Di Kerajaan Awan, Kaisar muda bernama Jing Yan difitnah dan dibunuh secara keji oleh Tang Long, seorang Kultivator Pedang dari Sekte Pedang Roh Biru, dan Fang Zhelan, putri Perdana Menteri yang berkhianat demi merebut takhta. Keluarga Fang lalu mengambil alih kerajaan, mencoreng nama baik Jing Yan selamanya.
Namun, kematian bukanlah akhir bagi Jing Yan. Jiwanya ditarik ke dalam Peti Mati Perunggu Kuno milik seorang Pencipta Immortal yang telah mati. Dengan menggunakan sisa kulit sang Immortal, Jing Yan bereinkarnasi ke dalam tubuh baru yang sempurna. Ia ditemani oleh dua kesadaran dalam satu makhluk kecil bernama Bintang Biru dan Bulan Merah—yang merupakan jelmaan dari peti mati tersebut.
Jing Yan mengetahui bahwa ia mewarisi kekuatan Pencipta Immortal. Untuk menjadi kuat, ia harus mengumpulkan Benih Ciptaan, yaitu fragmen kekuatan sang Immortal yang tersebar di seluruh dunia. Tujuan utamanya: membalas dendam kepada Tang Long dan Fang Zhelan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 - Sekte Pedang Roh Biru
"Lari!"
Fang Yutian yang sudah diliputi kepanikan sama sekali tidak menunggu para pengawalnya. Ia segera berbalik dan melarikan diri sambil mengeluarkan raungan keras.
Jeritan memenuhi udara. Tua maupun muda dari Keluarga Fang, kini berlarian seperti kelinci yang ketakutan. Mereka
Namun, secepat apa pun mereka mencoba melarikan diri, pedang Jing Yan yang bagaikan bayangan maut selalu menemukan sasarannya.
Sret! Sret!
Setiap kali pedangnya menusuk, satu lagi anggota Keluarga Fang menemui ajal.
"Kakakku! Anakku!"
Fang Yutian menoleh tepat pada saat impian yang selama ini ia bangun hancur di depan matanya. Dinasti Fang yang selama ini ia dambakan lenyap hanya dalam beberapa saat. Mayat-mayat bergelimpangan memenuhi halaman.
Dalam kepanikannya, Fang Yutian berteriak, "Tahan dia! Aku akan mencari putriku!"
Namun tanpa ragu sedikit pun, ia justru mendorong istrinya ke arah Jing Yan yang sedang menerjang. Ia bahkan belum sempat melangkah dua langkah ketika kepala istrinya yang telah terpenggal jatuh tepat di hadapannya. Pemandangan mengerikan itu membuat wajahnya pucat pasi dan napasnya tercekat.
Fang Yutian langsung berlutut sambil memohon, "Ampuni aku! Aku akan menyerahkan seluruh kekayaan Negeri Fang kepadamu!"
Jing Yan mencengkeram lehernya dan mengangkat mantan Perdana Menteri. Ketakutan yang memenuhi mata Fang Yutian begitu jelas saat pandangan mereka saling bertemu.
"Fang Yutian," ujar Jing Yan sambil tersenyum tipis, "putrimu memiliki Jiwa Pedang, bukan? Kalau begitu, lihat ini."
Dari tangan kanannya muncul sebilah pedang yang tersusun dari energi berwarna biru langit.
"Jiwa Pedang! Kau... kau juga seorang jenius! Seorang Immortal Pedang!" Fang Yutian berteriak dengan mata yang dipenuhi air mata. "Kenapa? Kenapa kau melakukan semua ini? Apa salah keluargaku kepadamu?"
Jing Yan hanya tertawa pelan. Ia menunjuk wajahnya sendiri sambil berkata dengan nada mengejek, "Fang Yutian, kau sudah melupakanku? Padahal kau sedang mengenakan jubahku."
Saat itu juga Fang Yutian mengenalinya. Rasa ngeri langsung memenuhi wajahnya.
"Jing Yan! Jadi... jadi kau!"
Darah mengalir keluar dari seluruh lubang di tubuhnya, sementara lidahnya bergetar hebat ketika mengucapkan kata-kata itu.
"Bagaimana kalau aku mencoba kekuatan Jiwa Pedangku padamu?"
Jing Yan mengangkat pedang cahayanya yang memancarkan sinar biru kehijauan, lalu menusukkannya hanya sekitar setengah inci ke leher Fang Yutian.
Sret!
Suara daging yang terbakar terdengar. Jing Yan melihat dengan penuh minat bagaimana daging di leher Fang Yutian langsung berubah menjadi kabut darah dan tersedot masuk ke dalam pedangnya, meninggalkan luka menganga yang mengerikan.
"Menarik... Pengubur Langit memang terlihat biasa saja dengan cahaya biru kehijauannya. Tapi ternyata kekuatannya benar-benar mematikan. Pedang ini mampu menyerap hakikat kehidupan. Baik binatang maupun pepohonan, semuanya akan layu di hadapannya." ujar Jing Yan, teringat pada berbagai legenda mengenai Pilar Ilahi.
"Jing Yan! Tidak peduli kalau kau hidup kembali! Dengan Jiwa Pedang milik putriku, dia pasti akan membunuhmu sekali lagi!" Fang Yutian berteriak dengan suara yang dipenuhi rasa sakit dan ketakutan.
"Membunuhku?" Jing Yan mendekat ke telinganya dan berbisik dengan suara sedingin es. "Setelah selesai denganmu, aku akan pergi ke Sekte Pedang Roh Biru dan menghadiahkan nasib yang sama kepada mereka."
Dengan satu gerakan cepat, Pengubur Langit langsung menembus tenggorokan Fang Yutian.
"Aaagh!"
Fang Yutian mengeluarkan jeritan terakhirnya. Tubuhnya kemudian hancur menjadi kabut hitam yang seluruhnya diserap oleh pedang Jing Yan hingga tidak ada sedikit pun yang tersisa.
Demikianlah, garis keturunan Keluarga Fang pun musnah sepenuhnya.
"Negeri Awan... negeriku..." Jing Yan bergumam pelan sambil berdiri di atas tembok kota.
"Negeri ini kini berada di bawah perlindungan Sekte Pedang Roh Biru. Meski Keluarga Fang telah lenyap, rakyat seharusnya masih dapat hidup dengan damai."
"Kepada mereka yang dahulu memanggilku sebagai penguasa zalim karena dianggap menghina para dewa, ketahuilah bahwa semua itu bukanlah kesalahan kalian. Seorang penguasa harus memikul tanggung jawab atas ketidaktahuan rakyatnya."
"Tetapi ingat baik-baik." Jing Yan berkata dengan suara tegas. "Tak lama lagi aku akan kembali membawa kepala Fang Zhelan dan Tang Long. Dan pada hari itu, kalian akan mengetahui bahwa aku sama sekali tidak pernah memelihara iblis ular itu!"
"Aku tidak akan pernah mundur! Aku akan mengirim semua sampah yang pantas mati menuju kematian mereka. Dan tidak akan ada lagi orang yang tidak bersalah menjadi korban!"
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Jing Yan melompat turun dari tembok kota lalu menghilang ke arah utara.
~ ~ ~ ~ ~
Tiga bulan kemudian, di bawah langit yang luas, Jing Yan tiba di gerbang megah Sekte Pedang Roh Biru.
"Jadi... inilah Sekte Immortal, berdiri tinggi di atas dunia fana bagaikan langit."
Dari kejauhan terdengar sebuah teriakan.
"Siapa pun yang ingin menaiki Jalan Surgawi dan bergabung dengan Sekte Pedang Roh Biru, segera berbaris!”
Jalan Surgawi!
Selama perjalanan menuju tempat ini, Jing Yan telah mengumpulkan banyak informasi.
Ia tahu bahwa Jalan Surgawi merupakan sebuah ujian yang sangat berat. Hanya mereka yang memiliki bakat dan kekuatan yang cukup yang mampu mendakinya dan diterima sebagai murid Sekte Pedang Roh Biru.
Saat ia terus melangkah maju, sesuatu tiba-tiba menarik perhatiannya.
Di antara kerumunan para peserta ujian, ia merasa melihat sosok yang sangat dikenalnya. Fang Zhelan.
"Dia juga datang untuk mengikuti ujian Jalan Surgawi?" Dengan senyum penuh sindiran, Jing Yan mengamati Fang Zhelan. "Kau berharap membuat semua orang tercengang di Jalan Surgawi dengan Jiwa Pedang tingkat Bintang milikmu? Bermimpi memasuki Sekte Pedang Roh Biru dengan kepala tegak?"
Selama tiga bulan terakhir, Jing Yan telah mengubah penampilannya. Itu adalah rahasia yang ia simpan rapat-rapat.
Sama seperti Fang Yutian sebelumnya, Fang Zhelan dan Tang Long baru akan mengetahui siapa dirinya beberapa saat sebelum mereka mati.
"Dengarkan baik-baik!"
Di depan Jing Yan, seorang wanita berjubah merah melangkah maju dengan anggun. Kulitnya putih bersih, wajahnya semerah bunga persik. Setiap gerakannya memancarkan keanggunan yang membuat semua orang memusatkan perhatian kepadanya. Meskipun sangat cantik, aura dingin yang dipancarkannya membuatnya terlihat sangat sulit didekati.
"Ujiannya sederhana dan adil. Sepuluh orang pertama yang berhasil menaiki Jalan Surgawi akan diterima menjadi murid Sekte Pedang Roh Biru dan memperoleh kebebasan untuk menjelajahi langit." Ia mengucapkannya dengan nada yang begitu dingin. "Yang lainnya boleh langsung pulang."
Setelah berbicara, pandangannya menyapu seluruh kerumunan. Ratusan jenius bela diri dari berbagai negeri bahkan tidak berani menatap balik sorot matanya yang sedingin es.
"Generasi kali ini benar-benar mendapat keberuntungan yang hanya muncul sekali dalam seratus tahun," lanjutnya.
"Mengapa kau berkata begitu, Tetua Ning?" tanya seorang pemuda.
Pemuda itu mengenakan jubah emas dan dihiasi begitu banyak perhiasan, jelas terlihat berasal dari keluarga bangsawan.
Begitu melihatnya, wajah dingin wanita cantik itu langsung berubah menjadi senyum lembut.
"Karena tiga orang pertama yang berhasil mencapai puncak akan mendapatkan hadiah yang sangat berharga! Juara ketiga akan memperoleh tulang iblis berusia seratus tahun. Juara kedua akan mendapatkan tulang iblis berusia dua ratus tahun. Sedangkan juara pertama..."
Ia sengaja berhenti sejenak, sementara secercah rasa iri tampak melintas di matanya.
Kemudian ia meninggikan suaranya. "...akan memperoleh tulang iblis berusia lima ratus tahun!"
Kerumunan langsung meledak dalam kegembiraan setelah mendengar pengumuman itu.
"Bukankah sebelumnya hanya juara pertama yang mendapat hadiah? Dan hadiahnya pun hanya tulang iblis berusia seratus tahun?"