Lady suka uang.
Lady juga cinta uang!
But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..
Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.
Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 35
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sementara itu, terlihat seorang gadis cantik yang sedang duduk di depan kaca riasnya sambil merias dirinya.
Lady mengoleskan lipstik berwarna merah ke bibir seksinya sambil sesekali berpose menggoda di depan cermin.
"Oh my god, cantik banget sih, gue. Beruntung banget Si Ace, dapet istri secantik dan sesempurna ini, ha ha,"
Setelah selesai memakai semua alat makeup itu, Lady kemudian berdiri di depan cermin dan memperhatikan seluruh penampilannya malam ini.
Perfect.
'Lo harus dandan yang seksi dan menggoda biar Ace mau maafin lo.' kalimat Itu yang dibisikkan oleh Zena saat dikelas tadi.
Lady yang sangat percaya sahabat satunya itu, apalagi tekadnya mambujuk Si Suami galaknya itu, supaya duit jajanya tetap mengalir terus menerus.
BRUMMM!
Mendengar suara motor Ace sudah ada di garasi, Lady lantas buru-buru menuruni tangga dengan gaya anggunnya.
Huft kenapa ia jadi gugup. Takut suami galaknya itu makin galak.
Lady mengatur nafasnya pelan dan menyandarkan punggungnya terlebih dahulu ke tembok sebelum Ace masuk ke dalam rumah. "Silahkan masuk," ucapnya yang dibuat selembut mungkin.
Ace yang baru saja masuk ke dalam rumah lantas tersentak kaget ketika melihat Lady yang menyandar di tembok.
"Ngapain lo kayak gitu? Mau jadi cicak lo?" tanya Ace.
Sabar Lady, sabar. Orang sabar di sayang Tuhan.
Lady melangkah menghampiri Ace, membuat cowok itu semakin dibuat tak berkutik.
"Ace, gue mau minta maaf sama lo," ucap Lady sambil menggigit bibir bawahnya agar semakin terlihat menggoda.
Ace mendorong pelan jidat Lady dengan telunjuknya saat gadis itu malah merayap di dada bidangnya. "Lo gila?"
"Gue gila karena lo, Ace," ucap Lady lagi sembari mengibas-ngibaskan rambut panjangnya.
Ace berdecak. Di perhatikannya penampilan Lady dari atas sampai bawah. Lingerie seksi berwarna merah, rambut terurai, bibir merah merona, serta parfum menyengat. Sungguh mulia cara Lady meminta maaf.
"Ace, please maafin gue, ya?" Lady menurunkan sebelah tali lingerienya, membuat Ace semakin tepuk jidat.
"Lo mau minta maaf atau mau minta diperawanin, sih?" Ace menaikkan kembali tali lingerie Lady sebelum gadis itu semakin menjadi-jadi.
Tolong, ya. Ace itu cowok normal. Mau bagaimanapun, dia juga memiliki nafsu dan sudah pasti akan tergoda ketika disuguhi pemandangan menggoda seperti ini.
"Ace, lo udah maafin gue, kan? Duit jajan gue tetap jalan, kan? Iya, kan, Ace?" tanya Lady sambil mengikuti langkah Ace masuk ke dalam kamar.
Ace mengambil handuk yang tergeletak di atas meja tanpa menghiraukan Lady yang mengekor di belakangnya.
"Ace, lo udah maafin gue, kan?" Lady menarik baju Ace saat cowok itu hendak masuk ke dalam kamar mandi.
Ace berdecak tanpa mau menatap Lady. "Minggir, gue mau mandi."
"Ihh, jawab gue dulu. Lo udah maafin gue, kan?"
"Minggir Lady!"
"Jawab dulu!"
"Minggir atau gue bikin nggak bisa jalan lo sampai seminggu?" ancam Ace menaik turunkan alisnya.
Buru-buru Lady melepaskan pegangannya dari kaos Ace. Aduh, bulu kuduknya jadi merinding mendengar omongan Ace barusan.
Saat Ace membanting pintu kamar mandi, Lady buru-buru mengambil handphonenya di atas nakas dan kemudian mencari kontak Zena.
Lady : Zen, tolongin gue, dong.
Zena : Tolongin apaan?
Lady : Ace belum mau maafin gue.
Zena : Lo udah pakai lingerie sama parfum yang kita beli tadi, kan?
Lady : Udah kok, tapi dia malah masuk ke dalam kamar mandi.
Zena : Sekarang, coba deh lo ikutan masuk ke dalam kamar mandi buat minta maaf ke Ace.
Lady : Harus banget gue ikutan masuk?
Zena: Haruslah. Ace lagi mandi. Jadi otomatis dia bakal nyiram kepalanya. Dengan kepala yang dingin gitu, gue yakin dia pasti bakal luluh.
Lady : Yaudah, gue coba dulu.
Sementara itu di sisi lain, terlihat Zena yang sedang memandangi layar handphonenya sambil nyengir kuda. Ia yakin, dirinya pasti akan segera menjadi seorang tante.
"ACE, BUKA PINTUNYA, ACE!" Lady menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.
Klek!
Pintu kembali terbuka dan menampilkan setengah badan Ace yang terbalut handuk putih. Lady meneguk ludahnya saat melihat air yang menetes dari rambut Ace serta dada bidang cowok itu yang terekspos jelas. Masyaallah!
Ini tolong kameranya di mana, ya? Lady pengen nyerah aja dipelukan Ace.
"Apaan lagi, sih?" kata Ace sambil mengacak-acak rambutnya. Ace tersentak kaget saat Lady malah menerobos masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.
"Maafin gue, ya? Biar duit jajan gue jalan terus," ucap Ladysok lembut sambil menurunkan tali lingerienya.
Ace memejam erat matanya. bukan gini caranya minta maaf. Ia jadi dibuat makin kepanasan melihat kelakuan Lady.
"Led, keluar."
Lady berdecak. "Gue nggak bakal keluar sebelum lo maafin gue."
Ace tersenyum miring. Matanya menatap tajam kepada Ace yang masih enggan untuk keluar dari kamar mandi.
"Lo mau gue maafin?" tanya Ace dengan suara beratnya. Perlahan, ia maju mendekati Lady.
Lady mengangguk. Perasaannya jadi tidak enak ketika melihat manik hazel Ace yang menatap lurus kepada bibir mungilnya. "I-iya," jawabnya dengan gugup.
Ace mengelus-elus kedua pundak Lady dengan sensual. Diusapnya bibir merah menggoda gadis itu yang sejak tadi membuatnya panas dingin.
Lady tersentak kaget saat Ace malah mengangkatnya agar duduk di wastafel.
Seketika jantung Lady semakin dibuat jedag-jedug saat wajah ganteng Ace semakin mendekati wajah cantiknya.
Cup!
Glora memejamkan matanya, merasakan bibir tebal Ace yang mencium bibirnya. Manis? Mungkin itu rasa yang tepat untuk mendeskripsikan bibir Ace.
Lady mengalungkan tangannya di leher Ace saat cowok itu semakin memperdalam ciumannya. Ciuman Ace semakin lama semakin menuntut, membuat Lady kualahan sendiri untuk menyeimbanginya.
Ace memegang dagu Lady, seolah dirinya tak ingin menghentikan kegiatan ini.
Ciuman keduanya semakin panas hingga akhirnya suara Ace menginterupsi kegiatan mereka.
"Umhhh," keluh Lady saat dirinya kehabisan nafas.
Ace melepaskan ciumannya. Dada bidangnya nampak naik turun dengan nafas yang semakin berderu kencang.
Masih mencoba mengatur nafasnya, Lady dapat merasakan tangan kekar Ace yang menggendongnya. Ace mengangkat Lady keluar dari kamar mandi dan menurunkannya di atas kasur dengan posisi berbaring.
Ace menindih tubuh mungil Lady. Manik hazelnya kini menatap wajah Lady dengan intens sambil mengusap lembut rambut gadis itu.
Lady meringis merasakan Ace yang kembali mencium lehernya. Kali ini tangan kekar Ace mulai bergerak menurunkan tali lingerie yang dipakainya.
"Gue mau hak gue sekarang, Led," ujar Ace dengan suara seraknya yang membuat bulu kuduk Lady menjadi merinding.
Ace mengusap lembut rambut Lady, mencium kening gadis itu yang mungkin malam ini akan berubah menjadi wanitanya.