NovelToon NovelToon
CAMPUS COUPLE

CAMPUS COUPLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:344
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Laila

Menjadi mahasiswa Arsitektur semester tiga dan aktif dalam kegiatan himpunan sudah cukup menguras energi Gea. Kehadiran Jay yang manis terasa seperti tempat peristirahatan di tengah penatnya kegiatan. Pertama kali menjalin kasih, Gea fikir akan berjalan mulus, penuh rasa menggelitik, dan menyenangkan. Namun, kisah romansanya tidak berjalan mulus seperti yang dia bayangkan.
Kecemburuan dan kekangan dari Jay terasa semakin menyesakkan. Kuliah di jurusan yang di dominasi oleh pria, Gea tidak bisa bebas berinteraksi dengan pria, bahkan dengan sahabat dan sepupunya sendiri. Membuat keretakan dan hubungan mereka pun harus kandas.
Saat Gea tidak berpikir untuk menjalin hubungan baru, atau membuka hatinya untuk orang baru, dia dipertemukan dengan seseorang yang menawarkan kenyamanan yang berbeda. Seseorang yang hadir tanpa menuntut.
Bisakah Gea melepaskan luka masa lalunya dan menyambut dengan utuh seseorang yang datang di waktu yang dia tak sangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LIBUR SEMESTER - Part 1

“Kenapa lo, Ge?” tanya Nina saat mereka masih menunggu konser di luar arena. “Muka lo ditekuk mulu dari tadi, cemberut aja kerjaannya,” tambah perempuan berperawakan mungil itu.

Gea menunjukkan layar ponselnya pada Nina, memperlihatkan sebuah unggahan foto pria dengan beberapa orang temannya.

“Siapa?” Nina mengernyitkan dahi.

“Jay.”

“Kenapa emangnya cowok lo?” tanya Nina lagi sembari membuka tumbler yang baru sama

diberikan oleh kekasihnya.

“Dia gak bilang hari ini pergi,” ucap Gea dengan ujung bibir yang menukik ke bawah.

Nina terkekeh melihat tingkah sahabat sejak putih abu-abunya bertingkah seperti ini.

“Di tanya aja, Ge. Siapa tau dia emang cuma lupa ngabarin.”

“Kenapa, ya?”

“Apanya yang kenapa?” tanya Nina lagi, bingung.

“Kenapa sampe bisa lupa ngabarin kalo mau pergi? Dari tadi pagi kita chatting-an terus.”

“Mungkin diajaknya mendadak, Ge, terus dia terlalu asik,” balas Malik ikut menimpali.

Malik adalah kekasih Nina. Saat mereka SMA, Malik -teman Gea sejak SD- bercerita pada Gea kalau dia tertarik pada salah satu sahabatnya. Dengan bantuan Gea, Malik dan Nina akhirnya saling kenal hingga langgeng berpacaran sampai detik ini.

Sejak menjadi kekasih Nina, Malik sudah biasa mendengar kekasihnya menceritakan soal kpop dan memberikan pengaruh padanya. Mendengarkan lagu-lagu NCT sudah seperti agenda saat mereka bepergian dengan mobil. Malik sendiri mengakui, lagu-lagu mereka bisa membantunya tetap melek saat dia bosan berkendara sendiri di malam hari. Jadi, saat Nina mengajaknya menonton konser hari ini, Malik sama sekali tidak menolak. Bahkan, Malik dan Gea yang war untuk tiket mereka bertiga hari ini.

“Iya, Ge. Jangan terlalu dipusingin. Tanya aja langsung sama Jay,” sambung Malik lagi. “Bukan maksud gue gak peduli sama perasaan lo sekarang, Ge. Tapi, kalo emang bisa ditanya baik-baik, mendingin gitu. Jangan dipikirin sendiri kenapa dia begini begitu, terus lo membayangkan jawabannya. Tanya langsung, jangan bikin otak lo yang mini itu pusing sama hal ginian. Overthinking gak bakal nyelesein masalah yang lagi lo rasain sekarang,” ungkap Malik panjang lebar, sedikit meledek sobat dari kecilnya itu.

“Nah, itu, bener kata Malik,” sahut Nina setuju.

“Selama masih bisa di omongin baik-baik, ngapain berantem? Yang ada nanti maksud lo gak sampe ke dia. Gue tau kok, lo cuma mau dia ngabarin lo kalo emang mau pergi ke suatu tempat. Bukan berarti lo bakal ngelarang dia juga.”

“Iya…,” balas gea pelan. Jemarinya mulai mengetik di layar ponsel untuk bertanya pada Jay.

Namun, setelah lima menit berlalu dan pesannya belum dapat balasan dari sang kekasih, dia hanya menghembuskan napas berat. Dia memilih memasukkan benda pipih itu ke dalam tas.

“Udah, jangan cemberut lagi. Mau ketemu Jaehyun Oppa malah jelek,” ledek Nina, mencoba menaikkan suasana hati sahabatnya.

“Iya ih,” semangat Gea keluar lagi, “nanti gue semakin kentang di mata Jaehyun Oppa.”

Malik yang sudah terbiasa mendengar halusinasi mereka hanya memutar bola matanya malas

sembari terkekeh.

“Lo gak cemberut juga udah kayak kentang di mata Jaehyun Oppa lo itu, Ge,” ucap Malik

membuat mereka bertiga tertawa.

“Ya gak salah juga,sih,” Gea dan Nina tertawa bersama, “belom tentu juga dia ngeliat gue

diantara lautan sijeuni. Tapi kan, siapa yang akan tau kalau nantinya dia ternyata jodoh gue,” balas

Gea membela diri.

Tawa kembali pecah di antara mereka bertiga. Bagi seorang penggemar, halu adalah jalan ninja

terbaik untuk bahagia.

Malam datang. Terima kasih kepada Malik dan Nina yang sudah berbaik hari memberikan tumpangan dan mengantarnya pulang dengan selamat sampai di depan pintu rumah. Dengan hati yang berbunga-bunga pasca konser, Gea berjalan masuk ke kamarnya. Ia bahkan masih bernyanyi lagu-lagu konser sembari membersihkan diri dan mengaplikasikan rentetan skincare malamnya.

Begitu selesai, Gea merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas kasur. Ia sempat mengunggah beberapa foto keseruan konser hari ini ke media sosial saat siang sebelum membuka aplikasi Instagram lagi. Di sana, sebuah notifikasi pesan masuk dari akun Jay terpampang nyata. Gea langsung membukanya.

@jayputra :

(Membalas story : foto Gea, Nina, Malik)

Kamu sama Malik?

Kok kamu gak bilang kamu pergi sama Malik juga?

Tadi kamu nanyain aku kenapa gak ngabarin kalo pergi

Tapi kamu juga gak ngasih tau aku kalo kamu ternyata pergi sama Malik, Ge

Membaca pesan dari Jay itu, kening Gea berkerut. Kepalanya mencoba mengingat-ingat, apa iya dia belum pernah menyebut nama Malik saat bercerita soal konser ini? Tapi di sisi lain, logikanya juga berfikir keras, kalaupun memang Malik ikut nonton konser hari ini, kenapa Jay

harus marah ini? Malik ikut semata-mata karena menemani Nina.

Ditengah emosinya yang mulai ikut membuncah, Gea mencoba sekuat tenaga untuk menenangkan dirinya. Dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya beberapa kalu lewat hidung, menolak untuk terpancing emosi malam-malam begini.

@geasters :

Maaf ya kalo aku gak pernah nyebut kalo Malik juga ikut konseran

Tapi Malik ikut karena Nina. Nina itu pacarnya Malik, Ay

Kamu jangan mikir kalo aku yang ngajak Malik buat konseran

Gea meletakkan ponselnya di atas kasur. Dengan sisa tenaga yang ada, ia merapikan Neobong miliknya dan memasukkan kembali ke dalam kotak penyimpanan dengan rapi.

Tepat setelah dia selesai, ponsel Gea bergetar. Kali ini, sebuah notifikasi pesan masuk dari aplikasi WhatsApp, dari Jay.

♥Ay♥

:

Maaf

Aku langsung marah sama kamu tadi, Ya

Tadi aku pergi sama temen SMA ku

Mendadak emang, Ya, terus lupa buat ngabarin kamu

Maaf

Hah! Lupa ngabarin! batin Gea. Gea mengendus sebal membaca pesan dari kekasihnya itu. Padahal dari pagi mereka berdua intens saling bertukar pesan. Bahkan Jay juga sempat meluangkan waktu untuk mengunggah story di Instagram-nya.

Terus sekarang dengan gampangnya dia bilang lupa untuk memberi kabar ke gue? batin Gea

jengkel.

Namun, karena tidak ingin merusak malamnya dan terlanjur malas berdebat panjang, Gea memilih untuk mengalah dan mengetikkan balasan yang tenang.

“Iya, Ay, gak apa-apa. Tapi lain kal kabari aku ya. Aku juga minta maaf. Next time aku bakal lebih

jelas lagi kasih tau kamu kalo pergi sama siapa aja.”

Gea mengirim pesannya itu. Kemudian, perempuan berusia dua puluh tahun itu memilih untuk mematikan lampu kamar dan menarik selimutnya. Tubuhnya lelah. Pikirannya jauh lebih lelah. Gea tidak ingin kelelahan fisiknya malah akan menyulut api pertengkaran baru untuk hubungannya dengan Jay.

...****************...

Di hari Kamis pun tiba. Gea, Risa, Nindy, dan Karin, memutuskan untuk berkumpul dan menginap di rumah Nindy. Pagi itu, keempatnya baru saja menyudahi sesi reformer pilates. Setelah menyegarkan diri dan berganti pakaian pasca bersimbah keringat, mereka langsung berpindah lokasi ke sebuah café di dekat studio pilates untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.

Sembari menunggu pesanan datang, Gea mulai membuka obrolan. Dia menceritakan dengan antusias bagaimana senangnya bisa bertemu dengan para member NCT di konser kemarin, sebelum nadanya berangsur turun saat menceritakan bagaimana hari bahagia itu justru berakhir dengan perdebatan kecil bersama Jay.

“Dia marah karena lo gak ngasih tau kalo pergi sama Malik juga?” tanya Nindy memastikan.

Gea menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Nindy.

“Atau karena cemburu sama Malik?” timpal Karin menebak.

“Ha? Kenapa jadi cemburu sama Malik?” tanya Risa bingung. “Cowok lo gak tau kalian temenan

deket dari jama sekolah dulu?”

“Tau, kok,” jawab Gea pendek.

“Yaa, namanya juga cemburu, tsay. Kadang gak butuh alasan logis” balas Nindy santai seraya menopang dagu.

Karin menyeruput minumannya lalu menatap Gea lekat-lekat.

“Tapi gak cuma Malik, Ge. Dia juga cemburu lo deket sama Lyon, Ge.”

Gea tersentak. Matanya membelalak kaget mendengar penuturan Karin. Pasalnya, selama ini Jay sama sekali tidak pernah membawa-bawa nama pria itu di depannya. Alis Gea berkerut makin dalam, benar-benar bingung.

“Loh…Lyon kan sepupu gue?”

“Lo pernah ngasih tau dia belum soal itu?” tanya Nindy.

Gea tertegun, lalu menggelengkan kepalanya pelan. Dia sadar dia kalau selama ini memang belum pernah mengenalkan Lyon kepada Jay. Gea menghembuskan napas panjang yang terasa berat, lalu bersandar lesu di kursinya.

“Nanti gua kenalin deh mereka berdua secara proper,” ujar Gea pasrah, disusul helaan napas sekali lagi. “Pusing juga ya, ternyata pacaran tuh,” ucapnya sambil terkekeh pelan, menertawakan

kerumitan hubungan pertamanya.

Karin, Nindy dan Risa spontan tertawa melihat ekspresi sahabat mereka yang baru pertama kali

pacaran itu.

“Di bawa asik aja, Ge,” tutur Risa menenangkan, memberikan petuah bijak. “Ini kan masih masa-masa awal kalian saling kenal satu sama lain. Yang penting, kalo ada apa-apa diobrolin. Kalo ada yang beda pendapat juga di obrolin baik-baik, jangan dipendem.”

“Tuh dengerin kata ibu peri,” kata Nindy jenaka, langsung memicu gelak tawa dari keempat

perempuan itu.

Setelah agenda makan siang selesai, mereka berempat lebih banyak menghabiskan sisa hari libur mereka dengan bersantai di rumah slash kosan Nindy. Nindy menyewa sebuah rumah tipe 36 untuk menjadi kosannya. Menonton marathon drama korea, menyetel beberapa film horror ditemani berbagai macam camilan, dan layanan pesan antar makanan menjadi jalan ninja keempat perempuan itu untuk menikmati masa libur semester. Saat itu, Gea sejenak melupakan beban pikiran tentang Jay yang belakangan ini terasa kian menyita energinya.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!