Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustrasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin itu untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul ‘My Kepet pet’. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
“Keren nih game, bisa dapet duit beberan nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi.”
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot!!
“What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?” Mila melongo melihat kegagalannya.
“Aaaa .... ini sungguh tidak adil!!” teriak Mila.
Bagaimanakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Pokoknya kali ini nggak boleh gagal." Mila serius menunggu ikan yang dibakarnya matang.
Beberapa saat kemudian ikannya sudah berwarna keemasan, aroma harum menguar membuat perut para manusia itu kelaparan. Jingga dan Abel ikut mendekat kearah Mila, "Wah enak nih."
"Ayo kak gabung," Mila memberikan seekor ikan kepada Jingga.
"Nih buat kamu juga." Mila memberikan satu ikan lainnya untuk Abel.
Mereka makan dengan lahap melupakan ketiga makhluk aneh itu. "Jorok," ucap Deon yang ternyata di dengar oleh Mila.
"Kalau mau bilang Bos, jangan ngehujat terus." Mila berbicara dengan mulut penuh makanan. Dia menyodorkan daging ikan dengan tangannya. Deon menolak berlari kesana kemari menghindari suapan dari Mila.
Kegiatan mereka terhenti saat suara gemuruh terdengar keras. Mereka mencari sumber suara itu yang ternyata berasal dari dalam danau yang berada di sana. "Eh, suara apa tuh Mil?" Jingga mundur ketakutan.
Semua orang mundur kebelakang, api unggun telah padam oleh cipratan air danau itu. Seekor naga air keluar dari danau itu. Mila menebas naga itu, tetapi tebasannya tidak berarti apapun. Naga itu kembali ke wujud semula terus menerus.
"Via! gimana caranya ngalahin naga ini?" Mila merasa usahanya sia-sia.
Gue nggak ada ide nih Ciripa, loe pikir sendiri aja!
Sebuah serangan mengenai bahu Mila, membuat bahu kirinya terluka. "Via! ada nggak alat yang bisa bikin air jadi beku?"
Tidak ada jawaban dari Via, tetapi tiba-tiba sebuah gelang yang dua kali lebih besar dari lengannya melingkar di tangan Mila. Gelang itu tidak jatuh ataupun melorot dari tempatnya. Mila mencoba mengarahkan tangannya ke arah naga air tersebut, naga itu membeku.
Mila mengangkat tinggi pedangnya hendak menebas patung es naga air itu, tetapi seekor naga berwarna seperti api datang menyerbu Mila. "Awass!!!" teriak Mila.
"Segera berlindung!" perintah Abel.
Semua orang berlindung didalam hutan dekat danau itu. Abel maju kedepan bermaksud untuk membantu Mila. "Via! Minta pedang satu lagi untuk Abel." pinta Mila.
Secara ajaib dan tiba-tiba, sebuah pedang berada di tangan Abel. "Jangan lukai naga air itu, aku mempunyai sebuah ide. Kita pancing naga api itu untuk menyemburkan apinya kepada naga air yang akan melelehkannya dan kita beri mereka waktu untuk duel." Mila mengutarakan idenya saat bersembunyi di balik batu.
"Oke, kita coba." Abel dan Mila melakukan rencana mereka, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan rencananya. Naga air yang terbebas itu justru berteman dengan naga api.
"Tidak mungkin! Kenapa bisa begini." Mila menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Sekarang bukan waktunya joget geleng-geleng! Awas!" Abel menyelamatkan Mila dari semburan Api.
"Aku memiliki senjata es untuk membekukan air, tetapi aku tidak tahu cara mengalahkan naga api itu."
Ditengah-tengah waktu mereka berpikir, kawanan pasukan Cosmo datang dan melawan naga itu mati-matian. "Kesempatan kita untuk kabur dulu." Abel menarik tangan Mila. Jingga yang melihat kepergian Mila dan Abel pun segera mengikuti dari belakang.
Deon melompat ke atas dahan pohon untuk menyusul Mila, sedangkan Elvan masih berada di dalam gendongan Jingga. Mereka bergegas berpindah tempat, menghindari naga dan anak buah Cosmo.
Mereka semakin masuk kedalam hutan, sinar matahari tidak dapat menembus kedalam membuat keadaan menjadi lembab. Binatang melata pun berkeliaran disana. Jingga berjingkat-jingkat menghindari banyak hewan kecil.
...###...
Novel nyesek nih teman-teman 😭😭 , bagus banget nih😍😍👇👇
Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.
Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.
Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?