NovelToon NovelToon
MENIKAHI KARENA CINTA

MENIKAHI KARENA CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:631.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Albert Fernando laki laki yang sangat kaya raya menikahi Danisha Atmanegara, gadis cantik yang bekerja di klub malam...
Awal pertemuan yang kurang tepat membuat Albert maupun Danisha saling membenci

Awal pernikahan yang menyakitkan pun di rasakan Danisha karena Albert sang suami sering merendahkannya dan menghinanya,

Namun dengan berjalannya waktu ,Danisha pun mulai terbiasa dengan sikap acuh Albert padanya,
Meskipun begitu perhatian lebih pun selalu di curahkan Albert untuk Danisha, semakin hari Albert semakin bingung dengan perasaan nya untuk Danisha.

''Apakah ini yang di namakan cinta, apakah aku menikahi karena cinta? ''itulah yang selalu ada di dalam hati Albert.

Masih ada tokoh di belakang yang tak kalah unik yang harus di patuti jempol, siapa lagi kalau bukan mely sang sahabat ,
Bahkan Mely pun menikah dengan orang yang juga dingin dan angkuh,
''Apakah semuanya akan berujung bahagia, mengingat perjuangan mereka yang sama sama menghadapi pria angkuh? ''


Kalau penasaran kita baca yukkk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# 35

Dengan pelan Danisha berjalan menyusuri setiap anak tangga, melihat Albert mengompres jidatnya membuatnya terenyuh.

Kasihan dia , membatin.

''Biar aku saja yang kompres, ucapnya dengan merebut kain yang sudah basah dari tangan Albert.

''Kenapa kamu perhatian padaku?'',katanya dengan nada cuwek.

Huhh.... menghela nafas sebelum menjawab.

''Bukan perhatian,'' Tuan seperti ini kan gara gara saya, kalau saja saya tidak jatuh ,pasti tuan tidak akan benjol dan memerah, dengan telaten dan pelan Danisha mengelap jidat nya, sesekali Albert masih terlihat meringis.

Ohh... batu hidupnya nona Danisha ha.. ha... ha... batin Arman tertawa keras .

''Pak Heri ,tolong ambilkan salep untuk tuanmu !''Danisha mengucapkannya sengaja lantang supaya Albert mendengarnya.

''Baik Nona,'' setelah menunggu beberapa detik, pak Heri datang dengan membawa sekotak obat ,dan dengan cepat Danisha meraih dan mengobatinya, sambil meniup karena Albert yang terlihat kesakitan.

''Diam dong, kalau kayak gini aku jadi nggak tega nih, manja banget, bentak Danisha.

Arman dan pak Heri yang menjadi penonton ikut terhanyut melihat perhatian Danisha yang memang terlihat tulus.

Mereka sangat cocok sekali, tapi kenapa tuan muda tak mau terus terang pada Nona Danisha kalau dia itu mencintainya, batin pak Heri.

Sedangkan Arman hanya bisa menampilkan senyum kecilnya.

''Sudah selesai ,apa sekarang kamu mau makan,?''

Albert menggeleng.

''Kenapa ,?',lagi lagi Danisha terlihat khawatir.

Masa iya, aku bilang kalau aku sudah makan, nggak ah... batin Albert sebel dengan Danisha yang selalu menjadi wartawan.

''Nggak lapar. ucapnya singkat.

Bohong lagi, apa susahnya bilang sudah makan sayang, kalau kamu lapar makan saja, batin Arman meledek.

Albert terlihat menyenderkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya lalu memejamkan matanya.

''Arman, kayaknya tuanmu ini tidak bisa ke kantor, jadi kamu tinggal saja, kalau perlu panggil dokter, Ucap Danisha singkat, padat namun berarti membuat Arman mengangguk anggukkan kepalanya.

''Tidak usah panggil dokter, aku hanya butuh istirahat saja, dengan cepat Albert menyahut.

Danisha diam melihat Albert yang masih saja memejamkan matanya dan tak bergeming.

Terus apa yang harus aku lakukan, apa aku harus mengantarnya ke kamar, batin Danisha.

Ada rasa kasihan dalam hatinya, ada rasa takut dan ada rasa resah semua terkumpul jadi satu ,mengingat apa yang pernah di lakukan Albert padanya di saat mereka baru saja menikah.

Tapi nggak enak juga kalau aku diamin seperti ini. batinnya kembali.

Akhirnya Danisha beranjak dan menghampiri Albert ,memegang lengannya,.

Dengan cepat Albert pun membuka mata saat merasakan sentuhan lembut itu.

''Aku antar ke kamar.'' ucapnya.

Pah Heri dan Arman yang masih berada di tempat pun hanya bisa bersorak gembira dalam hati melihat Albert yang dengan suka hati di gandeng menuju kamarnya.

''Akhirnya pak Heri, sekarang benar benar ada wanita yang sudah mengisi hatinya, aku kira tuan muda akan selalu bermain sama wanita di luaran sana, dengan tidak sadar Arman merangkul pundak pak Heri.

''Iya Man, tapi kamu juga jangan kaya gini kali, kalau kamu mau wanita, cari sana, nunggu apa lagi ,kamu mau menjadi jomblo akut?'' ledek pak Heri yang sudah paruh baya itu.

Dengan cepat Arman menurunkan tangannya dan tersenyum kecut.

''Nyari sih nyari pak, tapi gi mana ya, memang belum laku, bercanda Arman.

Danisha yang sudah sampai di depan pintu pun langsung membukanya dan masih mengagandeng Albert menuju ranjangnya.

Membaringkan Albert yang pagi ini memang terlihat sangat manja padanya.

Menarik selimut hingga menutupi separuh badannya.

''Sekarang tuan tidur ,saya mau keluar, nanti kalau butuh apa apa panggil saja, ucapnya menaruh sepatu Albert yang baru di lepasnya.

''Tapi aku mau kamu disini menemaniku, lagi lagi ucap Albert dengan manjanya.

Gi mana ini ,apa aku harus turuti kemauannya, tapi kalau dia macam macam gi mana, apa jangan jangan dia cuma pura pura ,batinnya menyelidik.

''Tapi tuan nggak bakalan apa apain saya kan,?''saking takutnya Danisha mengucapkan kata itu yang membuat Albert berdecak.

''Kalau aku apa apain kamu kenapa, toh kita juga sudah halal ,dan nggak baik kalau kamu menolakku, kan kamu istriku, ucapnya sambil memiringkan badannya alih alih ngambek.

Tau kan kalau itu memang nggak baik ,apa kalau kamu melecehkanku itu baik tuan. batin Danisha lebih kesal.

Melihat Albert yang sudah memiringkan badannya membuatnya kembali duduk di pinggiran ranjang milik Albert.

''Bukan maksud saya seperti itu.

'' Bicara yang santai saja, aku tidak suka kalau kamu formal. kali ini Albert terlihat lebih ketus.

''Baiklah ,bukan maksudku seperti itu, aku hanya ingin menyerahkan diriku pada orang yang aku cintai dan mencintaiku, lagi pula kamu tidak mencintaiku ,bahkan kamu bilang tidak selera dengan tubuhku,aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku dengan pria yang benar benar menginginkanku sebagai istrinya, ucap Danisha panjang lebar, Albert hanya mendegarkan saja tanpa menjawab.

''Kalau kamu mau mengoceh di luar saja, suruh pak Heri dan Arman yang mendengarnya, aku disini butuh ketenangan, bukan ocehanmu ,Albert terlihat tidak suka dengan omongan Danisha.

Danisha mengangsrutkan duduknya mendekati Albert dari balik selimut.

Memegang keningnya yang kini sedikit demam.

''Kamu demam juga, tanya Danisha.

''Tidak.'' dengan ketusnya Albert menjawab.

''Jangan bicara lagi ,kamu tiduran sini!'' sambil menepuk tempat tidur yang masih kosong.

Ya... ya ...ya... Anda yang berkuasa tuan ,baiklah aku juga akan mengikuti sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku batinnya.

Danisha merangkak naik ke atas ranjang yang kosong di samping Albert melihat wajah yang kini memejamkan mata itu membuatnya mengingat empat tahun yang lalu, di mana dia dan Albert satu sekolah.

Kalau di lihat lihat wajah kamu juga masih sama seperti waktu SMA, bedanya sekarang kamu lebih cool dan lebih tampan, kamu juga tetap sombong, terus apa lagi ya, oh... iya cuwek, nah itu mungkin sifat kamu yang tidak akan lepas, batin Danisha mencari kejelekan Albert.

Karena saking menikmati otaknya yang sedang berkelana, Danisha sampai tertawa cekikikan yang membuat Albert membuka matanya.

''Lagi ngetawain apa, kelihatannya seru banget ?''ucap Albert tiba tiba membuyarkan lamunannya.

Ah... pakai bangun lagi , jengkel.

Danisha tersenyum dan melihat Albert yang juga melihatnya.

''Ingat kamu waktu SMA, dulu kamu juga cuwek dan galak, sombong, dan satu lagi play boy, menghitungnya dengan jari jarinya.

Apa, dia tau aku waktu SMA, apa dia dulu juga satu sekolah denganku, kenapa dia tau semua sifatku itu, batin Albert menerka.

''Apakah baik seorang istri membuka aib suaminya?'', masih mode ketus.

''Tidak, tapi itu kan berlaku untuk mereka yang benar benar menjalani rumah tangganya dengan baik, sedangkan kita apa, pernikahan kita itu bukan seperti mereka yang saling mencintai, kamu memaksaku untuk menerimamu dengan sebuah ancaman, dan sebenarnya aku tidak mau itu, ucapnya panjang lebar dan tak mempedulikan hati Albert yang saat ini terasa sakit dengan kata katanya.

1
Oei vi
makasih untuk ceritanya.
Oei vi
🤣🤣🤣
Oei vi
👍👍👍👍
Oei vi
arman kamu sdh salah kaprah sma bos kamu.🤣😅
Oei vi
tanda-tanda Bucin dhe..🤭🤭
Oei vi
🤣🤣🤣🤣
Bunda SalVa
ceritanya bagus....kita bisa belajar dari Al dan Nisha bahwa mencintai dan dicintai itu tidak perlu pakai syarat...hati yang tulus akan membuktikannya 👍🏻👍🏻
Tri Utari Agustina
Ceritanya sangat bagus sekali thor mantap thor semangat thor semoga novel tambah sukses selalu
Hj_ ijotfauziyah
kalo di novel tuh pasti ngidam nya GK masuk akal GK ada di dunia nyata. maklum lah dunia halu. ngidam mnya pun halu. suka2 kamu lah thor
Hj_ ijotfauziyah
kasihan Melly. blm di sentuh sama suami nya. sebener nya si Rico cinta GK sih sama Melly
Hj_ ijotfauziyah
lgi pula dosa lho kalo suami istri menahan dan melupakan ibadah yg satu itu
Hj_ ijotfauziyah
GK masuk akal. masa udah suami istri udah halal kok malah dibtahan2. yg blm halal aja kalo tiap hari tidur bersama .bisa saja terjadi
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses thor
smangat thor
mksh
‼️n
Mau dong jadi temen Danisha....☺️☺️☺️
‼️n
Rektor....
Lektor....
agk ganggu mb Nad...
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Asmawati
oon mlu mluin itu nya krangan author
Asmawati
,karanganmu jijay perempuannya kampungan and oon ktanya anak hebat bisa mandiri tpi oon
Asmawati
kmu hanya meleceh harga diri wanita author kau itu pengarang GK sih
Asmawati
kau menceritakan perempuan matre yg gkmau berusaha supaya bisa hidup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!