Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34 Papa pegang janji mu
Kanza menutup mulut nya mendengar semua cerita Kenan tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Dia benar - benar tidak menyangka jika bocah gembul yang dia tolong waktu itu adalah suami nya sendiri.
"Ternyata dunia sesempit ini ya mas".
"Iya Za, tapi ada yang aneh setelah kejadian itu aku tidak pernah melihat kamu ada di sekolah itu lagi. Hampir setiap hari aku selalu datang di tempat itu berharap bisa bertemu dengan kamu lagi di sana".
Kanza tersenyum tipis," pada saat aku menolong mas Kenan itu adalah hari terakhir aku sekolah di sana mas, besok nya aku harus pindah sekolah ke kampung nya Bi Sum. Papa menyuruh aku supaya melanjutkan sekolah di sana sampai aku lulus SMA. Dan setelah aku lulus SMA aku kembali lagi ke sini, karena kebetulan aku dapat beasiswa di salah satu universitas negeri di kota ini", jawab Kanza dengan begitu tenang.
"Kenapa papa Baskoro memindahkan kamu ke sekolah yang di kampung nya Bi Sum?" tanya Kenan penasaran, sekalipun dia bisa menebak pasti ada hubungan nya dengan masa lalu Kanza.
Kanza menggelengkan kepala nya," ngga tahu mas, saat itu Kanza masih terlalu kecil untuk sekedar bertanya kenapa harus di pindahkan ke sekolah yang ada di kampung. Yang ada di pikiran Kanza waktu itu asal bisa sekolah saja sudah cukup".
Kenan terharu dengan apa yang di katakan istrinya itu, ternyata Kanza bisa sebijak itu di perlakukan tidak adil sedari kecil. Sungguh sangat bertolak belakang dengan apa yang di katakan Ara selama ini.
Setelah mengobrol ini itu dan panjang lebar kedua nya memutuskan untuk membersihkan diri, Kanza pun langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami nya dan papa nya. Hari ini mereka berdua berencana untuk pulang, karena besok sudah waktu nya untuk masuk kerja kembali.
"Terimakasih ya Nak, maaf sudah merepotkan kalian ", ucap Baskoro saat Kanza dan Kenan pamitan.
Sebelumnya Kanza sudah menyiapkan segala keperluan sang papa dari makanan obat-obatan dan pakaian untuk ganti papa. Keadaan Baskoro juga sudah membaik, hasil pemeriksaan dokter tadi pagi juga bagus tinggal pemulihan nya saja.
"Papa ngga perlu mengucapkan terimakasih pada Kanza, ini sudah kewajiban Kanza untuk merawat papa. Yang penting sekarang papa harus banyak istirahat, makan yang teratur dan obat nya jangan sampai lupa untuk di minum. Kanza sudah memberi tahu Bi Sum makanan dan minuman apa saja yang boleh papa makan".
Baskoro tersenyum," iya sayang papa pasti turuti anak gadis papa yang cerewet ini ", Ical Baskoro sambil terkekeh dan mencubit hidung mancung Kanza.
Kanza yang mendengar kali pertama Baskoro manggil dia dengan sebutan sayang, langsung menghambur ke dalam pelukan sang papa sambil menangis tersedu-sedu.
"Kanza sayang papa".
"Papa juga sayang sekali pada mu nak, maafin ketidakberdayaan papa karena selama ini telah mengabaikan mu. Nak Kenan....papa titip Kanza ya, jaga dia , sayangi dia dan perlakukan dia dengan baik. Sejak kecil Kanza tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan figur seorang ayah dari papa maka tolong jangan sakiti hati anak papa. Tapi jika suatu saat nanti nak Kenan sudah tidak menginginkan anak papa lagi, tolong kembalikan dia ke pelukan papa dengan sebaik mungkin dan tanpa kurang satu pun ", kata Baskoro dengan tatapan yang dalam.
Entah dalam hati pria paruh baya itu merasa gelisah tidak tenang dengan kehidupan sang putri. Mungkin karena pernikahan antara Kanza dan Kenan terjadi karena sebuah kesalahan jadi hal itu membuat hati Baskoro menjadi tidak tenang.
"Iya pak, Kenan janji akan menjaga Kanza dan memperlakukan Kanza dengan baik", kata Kenan dengan penuh keyakinan.
Hal itu membuat Kanza terharu dan tanpa terasa gadis cantik itu meneteskan air mata nya.
"Terimakasih mas, akhir nya kamu bisa menerima ku sebagai istri mu", batin Kanza.
Baskoro sedikit lega setelah mendengar jawaban dari Kenan.
"Papa pegang janji mu Kenan Diyaksa".
**
Esok hari di Apartemen Argantara Kalendra,
"Ga, kok aku deg - deg an ya nunggu hasil tender itu hari ini. Perasaan ku tidak karuan rasa nya, panas dingin bahkan sejak tadi malam perut ku terasa mules tidak karuan", ucap Rendi sambil menyandarkan tubuh nya di sofa.
Bugh,
Arga melempar bantal sofa ke arah sahabat nya sehingga membuat sang sahabat meringis kesakitan.
"Lebay banget sih Lo, biasa aja kali. Kalau kita menang ya Alhamdulillah, kalau kita kalah ya sudah berati belum rezeki kita", kata Arga berusaha untuk setenang mungkin sambil mengancingkan kemeja kerja nya.
Padahal dalam hati Arga sendiri tak jauh beda dengan apa yang sedang Rendi rasakan saat ini. Bagaimana tidak ini kali pertama dia mengikuti lelang tender Mega proyek, mengingat perusahaan dia sendiri masih dalam kategori perusahaan yang sedang berkembang. Namun dia cukup percaya diri karena selama ini perusahaan dia selalu berhasil dalam menangani beberapa proyek dengan nilai yang lumayan besar.
"Sudah ayo kita segera berangkat, kita harus jadi contoh yang baik untuk para karyawan kita dengan selalu datang lebih awal".
Rendi mengernyitkan dahi nya," lah tumben ngajak berangkat sepagi ini Ga? mimpi apa kamu semalam? Biasa nya saja kamu selalu berangkat jam delapan, ini lho baru jam setengah tujuh pagi Ga. Aku perhatikan setelah Kanza bekerja di kantor kita, kamu jadi selalu berangkat lebih awal dari biasa nya dan kamu selalu memakai pakaian formal layak nya seorang CEO. Aku jadi curiga.."
"Ngga usah mikir yang aneh - aneh, emang sudah selayaknya kan aku berpakaian seperti seorang pemimpin sebuah perusahaan", jawab Arga sambil melenggang pergi begitu saja meninggalkan Rendi.
Melihat sang sahabat sudah berjalan mendahului Rendi langsung bergegas menyambar kunci mobil di meja. Tak lupa dia juga memakai jas nya secara buru - buru sambil berjalan.
"Ga..kita belum sarapan lho ini".
"Ngga keburu, kita sarapan di jalan saja nanti".
**
Di rumah Kenan,
"Kita berangkat bareng saja Za".
Uhuk..uhuk..
Kanza hampir saja tersedak nasi goreng yang dia makan. Karena saat ini kedua nya sedang menikmati sarapan bersama.
"Apa mas, berangkat bareng?" Kanza mengulang apa yang di ucapkan oleh suami nya itu.
Kanza hanya ingin memastikan apa yang dia dengar tidak salah.
"Iya kita berangkat bareng saja, lagi pula kantor mu dengan kantor ku kan se arah", ucap Kenan sambil tetap menyantap nasi goreng favorit nya.
"Ah iya mas".
Selama dalam perjalan menuju kantor Kanza ke dua nya hanya mengobrol seperlunya saja. Jujur Kanza masih merasa canggung dengan perubahan sikap Kenan saat ini.
"Akhir nya sampai juga", ucap Kenan saat sudah sampai di kantor Arga.
Laki - laki itu turun dari mobil berjalan memutari mobil nya untuk membukakan pintu mobil sang istri. Hal itu membuat hati Kanza terasa hangat, diperlakukan istimewa oleh suami nya.
"Kamu yang semangat ya kerja nya", kata Kenan sambil tersenyum manis ke arah Kanza.
"Mas Kenan juga ya, kerja nya yang semangat. Jangan lupa untuk makan siang nanti. Dan hati - hati di jalan", ucap Kanza sambil mengecup punggung tangan sang suami dengan begitu takzim.
Cup,
Tanpa di duga Kenan mengecup kening Kanza dan membuat gadis itu menjadi tersipu malu.
"Sudah masuk dulu sana, nanti telat".
"Iya mas.."
Kanza langsung berjalan dengan cepat meninggalkan Kenan, jantung nya terasa mau copot setelah mendapatkan kecupan dari suami nya. Sesekali gadis itu memegang dada nya yang berdebar tidak karuan.
"Hadeh....sepagi ini tapi cuaca nya sudah panas sekali ya", ucap Rendi sambil mengibaskan - ngibaskan tangan nya di depan wajah nya.
"Apaan sih Lo !"
kenan mulai ke pancing cemburu sama Arga.