk hbs pikir,,, mbuleeet
Adhe Adam Janitra
malas baca nya kalo sampai balik
RimMy BudaNa
bikin emosi sifat rania
Atri
ikutan nyesekkkkk
Atri
bawa rania pergi jauh...biar nyahok tu dimas
Dwi Hallina
pas banget klu jd pasangannya salsa sama-sama lemes
Sunnyta Mukherji
Dimas b..., meluluskan semua permintaan salsa,dan pada akhirnya salsa ngejelekin dia sama Rania salut lah sama salsa dapet uang rumah ga kena karma bisa menghasut semua orang👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!