NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:61k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah kecil dari Mas Danu

Sarapan pagi itu terasa berbeda. Ruang makan yang biasanya didominasi oleh denting sendok dan keheningan yang kaku, kini diselimuti oleh aura yang lebih hangat, atau mungkin hanya hati Sekar yang sedang berbunga-bunga setelah kejadian di kamar tadi.

Terlebih, saat ini hanya ada dirinya dan Danu saja di ruangan itu. Tanpa ada Bu Broto yang selalu mengintimidasi Sekar. Jadi rasanya lebih lega bagi Sekar.

​Sekar duduk di kursinya dengan posisi tubuh yang sangat tegak namun sopan. Ia menunggu Danu selesai mengunyah suapan terakhirnya. Matanya sesekali mencuri pandang ke arah pria berusia tiga puluh dua tahun itu. Danu terlihat sangat segar dengan kemeja biru muda yang baru saja disetrika Sekar, rambutnya tertata rapi, dan aroma kayu cendana kembali menguar, memenuhi indra penciuman Sekar yang sensitif karena kehamilan.

​Danu meletakkan sendoknya dengan perlahan, lalu menyesap kopi hitamnya yang masih mengepulkan uap tipis. Ia melirik ke arah piring Sekar yang nasinya hanya berkurang sedikit. Kerutan tipis muncul di dahi pria itu, sebuah tanda bahwa ada sesuatu yang mengusik pikirannya.

​"Kenapa nasinya tidak dihabiskan Sekar? Apa mualnya datang lagi? Atau kamu mau makan yang lain?" Tanya Danu. Suaranya bariton, tenang, namun penuh penekanan yang menunjukkan perhatian terang-terangan.

​Sekar tersentak dari lamunannya. Ia menunduk, meremas jemarinya di bawah meja.

"Mualnya sudah mendingan, Mas. Hanya saja, perutku rasanya sudah penuh"

​"Sedikit lagi" Danu mendorong piring nasi goreng itu mendekat ke arah Sekar.

"Kamu butuh tenaga. Tadi pagi kamu sudah bangun terlalu awal untuk menyetrika kemejaku dan memasak semua ini. Kalau kamu sakit, siapa yang rugi?"

Sekar terdiam karena memang dia yang akan rugi sendiri kalau sakit. Dia juga tidak ingin menambah masalah bagi Danu kalau sampai dia sakit.

"Sini Mas suapi!" Danu menggeser kursinya agar semakin dekat dengan Sekar.

​Sekar mengangguk patuh. Ia tidak berani membantah. Dengan gerakan yang sangat sopan dan hati-hati, Danu menyuapkan nasi goreng yang tadi ia masak sendiri.

Danu memperhatikannya dengan saksama, cara Sekar mengunyah, cara tangannya yang ramping mengusap ujung bibirnya, hingga bagaimana rambut halus di tengkuk Sekar bergerak saat ia menelan. Di mata Danu, Sekar adalah perpaduan antara kepolosan yang rapuh dan kecantikan yang murni. Kulitnya yang bersih kini tampak lebih bercahaya di bawah lampu ruang makan, meski wajahnya masih menyimpan sisa-sisa pucat.

​"Besok-besok, jangan menyetrika baju sebanyak itu sekaligus. Biar Mbok Sum yang bantu. Kamu jangan terlalu memaksakan diri menjadi pelayan di rumah ini" Ucap Danu lagi sambil menyandarkan punggungnya ke kursi kayu jati yang kokoh. Dia memang tau kalau Sekar menyetrika banyak baju miliknya dan juga milik Ibunya.

​"Aku ingin melakukannya, Mas. Aku senang bisa melayani Mas Danu" Bisik Sekar pelan. Kalimat itu tulus, keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam. Ia memang merasa bahwa melayani Danu adalah tugas mulia yang memberinya arti di rumah besar ini.

​Danu terdiam sejenak. Ia menatap Sekar dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada kilatan kekaguman yang ia simpan rapat-rapat, namun tindakannya tidak bisa berbohong.

"Kalau gitu, besok kamu hanya boleh menyetrika baju Mas saja. Itu pun yang ingin Mas pakai, jangan satu lemari kamu seterika semua. Mas nggak mau kamu capek dan akhirnya kandungan kamu kenapa-napa"

"Iya Mas, aku ngerti"

Danu meraih sebuah bungkusan kecil yang tergeletak di kursi kosong di sampingnya, lalu meletakkannya di depan Sekar.

​"Buka" Perintah Danu manis.

​Sekar menatap bungkusan itu dengan bingung. Dengan tangan yang sedikit gemetar karena rasa sungkan, ia membuka ikatan pitanya. Di dalamnya terdapat sebuah kotak beludru kecil. Saat dibuka, sebuah kalung emas tipis dengan liontin berbentuk bunga melati kecil berkilauan di bawah cahaya lampu.

​"Mas, ini...?" Sekar menatap Danu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

​"Itu untukmu. Dan ini" Danu mengeluarkan satu kotak lagi yang lebih besar. Di dalamnya terdapat sepasang sepatu bayi berbahan rajut yang sangat lembut berwarna putih bersih.

"Tadi malam Mas tidak sengaja melihat ini saat pulang lewat toko perlengkapan bayi. Mas rasa ini akan cocok untuk anak kita nanti"

​Mendengar kata anak kita, pertahanan Sekar runtuh. Air mata jatuh membasahi pipinya. Ia tidak menyangka Danu yang tampak begitu sibuk dan berwibawa di toko, sempat memikirkan hal-hal kecil seperti sepatu bayi.

Kekaguman Sekar pada sosok pria di depannya ini semakin memuncak. Danu bukan hanya pria yang bertanggung jawab secara materi, tapi ia juga berusaha menyentuh sisi emosional yang selama ini Sekar pikir tidak akan pernah ia dapatkan.

​"Terima kasih Mas Danu. Mas baik sekali sama aku dan calon bayi ini" Isak Sekar sambil menunduk.

"Kamu istri Mas, tentu saja Mas harus baik sama kamu. Itu sudah kewajiban Mas!"

Danu bergerak, sedikit menggeser tubuhnya agar berhadapan dengan Sekar. Ia mengulurkan tangannya, mengusap air mata di pipi Sekar dengan gerakan yang sangat lembut.

"Berhenti menangis. Kamu ini cengeng sekali. Aku membelikan ini supaya kamu senang, bukan supaya kamu sedih kaya gini!"

​Danu kemudian membimbing Sekar untuk berdiri. Ia mengambil kalung itu dari kotaknya, lalu dengan gerakan yang sangat intim, ia memakaikan kalung tersebut ke leher Sekar.

Sekar bisa merasakan napas hangat Danu di tengkuknya, dan sentuhan jemari kasar Danu yang bersentuhan dengan kulit lehernya yang sensitif. Jantung Sekar berdegup sangat kencang, ia merasa seolah oksigen di sekitarnya menghilang.

​"Cantik" Gumam Danu pendek saat melihat liontin itu bertengger manis di dada Sekar. Ia tidak mengatakan Sekar yang cantik, namun tatapan matanya yang tertuju langsung ke mata Sekar seolah menyiratkan hal itu.

​Sekar hanya bisa terpaku. Ia merasa seperti sedang berada di dalam mimpi yang sangat indah. Pria tegap, dewasa, dan berwibawa ini adalah suaminya. Pria yang setiap pagi ia siapkan kebutuhannya, pria yang memeluknya saat tidur sepanjang malam, dan pria yang sekarang memberinya perhiasan seolah ia adalah wanita yang sangat berharga.

"​Apakah mungkin, Mas Danu benar-benar mulai membuka hatinya?" Tanya Sekar dalam hati.

​"Sudah, ayo habiskan sarapanmu. Mas harus segera ke depan, banyak pelanggan yang sudah menunggu" Ucap Danu sambil memberikan merangkul bahu Sekar untuk duduk.

​Sekar kembali duduk, memegang liontin bunga melati di lehernya. Ia menatap sepatu bayi mungil itu dengan perasaan campur aduk.

Kekagumannya pada Danu kini telah berubah menjadi sesuatu yang lebih berbahaya, Ketergantungan emosional yang mendalam. Ia merasa tidak akan pernah bisa hidup tanpa perlindungan pria itu lagi.

"Wah wah wah, kamu benar-benar memanjakan dia ya Nu?"

1
Lilis Yuanita
lnjut kak
Cahaya
duhhh pusing
Cahaya
kam benr bu subroto ini kaya plakor nyinyir mulut ny pengen d kasih ulekan cabe biar mantap
mama
sumpah ikut mewek😭..danu yg peka dikit donk.km ngerasa ggk ad yg km sembunyikan dari sekar..😭
vania larasati
lanjut
Melly
Posisi Sekar memang serba salah karna yg untuk ditonjolin cuma kecantikan sama baik aja untuk skill dll belum terlihat jadi ga salah dia minder dan rasa bersalah ada, tapi Sekar tokoh yg kuat koq masih menunggu alurnya Author untuk pemeran utama nya Semangat thor aku uda siapin hati nih biar kuat🤣🤣
Lilis Yuanita
q nangis sedih
Nureliya Yajid
Lanjut thor
Endang Sulistiyowati
Sekalipun kamu membangun benteng besi, kamu tetap sakit dan hancur Sekar. Karna kamu pernah di posisi sangat memuja suamimu itu. Pernah merasakan perhatian yang terlihat tulus. Ya sudahlah biar aja Danu frustasi sendiri, kamu tetap di kebiasaan kamu aja Sekar.
MamDeyh
Danu blm kelar dg masa lalu nya.. Mgkn jg mereka berpisah murni krn kejadian dg Sekar. Makanya Danu masih labil.. Lelaki kan pinter akting😄
Ikaaa1605
Lanjuttt
🌷Vnyjkb🌷
kan sdh mulai kuat,, ungkap isi hatimu ,sekar, km sgt berhak, km istri, danu jg sdh memgakui, entah tulus atau boong, ungkap aja, biar danu paham masalah dan salahnya dan kamu jg tdk overyhink, si grandong tdk bersorak
Hanima
👍👍
Ais
boleh ngak seh aku aja yg mewakili teriak memaki dan menonjok muka danu juga ngasih racun sianida buat mak lampir klo boleh aku udah siap neh sumpab gedek sm kamu danu kapan danu lidya dan sekar dipertemukan teh santi biar beres urusan hatinya smuanya blm kelar soalnya danu msh ada beban buat lidya entah apa😡😡😡
Ais: makasih kak siap laksanakan🤣🤣💪🤭
total 2 replies
Ais
sumpah lelah jd sekar overtihingking banget tp ya gmn lagi sekar ngak pny salah gmn juga sekar ini jelas"adalah korban dan danu terlepas cinta apa ngak sm sekar seiring wkt hrsnya bs lbh jujur soal perasaannya sm lidya hrs terbuka sm sekar ngapain cb istri sdh tidur eh danu malah asik melamun didpn sosmed mantan klo aku jd sekar jelaslah merasa rendah diri bkn ke cemburu tp merasa ngak pny harganya jd istri diperlakukan baik dipanggil sayang hny sebatas tanggungjwb ditmbh mulut nyinyir mertua yg selevel bon cabe level 30 gmn ngak tambah sakit hati sekar sumpah klo aku jd sekar sdh aku racun itu ibu mertua dan aku mending kabur bawa anak dl. kandungan aku dr pd makan hati terus 😤😤😤😤
mb peppy
ceritanya ringan tp justru semakin hari semakin menarik pembaca seolah" ikut merasakan apa yg di rasakan oleh Sekar...penulis pintar memainkan perasaan pembaca good job thoorr lanjutkan
santi.santi: thank youuuu🥰🥰🥰
total 1 replies
Nar Sih
hadirr kakk
santi.santi: siaappp🥰
total 1 replies
Erna Riyanto
membentaknya mungkin bukan membela
Agnezz
Katanya mau melupakan Lidya dan perlahan ikhlas menerima pernikahannya dengan Sekar, menerima Sekar sebagais istrinya tapi ternyata masih stalking medsos Lidya. Gak salah kalo Sekar mengganggap ini hanya sebagai bentuk tanggung jawab Danu.
Eneng Eneng
thor klo bisa sekarnya di bikin pergi dlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!