NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Terlahir Kembali Untuk Lebih Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Murni / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 5
Nama Author: cerryblosoom

Lily yang baru saja mengalami kecelakaan terlahir kembali ke-15 tahun yang Lalu dimana ia masih remaja. Satu hal yang paling dia ingat adalah kata-katanya, "Aku mencintaimu untuk setiap kehidupan dan aku akan pastikan kita akan selalu bersama."

Dengan penuh kelembutan ia memelukku dengan hangat dan melindungi ku dari kerasnya dunia.

Satu hal yang aku sesali adalah terlambat mengatakan aku juga mencintainya. Kini setelah kelahiran kembali aku akan mencintainya lebih dulu dan memberi cinta yang paling manis yang belum pernah kuberi.

Alion yang memiliki kepribadian dingin dan acuh atas segala hal memiliki pengecualian pada gadis kecil yang selalu ada di hatinya. Tanpa Lily sadari Alion telah mencintainya jauh sebelum ia mengenalnya.

Ini kisah tentang seorang gadis yang mengejar kekasihnya dalam kehidupan kedua nya. Tanpa dia ketahui sang kekasih telah jatuh bahkan sebelum dia mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerryblosoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 SAHABAT

Lily menatap kosong ke arah Febi, seolah batu besar menimpa hatinya. Rasanya begitu menyesakkan, mengetahui sahabat nya telah menghianatinya, tanpa sadar suaranya bergetar.

"Maaf aku telah mengecewakan kalian dengan memilih, Lio," kata Lily lirih.

Mata Lily memerah, air mata menggenang di ujung pelupuk matanya. Lily menundukkan kepala, banyak fikiran di Kepalanya saat ini. Dia ingin mengatakan banyak hal tapi mulutnya seolah terkuci rapat.

Lily kebingungan dia tak tahu apa yang salah. Hatinya menyangkal kenyatan kejam di hadapannya. Namun, otaknya terus berkata bahwa mereka memang sempat bertengkar sebelumnya. Mungkin saja sahabatnya benar-benar telah berubah.

Melihat adegan didepan nya Alion tak tahan, setelah diam cukup lama dan hanya menonton. Dia menghampiri Lily dan menyembunyikan bahu rapuh gadis itu dalam pelukannya.

"Kamu tidak salah, mereka lah yang salah," bisik Alion lembut.

Lily tersentak, bulu matanya bergetar dan setetes air mata turun di pipinya.

"Lio," panggil Lily dengan suara serak.

Hanya satu kata yang dia sebutkan, tapi seolah menjelaskan segala keluhan di dalam hatinya.

"Hmm, aku disini," jawab Alion lembut.

Mencoba menahan emosi di dalam hatinya. "Ini bukan saatnya," batinnya.

Alion mengabaikan semua orang, dengan mudah dia menggendong Lily dan membawanya meninggalkan kekacauan di ruang tamu.

Saat mencapai ujung tangga, dengan ringan mata gelabnya menyapu kelompok orang di bawahnya. Dan dengan tajam memberikan isyarat pada Zayyan tanpa diketahui siapapun.

Di dalam kamar.

Lily hanya diam sejak sampai dikamarnya, dia tidak menangis ataupun membuat keributan. Namun, hal ini malah membuat hati Alion sakit. Alion tahu di khianati oleh orang terdekat adalah hal yang sangat menyakitkan.

Seolah saling memahami satu sama lain, Alion tak bertanya apapun dan hanya dengan tenang menemani di samping Lily. Alion ingin memberikan gadisnya waktu untuk mencerna apa yang telah terjadi. Dia tak ingin memaksanya untuk memahami semuanya sekaligus.

Setelah lama terdiam, Lily mengangkat kepala dan menggigit bibirnya, suaranya bergetar menahan tangis.

"Apakah aku sahabat yang buruk, Lio?" tanya Lily menatap tepat di mata Alion.

Begitu Lily selesai bertanya, dia merasakan genggaman erat, dan usapan lembut dikepalanya.

"Tidak," jawab Alion serak.

Suaranya begitu dalam, tapi saat mendengarnya Lily merasa tenang. Segala fikiran buruk di otak Lily seakan lenyap seketika. Keyakinan dan dukungan yang Alion beri membuat fikiran Lily menjadi jernih.

Febi adalah sahabatnya, Lily mengenalnya dengan sangat baik. Kepercayaannya pada sahabatnya tak bisa begitu saja dirusak dengan satu kesalahan.

Mereka bersama bukan cuma sehari dua hari. Bahkan Lily telah melalui dua kehidupan dan dia sangat jelas akan sifat sahabatnya.

Lily tak tahu jelas kenapa Febi begitu membenci Alion dekat dengannya. Bahkan mereka bertiga menjadi bermusuhan karenanya. Tapi, Lily yakin sahabatnya tak akan melukainya, apalagi merencanakan melukai Alion, tak mungkin sahabatnya begitu, pasti ada sesuatu di balik ini semua.

"Apakah kedua pria itu berbohong dan menjebak Febi?" tanya Lily ragu-ragu.

Alion awalnya ingin menjelaskan saat gadisnya tenang. Melihat dia begitu mudah menebaknya, dia mengangguk ringan,

“Benar.”

Mata aprikot gadis itu yang jernih berkedip, senyum muncul di bibirnya yang tipis, dan ada sedikit binar harapan di matanya.

"Aku tahu, sahabatku tak mungkin begitu," kata Lily lembut.

****

Kembali mengalihkan pandangan di depannya, seorang gadis yang sangat dikenalnya sedang menunduk.

Dia dan keluarganya telah lama mengenal Febi teman adiknya. Alisnya berkerut erat, Zayyan mengerti maksud Alion. Bukan gadis ini yang membawa kedua pria ini untuk melukai Alion.

Mungkin benar dia telah menukar peta, tapi untuk menghubungi kedua orang ini. Tak mungkin gadis kecil seperti dirinya berani melakukannya.

"Aku mengenalmu dengan baik, mungkin benar kau telah menukar peta itu. Tapi, memerintahkan dua orang ini untuk melukai Alion. Heh, sebaiknya kau mengakui semuanya dengan jelas," kata Zayyan penuh emosi.

Zayyan menatap sinis dua orang yang berjongkok di depannya. Dari posisinya saat ini, dia bisa melihat kedua pria itu gemetar saat dia selesai berbicara. Entah siapa yang begitu bodoh mencoba menjebak seorang gadis kecil.

"Apa kah mereka fikir setiap orang mudah dibodohi," batin Zayyan kesal.

Tak segera mendapatkan jawaban, Zayyan yang tak sabar menunggu, akhirnya mengatakan kata kata kejam.

"Kau tahu ini termasuk kasus percobaan pembunuhan. Meski belum cukup umur, kau bisa masuk penjara remaja," ancam Zayyan.

Febi menundukkan kepala takut, segala keangkuhannya hilang, dia tak ingin dipenjara. Dengan takut-takut Febi mulai menjelaskan dengan jujur apa yang telah dia lakukan.

Dimulai dari pertengkaran nya dengan Lily, lalu malam dia meminta peta dan dipergoki oleh arumi sekertaris OSIS. Meski tak menjelaskan alasan sebenarnya kenapa dia membenci Alion. Febi tak menutupi apapun lagi mengenai apa saja yang telah dia lakukan.

"Aku benar-benar tak tahu bagaimana kedua pria ini bisa muncul di hutan. Aku menyesal telah melakukan ini kak,” kata Febi putus asa.

Melihat situasi tak baik untuk mereka berdua, salah satu pria hendak membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.

"Tidak gadis ini bohong...."

Namun, belum selesai ia mengatakannya sudah ada suara yang menyela nya.

"Diam," bentak Zayyan.

Zayyan tak membiarkan kedua pria itu membuat kebohongan lagi, dan langsung mengisyaratkan pada teman-teman Alion untuk membawanya pergi.

Zidan juga melihat isyarat Zayyan dan langsung membawa kedua pria ini. Bersama dengan Agas, Alvaro dan Alvano mereka menuju ke markas Zero.

Akhirnya tersisa Zayyan dan Febi dalam ruangan. Perihal dimana kedua orang tua Lily berada. Sejak awal mereka tak ikut menginterogasi pelaku.

Saat Lily dipulangkan ke rumah, ayah dan ibu Lily memutuskan untuk pergi ke rumah nenek Lily. Mereka ingin mengistirahatkan diri setelah lelah menjaga di rumah sakit.

Kembali pada Zayyan, dengan tajam dia menatap sahabat adiknya, dia mendengus kesal dan berkata.

"Aku harap kau tak menyembunyikan apapun lagi. Jika aku tahu kau melakukan lebih dari ini. Maka, tak perduli kau sahabat adikku, Lily. Aku sendiri yang akan memasukkanmu ke dalam penjara dengan tanganku," kata Zayyan kasar.

"Maaf kak, Zay," kata Febi takut.

Kejadian ini benar benar menjadi bayangan buruk bagi gadis itu. Tak perduli fikiran buruk apa yang dia miliki sebelumnya. Dia masilah gadis kecil yang belum mengalami kejamnya dunia.

"Pergilah! Jangan mendekati adikku lagi," kata Zayyan lagi.

****

Tokk tokkk.

Bunyi ketukan pintu, memecah keheningan antara Lily dan Alion.

Zayyan membuka pintu dan masuk ke kamar Lily, melihat kedua pasangan didepannya, matanya menatap tajam.

"Apa yang kalian lakukan dengan pintu tertutup," kata Zayyan marah.

Alion memutar mata malas mendengar kata kata seniornya itu. Sikap sister komplek nya itu selalu saja muncul setiap kali dia dekat dengan Lily.

"Tidak ada kak, Alion hanya menghiburku sejak tadi," kata Lily.

Lily tampak sedikit bingung dengan kehadiran kakaknya. Dia kembali memikirkan sahabatnya. Dengan penasaran Lily mencari di belakang kakanya, berharap menemukan seseorang.

Seolah mengerti apa yang Lily fikirkan, Alion yang diam pun angkat bicara.

"Bagaimana?” tanya Alion singkat.

Zayyan tak ingin menanggapi Alion, tapi melihat mata bertanya adiknya, dengan enggan dia mengatakan apa yang terjadi.

"Bukan Febi pelakunya, benar dia menukar peta itu, tapi dia hanya ingin kalian berdua sedikit tersesat saja. Tentang dua pria yang tiba-tiba muncul dan melukai kalian, dia tak tak tahu apa apa," jelas Zayyan.

Alion yang duduk di sebelah Lily, mengerutkan kening, matanya meredup memikirkan sesusatu.

Alion sudah menduga sejak awal, dia tak begitu mudah dibodohi. Awalnya dia fikir gadis itu akan dengan tegas tidak mengakuinya. Tapi entah apa masalahnya dia malah berbohong dan hampir membuat Lily salah paham.

Memikirkan siapa dalang dibalik ini semua, mata Alion menjadi suram dan penuh permusuhan.

Tapi mendengar suara lembut gadisnya, permusuhan dimatanya sedikit memudar.

"Hmm, aku tahu Febi tak mungkin begitu. Kami hanya sedikit bertengkar, itulah sebabnya dia kesal dan menukar peta. Tapi, aku tahu Febi tak mungkin berniat melukai kita," kata Lily.

"Yahh baiklah, tapi tetap saja tindakannya itu buruk. Kamu tak boleh berteman dengan orang seperti itu lagi," tegur Zayyan.

Lily menunduk, dengan pelan dia menggangguk patuh. Sudah menjadi Pilihan nya untuk besama Alion dalam hidup ini.

Dia tak akan membenci sahabatnya atas apa yang telah terjadi. Namun, selama mereka tidak bisa menerima Alion bersama dengannya. Selama itu pula Lily tak bisa lagi berteman dengan mereka.

"Aku mengerti kak," kata Lily patuh.

Melihat adiknya telah benar benar mengerti, Zayyan segera mengkode Alion, mencoba mengatakan bahwa mereka harus pergi.

"Bagus jika kamu tahu, kakak akan pergi untuk mengurus sesuatu dengan Alion. Kamu istirahatlah dengan patuh di rumah," kata Zayyan.

Dengan ringan Zayyan melangkahkan kakinya meninggalkan kedua pasangan itu. Zayyan mengerti perasaan adiknya, dan saat ini hanya Alion yang bisa menghiburnya.

Alion berdiri di hadapan Lily, tanpa mengatakan apapun, dengan lembut membawa Lily dalam pelukannya.

"Aku tak akan lama dan akan segera kembali," pamit Alion.

"Hmm, aku akan menunggu," balas Lily.

Melepaskan pelukannya, Alion beranjak meninggalkan kamar Lily menuju ke tempat dimana Zayyan telah menunggunya.

Merasakan sisa kehangatan yang ditinggalkan Alion. Lily termenung memikikan kembali dua kehiduan yang telah dia lalui. Entah kenapa Lily merasa jika hal ini berhubungan dengan kecelakan yang telah merenggut nyawa Alion di kehidupan pertama nya.

Meskipun seharusnya hal itu terjadi sepuluh tahun lagi. Lily tetap saja merasa khawatir jika kelahiran kembali nya telah merubah sesuatu.

Mengangkat ponsel ditangan nya, Lily memencet sebuah kontak.

"Hallo."

"Bisakah kita bertemu. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan."

"Sekarang, di tempat biasa."

Tuuuuttttt

Bunyi telepon ditutup.

1
Diah Al Khalifi
smpi sini aku suka ceritanya,GK bertele2 jelas🥰
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
mantap👍
Ni Ketut Patmiari
lio kuat banget ya
Ni Ketut Patmiari
😍😍😍
Ni Ketut Patmiari
👍👍👍
Ni Ketut Patmiari
wah kenangan buruk apa tuh
Ni Ketut Patmiari
siapa tuh yg merhatiin
Ni Ketut Patmiari
kirain alion kk kelas
Kania Rahman
semangat berkarya nya thor, selalu jaga kesehatan 👍👍🙏🙏
cerry: Terima kasih, kamu juga jaga kesehatan okey😊
total 1 replies
Nur Hayati
sayangnya mungkin karakter Lio hanya satu banding sejuta di kehidupan nyata 🥲
Месяц™
season 2 lanjut disini apa ganti judul lgi Thor?
cerry: Tunggu pengumuman selanjutnya ya. Author mau up karya lain dulu🙏🏻
total 1 replies
Kania Rahman
masih banyak rahasia,, tetap jaga kesehatan Thor 💪💪👍👍
cerry: Iyaa..
total 1 replies
Kania Rahman
kalau yang di buly nya model ular burik aku setuju,,pura pura gak lihat dan dengar 💪💪👍👍
ᴍɪss_dew
diiihhh Ending nya banyak misterius...
kayak author nya... /Sweat//Sweat//Sweat/
cerry: Uhh, sereemm mainnya santet bun🤧
total 3 replies
Rohimah
kalo cwoknya g bisa tegas , mending lilinnya cri cwok lain
cerry: Gaboleh dong.
total 1 replies
Nurul Shafinas
rasain tu lucia...
Rohimah
masa lionya g bisa tegas Ama ulat bulu sih, masih tegassan teman2 lili,, klo cwoknya kyak gtu , huuuffffffff
ᴍɪss_dew
Lio, devinisi co sempurna, ganteng, baik, setia , pengertian dan PEKA itu yg penting /Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
Kania Rahman
dasar ular burik, semangat 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!