Albert Fernando laki laki yang sangat kaya raya menikahi Danisha Atmanegara, gadis cantik yang bekerja di klub malam...
Awal pertemuan yang kurang tepat membuat Albert maupun Danisha saling membenci
Awal pernikahan yang menyakitkan pun di rasakan Danisha karena Albert sang suami sering merendahkannya dan menghinanya,
Namun dengan berjalannya waktu ,Danisha pun mulai terbiasa dengan sikap acuh Albert padanya,
Meskipun begitu perhatian lebih pun selalu di curahkan Albert untuk Danisha, semakin hari Albert semakin bingung dengan perasaan nya untuk Danisha.
''Apakah ini yang di namakan cinta, apakah aku menikahi karena cinta? ''itulah yang selalu ada di dalam hati Albert.
Masih ada tokoh di belakang yang tak kalah unik yang harus di patuti jempol, siapa lagi kalau bukan mely sang sahabat ,
Bahkan Mely pun menikah dengan orang yang juga dingin dan angkuh,
''Apakah semuanya akan berujung bahagia, mengingat perjuangan mereka yang sama sama menghadapi pria angkuh? ''
Kalau penasaran kita baca yukkk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 35
Dengan pelan Danisha berjalan menyusuri setiap anak tangga, melihat Albert mengompres jidatnya membuatnya terenyuh.
Kasihan dia , membatin.
''Biar aku saja yang kompres, ucapnya dengan merebut kain yang sudah basah dari tangan Albert.
''Kenapa kamu perhatian padaku?'',katanya dengan nada cuwek.
Huhh.... menghela nafas sebelum menjawab.
''Bukan perhatian,'' Tuan seperti ini kan gara gara saya, kalau saja saya tidak jatuh ,pasti tuan tidak akan benjol dan memerah, dengan telaten dan pelan Danisha mengelap jidat nya, sesekali Albert masih terlihat meringis.
Ohh... batu hidupnya nona Danisha ha.. ha... ha... batin Arman tertawa keras .
''Pak Heri ,tolong ambilkan salep untuk tuanmu !''Danisha mengucapkannya sengaja lantang supaya Albert mendengarnya.
''Baik Nona,'' setelah menunggu beberapa detik, pak Heri datang dengan membawa sekotak obat ,dan dengan cepat Danisha meraih dan mengobatinya, sambil meniup karena Albert yang terlihat kesakitan.
''Diam dong, kalau kayak gini aku jadi nggak tega nih, manja banget, bentak Danisha.
Arman dan pak Heri yang menjadi penonton ikut terhanyut melihat perhatian Danisha yang memang terlihat tulus.
Mereka sangat cocok sekali, tapi kenapa tuan muda tak mau terus terang pada Nona Danisha kalau dia itu mencintainya, batin pak Heri.
Sedangkan Arman hanya bisa menampilkan senyum kecilnya.
''Sudah selesai ,apa sekarang kamu mau makan,?''
Albert menggeleng.
''Kenapa ,?',lagi lagi Danisha terlihat khawatir.
Masa iya, aku bilang kalau aku sudah makan, nggak ah... batin Albert sebel dengan Danisha yang selalu menjadi wartawan.
''Nggak lapar. ucapnya singkat.
Bohong lagi, apa susahnya bilang sudah makan sayang, kalau kamu lapar makan saja, batin Arman meledek.
Albert terlihat menyenderkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya lalu memejamkan matanya.
''Arman, kayaknya tuanmu ini tidak bisa ke kantor, jadi kamu tinggal saja, kalau perlu panggil dokter, Ucap Danisha singkat, padat namun berarti membuat Arman mengangguk anggukkan kepalanya.
''Tidak usah panggil dokter, aku hanya butuh istirahat saja, dengan cepat Albert menyahut.
Danisha diam melihat Albert yang masih saja memejamkan matanya dan tak bergeming.
Terus apa yang harus aku lakukan, apa aku harus mengantarnya ke kamar, batin Danisha.
Ada rasa kasihan dalam hatinya, ada rasa takut dan ada rasa resah semua terkumpul jadi satu ,mengingat apa yang pernah di lakukan Albert padanya di saat mereka baru saja menikah.
Tapi nggak enak juga kalau aku diamin seperti ini. batinnya kembali.
Akhirnya Danisha beranjak dan menghampiri Albert ,memegang lengannya,.
Dengan cepat Albert pun membuka mata saat merasakan sentuhan lembut itu.
''Aku antar ke kamar.'' ucapnya.
Pah Heri dan Arman yang masih berada di tempat pun hanya bisa bersorak gembira dalam hati melihat Albert yang dengan suka hati di gandeng menuju kamarnya.
''Akhirnya pak Heri, sekarang benar benar ada wanita yang sudah mengisi hatinya, aku kira tuan muda akan selalu bermain sama wanita di luaran sana, dengan tidak sadar Arman merangkul pundak pak Heri.
''Iya Man, tapi kamu juga jangan kaya gini kali, kalau kamu mau wanita, cari sana, nunggu apa lagi ,kamu mau menjadi jomblo akut?'' ledek pak Heri yang sudah paruh baya itu.
Dengan cepat Arman menurunkan tangannya dan tersenyum kecut.
''Nyari sih nyari pak, tapi gi mana ya, memang belum laku, bercanda Arman.
Danisha yang sudah sampai di depan pintu pun langsung membukanya dan masih mengagandeng Albert menuju ranjangnya.
Membaringkan Albert yang pagi ini memang terlihat sangat manja padanya.
Menarik selimut hingga menutupi separuh badannya.
''Sekarang tuan tidur ,saya mau keluar, nanti kalau butuh apa apa panggil saja, ucapnya menaruh sepatu Albert yang baru di lepasnya.
''Tapi aku mau kamu disini menemaniku, lagi lagi ucap Albert dengan manjanya.
Gi mana ini ,apa aku harus turuti kemauannya, tapi kalau dia macam macam gi mana, apa jangan jangan dia cuma pura pura ,batinnya menyelidik.
''Tapi tuan nggak bakalan apa apain saya kan,?''saking takutnya Danisha mengucapkan kata itu yang membuat Albert berdecak.
''Kalau aku apa apain kamu kenapa, toh kita juga sudah halal ,dan nggak baik kalau kamu menolakku, kan kamu istriku, ucapnya sambil memiringkan badannya alih alih ngambek.
Tau kan kalau itu memang nggak baik ,apa kalau kamu melecehkanku itu baik tuan. batin Danisha lebih kesal.
Melihat Albert yang sudah memiringkan badannya membuatnya kembali duduk di pinggiran ranjang milik Albert.
''Bukan maksud saya seperti itu.
'' Bicara yang santai saja, aku tidak suka kalau kamu formal. kali ini Albert terlihat lebih ketus.
''Baiklah ,bukan maksudku seperti itu, aku hanya ingin menyerahkan diriku pada orang yang aku cintai dan mencintaiku, lagi pula kamu tidak mencintaiku ,bahkan kamu bilang tidak selera dengan tubuhku,aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku dengan pria yang benar benar menginginkanku sebagai istrinya, ucap Danisha panjang lebar, Albert hanya mendegarkan saja tanpa menjawab.
''Kalau kamu mau mengoceh di luar saja, suruh pak Heri dan Arman yang mendengarnya, aku disini butuh ketenangan, bukan ocehanmu ,Albert terlihat tidak suka dengan omongan Danisha.
Danisha mengangsrutkan duduknya mendekati Albert dari balik selimut.
Memegang keningnya yang kini sedikit demam.
''Kamu demam juga, tanya Danisha.
''Tidak.'' dengan ketusnya Albert menjawab.
''Jangan bicara lagi ,kamu tiduran sini!'' sambil menepuk tempat tidur yang masih kosong.
Ya... ya ...ya... Anda yang berkuasa tuan ,baiklah aku juga akan mengikuti sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku batinnya.
Danisha merangkak naik ke atas ranjang yang kosong di samping Albert melihat wajah yang kini memejamkan mata itu membuatnya mengingat empat tahun yang lalu, di mana dia dan Albert satu sekolah.
Kalau di lihat lihat wajah kamu juga masih sama seperti waktu SMA, bedanya sekarang kamu lebih cool dan lebih tampan, kamu juga tetap sombong, terus apa lagi ya, oh... iya cuwek, nah itu mungkin sifat kamu yang tidak akan lepas, batin Danisha mencari kejelekan Albert.
Karena saking menikmati otaknya yang sedang berkelana, Danisha sampai tertawa cekikikan yang membuat Albert membuka matanya.
''Lagi ngetawain apa, kelihatannya seru banget ?''ucap Albert tiba tiba membuyarkan lamunannya.
Ah... pakai bangun lagi , jengkel.
Danisha tersenyum dan melihat Albert yang juga melihatnya.
''Ingat kamu waktu SMA, dulu kamu juga cuwek dan galak, sombong, dan satu lagi play boy, menghitungnya dengan jari jarinya.
Apa, dia tau aku waktu SMA, apa dia dulu juga satu sekolah denganku, kenapa dia tau semua sifatku itu, batin Albert menerka.
''Apakah baik seorang istri membuka aib suaminya?'', masih mode ketus.
''Tidak, tapi itu kan berlaku untuk mereka yang benar benar menjalani rumah tangganya dengan baik, sedangkan kita apa, pernikahan kita itu bukan seperti mereka yang saling mencintai, kamu memaksaku untuk menerimamu dengan sebuah ancaman, dan sebenarnya aku tidak mau itu, ucapnya panjang lebar dan tak mempedulikan hati Albert yang saat ini terasa sakit dengan kata katanya.
sukses thor
smangat thor
mksh
Lektor....
agk ganggu mb Nad...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa