Yuk follow dulu ig nya Othor
'@lady.nuree
__
RUBY ALDERIA SMITH, tak ada kebahagian dalam hidupnya
Di fitnah oleh saudara angkat memang tak akan pernah di hiraukannya, tapi sakit, sakit hati jika orang tuanya tak mempercayainya.
Hidup rumit seorang gadis membuatnya tegar menghadapinya, walau berat tapi tetap harus semangat demi kelanjutan hidup nya.
MARAH, tentu pasti marah ! ruby anak yang mandiri walaupun selalu manja kepada orangtua dan kaka nya, tapi Ruby tidak pernah menyusahkan keluarganya.
dengan mengingat masalalunya membuat Ruby ingin membalas perbuatan Agatha, tapi tidak untuk keluarganya karena Ruby terlalu menyanginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 34
Ketiga most wanted nya RE University berjalan membelah kerumunan. Sebelum sampai, terlihat Mobil milik Edward terbuka dengan lebar, Edward turun dengan aura yang begitu menakjubkan. Kacamata hitamnya masih bertengger di hidung mancung miliknya.
Semua orang mengalihkan pandangan mereka kepada Edward yang tengah menutup pintu mobilnya rapat-rapat.
Ketiga most wanted itu pun membalikkan badannya penasaran.
" Uwaaaahhhh lihatlahh dia, tampan sekali ". Riuh mahasiswi begitu terpesona dengan gagahnya tubuh milik Edward, wajah bak dewa terlukis di sana.
" Gilaa tampan sekali ". Mereka semua terus berteriak histeris memandang pria tampan di hadapan nya.
" Wah gila mahasiswa baru kaya nya. Tampan !!". Ucap salah satu most wanted menepuk pundak yang lainnya.
" Lihatlah gaya cool nya. Tch, tch mengalahkan mu Le ". Serunya kepada pria di sampingnya yang dari tadi bermuka datar.
Edward berjalan membelah kerumunan dan melewati mereka bertiga, tas yang di tenteng dan kacamata yang di kenakan nya begitu mencolok. Wajah dingin tidak terlepas dari wajahnya, ucapan para siswi yang masih berada di sana membuat edward melangkahkan kaki nya begitu cepat.
Di lain tempat, Ruby masih berada di dalam kantor pengelola yang belum lama ini menjabat. Dari tadi Ruby dengan sabarnya menunggu kedatangan dia yang belum masuk ke kantornya, entah kemana Ruby tidak peduli.
Cklekkk
Suara pintu terbuka dengan lebar nya. Pria muda masuk ke dalam sana yang seketika menegang kala melihat keberadaan seseorang yang sedang duduk menyamping di bangku sana.
Ruby terus menatap ke segala arah tanpa menoleh ke arah pintu terbuka.
" Ekhem, Lady sudah datang ternyata ! ". Ucapnya memperlihatkan gigi rapihnya. Ruby langsung menoleh dan mengangkat satu alis nya.
" Kenapa tidak mengabari lebih dulu ?". Tanya nya langsung duduk di seberang kursi yang di tempati Ruby.
" wah wah wah, sudah kesiangan banyak tanya lagi !". Cerocos Ruby.
" Apa tiap hari selalu seperti ini ? Jika iya, aku tidak segan ya melempar kamu ke negara sebrang". Ancam Ruby
" Ii,,,ii,,tu tidak lagi benar, malam gadang jadi kesiangan maaf !". Ya, dia salah satu anggota mafia Red Phoenix yang Ruby percayakan untuk mengurus Universitas.
" Tidak masalah, tapi tidak ada lain kali oke". Ucap Ruby berdiri.
" Oh iya kak, ruangan kelas ku dimana ? ". Tanya Ruby.
Dia ke luar dan memandu Ruby untuk masuk ke dalam kelas nya
**
Ruby pun masuk dengan acuhnya saat mata kuliah belum di mulai. " Masuklah ".
" Wah ternya kita satu jurusan ". Suara yang penuh semangat dari mereka kala kedatangan Ruby.
" Perkenalkan dirimu ". Ucap sang dosen
" Ruby ". Ucapnya singkat, semua yang ada di sana hanya menatap dengan begitu terkejut, apa hanya itu perkenalannya ? Batin mereka.
Dosen yang berada di sampingnya pun menganga dengan perkenalan singkat dari Ruby.
Ruby mengedarkan pandangannya, terlihat di sana orang yang begitu iya rindukan sedang duduk berdampingan.
" Duduklah ". Seru sang dosen.
Ruby berjalan mendekati tempat duduk nya, raut dingin masih terpatri pada permukaan wajah, pasalnya tidak jauh dari tempat duduk kosong ada wajah yang sangat dia kenali.
Penghuni kelas memutar badannya ke arah Ruby karena masih penasaran, sedangkan yang di tatap malah menatap laki-laki di samping nya dengan sangat tajam
"Jangan menatapku seperti itu sweetie, jika tidak akan ku congkel matamu sekarang juga!". Ucap Laki-laki itu pelas.
Gaya cupu nya benar-benar baru terlihat pertama kali oleh Ruby, pasalnya laki-laki itu biasanya selalu terlihat cool dan tampan, tapi apa ini?.
HAHAHAHAHAH
" Yak yak yak, apa apaan kau ini? jelek sekali!".
Ruby tertawa begitu kerasnya sehingga yang berada di sana menganga melihat sikap Ruby yang mudah berubah, tadi dingin sekarang bisa tertawa ? Batin mereka.
Tidak ketinggalan kedua wanita yang berada di depannya, mereka memutar balikkan tubuh. Terlihat tawa yang Ruby tunjukkan membuat mereka rindu dengan sahabatnya itu yang telah lama hilang entah kemana.
" Aku kalah taruhan ". Brayn mendengus kesal karena kejadian beberapa minggu yang lalu.
" Maksudmu apa ?". Ruby masih menahan tawanya sembari tatapannya masih tak lepas darinya.
" Ya pokonya begitu, siapa yang kalah dia akan tinggal disini selama kamu di sini ". Ucap Brayn tak terima.
" Kami semua khawatir dengan mu By, tapi kami bingung siapa yang akan mengolah perusahaan di sana jadi ya begitu !!". Brayn cemberut di hadapan Ruby dan semua orang kembali terkejut melihat pria cupu yang super dingin itu merajuk.
" Lalu kenapa penampilan mu seperti ini ?". Ruby melepaskan kacamata yang Brayn pakai dan mengacak-acak rambutnya.
" Uwaaaaaaaaaaa, ii,,ii,,tuu benarkah dia? ". Semua mahasiswi yang berada di sana histeris, mereka baru tau Jika Brayn begitu tampan nya.
" Sumpah tampan sekali dia ".
**
Mata kuliah dimulai dengan lancar, Ruby dan Brayn hanya mencorat coret bukunya supaya terlihat sedang menulis.
Mata kuliah pertama telah usai dan berganti ke mata kuliah selanjutnya, Suasana hening, semua murid menulis dengan begitu serius.
Sebagian mahasiswa berhamburan keluar karena mata kuliah mereka telah usai. Ada yang pergi ke kantin dan ada juga ke lain tempat.
Ruby masih belum beranjak dari duduknya, di dalam kelas tersisa 4 orang yaitu Ruby dan Brayn sisanya dua mahasiswi. Mereka berdua segera berbalik menatap Ruby.
Brayn masih sibuk dengan telpon genggamnya.
" Ruby ? ". Panggilnya menatap sendu dan Ruby langsung menoleh ke arah mereka
" Apa kau Ruby Alderia ". Tanya nya kembali. Brayn yang mendengar nama lengkap Ruby di panggil, fokusnya langsung terpecah.
" Apa kita harus berkenalan lagi seperti tahun-tahun lalu? ". Ucap Ruby
" waaaaaaa, By ini benar kamu kan ? ". Reina dan Meili langsung berdiri memeluk Ruby begitu erat, mereka menangis sejadi jadinya.
" Kamu kemana saja By ? kami semua disini sibuk mencari mu kemana mana sampai hari ini ". Meili masih menangis haru bisa bertemu dengan sahabatnya kembali.
" Sudah-sudah kenapa kau tambah cengeng, sudah besar tahu hahahaha". Ruby melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di wajah Meili.
Ekheemm
Salam Hangat dari author
LIKE
KOMEN
SHARE
VOTE
😍😍🙏🥰
Semangatt terus...