NovelToon NovelToon
Bos Dingin Si Gadis Cendol

Bos Dingin Si Gadis Cendol

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Putri Tanjung

Syifa terpaksa menandatangani surat perjanjian nikah kontrak dengan lelaki yang bernama Bima Saputra untuk melunasi utangnya. Gadis itu juga dilema dengan cinta tulus dari sosok pria bernama Arka.
Persaingan cinta pun terjadi antara Arka dan Bima. Siapakah yang akan dipilih Syifa untuk menjadi pendamping hidup yang sesuangguhnya?
IG @putritanjung2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Pura-pura Benci

Follow ig@putritanjung2020 ~

Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like, komen dan vote ya, happy reading dan terima.

Syifa baru saja sampai di rumahnya ketika jam di dinding memperlihatkan angka 07:05 WIB. Gadis itu langsung memarkirkan motor matic kesayangannya di teras rumah.

“Assalamualaikum.”

Gadis itu memang selalu mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah walau pun sedang tidak ada siapa-siapa karena sang Bunda mengajarkan tidak hanya manusia yang menempati alam tempat mereka berada. Bisa saja ada malaikat yang sedang berada di dalam rumahnya sedang berzikir hingga malaikat pun akan menyahuti dan mendoakan apa yang dia ucapkan.

Anak perempuan Ibu ayu itu masuk ke dalam rumah sambil membawa pakaian kotor milik adiknya semalam yang masih ada noda darah. Kain itu akan dicucinya hari ini juga biar darah yang melekat tidak terlalu susah untuk mengatasinya.

‘Ya Allah … ternyata masih ada orang baik seperti Arka di dunia ini,’ katanya di dalam hati.

‘Aku nggak pernah menyangka bisa mengenal orang sebaik dia, tapi dia sebenranya siapa ya? Sepertinya itu juga bukan urusanku,’ lanjut lagi masih saja memikirkan pria tampan anak dari pemilik rumah sakit tempat adiknya dirawat.

Syifa tak pernah menyangka akan berkenalan dengan seorang pria berhati malaikat seperti Arka. Bukan saja wajahnya yang sudah tampan rupawan tetapi hatinya begitu baik penuh keikhlasan dan juga dermawan, membuat gadis itu merasa begitu kagum atas perhatian yang diberikan Arka pada keluarganya. Hanya saja mereka belum begitu dekat, karena mereka berdua masih terlalu dini melakoni pertemanan.

“Astagfirullah, aku kok bisa-bisanya mikirin orang itu sih? Ini nggak bener dan nggak boleh terjadi! Untung hanya aku sendiri di rumah. Coba kalau ada Bunda, dia pasti akan memelukku!” monolognya tersenyum sendiri.

Syifa hanya menyayangkan saja kenapa pria setampan Arka harus membuat pikirannya melayang entah ke mana, padahal mereka baru saja berjumpa dan baru kenal juga. Selama ini sudah begitu banyak lelaki yang mencoba peruntunagan untuk mendekati dan juga menyatakan cinta padanya tapi belum ada satu pun yang srek di hatinya.

“No! Aku harus fokus!” lanjutnya tetap bicara sendiri dan memulai kegiatannya di rumah.

Gadis itu mengawali pekerjaan di rumahnya dengan merendam semua pakaian kotor yang akan dicuci di dalam kamar mandi. Setelah itu barulah dia mengambil sapu dan mulai membersihkan rumah, nginem setiap pagi merupakan rutinitas yang sudah teramat biasa dilakukannya.

Tak ada kata lelah di dalam kamus seorang Syifa saat melakukan semua pekerjaan yang kebanyakan dihindari oleh para gadis dengan status mahasiswa mahasiswa manajemen bisnis itu.

Di jaman milenial ini, rata-rata para gadis sangat menghindari yang namanya masuk ke wilayah dapur karena takut kecantikan kukunya jadi ternoda. apalagi harus mencuci pakaian dengan tangan penuh deterjen yang bisa saja merusak kulit dan juga kukunya.

"Huff, akhirnya semua selesai juga," ucapnya bermonolog lagi setelah semua aktifitas pagi beres dengan sempurna.

Rumah telah bersih mengkilap, wangi lemon menguar di seluruh ruang hampa rumah sederhananya. Sekarang saatnya gadis itu mencuci pakaian yang telah direndamnya dengan deterjen.

Sementara itu, Arka kembali melakukan aktivitasnya sebagai seorang pemiliki rumah sakit yang sekarang sedang digunakan Syifa dalam merawat adiknya. Hanya saja keluarga Syifa belum mengetahui jati diri Arka yang sebenarnya. Seorang dokter umum sekaligus direktur utama salah satu rumah sakit ternama di pusat kota.

Saat Arka semalam berpamitan, Syifa memberikan senyuman yang begitu melekat di dalam kepala Arka. Ya, senyum yang terlihat begitu indah dan sempurna mampu mengalihkan dunia Arka dari pekerjaan yang selama ini dilakoninya. Senyuman seorang gadis yang membuat kepala Arka dipenuhi nama gadis mungil itu.

'Syifa, siapa nama lengkapmu? Kenapa semalam aku nggak bertanya ya, andai saja mengetahui nama lengkapnya … pasti bakal langsung ketahuan kalau dia adalah Syifa yang sama dengan si gadis bar-bar incarannya Bima.'

Pikiran Arka kembali dipenuhi tanda tanya besar, mengapa Bima begitu gigih dan terobsesi ingin menyiksa dan memberi pelajaran pada gadis miskin yang bernama Syifa. Hati Arka kembali tergelitik ingin mengetahui pikiran sahabatnya itu. Akibat rasa penasaran yang tak kunjung sirna, akhirnya Arka menelpon sekretaris Bima yang tak lain adalah sahabatnya juga, Kenzi.

[Halo, Arka. Ngapain lo telpon gue jam segini? Jangan bilang masih berhubungan dengan gadis yang kita bicarakan di WAG semalam?] Kenzi langsung mengetahui niat asli sobatnya itu saat sengaja menghubunginya.

Bagaimana mungkin Kenzi tidak bisa mengerti karena memang dari cara Arka dan Bima bicara saja, pria yang berprofesi sebagai sekretaris sahabatnya itu sudah bisa langsung memahami kalau ada pancaran cinta dari manik mata kedua sahabatnya.

"Hebat lo, sejak kapan pintar ngelamar eh ngeramal gue, hahaha. Ya, gue mau tahu dari lo, kenapa Bima begitu tertarik ingin menjadikan Syifa sebagai pelayannya sih? Gue nggak percaya kalau cuma gara-gara kaca mobilnya yang pecah doang sampai minta ganti rugi segala 65 juta, dan parahnya saat gue mau ngeganti dengan uang 100 juta malah Bos lo dingin lo itu gak mau! Asli gue curiga sama dia, jangan bilang kalau Bima sebenarnya juga mengincar Syifa sebagai gebetan! Lo mau kan ngasih tau gue?" tanya Arka lewat telpon pintarnya.

Dokter itu menelpon dengan tangan memegang segelas kopi hitam kesukaannya. Aroma harum kopi tubruk, menguar begitu saja membuat rasa ngantuk langsung hilang saat menghidunya.

Arka sangat yakin, dengan status Kenzi sebagai seorang sekretaris pribadi, sudah pasti pemuda itu tahu banyak tentang apa yang terjadi sama Bima Saputra.

[Naah, 'kan … gue udah feeling tuh dari tadi kalau lo juga sama dengan Bima. Kalian berdua udah deh ngaku aja! Kalau lagi jatuh cinta pada gadis yang sama. Bukannya tadi malam udah deal kalau kalian akan bersaing secara sehat? Terus mau nanyain apa lagi sih dari gue?] Kenzi malah tidak menjawab apa yang membuat Arka jadi penasaran. Pemuda itu dengan santai membalikkan pertanyaan.

"Lo nggak usah ngalihin pertanyaan gue deh. Jawab saja apa yang ditanyakan." Arka mulai merasa tak sabar sama penjelasan sahabatnya.

[Penjelasan apa lagi Pak Direktur Arka …?] Kenzi merasa jika dirinya telah begitu gamblang mengatakan kalau kedua sahabatnya sedang dalam mode jatuh cinta. So … sudah pasti itu menjadi jawaban dari pertanyaan yang diajukan Arka.

"Gue nanya, kenapa Bima ingin menjadikan Syifa sebagai pelayannya dan menjadikan gadis itu alat untuk membayar utang? Bahkan gue ditolak mentah-mentah sama dia saat mau mengganti kaca mobilnya yang tak seberapa itu! Bima udah kayak orang kere aja, kesel gue lama-lama ama dia!” Suara Bima mulai meninggi.

Bagaimana pria itu tidak menjadi emosi dan mengeluarkan nada tinggi setelah mendengar jawaban Kenzi yang terkesan berbelit-belit.

[Astaghfirullah, Arka. Lo itu kalo oon jan dipiara, nampak kali kalau lo itu emang lagi dimabuk cinta. Masa udah ngeliat si Bima kayak cacing kepanasan gitu tapi lo masih kagak bisa mikir juga? Heran gue ama lo! Tapi bener juga sih, kalian berdua kan emang lagi nggak ngerti logika hahaha taunya hanya jatuh cinta pada pandangan pertama uhuuuy]

Kenzi menjawab masih dengan penuh teka-teki yang membuat kepala Arka sama sekali tak mengerti, karena memang pria itu 11-12 dengan Bima yang tak mau berdekatan dengan perempuan tetapi Arka lumayan terbuka pada orang lain. Terutama terhadap sang mama yang selalu menjadi wanita pertama tempatnya berkeluh kesah dan juga sharing tentang apapun yang terjadi di dalam hidupnya.

Sifat itu tentu berbanding terbalik dengan Bima yang lebih banyak diam sejak ibunya depresi, hanya ketika dirinya benar-benar sudah sangat buntu, barulah pria itu mengadu pada ibunya. Hal yang membuat Bima semakin merasa pilu sebab sang ibu tak akan pernah meresponnya.

“Lo gak usah nerangin berbelit kayak begitu! Ngomong aja yang jelas napa sih? Ribet amat lo jadi orang! Maksud lo apa sih ngomongin Bima pura-pura benci sama Syifa?”

1
lailasyarma
Luar biasa
LENY
NNT KEL ARKA MENGHINA SYIFA KAYAKNYA KRN JODOH YG DIPILIH ORANG TUANYA ANAK ORANG KAYA SELEVEL.
LENY
sdh kasih VOTE JG
LENY
SELALU LIKE THOR DAN ASH VOTE
murniati cls
dia tak ingat udah nyerempet motor Syifa,yg ingat dianya yg rugi
Tri Puji
up thor
Tri Puji
up dong uni...
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
kakekmu pasang cctv bim😂😂😂
Nyai iteung
done
kanaya
semangat pagi kak, dan semangat up nya yahh 😗💐
kanaya
mampir
Muzie✰͜͡v᭄
keren👏
Lovierin💫
aku mampir kak jangan lupa mampir karya ku ya
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
yeay...Syifa dilamar Bima
ciye ciye ciye... .si beruang kutub udah gak jones lagi
ditunggu season 2nya
Mariyani Sumbawa
aku suka setiap karya mu uni
🍾⃝ͩʙᷞᴀͧʙᷠʏᷧ ɢɪʀʟʟ
oke uni 👍👍👍🙏💪💪💪
ciptoami
mantap jiwa
candra rahma
👍🏻
𝕬𝑛n̰🅰_𝓲k͢ᴜ 𝑎k̶𝖚❤️💚
budiallll..🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
𝕬𝑛n̰🅰_𝓲k͢ᴜ 𝑎k̶𝖚❤️💚
gk bisa bayangin gimana ya bentuk cincin uang lima lembar dollar itu di jari🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!