NovelToon NovelToon
Hak Menantu Pengangguran : Kitab Pembunuh Naga

Hak Menantu Pengangguran : Kitab Pembunuh Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menantu Pria/matrilokal / Mafia / Mengubah Takdir / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: kumparan

Menantu super sampah adalah Ali, yang tidak pernah memberikan nafkah istrinya selama empat tahun. Ia seorang pengangguran.

Namun, takdirnya berubah secara tak terduga ketika Ali menemukan sebuah kitab kuno saat mendaki gunung Brahma. Kitab itu membawa rahasia yang tak terbayangkan.

Dengan membaca kitab yang ia ditemukan, Ali mempelajari ilmu dan seni beladiri kuno. Ia telah menemukan kekuatan tak terbatas untuk mengubah takdir buruknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumparan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Berdaya

Karna mengumpulkan kekuatan terakhirnya dan memegang erat tangan Robi yang tengah berusaha menyentuh Ali. Matanya yang penuh dengan keberanian menatap tajam ke arah Robi. "Jangan pernah kau sentuh Tuan Ali!" ucap Karna dengan suara yang terengah-engah, ditandai oleh noda darah di ujung bibirnya.

Namun, kekuatan Karna tidaklah cukup untuk melawan Robi. Dengan mudah, tangan Karna dihempaskan oleh Robi, membuatnya terhuyung beberapa langkah mundur. Meskipun begitu, Karna tidak menyerah begitu saja. Dengan sisa kekuatannya, dia kembali menyerang Robi, mencoba melindungi Ali.

Karna menggunakan segala apa yang ada di ruangan untuk melawan Robi. Dalam situasi yang mendesak seperti ini, dia dengan cepat melihat sekitar dan menggunakan objek-objek yang tersedia sebagai senjata.

Karna meraih kursi yang ada di dekatnya dan dengan kuat memukulkannya ke arah Robi. Suara dentuman keras memenuhi ruangan saat kursi bertabrakan dengan tubuh Robi. Ternyata serangan itu tidak melukai Robi sama sekali. Tubuh Robi semacam menggunakan baju besi.

Tak berhenti pada kursi, Karna juga mengambil meja kecil yang ada di dekatnya. Dengan kekuatan yang tersisa, dia melemparkannya dengan penuh kemarahan ke arah Robi. Meski pada akhirnya serangan itu tidak berhasil mencapai sasaran dengan sempurna.

“Sial...”

Tak berapa lama, pria dari militer itu dengan wajah lusuh juga ikut melibatkan diri dalam pertarungan ini. Dia melihat keadaan Karna yang tidak mau menyerah, dan tanpa ragu-ragu dia memutuskan untuk membantunya. Karna dan pria tersebut bekerja sama, saling melindungi dan menyerang Robi, mencoba mengimbangi kekuatan yang jauh lebih besar darinya.

Namun, Robi terbukti jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan. Serangannya yang brutal dan tanpa ampun terus berlanjut, menghancurkan pertahanan yang dibangun oleh Karna dan pria itu. Meskipun mereka berdua berjuang sekuat tenaga, mereka tidak mampu menandingi kekuatan luar biasa Robi.

Kehancuran dan kelelahan akhirnya mulai menguasai Karna dan pria itu. Napas mereka semakin terengah-engah, dan tubuh mereka dilanda rasa sakit yang luar biasa. Namun, meskipun diambang kekalahan, mereka tidak bisa menyerah. Ada seseorang di belakang mereka yang harus dilindungi. Dengan tekad yang terakhir, mereka berdiri sejajar, memandang satu sama lain dengan penuh keyakinan.

"Meski harus meregang nyawa, aku tidak bisa menyerah begitu saja," ucap pria tersebut dengan suara lemah namun penuh semangat.

Karna mengangguk, bibirnya mengeluarkan senyuman pahit. "Kau pikir aku tidak akan melakukan hal yang sama?," jawab Karna dengan tekad yang tak tergoyahkan.

Dalam keadaan yang hampir tak tertahankan, Karna dan pria itu kembali menyerang Robi. Meski kekuatan mereka hampir habis, mereka berdua melawan dengan gigih. Pukulan, tendangan, dan serangan lainnya terus dilancarkan, meski hasilnya sama.

Saat Karna mendekati Robi, kaki karna lemas tiba-tiba. Hal itu membuatnya jatuh sesaat sebelum melayangkan pukulan.

"Hahaha... Kau sudah mencapai batasmu!"

Karna memanfaatkan hal itu. Ada secercah harapan terlihat!

Ia meraih kaki Robi, Karna berhasil mengunci pergerakan Robi dengan memegangi salah satu kakinya dengan erat. Keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi Karna dan pria itu. Namun, tak lama kemudian, kejutan besar menimpa mereka.

Krak!

Pria itu, yang sebelumnya berusaha melancarkan serangan telak, tiba-tiba merasakan nyeri yang tak tertahankan. Tangan pria itu patah akibat benturan dengan kekuatan yang luar biasa dari tubuh Robi.

Karna terkejut melihat kejadian ini, namun dia tidak menyerah. Dia masih memegang erat kaki Robi, berusaha mempertahankan kendali atas situasi. Meskipun sisa kekuatannya terkuras, tekadnya masih berkobar.

"Aaa!" Teriak Karna dengan suara yang bergetar. Karna mencoba menarik kaki Robi.

Dengan satu gerakan tiba-tiba, Robi mengentakkan kakinya dengan kekuatan penuh, melepaskan diri dari cengkeraman Karna. Guncangan itu membuat Karna terlempar ke belakang, jatuh dengan keras ke lantai. Pria itu, masih kesakitan dan dengan tangan yang patah, berusaha bangkit kembali namun dengan kesulitan.

Robi, tanpa ragu, mengarahkan serangan berikutnya ke arah Karna. Namun, saat itu pula Ali menempatkan dirinya untuk berdiri di antara Karna dan Robi.

"Aku tidak akan membiarkanmu melukai temanku lagi!" seru Ali.

Robi melihat Ali dengan pandangan yang sedikit terguncang. "Sejak kapan dia ada di sana!" Batin Robi.

Mata Ali terlihat tenang, mulai ada sinar keemasan yang memancar di sekeliling tubuhnya. Saat pukulan Robi sampai ke arahnya, Ali dengan mudah menghentikan serangan itu dengan tangan kosong.

"Sudah cukup main-mainnya, Robi!" ucap Ali dengan suara yang penuh kepercayaan. Aura membunuh yang berkobar-kobar.

Ali menendang Robi dengan kuat, membuatnya terjatuh tersungkur ke tanah.

"Aku akan membunuhmu!" Tak berapa lama, Robi bangkit kembali dengan rasa kesal yang membara di matanya. Dengan marah, ia melancarkan serangan balasan yang tak kenal ampun ke arah Ali. Namun, serangan tersebut seakan-akan tidak berpengaruh pada Ali.

Semua pasang mata memandang perkelahian itu. Mereka tidak tahu jika mereka berdua mengeluarkan semacam aura yang kuat. Mereka hanya bisa mendengar suara dentuman dari serangan Robi yang diblokir Ali.

Ali berdiri dengan tegar, tubuhnya memancarkan aura yang semakin kuat. Ia terlindung oleh kekuatan yang tidak terlihat, membuatnya menjadi hampir tak tergoyahkan. Serangan-serangan Robi terus menghujam Ali, tetapi Ali dengan mudah menghindarinya atau memblokir dengan kekuatannya yang misterius.

"Tadi kau sangat percaya diri dengan kecepatanmu bukan?" Ucap Ali di tengah pertarungan.

Secepat kilat Ali berpindah ke belakang Robi.

Mata Robi membelalak dalam keheranan. Bagaimana mungkin Ali yang tampak lemah bisa melawan dengan begitu perkasa?

Tuk... Ali menyentuh bahunya, "aku tidak ingin membunuhmu. Jadi jawab pertanyaanku, maka aku hanya akan menghajarmu sedikit."

Robi melompat ke belakang, ia menjaga jarak pada Ali.

Ali dengan tenang melangkah maju, tanpa rasa takut atau keraguan sedikit pun.

"Kenapa kau mundur! Aku sudah membayarmu mahal, Robi!" Teriak Indra. Apa yang ia lihat saat ini adalah raut wajah Robi yang ketakutan.

"Robi, ini sudah berakhir," ucap Ali dengan suara yang tenang namun penuh kepastian.

Robi yang merasa tak terkalahkan, menjadi semakin frustasi dengan kenyataan bahwa serangannya tidak berdampak pada Ali. Rasa marah dan ketidakpuasan memenuhi hatinya, namun ia menyadari bahwa ia berada dalam keadaan yang kritis. Ia sangat tertekan. Robi seakan melihat seekor naga yang bersiap melahapnya.

Ali, dengan tatapan tajam memandang Robi yang saat ini tidak menggubrisnya.

"Sepertinya kau tidak tau cara untuk menyerah." Ali mendekat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat Robi. Dengan sedikit usaha, Ali menendang Robi hingga hilang keseimbangan, tubuhnya semacam dipaksa untuk terlentang, lalu...

Bum!

Terdengar dentuman besar yang membuat aula pertemuan dipenuhi debu.

Sebuah retakan besar terbentuk dilantai aula. Robi menahan napas, satu senti saja Ali mengenai kepalanya, sudah dipastikan riwayatnya akan berakhir.

“Jadi di mana pria tua yang mengajarimu? Aku ingin bertemu dengannya!” Ucap Ali serius.

1
Putra_Andalas
keberatan judul kayaknya ni Novel ,makanya cpet hiatus..😂
Transmiter Doang
lanjut thor
Anti-hero fakes
hehehe
KhairulSyukri Syukri
lumayan terbaik
KhairulSyukri Syukri
baru mulai baca
Yans
udah tamat ya
Kumparan: belum kak. masih sibuk di dunia nyata😅
total 1 replies
Tara
benar.. lupakan cinta.. yg penting kekuatan.. plenty fish in the ocean 🤔
Ferry Andy
up ... ceritanya bagus
aurel: hai kak yuk mampir juga di cerita aku, ibu untuk Marisa siapa tau tertarik dan jangan lupa tinggal kan jejak
total 1 replies
Firenia
wkwkwk untung hanya dibungkus tanaman, ga dimakan hewan buas
arumazam
lanjutkan
arumazam
mantap
arumazam
bantai bro
arumazam
hajarrr bro
arumazam
perang
arumazam
waoww
arumazam
😁😁😁😁😁
arumazam
hhhhh
arumazam
josssss
arumazam
hhhhhh
arumazam
wkwkwkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!