Karna sebuah kesalah pahaman, Rinjani ChiMa Wardhana memilih memendam cintanya pada sosok Lintang yang seolah menjadi pelangi di hari harinya yang sempat mendung sebab pengkhianatan dari Sang mantan kekasihnya yang dulu..
Lintang yang tak tahu apa-apa dan mendadak di jauhi pun akhirnya menjatuhkan pilihan pada gadis itu.
"Jujur sama Lilin, atau masuk Neraka?"
***********
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Masih di waktu malam pertama, Lintang yang kembali masuk kedalam kamarnya langsung di minta untuk membersihkan diri.
Dan kini, ia melakukannya tak sendiri sebab semua sudah di persiapkan oleh Rinjani.
"Temenin," ucapnya pelan namun nada bicaranya selalu menggetarkan hati.
"Cepat bersih bersih, aku tunggu di luar ya," jawab menantu baru Rahardian tersebut sambil buru buru keluar.
Nyatanya, Lintang tak sepolos yang ia atau yang lainnya pikirkan, ia tetap laki-laki dewasa yang tahu serta paham apa itu hak dan kewajiban, meski sepertinya ia masih tetap ragu untuk melakukannya. Tak punya pengalaman, dan baru saja bertemu lagi dengan pujaan hati justru membuat Lintang rasanya ingin menghabiskan waktu dengan bertukar cerita saja.
"Tunggu Lilin di ranjang ya, ChiMa," pinta Lintang sedikit berteriak sebab wanita itu sudah beranjak mau keluar dari dalam kamar mandi setelah menyiapkan segala hal untuk suaminya.
Rinjani yang sudah di ambang pintu pun berhenti sejenak lalu membalikkan tubuhnya. Tak ada jawaban sama sekali dari wanita itu kecuali anggukan kepala tanda ia akan menuruti apa yang di inginkan Lintang.
"Cepatlah, aku akan menunggu."
Rinjani yang sudah menuntup pintu kamar mandi langsung bergegas ke ranjang, tak ada hiasan apapun di dalam ruangan tersebut, seperti bukan kamar pengantin lainnya yang penuh kelopak bunga mawar merah atau putih. Ini memang sesuai inginnya, karna sudah bisa bersama Lintang saja itu sudah jauh lebih dari cukup baginya.
Dengan memakai piyama berwarna biru, Rinjani duduk dengan satu bantal di atas pahanya. Dan kurang lebih 45 menit, akhirnya Lintang sudah selesai dengan ritual bersih-bersih.
"Aaaah, cape!"
Rinjani yang melihat tingkah suaminya hanya tersenyum kecil, ia usap punggung pria itu yang tertidur dengan posisi menelungkup.
"Minum obatnya dulu ya," titah Rinjani, kini ia harus benar-benar memperhatikan Lintang yang tak lepas dari obat.
Entah, selalu ada rasa penyesalan dalam hati Rinjani yang pernah meminta Lintang pergi dari hadapannya dan juga hidupnya, ia pikir semua baik baik saja, tapi nyatanya pria itu justru melewati hari dengan rasa sakit luar biasa.
"Lilin mau obatnya di ganti ChiMa, boleh? rasanya mual minum obat terus," ucapnya lirih dengan posisi yang sama.
"Boleh, tapi gak sekarang."
"Kapan?" tanya Lintang yang kini ikut bangun lalu duduk dekat Rinjani.
Sumpah Demi apapun, ini adalah yang pertama bagi Lintang, karna semua tahu ada sosok masa lalu yang menyakitkan bagi Rinjani yang membuat ia akhirnya nekat ke ibu kota seorang diri. Tapi siapa sangka, ia justru bertemu dengan sosok masa depan yang langsung menyembuhkan segala luka hatinya.
Dengan perasaan malu dan jantung yang mau lompat dari dalam tubuh, kedua mata mereka saling menatap teduh penuh damba. Padahal sudah beberapa hari bersama tapi rasa rindu itu masih saja jelas tersirat.
"Lilin cinta ChiMa," ungkapnya dengan senyum kecil di ujung bibir merahnya yang alami dan pastinya perawan.
"Aku juga, aku sangat sangat mencintaimu," jawab Rinjani yang seolah reflek menangkup wahah Lintang dengan kedua tangannya.
"Tapi maaf, jika aku yang pertama untukmu, tapi tidak sebaliknya. Tapi kupastikan Lilin yang terakhir ya," Rinjani langsung berkaca-kaca karna seolah ini tak ada adil untuk pria baik dan polos seperti Lintang, andai ia bisa kembali ke beberapa tahun lalu, ingin rasanya ia menolak Sang Cinta pertama.
.
.
.
Tak perduli sehebat apa cintamu yang dulu, tak perduli seberat apa rindumu yang dulu dan siapa orang yang pernah memelukmu, yang penting sekarang kamu milikku. ChiMa ada buat Lilin..
kek gimana pula tuh gayanya Thor... bleh dicoba gak tuh. 🤣🤣🤣
lama² gak jelas,gak konsisten