NovelToon NovelToon
Falling

Falling

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.

Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.

Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Damar & Ganendra

Kayla keluar dari toilet dengan wajahnya yang tampak angkuh, dirinya merasa puas bisa menyerang Diandra mantan sahabatnya.

Kayla berjalan kembali ke ruang meeting dengan kepala tetap tegak dan wajah tenangnya dirinya kembali duduk di kursinya.

Damar dan Ganendra tidak melihat Diandra padahal sudah lama dirinya keluar ruangan.

Gea yang sudah duduk di kursinya belum memberitahu tentang bosnya yang tidak kembali ke ruang rapat. Dikarenakan dirinya melihat Damar dan Ganendra sedang berbicara serius.

"Gea, dimana bos kamu? Kenapa belum kembali ke ruang rapat?" tanya Ganendra ke Gea sekretaris Diandra dengan alis berkerut.

Semua pasang mata mengarah ke Gea menanti jawaban darinya.

Gea tampak gugup dan salah tingkah.

"Em, Nona Gea katanya pusing Pak jadi izin pulang,"

Damar dan Ganendra menatap Gea tanpa berkedip.

Berhubung rapat sebentar lagi akan di tutup Ganendra belum bisa bertanya lebih mendetail ke sekretaris kembarannya itu.

"Baiklah jika memang Diandra izin tidak bisa melanjutkan rapat, kita lanjutkan rapat siang ini, jika ada hal yang mau ditanyakan dipersilahkan," Genendra berbicara dengan serius dan dengan aura kepemimpinannya.

Rapat siang itu berlanjut hingga pukul 12 siang. Mereka akan makan siang di restoran yang telah di tentukan.

Damar sebenarnya tidak mau ikut makan siang tetapi karena dirinya harus profesional dan menghormati peserta rapat yang lainnya Damar mau tidak mau harus makan siang bersama para peserta rapat.

Begitu juga dengan Ganendra yang masih penasaran dengan keadaan kembarannya. Tadi di rapat Diandra sehat sehat saja tanpa ada keluhan sakit kepala.

Saat makan siang di restoran Kayla seperti mendapatkan angin segar dirinya senang bisa duduk di samping Damar lelaki yang di cintainya. Dirinya sangat senang karena Diandra tidak ada. Baginya ini kesempatan untuk bisa berdekatan dengan Damar.

"Mas, apa kabar? Mas seperti tidak kenal aku saja," ucap Kayla pelan ke Damar.

Damar mengacuhkan semua perkataan Kayla. Gea yang duduk tidak jauh dari Damar dan Kayla melirik ke arah Kayla.

Dari gestur tubuh Kayla tampak jelas jika Kayla mencoba ramah dan berusaha mencari simpati Damar.

Gea yang tadi berada di toilet jadi tau jika wanita yang baru di lihatnya ini ternyata suka dengan Damar.

"Ayo silahkan di makan," Ganendra sebagai pemimpin rapat menjamu para mitra kerjanya.

Damar tidak selera untuk makan siang, dirinya sudah gelisah pingin keluar dari restoran ini dan langsung menuju ke apartemen Diandra.

"Mas, mau makan apa, Kayla ambilin," Kayla masih berusaha agar lelaki tampan di sampingnya ini mau membalas semua ucapannya.

Damar tidak menjawab, Vano yang duduk di seberang Damar memperhatikan terus gerak gerik wanita cantik di samping Damar.

Vano sudah memperingatkan Kayla untuk tidak SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) kepada atasannya karena atasannya pasti tidak suka jika ada wanita yang mendekatinya dengan agresif.

"Nona Kayla sebaiknya Anda makan dulu, semua orang sudah hampir selesai," ucap Vano dengan suara tajam.

"Hei hei siapa ini yang sudah berani mengancam saya, " ketus Kayla menatap tajam ke Vano.

"Jangan bikin keributan Nona Kayla, jika anda tidak bisa tenang sebaiknya anda tidak duduk di meja ini," Vano masih bebicara dengan tegas.

"Kayla, ingat batasanmu, makanlah jangan bikin gaduh," Bryan bicara ke Kayla dengan wajah yang mengetat.

"Apaan sih Aku kan gak kenapa kenapa," ketus Kayla ke sepupunya.

Vano tidak berbicara lagi. Damar sudah mengkode dirinya untuk tidak berbicara lagi ke Kayla.

Setelah selesai makan siang, masing-masing membubarkan diri, ada yang kembali ke kantor Sadewa Grup, ada yang langsung pulang ke perusahaannya.

Damar dan Ganendra jalan bersisian. Keduanya masih belum lega jika belum mendapatkan kabar dari Diandra. Ponselnya dihubungi sedang tidak aktif.

"Ada apa kira-kira dengan Diandra, Gan?" tanya Damara khawatir.

"Ya aku juga gak tau Dee, ayo kita ke apartemen Diandra, jarang-jarang tu anak ninggalin rapat begitu saja,"

"Baiklah, aku sama Vano duluan,"

"Oke," Ganendra menganggukkan kepalanya di depan Damar.

Baru beberapa langkah mereka berjalan, tampak Gea sekretaris Diandra berjalan terburu-buru mendekati Damar dan Ganendra yang sedang berjalan.

"Pak Damar, Pak Ganendra maaf saya mengganggu waktunya," Gea dengan napas ngos-ngosan sudah berdiri di samping kedua lelaki yang dekat dengan Diandra.

Damar dan Ganendra menghentikan kakinya dan mengerutkan keningnya.

"Ada apa Gea?" tanya Ganendra heran.

"Itu Pak, it.. " Gea kesulitan mau menjelaskan insiden di toilet tadi soal bosnya yang di jambak rambutnya oleh Kayla.

"Nona Gea bicara yang jelas ada apa?" tanya Vano yang berdiri di samping bosnya, Damar.

"Itu tadi di toilet Nona Diandra di jambak rambutnya oleh Nona Kayla, Pak, maaf saya baru memberitahu,"

"Apa!" teriak Damar dan Genendra bersamaan.

Wajah Damar dan Ganendra tiba-tiba berubah menjadi tegang.

"Ayo kita ke apartemen Diandra segera," Damar dan Ganendra segera berjalan dengan cepat ke arah luar restoran.

Hanya menempuh perjalanan 15 menit kedua lelaki tampan tersebut sudah sampai di apartemen Diandra.

Tanpa mengetok pintu Ganendra langsung memencet password di depan apartemen kembarannya. Dirinya tau kode password apartemen Diandra.

Damar mengikuti langkah Ganendra masuk ke dalam apartemen Giandra.

Damar mengamati apartemen dengan interior kalem tersebut dirinya membiarkan Ganendra mengetuk pintu kamar Diandra.

"Andra, buka pintunya," Ganendra mengetuk pintu kamar Diandra tetapi tidak ada jawaban dari dalam karena khawatir Ganendra membuka pintunya perlahan.

Diandra yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya menoleh dan tampak kaget.

"Andra, kenapa? Apa Kamu baik-baik saja? Ayo keluar ada Damar di depan,"

Diandra mengerutkan alisnya.

"Kenapa kalian ke sini?"

"Ayo ke depan dulu kasihan Damar nungguin," Ganendra meraih tangan Diandra dan membawanya ke depan dimana Damar sudah menunggu.

Diandra masih mengenakan baju kerjanya tadi saat Ganendra membawanya ke ruang tamu.

Damar berdiri dari duduknya dan memperhatikan wajah tunangannya yang tampak memerah.

"Kenapa sih kalian kok pada datang ke sini?" tanya Diandra masih heran.

"Kamu yang kenapa Andra, kenapa tiba-tiba meninggal rapat tadi? Kamu gak ikut makan siang juga," ucap Ganendra.

"Aku tiba-tiba pusing," bohong Diandra tidak ingin kedua laki-laki di depannya ini khawatir.

Mereka bertiga sudah duduk di sofa.

Damar terus saja menatap ke wajah tunangannya dengan wajah yang masih tegang, emosinya masih belum mereda.

"Apa yang sudah Kayla lakukan Andra?" tanya Damar tegas.

Diandra menatap ke wajah tunangannya. Ganendra menunggu jawaban Diandra.

"Kayla? Gak ada apa-apa, Kayla gak ada melakukan apapun," Diandra tidak ingin insiden di toilet tadi di ketahui oleh Ganendra dan Damar.

"Jangan bohong, Kami tau apa yang terjadi, Aku akan menegurnya karena sudah berani menyakiti dirimu,"

"Hah? Ap.. apa yang akan Kamu lakukan, Kayla sama Aku baik-baik saja kok," Diandra menjawab dengan tidak berani menatap ke arah tunangannya.

"Hhh, jangan mencoba melindunginya, Aku tidak akan membiarkan Kayla atau siapapun menyakiti Kamu," Damar berbicara dengan suara tegas.

Ganendra menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di katakan sahabatnya.

"Andra, sebaiknya Kamu tidak usah melindungi sahabatmu itu, seorang sahabat tidak akan menyakiti sahabatnya sendiri jika ia tulus, ingat itu," Ganendra juga memperingati kembarannya itu.

Di hati Diandra sendiri dirinya juga tidak terima dengan tindakan liar sahabatnya itu di toilet restoran. Diandra mencoba berpikiran positif jika Kayla sakit hati karena merasa dirinya sudah mengambil laki-laki yang di cintainya. Tapi tindakan itu tidak dibenarkan bukannya mereka bisa berbicara baik-baik dari hati ke hati dan pertunangan dirinya dengan Damar bukan karena keinginan dirinya sendiri.

"Malah melamun, ya sudah Aku pulang duluan, sebaiknya Kamu sama Damar bicarakan ini baik-baik untuk menghadapi sahabat Kamu itu Andra. Dee Lu tetap di sini kan?" Ganendra beranjak dari duduknya dan melangkah ke pintu apartemen.

Damar belum menjawab Diandra sudah menjawab duluan.

"Eh, kok gak bareng aja pulangnya, Kak Damar sekalian pulang kan?" tanya Diandra yang tampak gugup akan ditinggal berdua di apartemennya.

"Kamu mengusir Aku?" tanya Damar menatap tajam ke tunangannya.

Ganendra sudah keluar dari apartemen Diandra.

Diandra jadi salah tingkah sendiri saat Damar menatap tajam ke arahnya.

"Bu..bu.. bukan mengusir," Diandra terdiam dirinya tidak tau harus menjawab apa.

Damar beranjak dari duduknya. Diandra semakin bingung, dirinya juga akan beranjak dari duduknya dikiranya Damar akan pulang seperti Ganendra. Tetapi dirinya salah Damar malah berjalan mendekati dirinya.

Diandra tampak semakin gugup.

"Ma..mau apa Kak?"

Damar tersenyum tipis manarik ujung bibirnya senang karena Diandra memanggil dirinya kakak. Damar senang melihat wajah Diandra yang gugup dan tampak tegang menatap ke arahnya.

1
🥑⃟ A⋆˚࿔𝜗𝜚₊˚KαYα❥␠⃝ ͭ🍁ѕ⍣⃝✰
dasar Diandra, bermuka ular🤬
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis
harus semngat kak ay🥰
🥑⃟ A⋆˚࿔𝜗𝜚₊˚KαYα❥␠⃝ ͭ🍁ѕ⍣⃝✰
mampir dulu ahh🤭🤭/Chuckle//Chuckle/
semangat onell /Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah...nah...nah.... mulai deh...
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: ulat nangka mam gak bs diem klo Clara.. caper trs ke Damar 😬
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Here come the trouble..... siapkan diri Damar
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: Terimakasih mam msh lanjut bc.. mau aku lanjutin trs sampai selesai mam😊
total 1 replies
❤️⃟𝘞ᵃ𝘧 ѕємєѕтα♉🥑⃟🍁❣️
𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫. 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐫𝐢𝐬𝐭𝐚🙏
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: terimakasih kak mesta🤗🥰
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Clara salah pilih lawan... rasakan
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: haha iya mam Clara terlalu pede 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ulat bulu satu ini ikut-ikutan wae
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: iya mam mau nempel trs dia mam/Facepalm/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Well, saat drama queen datang pastinya akan ada drama
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya ampun kasihan si mas nya udah manggil Dinda bukannya dibalas panggilan kanda malah dipanggil bapak... nasibmu Mas 😂
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: terimakasih mam udh mampir🤗🥰
total 1 replies
Wang Lee
Mampir thor
Wang Lee
Ceritanya bagus
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
mampir kesini Nelcan semangat buat karya terus dan terus 💪😘🤗
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: terimakasih kak Tri🤗 🥰
total 1 replies
Sleep
tes meninggalkan jejak biar bisa pj
☘𝓡𝓳 ❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀ariis: terimakasih bng max pj nya🤗🙏👍👌
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
cieee yg sdg jatuh😁🏃🏃🏃
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
akhirnya kau menemukannya☺️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
pak Vano kh🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
aiihhh pak Damar terlupakan 😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
oh novel sequel ya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!