Dengan langkah gontai berjalan menyusuri jalan yang cukup sepi. Hari ini seharusnya menjadi hari anniversary tahun ke 3. Berakhir dengan terbongkar nya perselingkuhan mereka saat dirinya tak sengaja melintas di depan Coffee shop melihat dua sosok itu saling berpagutan mesra.
Tangannya menggenggam erat tas kerja dan sebuah novel favoritnya yang sudah terbaca berulangkali. Hari ini bukan hanya kehilangan cintanya dirinya juga kehilangan satu satunya sosok yang di anggap keluarga. Menatap kosong kedepan hingga tak disadarinya sebuah truk melaju kencang kearahnya.
Semuanya terjadi begitu singkat. Tubuhnya terasa seperti terbang dan tergeletak menatap langit yang dihiasi bintang. Pandangan nya memburam seiring sesak yang menghampiri. Cahaya bintang jatuh yang dilihat netra sayunya menerbitkan senyum getir.
'sudah berakhir'. lirihnya, perlahan semua terasa ringan dan terang.
penasaran lanjutannya? yuk baca😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TIARA RAHMAWATI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketigapuluh Lima
Alycia tersenyum melihat tingkah Lucas yang begitu antusias memainkan panah untuk bisa mencapai titik yang tepat. Bersorak gembira karna memenangkan sebuah boneka.
Menerima boneka kelinci yang di sodorkan Lucas dengan senyum lebar. Memeluk boneka itu di lengannya. Lucas menggenggam tangan Alycia erat dan kembali berjalan mengelilingi taman bermain ini.
Netra Alycia melihat salah satu stand aksesoris yang menarik perhatiannya. Menarik Lucas berjalan mendekat. Meraih dua buah bandana memakai kan karakter telinga Harimau di kepala Lucas dan kucing untuk dirinya sendiri.
Mata mereka saling tatap beberapa saat dan terkekeh kecil. Lucas mengusap lembut pipi Alycia yang kemerahan menatapnya dengan penuh kasih. Beranjak pergi setelah membayar dua bandana yang
dipakai mereka. Mengikuti langkah Lucas yang berjalan
sedikit menjauh dari area taman bermain. Hingga netra Alycua melihat bangunan yang dituju oleh Lucas. Hatinya langsung menghangat dan
mengeratkan genggaman.
Masih dengan saling bergenggaman masuk ke dalam
bangunan hingga berada tepat di depan altar. Berlutut
dan tangan saling bertaut menundukkan kepalanya.
"Tuhan, aku mencintai sosok umat mu yang berada di samping ku, Tuhan tolong jaga dirinya untuk diriku, sejauh apapun dirinya dari diriku biarkan aku menjadi tempatnya pulang." lirih Alycia dalam batinnya.
"Tuhan aku pernah berjanji padamu untuk membawa sosok yang akan menjadi teman hidupku di dunia ini ke padamu, Tuhan jangan pernah renggut senyum dan bahagianya, Tuhan biarkan aku terus menggenggam tangannya hingga aku ditakdirkan berpulang padamu." Lucas tersenyum tipis dalam doanya.
Menengok Alycia yang ternyata juga melihat dirinya.
Menatap kedepan dan bangkit berdiri kembali
berpegang tangan beranjak pergi.
Alycia yang sedang membeli soda dan beberapa jajanan di minimarket yang dilewatinya sepulang sekolah mengernyitkan dahi. Menatap satu sosok yang dikenalnya sedang berdebat dan saling tarik di samping sebuah mobil.
Menenteng kresek putih keluar. Melihat sosok itu yang sudah ditinggal sendirian setelah berdebat dengan orang yang tak dirinya kenal.
"Lionel?" Panggil Alycia.
Lionel tersentak kaget melihat Alycia yang berdiri dua langkah di belakang nya. Wajahnya memucat seketika.
"Lo ngapain disini? Dan tadi siapa?" Tanya Alycia lagi saat tidak mendapat jawaban.
"Alycia?" Lirih Lionel.
Di bawah pohon yang rindang, duduk di kursi
menghadap danau buatan. Disini cukup sepi karna
langit sedikit mendung.
"Ayah gue pencandu obat meninggal karna overdosis, ibu gue hidup dengan ngambil jalan yang salah hingga kematian jadi pilihannya, gue kerja untuk bisa terus hidup, hutang ayah gue harus dilunasi Ci, gue gak bisa berbuat banyak, ada kalanya gue pengen nyerah capek banget rasanya."
Alycia terdiam mendengar cerita Lionel. Sosok ini sang tokoh utama. Kenapa cerita hidupnya berbeda dari yang ada di novel.
"Sampai gue ketemu cowok itu, dia awalnya baik Ci, dia bantu gue waktu hampir sekarat sama rentenir yang nagih utang ayah gue, dia bantu lunasin semua hutang ayah gue." Sambungnya.
"Gak ada yang gratis, right?" Ucap Alycia.
"Cowok itu, namanya Jonathan Rychs, dia ternyata anak dari adik tirinya Daddynya Alex, gue terpaksa dengan semua hal ini Ci, gue pengen lepas dari Nathan, gue gak bisa untuk jahat sama orang yang bahkan gak pernah buat salah sama gue tapi gue bahkan gak punya apapun untuk ngembaliin semua utang gue." Lirih Lio dengan senyum miris dan mata yang berkaca.
Lanjut part 36
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇biar semangat juga akunya🤣
biar dapet feel nya...🥰