Bagaimana jika gadis pendiam dan dingin yang tidak tersentuh bertemu dengan pria buta namun selalu ceria?
Athalea yang hidupnya selalu di penuhi rasa benci terhadap laki laki, di pertemukan dengan Richard Laki laki yang buta namun hidupnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Akankah seorang Richard Xander Demitrius dapat membuat hati seorang Athalea Adeline yang sekeras batu itu mencair dan bisa mengenal arti cinta?
ikuti kisah Athalea dan Richard dalam TRAUMA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 35. Alika ber ulah.
Lea sampai di kelasnya, dan sialnya.. Kyle berada satu kelas dengan nya.
Lea berjalan biasa saja tanpa mempedulikan Kyle yang sejak tadi tersenyum kearahnya.
Alika menatap semakin tidak suka kepada Lea, semua murid laki laki di kelas itu sangat ingin mendekati Lea, bahkan Kyle yang notabene nya anak baru pun ingin dekat dengan Lea.
' Apa yang menarik dari gadis aneh itu? Semua orang sampai ingin mendekatinya, bahkan anak baru yang tampan itu juga sama.' Batin Alika tidak suka.
Alika tidak tahu saja bahwa Kyle dan Lea dulunya satu kelas di sekolah yang lama, dan Kyle pindah ke sekolah itu adalah karena ada Lea di sana.
" Pagi Lea.." Ujar Kyle.
Lea hanya melirik, lalu duduk di mejanya, ia melirik bangku kosong di sebelahnya yang sepertinya milik Richard. Entah mengapa dia justru terungat dengan Richard.
' Kapan dia bisa melihat lagi, dan masuk sekolah.' Batin Lea.
" Angel, aku belikan ini untukmu." Ujar Juno yang masuk sembari membawa sebotol jus yang pernah Lea beli saat Juno mengikutinya.
' What!! Apa lagi ini? Angel? Juno memanggil gadis aneh itu Angel?' Batin Alika kesal.
' Dasar anak haram.'Batin Alika lagi.
Ngomong ngomong anak haram, Alika jadi teringat dengan video yang dia ambil di koridor sekolah, yaitu Video saat Anton mengatai dirinya anak haram.
Alika tersenyum smirk, lalu mengeluarkan ponselnya dan melakukan sesuatu dengsn ponselnya.
" Alika, Lea mengambil semua perhatian anak laki laki yang seharusnya tertuju kepadamu." Ujar teman Alika.
" Iya, dia sok tebar pesona." Ujar yang lain nya.
" Tidak masalah, biarkan saja. Toh nanti swmua orang juga akan menjauhinya." Ujar Alika dengan senyum smirknya.
" Namaku Athalea Adeline, bukan Angel. Tidak ada kata Angel di barisan namaku." Ujar Lea.
" Tidak masalah, bagiku kamu Angel." Ujar Juno, lalu meletakan jus yang ia beli di atas meja Lea.
Pelajaran pun di mulai, ketika sedang di tengah tengah pelajaran berlangsung, Alika mengotak atik ponselnya dan mengunggah Video itu. Alika membuat wajah Anton menjadi Blur terlebih dahulu, tapi tidak dengan wajah Lea.
Alika menggunakan akun palsu untuk mengunggah itu di berita khusus sekolah dengan menuliskan sebuah caption yaitu.. Anak haram simpanan orang kaya
Dan seketika, media sosial sekolah kembali ramai dengan berita Lea yang di tunjuk sebagai anak haram simpanan orang kaya.
Jam istirahat di mulai, dan ketika semua teman kelas membuka ponsel mereka, mereka semua terkejut.
" Astaga! Apakah ini benar?" Ujar seorang murid.
" Apa?? " Ujar teman nya.
" L-Lea.. Anak haram." Ujar murid itu.
Semua orang pun langsung saling berbisik, Lea tentu mendengar itu tapi dia tidak menggubrisnya. Hal seperti itu sering terjadi di sekolah - sekolah lama nya, dan Lea dulu langsung menggunakan otot hingga di keluarkan dari sekolah.
" Hapus postingan itu." Ujar Juno tiba tiba menghampiri dua murid tadi.
" Bu- bukan kami yang mengunggah ini." Ujar dua murid itu ketakutan.
Lea melirik ke arah Kyle, karena mengira Kyle yang sudah menyebarkan nya. Lea menghela nafasnya kasar, ia ingin hidup tenang pun tidak bisa. Selalu saja di bayangi oleh julukan anak haram.
Lea bangun dari duduknya dan menghampiri Kyle, lalu mencengkeram kerah baju Kyle dan menatapnya tajam.
" Kamu mau bilang aku yang mengunggah? Itu bukan aku, sungguh." Ujar Kyle menjelaskan.
" Sebelum kau datang kemari, aku bisa bernafas lega di sini. Tidak bisakah kau tidak menggangguku? Aku pernah meminta apa dari mu, huh!" Ucap Lea pelan namun penuh penekanan.
Wajah Lea saat ini sudah merah padam menahan emosi, ingin rasanya dia menghajar mereka yang selalu mengganggunya.
" Lea, sungguh bukan aku yang mengunggahnya. Aku memang pernah mengunggah sekali, tapi kan itu dulu. Aku sungguh tidak melakukan nya kali ini." Ujar Kyle.
Lea mendorong kasar tubuh Kyle, lalu menatap semua teman kelasnya yang saat ini menatap dengan tegang ke arah Lea dan Kyle. Tatapan Lea jatuh pada Alika, Alika menatap santai kearah Lea.
' Itu pasti dia, lagi.' Batin Lea.
" Jika kalian percaya itu, maka silahkan. Manusiawi jika percaya dengan berita yang beredar, tapi bijaklah dalam mengambil kesimpulan." Ujar Lea tenang, lalu pergi dari kelasnya.
" Apakah Lea sungguh anak haram?" Bisik bisik semakin riuh di kelas.
" Dia bukan anak haram." Ujar Juno dan Kyle bersamaan.
Berpindah ke sisi Lea, Lea berjalan di koridor sekolah, sungguh.. Berita itu membuat semua orang menjadi menggunjingkan Lea. Dan sialnya, lagi lagi berita itu beredar keluar dari sekolah.
Lea yang sudah terkenal sebagai penyelamat itu, kini viral dengan julukan anak haram nya. Dan berita itu sampai di telinga Livy dan Lim Hae In.
" Ayah, Lea.." Gumam Livy.
" Beraninya mengatai cucuku anak haram, Gong! Pergi selidiki siapa yang sudah mengunggah video itu, dan hancurkan keluarganya. " Ujar Hae In.
" Baik, tuan." Ujar pria tinggi besar yang di beri nama Gong itu.
" Ayo, kita ke sekolah Lea." Ujar Hae In.
Livy mengangguk, dan mereka berdua pun perhi dari sana dengan beberapa pengawalan. Beruntungnya meskipun Hae In itu sudah tua, tapi dia masihlah sangat sehat. Hae In berjalan dengan langkah cepat sambil emosi, karena tidak terima cucunya itu di katai anak haram.
" Apakah Lea sering mengalami penindasan begini?" Tanya Hae In.
" Ya, ayah.. Dan dia selalu menyelesaikan nya dengan otot, dan berakhir di keluarkan dari sekolah." Ujar Livy yang saat ini menangis.
" Lea yang malang, dia harus menderita gara gara bajin*an Anton itu." Ujar Hae In.
Berpindah ke sisi Lea, Lea memejamkan matanya ketika sedang makan, dia sungguh sedang sangat berjuang untuk bersabar karena saat ini satu kantin sedang membicarakan dirinya.
PRAK!! Lea meletakan sendok dan garpunya dengan kasar lalu pergi dari kantin.
Ring.. Ring..
Ponsel Lea berdering.
' Richard.' Batin Lea. Ya, yang menghubunginya adalah Richard.
" Lea, kamu tidak apa apa?" Ucap Richard, ketika Lea mangangkat panggilan telepon nya.
" Aku tidak apa apa." Ujar Lea dengan suara yang di buat setenang mungkin.
" Aku ada di depan sekolah, jika kamu tidak bisa menahan emosimu.. Keluarlah." Ujar Richard.
Dan tanpa berpikir dua kali, Lea langsung berjalan dengan langkah lebarnya dan menuju ke loby sekolah. Lea melihat mobil Richard, dan langsung masuk kedalam, lalu memejamkan matanya.
" Lea.. " Ucap Richard sambil tangan nya mencari keberadaan Lea.
" Tolong bawa aku pergi dari sini." Ujar Lea.
" Ya, tolong pergi ke tempat biasa." Ujar Richard pada supirnya.
Richard menyentuh pipi Lea dan tidak basah, itu tandanya Lea tidak menangis. Tapi Richard tahu, di dalam hati Lea pasti sangat ter koyak koyak.
" Lea, tidak apa apa.. Kamu tidak sendirian." Ujar Richard.
Lea membuka matanya dan menatap Richard yang saat ini tampak sangat khawatir, bohong jika Lea baik baik saja. Lea saat ini sedang sangat berjuang menahan sakit semua luka lukanya yang terbuka.
Entah dapat dorongan dari mana, Lea merebahkan kepalanya di pangkuan Richard, ia sangat lelah dengan semua hal yang terjadi kepadanya. Richard sendiri terkejut, karena Lea mau merebahkan diri di pangkuannya. Tapi kemudian Richard tersenyum dan mengusap kepala Lea.
" Tidurlah.." Ujar Richard.
Sementara itu ketika pelajaran kembali di mulai, Livy dan Lim Hae In sampai di sekolah Lea, mereka langsung mencari keberadaan kepala sekolah.
" Bisakah anda panggil cucu saya kemari?" Ujar Hae In kepada kepala sekolah.
" Ba- baik tuan, sebentar." Ujar kepala sekolah gugup, karena Hae In terlihat sangat murka.
" Atau kalau tidak, antar saya ke kelasnya." Ujar Hae In.
" Ya, baik.." Ujar kepala sekolah.
Livy, Lim Hae In dan kepala sekolah berjalan menuju ke kelas Lea. Semua murid di sana menatap heran karena kepala sekolah terlihat sangat tegang.
" Lea.." Panggil Hae In.
" Maaf, anda siapa?" Ujar wali kelas Lea.
" Lim Hae In, kakek Lea. Di mana cucu saya?" Ujar Hae In.
" Maaf tuan, Lea tidakkembali ke kelas." Ujar wali kelas.
Livy pun panik, begitu pula dengan Hae In.
" Jika sampai terjadi sesuatu kepada cucu saya, sekolah ini akan saya tutup. Juga untuk yang menyebarkan berita tidak benar itu, bersiaplah menerima konsekuensinya." Ujar Hae In dengan penuh ketegasan, lalu pergi dari sana.
TO BE CONTINUED..
lagu favorit ku
bagus ceritanyaa... jangan terlalu membenci.. krana suatu saat bisa jd cinta.. begitu jg sebaliknyaa....
teruslah berkaryaaa.... semangaaat
ceritanya ringan g ribet,ada pesan moral jg, semangat buat author x