Sean Aldev arlots. cowok yang di cap nakal Di sekolah. terpaksa menerima perjodohan dengan Agatha Evelyn. sang ketos di sekolahnya. Agatha sering menghukum Sean karena kenakalannya.
namun ia tak pernah menyangka bahwa ia akan di jodohkan dengan cowok yang sering dihukum olehnya.
pernikahan siswa sma pun dilakukan secara rahasia. banyak cobaan Dan badai yang menghadang pernikahan Dini kedua orang tersebut.
apakah mereka mampu bertahan tanpa bercerai?
novel by IZANANTEROS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DnieY_ls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 35
Baru saja dua murid itu terbang ke alam mimpi mereka di kagetkan dengan gebrakan di pintu. Agatha dan Sean terkelonjat kaget. Mereka menoleh dan mendapati pak jeremi selalu kepala sekolah yang berkacak pinggang sembari memelotot pada mereka.
Keduanya meneguk ludah kasar. Dari tatapannya sepertinya mereka akan dapat masalah.
"Agatha! Sean! Ke lapang!" teriaknya.
"Siap pak!"
Sean serta Agatha kompak bangkit, membawa tas mereka lalu berlari menuju lapangan. Tadi setelah obrolan panjang dia merasa mengantuk, akhirnya memutuskan tidur sambil bersandar pada baju suaminya.
Tetapi belum juga sampai ke alam mimpi malah sudah lebih dulu di kagetkan oleh teriakkan sang kepsek.
"Kalian ini! Orang lagi belajar kalian mah enak enakan tidur, berdua lagi. Kalian tidak takut khilaf hah?!"
Agatha dan sean hanya mampu diam sambil menunduk. Mendengarkan untaian kalimat yang keluar dari mulut pak aziz dengan nada berbeda beda.
Dalam hati sean mendesah pelan. Mau khilaf pun mereka gak dosa, paling juga malu aja gak tahu tempat.
"Agatha!" panggil sang kepala sekolah.
"Iya Pak".
" kamu sebagai ketua OSIS bukannya memberi contoh yang baik malah ikut bolos sama dia. Bagaimana nanti pendapat siswa lain? Terlebih adik kelas kamu menanggapi hal ini?" tegas pak aziz.
"Maaf". Ucap Agatha pelan. Semakin menundukkan kepalanya tak berani untuk sekedar menatap.
"Lain kali jangan di ulangi!" peringat sang kepala sekolah.
"Iya Pak saya janji tidak akan mengulanginya". Sahut Agatha.
"Bagus. Untuk sekarang kalian hanya bersihkan lapangan ini setelah itu boleh ikut pelajaran". Ujar pak aziz membuat keduanya mengangguk.
Sang kepsek meninggalkan lapangan, setelah kepergiannya dua murid tadi menghela napas panjang. Terlebih Agatha, gadis itu sangat lega dengan kepergian sang kepala sekolah.
"Gara gara lo sih. Kita jadi terlambat kan?!" Agatha menyalahkan cowok di sampingnya.
Sean menarik alisnya sebelah. "Yang ngajak nonton semalam siapa?" tanya nya dengan nada menyindir.
Agatha mendengus sebal. Dia tak dapat membalas ucapan sean lagi karena benar.
"Ah udahlah. Cepetan kita bersihin supaya cepat bisa masuk kelas". Ujar Agatha mengalihkan pembicaraan. Malu juga mengingat semalam dia yang mengajak bergadang.
Sean berdehem pelan, lalu mulai mengikuti Agatha membersihkan lapangan.
....
"Wah gak bener nih! Lo ada hubungan ya sama si ketos?" rian terpekik kaget saat tahu tadi teman satu perjuangan nya itu di hukum berdua bersama Agatha. Sang ketua OSIS yang terkenal galak dan jutek.
Sean menarik alis nya sekilas kemudian menggeleng. "Gak usah ngaco deh lo!" ujar nya tajam.
"Ya elah ngaku aja kali. Pacaran? Htsan? Tunangan? Atau udah kawin sekalian?" tuntut rian.
"Kawin!" ujar sean santai membuat dua temannya melongo.
"Hah? Seriusan?" jonat cengo. Cowok itu sampai berdiri dari duduknya saking terkejut.
Sean terkekeh pelan. Apalagi melihat komuk rian yang tak bisa berkata apa apa, ingin rasanya dia tertawa terbahak bahak.
"Goblok kalau lo percaya". Ucapan sean membuat kedua temannya kembali duduk dan memasang wajah normal.
Jonat sampai mengelus dada nya pelan. " huh! Kirain beneran anjing" maki nya.
"Becanda kali, serius amat".
" becanda lo gak lucu an. Hampir aja copot jantung gue tadi". Seru rian lebay.
Sean mencebikkan bibirnya mendengar omongan kosong teman nya itu.
"Lagian lo ngapain tanya tanya kayak gitu? Udah tahu gimana gue sama Agatha". Ujar Sean sedikit kesal. Dia berupaya menutupi kebohongan tentang statusnya.
"Iya juga. Tapi aneh aja gitu, lo berdua jadi sering di hukum bareng, berangkat bareng dan banyak lagi". Ucap rian di angguki jonat.
"Iya bener. Gue juga sering lihat kalian pulang bareng". Jonat menimpali.
Sean menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Bingung menjawab saya kedua temannya menampilkan wajah menuntut.
"Orang tua dia yang nyuruh gue bawa tuh cewek. Mana bisa nolak gue". Sean menjawab asal.
"Hah? Orang tua?"
Sean mengangguk. "Iya. Bokap dia sama nyokap gue itu saudara jauh. Bokap dia yang nyuruh lewat nyokap gue".
...****************...
hello guys im back!!
Maaf bangett buat pembaca setia cerita ini kemarin kemarin aku gak up. aku usahain setelah ini bakal up setiap hari. jangan lupa kasih semangat ya🔥🔥🔥
iyaaa btw jangan lupa follow IG ku buat yang pengen tahu visual dan segala informasi tentang cerita ini.
jadi kalau kalian tanya kenapa di ulang, itu murni keteledoranku ya, mianhe guysss. love you all