Violet adalah gadis desa yang diusir oleh pacar setelah melahirkan bayinya, dia yang Luntang lantung dijalan tepaksa menjadi ibu susu seorang CEO tampan yang mendapatkan kutukan. Ternyata CEO itu adalah paman dari mantan pacar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24.
Violet menyadari, jika rumor tentang Romeo yang sebelumnya pernah dia dengar memang kenyataan.
Jika Romeo memang tidak menyukai lawan jenis, ditambah lagi penuturan nenek Amarta perihal karma Romeo pada mendiang istrinya.
Iya, sebelumnya nenek Amarta menceritakan secara rinci tentang hubungan Romeo dengan mendiang mantan mantan istrinya, bahkan sikap Romeo dengan mendiang mantan istrinya juga tak luput dari cerita nenek Amarta.
Mulut Violet membuka lebar, Yohan melirik ke arah Violet, tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat.
Yohan sedikit memasukkan jarinya pada mulut Violet yang terbuka.
"Jangan lebar-lebar nanti ada lalat masuk lho!" Yohan sengaja berbicara dengan nada keras.
Agar semua orang yang berada diarea ruangan itu bisa mendengarnya.
Sontak Romeo dan Yasa menoleh ke arah sumber suara.
Sementara Violet dengan wajah malu-malu langsung menutup mulutnya.
Dia tersenyum canggung.
Lalu kembali menatap ke arah Romeo dan Yasa dengan tatapan aneh.
Romeo yang menyadari tatapan Violet langsung tersadar dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Yasa.
Wajah Romeo sangat masam, dia bisa menebak apa yang sekarang ini ada didalam pikiran Violet.
Violet sendiri malah semakin dibuat salah paham.
Dia mengira wajah masam Romeo akibat kedatangannya yang menggangu aktivitas yang Romeo lakukan.
"Maaf Tuan Romeo, kalau saya dan Yohan menganggu. Kami berdua tak sengaja keluar setelah mendengar keributan yang terjadi, oke kami akan masuk lagi!" kata Violet dengan nada suara terbata.
Yohan yang melihat jika Violet salah paham semakin senang, karena merasa jika saingannya berkurang satu kali lagi.
Karena kecerdasan yang dimiliki oleh Yohan, dia bisa menangkap ketertarikan yang ada didalam Violet saat menatap ke arah Romeo.
"Kak Yohan, ayo kita masuk!" kata Violet seraya menarik tangan Yohan.
Sementara Yohan yang dipanggil dengan panggilan 'kak' langsung membeku.
Kedua tangan Romeo mengepal erat, kala melihat punggung Violet dan Yohan yang menghilang dari balik pintu.
Ia melirik ke arah Yasa dengan tatapan tajam.
Lalu Romeo pergi begitu saja, sementara Yasa masih berdiri mematung bingung dengan apa yang terjadi?
"Memangnya apa salahku?" gumam Yasa. "Kenapa Tuan Romeo marah?"
Sementara itu didalam ruang inap.
"Violet, kamu sudah mengenaliku bukan?" tanya Yohan hati-hati.
Violet langsung mengangguk.
"Kalau begitu kamu bisa ikut tinggal di rumahku!" titah Yohan yang mana langsung membuat ekspresi Violet berubah.
Violet menggigit bibir bawahnya.
"Tinggal di rumahmu?" tanya Violet lagi memastikan.
"Iya, aku sudah membelikan sebuah rumah untukmu, rumah itu berada dikawasan mewah yang dekat dengan sekolah. Nanti kamu juga bisa mengajak ayahmu untuk tinggal dirumah itu," jelas Yohan menjawab pertanyaan Violet.
Violet malah teringat dengan kontrak yang dia tandatangani dengan Romeo dan juga nenek Amarta.
"Violet apakah Romeo mengancam mu?" tanya Yohan setelah melihat ekspresi aneh yang ditunjukkan oleh Violet.
Lamunan Violet langsung buyar setelah mendengar pertanyaan dari Yohan.
Violet buru-buru menggeleng.
"Kak Yohan, aku meminta maaf padamu! Aku gak bisa ikut tinggal dirumah itu, karena aku sudah terikat kontrak dengan bekerja dirumah Tuan Romeo!" ucap Violet dengan nada suara terbata.
"Kontrak?" tanya Yohan lagi memastikan.
Violet langsung mengangguk.
"Aku akan membayar berapapun kontrak yang sudah kamu tanda tangani," kata Yohan dengan wajah yakin.
Violet termenung.
"Tenanglah! Kompensasi apapun dan berapapun aku akan membayarnya, kamu gak usah takut, karena kamu gak akan terjerat kasus hukum," jelas Yohan.
Violet malah memalingkan pandangannya ke arah lain.
Ini bukan soal uang juga, dia teringat saat keluarga Felix mengusirnya.
Dia kelaparan, dia tidak tahu harus pergi kemana? Selama 2 hari pasca melahirkan hidup Luntang lantung dijalan tanpa makan dan minum.
Saat ada segerombolan pria mabuk yang ingin melecehkannya, Romeo dan beberapa pengawal menolongnya.