NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:31.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia direnggut kehormatannya dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

‎Nyonya Astrid sudah menunggu di teras depan saat mobil Haris berhenti di halaman. Begitu putranya melangkah turun, ia segera menyambutnya dengan senyum hangat, lalu merangkul lengan Haris erat seolah ingin menyalurkan kekuatan lewat sentuhan itu.

‎‎"Ayo masuk, Sayang. Udara di luar mulai dingin," ajaknya lembut, membimbing Haris masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tengah. Ia tak langsung berbicara soal pertunangan, melainkan menuangkan segelas teh hangat dan menyodorkannya ke tangan putranya. "Minum dulu. Kamu terlihat sangat lelah."

‎‎Haris menerima gelas itu, namun matanya hanya menatap kosong ke arah uap yang mengepul. "Menurut Ibu, apa aku salah jika aku menerima Luna untuk menggantikan Kania sebagai calon istriku?"

‎‎Nyonya Astrid menghela napas pelan, lalu duduk di samping Haris dan memegang tangannya yang dingin erat-erat. Matanya menatap putranya dengan pandangan yang penuh pengertian namun juga tegas.

‎‎"Ibu mengerti kamu kecewa, Haris. Ibu tahu kamu sangat mencintai Kania," ucapnya pelan dan lembut, "Tapi kamu harus melihat kenyataan yang ada. Kania sudah memilih jalannya sendiri, bersama orang lain. Ibu yakin kamu tidak mau mempermalukan diri lebih jauh, kan?"

‎‎Ia mengusap punggung tangan Haris pelan, melanjutkan dengan suara yang meyakinkan, "Keputusan keluarga Tuan Aryan memang terasa kejam, tapi setidaknya mereka berusaha menutupi aib putri mereka yang sudah berani mencampakkan kamu. Dan Luna... dia gadis yang baik, sopan, dan sudah lama menyukaimu. Dia tidak akan membebanimu dengan masa lalu yang menyakitkan. Berikanlah dia satu kesempatan, Nak. Di samping Luna, kamu bisa perlahan melupakan kesedihanmu dan membangun kebahagiaan baru."

‎‎Haris terdiam, rahangnya mengeras menahan perasaan yang berkecamuk. Kata-kata ibunya terdengar masuk akal, namun hatinya tetap menolak untuk menerima kenyataan pahit ini.

‎‎Nyonya Astrid tersenyum tipis, lalu menambahkan dengan nada memohon halus, "Besok malam Luna berniat mengajakmu makan malam berdua. Dia hanya ingin berbicara dengan tenang, mengenalmu lebih jauh. Maukah kamu memenuhi permintaannya? Anggap saja sebagai tanda penghargaan atas ketulusannya, dan demi menjaga hubungan baik antar kedua keluarga."

‎‎Suasana hening sejenak. Haris menunduk dalam, memandang pantulan dirinya di permukaan teh sebelum akhirnya mengangguk pelan dengan tatapan yang kosong dan penuh kepasrahan.

‎‎"Baik, Bu... Aku akan datang," jawabnya lirih, gelas teh di tangannya bergetar pelan. Uapnya sudah hilang. Sama seperti harapan terakhirnya pada Kania.

‎‎-

‎‎-

‎‎-

‎‎Pintu ruang kerja diketuk tiga kali dengan ritme teratur. Tanpa menunggu perintah masuk, seorang pria berjas rapi melangkah masuk, itu adalah asisten pribadi Victor, Rico. Ia memegang berkas map berwarna hitam tebal di tangannya, wajahnya serius tanpa ekspresi berlebihan.

‎‎Victor masih duduk di balik meja kerjanya yang luas, tangannya melipat di dagu, menatap lurus ke arah jendela kaca besar yang menghadap ke halaman belakang. Ia baru berbalik perlahan saat asistennya berdiri tegak tepat di hadapan mejanya.

‎‎"Laporan?" tanyanya singkat, nada suara tetap datar.

‎‎"Benar, Tuan," jawab Rico sambil menyodorkan map hitam itu ke atas meja, lalu melanjutkan laporannya dengan jelas dan terukur, "Saya sudah menyusun semua data yang kami temukan. Wanita yang Tuan selamatkan bernama Kania Adelia Wijaya. Usianya dua puluh empat tahun."

‎‎Victor membuka map itu perlahan, matanya menyapu baris demi baris dokumen, sementara asistennya terus melanjutkan penjelasannya.

‎‎"Wanita itu adalah putri kandung dari Tuan Aryan Wijaya dan mendiang Nyonya Kirana. Setelah istri pertamanya meninggal, Tuan Aryan Wijaya menikah lagi dengan seorang wanita bernama Melani, dan mereka memiliki putri bernama Luna Callista Wijaya."

‎‎Jari Victor berhenti di satu baris nama, rahangnya sedikit mengeras. Aryan. Haris. Melani. Luna Callista.

‎‎"Di buang dan langsung diganti," gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri. "Lanjutkan."

‎‎"Tidak ada yang tahu pasti kenapa Nona Kania malam itu di usir dari rumah," tambah Rico. "Tapi ada kabar jika keluarga Tuan Aryan meminta kepada keluarga Tuan Darius untuk mengganti calon istri dari Haris Dwi Baskara menjadi Nona Luna, adik tiri dari Nona Kania sendiri."

‎‎Victor menutup map perlahan, menatap sampulnya dengan tatapan tajam penuh perhitungan. Tak ada rasa kasihan yang terlihat, namun ada kepastian yang mulai terbentuk di benaknya.

‎‎"Jadi Tuan Aryan ini membuang putri sulungnya," gumamnya pelan, lalu menatap asistennya kembali. "Lalu mengganti calon menantu keluarga Baskara menjadi putri dari istri keduanya."

‎‎Rico mengangguk, "Benar, Tuan. Ini data dan keterangan yang saya dapatkan setelah penyelidikan. Hanya saja untuk alasan Nona Kania di buang, saya belum dapat jawabannya, Tuan."

‎‎Victor berdiri perlahan, memasukkan kedua tangannya ke saku celana, lalu melangkah mendekati jendela. "Baik. Lanjutkan terus penyelidikanmu sampai tuntas. Langsung lapor padaku jika kamu menemukan sesuatu."

‎‎Rico menundukkan sedikit, "Baik, Tuan."

‎‎Selesai dengan laporannya, Rico keluar meninggalkan ruangan. Setelah pintu tertutup, Victor masih berdiri di depan jendela. Pikirannya tertuju pada satu nama di dalam berkas itu.

‎‎Kania Adelia Wijaya.

‎‎Ia mengingat wajah pucat wanita itu, selimut yang dicengkeram erat, dan kalimat lemah 'Hidupku sudah hancur semalam.'

‎‎Victor mendengus pelan. "Di buang karena nama baik..."

‎‎Ia berbalik dan berjalan kembali ke sisi mejanya, menatap map hitam itu lama dan membukanya kembali.

‎‎Tuan Aryan Wijaya. Haris Dwi Baskara. Melani. Luna Callista Wijaya.

‎‎Nama-nama itu ia hapal satu per satu. Bibirnya membentuk senyum tipis tanpa kehangatan.

‎‎"Menarik..." gumamnya rendah. "Keluarga yang membuang darah dagingnya sendiri demi reputasi."

‎‎Ia mengambil pena, mencoret nama Kania Adelia Wijaya di atas kertas putih.

‎‎"Milikku sekarang." gumamnya. "Hidupnya, ada di tanganku."

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
terimakasih so much kk author... ending yg manis... kayak aku 🤣🤣😍😍
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih kembali kakak /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
MamDeyh
Loveee sekebon kakkkk
🔥Violetta🔥: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Elina thea
selamat berbahagia kania_victor,jangan lupa ngadon biar ada tambahan keluarga baru....
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
Elina thea
betapa beruntungnya si luna...di saat terpuruk pak aryan sebagai ayah slalu ada di sampingnya,kasian Kania.....
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tau² udh end aja thor pengen liat victor & kania junior 🤭 sumpah cerita nya bagus i like it thor 🥰
semangat trs untuk karya² selanjutnya kk 😘
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 😁🙏
total 1 replies
Rizky Manik
terimakasih sudah menyajikan karya yg luar biasa thor
kamu dan karyamu sangat keren🥰🥰
peluk jauh🤗
teruslah berkarya thor💪🏼
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak /Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
terima kasih atas karya luar biasanya kaka..tetap smangat untuk lanjut karya selanjutnyaaa/Kiss//Kiss/
🔥Violetta🔥: Terimakasih banyak kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mereka akhirbya saling menerima keadaan🥹
🔥Violetta🔥: Ya.. mau gimanaa lagi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Manis
bulan depan apa Minggu depan nih, paragraf sebelumnya bulan depan
🔥Violetta🔥: Makasih kak udah bantu koreksi... tandai aja kalau ada typo nanti aku revisi 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap untuk kondangan
W I 2 K: cosplay jaelangkung dong 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
W I 2 K
diperkaos y lun..... kasiannnnnnnnn, kehormatan diblas keHormatan dibayar TUNAI !!!!!!!
〈⎳ FT. Zira
andai semua tindakann salah bisa selesai dengan satu kata, menyesal.. damailah indonesia ini🤧🤧🤧
Rizky Manik
sebenarnya aku kesal sama ayah Aryan ini, cuman kita juga harus ngerti posisi ayah Aryan, cuman Luna yg dia punya saat ini. dia cuman ingin berusaha menjaga keluarga yg tersisa agar tak terlalu menyesal
kymlove...
udah di perkosa rame2 tetap dimaafin dan gak di usir kayak kania dulu, fiks sih.. bapak blo'on matii aja kau!!
Lee Mba Young
Kita lihat bakal di usir gk di Luna itu. kl gk berarti pak Aryan cm sayang ma Luna gk sayang ma Kania.
Lee Mba Young
di perkaos pasti Luna. tp Wes gk perawan kn dia.
zahrahaifa
pasti abis diperkaos.... rasain....1 sama....kita liat pemirsah apakah anak kesayangan bakalan diusir
kymlove...
gantian lun, kamu juga ngrasain rsanya di nodai orang lain, yah meskipun km udh gak suci sih kan sisa 2 lelaki 😌
zahrahaifa
mampoooss lu ... culik aja pak.... enak bener idup lo udah berbuat jahat + mau ngebunuh orang masih aje lenggang kangkung... klo perlu buang ke tengah laut
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
berharap boleh lun,,tapi lihat keadaan lah.. masih mimpi aja🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!