NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Keheningan yang mencekam kembali merayap di area parkir khusus Oakridge High School setelah pengakuan berani dari Issabelle von Reichenbach.

Pengakuan tunggal yang terdengar begitu jernih itu seolah-olah menghentikan aliran udara sore yang kering di Los Angeles.

George masih memegangi kepalanya, sementara Skylar, Grey, menatap bergantian antara tulisan piloks di bodi mobil dan wajah datar Issabelle.

Sebelum amarah yang mereka takuti meledak dari tubuh tegap Navarro, Ellodia dengan cepat mengambil langkah maju.

Tubuhnya yang hanya berbalut kaus hitam polos karena kemeja seragamnya telah hancur bernoda tampak bergetar samar.

Ia menundukkan kepalanya sedikit, menekan ego urakannya di hadapan sang sepupu.

"Aku yang akan menggantinya, Navarro!" ucap Ellodia dengan suara lirih namun tegas, berusaha memotong konfrontasi sebelum keadaan menjadi semakin buruk.

Sebagai bagian dari keluarga besar, ia tahu betul bagaimana temperamen Navarro jika ada seseorang yang berani mengusik otoritas atau barang berharganya.

"Aku akan menanggung seluruh biaya pengecatan ulang bodi mobil ini ke bengkel resmi. Berikan saja tagihannya padaku."

Melihat Ellodia maju, Claire Wadde’ yang sejak tadi hampir menangis ketakutan mendadak merasakan dorongan moral yang aneh.

Ia tidak bisa membiarkan saudarinya menghadapi konsekuensi mengerikan ini sendirian, meskipun ia sendiri hampir pingsan karena ketakutan.

Dengan langkah gemetar, Claire maju melewati Ellodia, lalu membungkukkan setengah badannya dalam-dalam ala tradisi penghormatan Jepang di depan Navarro.

"Kami pelakunya...!" kalimat Claire menggantung dan seolah menghilang di udara.

Belum sempat ia menyelesaikan kalimat keputusasaannya, sebuah tangan kekar dengan cepat mencengkeram lengan atasnya dan menarik tubuhnya mundur dengan satu sentakan yang kuat namun protektif.

Claire terpekik pelan, mendapati dirinya kini berada di dalam dekapan Skylar.

Pemuda berambut cokelat gelap itu menatap Claire dengan tatapan mata yang dipenuhi campur aduk antara rasa terkejut dan tidak percaya.

"Apa yang kau lakukan, Claire?!" desis Skylar, suaranya tertahan namun sarat akan nada khawatir yang sangat dalam.

Claire mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata Skylar dengan sisa air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

"Saudariku... dia yang melakukannya, Skylar. Aku tidak bisa membiarkannya hancur sendiri di sini," bisik Claire dengan bibir yang bergetar.

Skylar menghela napas panjang, menatap wajah cemas gadis di pelukannya itu sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangan tajamnya ke arah Navarro yang masih berdiri bergeming di tempatnya.

Skylar melangkah satu tapak ke depan, memposisikan dirinya sebagai perisai di depan Claire.

"Aku yang akan bertanggung jawab, Navarro," ucap Skylar dengan nada lirih namun penuh penekanan, memastikan setiap kata terdengar jelas oleh sahabatnya.

"Kekasihku... dan adiknya... biar aku yang menyelesaikan urusan ganti ruginya denganmu secara pribadi. Jangan sentuh mereka."

Kalimat Skylar yang menggantung itu kembali menghilang di udara, menyisakan gelombang keterkejutan baru yang tak kasat mata di area parkir tersebut.

George dan Grey yang mendengar pernyataan itu seketika menoleh ke arah Skylar dengan mata membelalak, sementara Navarro sendiri hanya menaikkan satu alisnya, tidak menampakkan keterkejutan yang berarti.

"Aku menyukai warna itu, Skylar," sahut Navarro tiba-tiba.

Suara baritonnya terdengar begitu tenang, datar, namun di balik ketenangan itu ada kilat kegilaan yang samar. Ia melangkah mendekati bodi mobil sport miliknya yang kini dipenuhi coretan merah dan putih.

"Apapun pilihannya... aku akan menyukainya."

DEG.

Issabelle yang sejak tadi berdiri tidak terkejut dengan kata-kata manipulatif dari si brengsek Navarro.

Ia sudah tahu pria itu memiliki ketertarikan yang tidak sehat padanya sejak insiden di koridor tadi.

Mulut Issabelle justru menganga lebar. Matanya mengerjap beberapa kali karena benar-benar kaget dengan apa yang baru saja disaksikannya.

Kakak Tirinya... Claire Wadde’... kekasih dari pria itu? Kekasih dari salah satu anggota lingkaran inti penguasa sekolah ini?!

Wah, gila. Batin Issabelle berteriak histeris.

Seluruh kalkulasi dan informasi yang ia kumpulkan tentang struktur sosial di Oakridge High School seakan jungkir balik dalam hitungan detik.

Bagaimana mungkin saudarinya yang begitu polos, lembut, dan penakut bisa menjalin hubungan asmara dengan pria seperti Skylar?

Mata abu-abu Issabelle menatap lekat-lekat ke arah Claire yang saat ini sedang ditenangkan oleh Skylar di bawah rengkuhan lengannya.

Claire tampak menyandarkan kepalanya di dada Skylar, mencari perlindungan murni di sana.

Pandangan Issabelle kemudian beralih pada Ellodia yang masih berdiri dengan wajah canggung dan pakaian berantakan, lalu bergeser pada George yang masih menganga syok menatap mobil sport yang hancur estetika aslinya, dan berakhir menatap Navarro.

Pria itu—Navarro—justru sedang tersenyum gila.

Ia mengulurkan tangannya, menyusuri garis cat piloks merah yang membentuk tulisan bahasa Jerman di atas kap mesin Porsche-nya dengan gerakan yang sangat perlahan, seolah-olah coretan vandalisme itu adalah sebuah karya seni paling berharga yang pernah ia dapatkan seumur hidupnya.

Rasa muak yang luar biasa seketika membakar dada Issabelle.

Atmosfer di parkiran ini sudah terlalu tidak sehat untuk logikanya.

Tanpa membuang waktu lagi, Issabelle melangkah lebar menghampiri Claire, meraih pergelangan tangan saudarinya itu dengan cengkeraman yang kuat namun lembut, lalu menariknya paksa keluar dari dekapan Skylar.

"Ayo kita pulang," kata Issabelle dingin, mengabaikan tatapan protes dari Skylar yang sempat mencoba menahan gerakan tangannya.

Claire yang masih setengah syok hanya bisa pasrah membiarkan dirinya ditarik oleh Issabelle menyusuri aspal parkiran menuju halte bus sekolah yang terletak di gerbang luar.

Dari arah belakang, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar mengikuti mereka.

Ellodia, dengan kemeja seragam robek yang disampirkan di pundaknya, berlari kecil menyusul langkah lebar Issabelle.

"Sepupuku tidak marah, Issa...!" ucap Ellodia dengan cepat begitu ia berhasil menjajari langkah Issabelle di koridor samping gerbang.

Napasnya sedikit memburu. "Kau dengar sendiri tadi, kan? Navarro bilang dia menyukai warnanya! Demi Tuhan, ini pertama kalinya dalam sejarah Oakridge ada seseorang yang merusak asetnya dan dia tidak membalas dengan kekerasan atau tuntutan hukum! Kau benar-benar luar biasa, Girl!"

Namun, Issabelle sama sekali tidak menghiraukan ucapan Ellodia.

Pandangan matanya lurus menatap ke depan dengan rahang yang mengeras.

Ia terus berjalan sambil menarik tangan Claire yang masih sesekali menyeka sisa air matanya, fokus utamanya saat ini hanyalah mencapai halte untuk menunggu bus sekolah selanjutnya yang akan membawa mereka pergi dari lingkaran gila ini.

Sementara itu, di sudut parkiran khusus yang kini terasa jauh lebih sepi setelah kepergian ketiga gadis tersebut, George akhirnya menurunkan tangannya dari kepala, meskipun mulutnya belum tertutup sempurna.

"Nav... kau serius? Kau membiarkannya pergi begitu saja?" tanya George dengan nada tidak percaya.

"Itu Porsche 911 GT3 RS keluaran terbaru, Brengsek! Catnya rusak permanen!"

Navarro tidak menjawab pertanyaan George.

Ia hanya menepuk pundak Skylar sekilas, memberikan kode batin yang dipahami oleh sahabat terdekatnya itu, lalu mengalihkan pandangan ke arah Grey dan George.

"Aku akan pulang sekarang," ucap Navarro pendek.

Tanpa menunggu balasan dari ketiga sahabatnya, Navarro menarik gagang pintu kemudi mobil sportnya, membuka pintu tersebut, dan mendudukkan tubuh besarnya di balik kemudi.

Aroma kabin mobil yang mewah seketika menyambutnya, namun perhatiannya tidak tertuju pada panel canggih di depannya.

Begitu pintu mobil tertutup rapat, mengisolasi dirinya dari kebisingan luar, Navarro memutar tubuhnya sedikit ke samping kiri.

Matanya yang gelap mengunci permukaan jendela kaca kemudi bagian dalam.

Di sana, tepat di tengah-tengah permukaan kaca yang jernih, terdapat bekas cap bibir berwarna merah merona—jejak lipstik yang ditinggalkan oleh Issabelle sebelum ia pergi.

Navarro menatap bekas ciuman itu selama beberapa saat. Perlahan, ia memajukan wajahnya, mendekatkan bibirnya sendiri pada permukaan kaca dingin tersebut, tepat di posisi yang sama di mana bekas bibir Issabelle menempel dari sisi luar.

Cup.

Navarro mencium jejak itu dari dalam kabin mobilnya, membiarkan imajinasinya bermain dengan sisa kehangatan yang ditinggalkan oleh sang mawar es.

Sebuah senyuman obsesif kembali terukir di sudut bibirnya yang terluka. Ia menggenggam erat setir kemudi dengan tangan kanannya, sementara mata gelapnya memancarkan tekad yang mutlak.

Ia tidak akan pernah menghapus coretan piloks itu dari bodinya, dan ia tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh bekas cap bibir merah di kaca jendelanya.

Tidak akan pernah.

Coretan dan jejak itu adalah tanda kepemilikan baru yang akan ia bawa di sepanjang jalanan Los Angeles.

1
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
Mia Camelia
visual nya sempurna banget 🥰🥰👍
Ros 🌷🦋: huhu ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
bucin akut nih navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!