NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:432.2k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Takut Berubah Jadi Hormat

Para penduduk Desa Qinghe masih belum mampu mengalihkan pandangan mereka dari pria bertubuh tinggi besar yang berdiri di bawah payung hitam itu.

"..."

Tatapan mereka dipenuhi rasa takut. Tidak seorang pun mengenal siapa pria tersebut. Mereka hanya tahu, beberapa saat yang lalu, pria itu hanya melangkah satu kali. Lalu, seluruh anggota Kelompok Serigala Darah mati.

Bagi para penduduk desa, kejadian itu benar-benar berada di luar nalar.

"Ba... bagaimana mungkin..."

Seorang pria paruh baya bergumam dengan wajah pucat.

"Kegelapan itu..."

"Keluar dari dalam tanah..."

"Dan langsung membunuh semuanya..."

Seorang wanita memeluk anaknya erat-erat.

"Itu... apa itu sihir...?"

Beberapa warga lain ikut mengangguk pelan. Mereka belum pernah melihat teknik bela diri seperti itu.

Tidak ada tebasan pedang dan tidak ada tinju. Hanya kegelapan yang merambat dari tanah, lalu dalam sekejap mengakhiri nyawa puluhan pendekar. Bahkan para tetua desa yang telah hidup puluhan tahun pun belum pernah menyaksikan pemandangan semengerikan itu.

Namun, ternyata semuanya belum berakhir. Sha Nuo perlahan mengalihkan pandangannya ke arah ratusan mayat yang bergelimpangan di sepanjang jalan utama Desa Qinghe.

Tatapannya tenang.

"Hmm..."

Dalam hati, ia justru memikirkan hal lain.

"Kasihan juga warga desa ini. Kalau mayat sebanyak ini dibiarkan... mereka harus menguburkannya di tengah malam, ditambah hujan deras seperti ini."

Ia menggeleng pelan.

"Kalau begitu... tidak perlu merepotkan mereka."

Seketika...

Syuuuut!

Kabut kegelapan tipis mulai keluar dari tubuh Sha Nuo. Awalnya hanya berupa helaian tipis. Namun dalam satu tarikan napas, kegelapan itu berubah menjadi lautan bayangan pekat yang menyapu permukaan tanah.

"Apa lagi itu?!"

Para penduduk membelalak. Bayangan hitam itu bergerak sangat cepat. Seperti ombak hitam yang hidup.

Dalam hitungan detik, kegelapan tersebut telah mencapai seluruh mayat anggota Kelompok Serigala Darah. Lalu, bayangan itu menelan mereka.

Krak...

Krek...

Kraak...

Suara retakan demi retakan terdengar dari dalam kegelapan. Suara itu terdengar begitu menyeramkan.

"Glek..."

Beberapa penduduk tanpa sadar menutup mulut mereka. Seorang wanita bahkan memejamkan mata sambil memeluk anaknya.

Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi di balik kegelapan itu. Yang mereka dengar hanyalah suara retakan yang membuat bulu kuduk meremang.

Tak seorang pun berani bersuara. Beberapa saat kemudian...

Syuut...

Seluruh kegelapan perlahan menyusut. Bayangan hitam itu kembali menghilang, seolah ditelan oleh bumi. Ketika semuanya benar-benar lenyap...

"..."

Seluruh jalan utama Desa Qinghe menjadi sunyi. Tidak ada satu pun mayat yang tersisa. Tidak ada darah yang berserakan. Seolah-olah tidak pernah terjadi pertempuran di tempat itu. Seolah-olah Kelompok Serigala Darah tidak pernah datang mengepung Desa Qinghe.

"Hah...?"

"Apa..."

"Ke mana mayat-mayat itu...?"

Para penduduk benar-benar kehilangan kata-kata. Namun saat itu juga...

Syuut!

Segumpal kegelapan kembali bergerak. Kali ini ukurannya jauh lebih kecil. Bayangan itu meluncur ke arah Sha Nuo sambil membawa puluhan benda berkilau.

Cling...

Cling...

Puluhan cincin ruang melayang di atas kegelapan itu. Satu per satu cincin tersebut berhenti tepat di hadapan Sha Nuo.

Sha Nuo memandangnya sekilas. Kemudian tersenyum puas.

"Hahaha..."

"Lumayan."

Dengan santai ia mengibaskan lengan bajunya. Satu per satu cincin ruang itu langsung menghilang ke dalam cincin ruang miliknya.

Di sisi lain Gao Rui hanya berkedip pelan melihat pemandangan tersebut.

"..."

Ia memandang Paman Nuo yang baru saja selesai menjarah seluruh cincin ruang milik musuh. Entah mengapa, pemandangan itu terasa begitu familiar.

Dalam benaknya tiba-tiba muncul sosok gurunya. Setiap kali selesai mengalahkan musuh, gurunya hampir selalu melakukan hal yang sama. Mengambil seluruh cincin ruang lawan tanpa pernah melewatkan satu pun.

Sudut bibir Gao Rui sedikit berkedut.

"Jangan-jangan..."

"Semua pendekar memang seperti ini?"

Pikiran itu muncul begitu saja di benaknya, membuatnya hampir tersenyum di tengah suasana yang masih dipenuhi ketegangan.

*****

Sung Wen yang sejak tadi berdiri di belakang Sha Nuo dan Gao Rui akhirnya sadar akan sesuatu. Tatapan warga tidak lagi hanya dipenuhi rasa syukur. Namun juga ketakutan.

Mereka memandang Sha Nuo seolah sedang melihat sosok yang lebih mengerikan daripada para perampok yang baru saja menyerbu desa mereka.

"..."

Sung Wen segera melangkah maju.

"Semuanya... tenang!"

Suaranya cukup keras hingga menarik perhatian para penduduk. Ia berdiri di depan Gao Rui dan Sha Nuo, lalu membungkukkan badan sedikit kepada warga desa.

"Jangan takut. Kedua orang ini bukan musuh."

Ia menarik napas pelan sebelum melanjutkan.

"Mereka adalah orang-orang dari Kelompok Harta Langit."

Tangannya kemudian mengarah kepada Gao Rui.

"Tuan muda ini bernama Gao Rui."

Sesaat kemudian ia mengarah kepada pria bertubuh tinggi besar di sampingnya.

"Sedangkan tuan ini bernama Sha Nuo."

"Mereka datang ke desa ini untuk membantu kita menghadapi Kelompok Serigala Darah."

Mendengar penjelasan tersebut, suasana yang semula begitu tegang perlahan mulai mencair.

"Harta Langit...?"

"Kelompok dagang itu?"

"Kalau begitu... kita aman."

Beberapa penduduk saling berpandangan.

Di Kekaisaran Zhou, nama Kelompok Harta Langit memang cukup dikenal. Mereka merupakan salah satu kelompok dagang yang cukup besar sekaligus salah satu kekuatan netral yang jarang terlibat dalam perselisihan antara aliran putih maupun aliran hitam.

Sedikit demi sedikit, rasa takut di wajah para penduduk mulai berkurang. Di sisi lain, Sha Nuo mengerutkan keningnya tipis.

"..."

Dalam hati ia bergumam.

"Rui'er memang berasal dari Harta Langit..."

"Tapi aku bukan."

Namun ia tidak mengatakan apa pun. Kalau penjelasan Sung Wen mampu menenangkan hati para penduduk desa, ia sama sekali tidak keberatan membiarkan kesalahpahaman kecil itu tetap ada.

Tak lama kemudian, kepala Desa Qinghe melangkah keluar dari kerumunan. Pria tua itu berjalan perlahan hingga tiba di hadapan Gao Rui dan Sha Nuo.

Tanpa ragu, ia membungkukkan tubuhnya dalam-dalam.

"Terima kasih telah menyelamatkan Desa Qinghe."

Suara lelaki tua itu sedikit bergetar.

"Andai kalian tidak datang malam ini..."

Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Melihat kepala desa membungkuk, para penduduk lain ikut maju.

"Terima kasih!"

"Terima kasih banyak!"

Beberapa orang bahkan langsung berlutut di tengah jalan yang masih basah oleh hujan. Mereka benar-benar menyadari bahwa nyawa seluruh desa telah diselamatkan oleh dua orang di hadapan mereka.

Gao Rui sedikit terkejut melihat pemandangan itu.

"Ke... Kepala Desa..."

Ia segera mengangkat tangannya.

"Tidak perlu seperti ini."

Senyum tipis akhirnya muncul di wajahnya.

"Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan."

Tatapannya kemudian menyapu seluruh penduduk desa.

"Bagaimana keadaan semua orang? Apa ada yang terluka?"

"Kami bisa membantu jika masih ada yang membutuhkan pertolongan."

Kepala desa segera menggeleng.

"Syukurlah... tidak ada korban jiwa."

"Hanya beberapa warga mengalami luka ringan saat didorong dan dipukul para perampok."

Gao Rui mengangguk pelan.

"Itu bagus."

Di sampingnya, Sha Nuo hanya memandangi pemandangan tersebut sambil terkekeh pelan.

"Hahaha..."

Baginya, reaksi para penduduk desa terasa cukup menarik.

Belum lama sebelumnya mereka memandangnya penuh ketakutan. Kini, orang-orang yang sama justru membungkukkan badan penuh rasa hormat.

Malam itu, hujan masih mengguyur Desa Qinghe. Namun ancaman yang sempat menyelimuti desa tersebut akhirnya benar-benar lenyap.

Perampokan yang dilakukan Kelompok Serigala Darah berhasil digagalkan. Malam itu pula, berkat Gao Rui dan Sha Nuo, seluruh penduduk Desa Qinghe berhasil selamat.

...*******...

Bonus

1
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
🍁FAIZ❣️
paman nuo kereeeen
🍁FAIZ❣️
bantai semuanya jangan sisakan satu pun paman
Adek Darmansyah
masih sakit kah Thorr
Boqin Changing: masih....
total 1 replies
eka suci
pemimpin lembah iblis menyerang disaat yanluo ngga ada yg ngga sadar tangan kanan dewa Kematian ada disana
Sarip Hidayat
waah
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
paman Nuo terbawa emosi gara2 LAN Suya terluka🤣👍memang benar cinta membutakan semua nya🤣🤣👍
Slamet Subagio
lembah iblis darah, apakah berhubungan dgn keluarga Pei juga 🤔🤔🤔
Nanik S
Rui"er bawa bibimu.... betapa hangat hati LAN Suya👍👍👍💪💪💪
Nanik S
Boooooom..... cambuk Paman Nuo seperti ular yang tidak akan membiarkan mangsanya lolos
tariii
😍😍😍😍😍😍😍
mbono keling
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Paman Nuo gregetan 🔥🌽
budiman
satu mawar 🌹
Jeffie Firmansyah
paman Nuo marah besar kekasih titisannya hampir terbunuh🤭🤣🤣🤣
tenang Paman Nuo turun tangan, pasti semua beres dan aman... dan seterusnya
tinggal panen cincin ruang
Bubat Garage Reborn
☕️dulu othor..
Zainal Arifin
joooooooosssss 🤣🤣🤲🤲😍
Maria Sayem
Kasihan! Kekaisaran Zhou sedang diserang,! Sedang pelindung kekaisaran saat ini sedang bertarung juga d kekaisaran lain. Wah....makin seru ini? Thor ......sudah sehat kah?
Maria Sayem: memang bukan Bang Boqin yang jadi pelindung tapi Yan Luo yang p3lindung Kekaisaran Zhou.
total 2 replies
rangga f4f4n4nd4
sehat selalu thoorrr
Mamat Stone
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!