NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengadu Domba

​ROOOAAARRR!!!

​Aura energi Ular Naga Bertanduk melonjak drastis secara tidak masuk akal. Sisik hitam legamnya mulai memancarkan pendaran cahaya merah gelap yang pekat, sementara sepasang tanduk di dahinya tumbuh bertambah panjang. Tekanan spiritualnya yang teramat tirani membuat pepohonan di sekitar lembah tumbang satu per satu bagai rumput kering.

​Wajah Zhao Feng seketika memucat pasi. "Mustahil... Binatang keparat ini sedang berada di fase kritis menerobos ke ranah Foundation Establishment!"

​Para murid Sekte Pedang Awan yang semula berdiri angkuh kini mulai didera kepanikan massal. "Kakak Senior Zhao Feng! Apa yang harus kita lakukan sekarang?!"

​Zhao Feng menggertakkan rahangnya dengan sangat geram. "Hancurkan dan bunuh ular sialan ini sekarang juga sebelum proses evolusinya selesai sepenuhnya!"

​Wush! Wush! Belasan murid elit langsung menyerbu maju. Puluhan bilah pedang terbang berenergi melesat cepat di udara, mengincar tepat ke arah kepala Ular Naga Bertanduk.

​Clang! Clang! Clang!

​Percikan bunga api memenuhi ruang udara lembah. Namun... sebuah kenyataan pahit terjadi. Tidak ada satu pun pedang terbang pusaka mereka yang sanggup menembus ketebalan sisik zirah ular tersebut. Sebaliknya, beberapa pedang justru retak dan patah akibat benturan frontal.

​"Bagaimana mungkin pertahanannya sekuat ini?!" seru salah seorang murid dengan wajah horor.

​Yu Chen yang menyaksikan dari kejauhan menggelengkan kepalanya perlahan. "Kalian benar-benar terlambat. Begitu proses mutasi evolusi telah dimulai, seluruh struktur sisik fisiknya akan dilapisi oleh energi pelindung kosmik yang membuatnya mengeras berkali-kali lipat."

​Liu Xue menatap Yu Chen dengan cemas. "Lalu... dengan cara apa kita bisa mengalahkannya?"

​Yu Chen tidak langsung menyahut. Sepasang mata jeli pemburunya justru beralih menatap tajam ke arah sosok Zhao Feng. Sebuah senyuman tipis yang teramat licik perlahan terukir di sudut bibirnya.

​"Jika aku memaksakan diri menghadapi aliansi sekte dan ular raksasa ini sekaligus... peluangku untuk selamat hampir mendekati angka nol," analisis Yu Chen dalam hati. "Namun... jika aku menggunakan taktik mengadu domba agar mereka saling menghancurkan eksistensi satu sama lain... maka konklusinya akan menjadi jauh berbeda."

​Diam-diam, jari tangan kiri Yu Chen bergerak lihai mengambil sebutir batu kerikil kecil dari atas tanah. Dengan mengerahkan sedikit sentakan riak Qi Kekacauan Purba yang nyaris tidak terdeteksi oleh mata fana, ia menjentikkan kerikil tersebut ke udara.

​Tak!

​Kerikil itu menghantam tepat di bagian gagang salah satu pedang terbang milik murid Sekte Pedang Awan yang sedang melayang. Akibat benturan kecil tersebut, lintasan arah tebasan pedang terbang itu mendadak terdistorsi ekstrem, berbelok tajam ke sudut sempit.

​Sret!

​Mata pedang itu melesat horizontal dan menyayat telak tepat di bagian kornea mata kiri Ular Naga Bertanduk!

​ROOOOAAARRR!!!!!

​Sebuah raungan penuh amarah yang teramat gila mengguncang seisi Lembah Berdarah. Satu-satunya mata emas sang ular yang tersisa seketika berkilat merah darah, mengunci pandangannya lurus tepat pada sosok Zhao Feng yang berdiri di barisan depan. Aura membunuh yang mengerikan meledak hebat.

​Zhao Feng seketika membeku di tempatnya standing, jantungnya berdesir hebat. "Sial! Bukan aku yang melakuk—"

​Belum sempat kalimat pembelaannya selesai diucapkan...

​BOOOOMMMM!!!

​Ular Naga Bertanduk langsung menerjang maju dengan kecepatan yang memicu ledakan sonic. Satu kibasan ekor raksasanya sanggup meratakan belasan pohon besar hingga menjadi puing.

​"Seluruh murid! Bentuk formasi pertahanan abadi! Tahan binatang ini!!!" teriak Zhao Feng histeris. Pertempuran besar berskala brutal pun pecah seketika.

​Yu Chen bergerak cepat bagai siluet kabut. Menggunakan Langkah Bayangan Ilusi, ia menarik lengan baju Liu Xue dan Zhang Hu, membawa mereka mundur berlindung di balik sebuah bongkahan batu raksasa yang aman di tepi lembah.

​Liu Xue memandangnya dengan dahi berkerut bingung. "Kakak Yu Chen... apa kita benar-benar tidak akan turun tangan membantu mereka?"

​Yu Chen menyunggingkan senyuman dingin yang sarat akan cemoohan. "Mereka datang ke hutan terlarang ini dengan kesombongan murni untuk merampas harta. Sekarang, biarkan anjing-anjing sekte itu membayar harga yang setimpal atas keserakahan mereka sendiri."

​Di kejauhan arena dasar lembah, rentetan jeritan histeris kematian dari para murid Sekte Pedang Awan terus bergema beruntun. Satu demi satu tubuh mereka hancur tercabik-cabik oleh amukan ular raksasa. Beberapa murid yang ketakutan mulai melarikan diri tunggang-langkik.

​Namun, Zhao Feng yang posisinya terdesak mendadak mengerahkan gerakan nekat. Dengan tangan berlumuran darah, ia merobek cincin penyimpanannya dan mengeluarkan selembar jimat kertas berwarna emas murni yang memancarkan tekanan spiritual yang sangat pekat.

​Tepat pada detik ketika jimat emas itu diangkat ke udara, suara panik Roh Menara mendadak berseru langsung di dalam kesadaran pikiran Yu Chen:

​"Shen Yu! Celaka! Benda di tangan bocah itu bukan jimat pertahanan biasa! Itu adalah [Jimat Pemanggil Proyeksi Roh Tetua Agung]!"

​Manik mata Yu Chen seketika menyipit tajam, ekspresinya berubah menjadi sangat serius. Jika Zhao Feng berhasil memanggil proyeksi sesosok Tetua Agung sekte dunia atas ke tempat ini, maka fluktuasi riak energinya yang pekat dipastikan akan sanggup mengendus identitas buronan aslinya!

​Zhao Feng menyunggingkan sebuah senyuman penuh kebencian yang teramat kelam. "Berani sekali sekumpulan makhluk fana dan binatang roh menentang otoritas Sekte Pedang Awan milikku?! Kalian semua... hari ini mutlak harus mati menjadi abu!"

​Zhao Feng menggigit kuat ujung jari telunjuknya, lalu meneteskan darah segarnya tepat di atas permukaan jimat emas tersebut.

​WUUUUUUNGGG!!!!!

​Jimat emas itu seketika menyala terang benderang bak matahari kecil. Seberkas pilar cahaya keemasan melesat vertikal menembus awan langit lembah. Sebuah gelombang tekanan spiritual yang teramat dahsyat dan menyesakkan dada menyapu bersih seluruh area Lembah Berdarah, membuat hukum udara di sekitarnya menjadi berat.

​Yu Chen menggertakkan rahangnya. "Sial... jika seorang Tetua ranah tinggi benar-benar termaterialisasi di tempat ini, aku tidak boleh lagi tinggal di sini terlalu lama."

​Namun, belum sempat Yu Chen menggerakkan kakinya untuk melarikan diri...

​ROOOAAARRR!!!

​Ular Naga Bertanduk yang telah kehilangan kendali akal sehatnya akibat mata kirinya yang buta, kembali mengamuk membabi butang. Mengabaikan pilar cahaya jimat, ekor raksasanya melesat cepat, menghantam telak tepat di dada zirah Zhao Feng!

​BOOOOMMMM!!!

​Zhao Feng memuntahkan seteguk darah segar, tubuh fisiknya terpental hebat sejauh puluhan meter hingga menghancurkan beberapa batang pohon sebelum akhirnya tumbang tak berdaya. Jimat emas di tangannya terlepas dan jatuh ke tanah, namun... proses aktivasi pemanggilannya telah terlanjur berjalan sempurna dan tidak bisa dihentikan kembali.

​Di atas kubah langit lembah, sebuah retakan dimensi spasial berwarna hitam pekat perlahan-lahan menganga lebar. Dan dari balik celah retakan tersebut, sesosok pria tua berkaus jubah putih bersih dengan rambut seputih salju tampak melangkah turun secara perlahan di atas udara kosong.

​Pria tua itu berdiri tegak dengan angkuh di atas sebilah pedang terbang berukuran dua meter. Sebuah riak tekanan energi makro dari ranah [Foundation Establishment] Tingkat Kesembilan (Puncak) seketika menyelimuti seisi lembah, memaksa lutut dari hampir seluruh praktisi beladiri di tempat itu bergetar hebat dan jatuh berlutut di atas tanah menahan beban.

​"Hamba... hamba memberikan salam takzim tertinggi kepada Tetua Bai!" teriak beberapa sisa murid Sekte Pedang Awan yang selamat dengan wajah semringah.

​Tetua Bai melirik sekilas ke arah tubuh Zhao Feng yang terkapar kritis di bawah tebing dengan tatapan dingin tanpa riak emosi. "Sungguh sebuah pertunjukan yang teramat memalukan. Hanya untuk sekadar menjinakkan seekor Binatang Roh dunia bawah saja, kalian semua sudah kocar-kacir seperti sekumpulan pecundang."

​Zhao Feng menundukkan kepalanya dalam-dalam ke tanah, suaranya parau menahan perih. "Mohon... mohon ampunan Senior Tetua Bai... hamba telah lalai..."

​Tetua Bai tidak membuang waktu untuk mendengarkan keluhan. Pandangan matanya kini beralih menatap lurus ke arah Ular Naga Bertanduk yang sedang mendesis geram.

​"Menarik. Binatang melata ini ternyata sudah berada di ambang batas akhir evolusi rasialnya," gumam Tetua Bai dengan senyum tipis. "Jika aku melumpuhkannya dan membawa tubuh fisiknya kembali ke sekte besar kita, makhluk ini akan menjadi modal yang teramat sangat bagus untuk dijadikan sebagai Binatang Roh Penjaga Gunung!"

​Mendengar eksistensinya akan diperbudak menjadi hewan tunggangan, Ular Naga Bertanduk mengaum murka. Dengan sisa tenaganya, ia melompat ke udara menerjang lurus ke arah posisi Tetua Bai.

​BOOOOMMMM!!!

​Tetua Bai hanya mengangkat tangan kanannya secara santai ke udara, bahkan tangan kirinya tetap terlipat di belakang punggung tanpa sudi menghunus bilah pedang terbangnya.

​Wush! Sebuah wujud telapak tangan raksasa berskala kolosal yang terbuat dari kepadatan energi Qi murni seketika termaterialisasi di udara, lalu menghantam keras tepat di atas tempurung kepala monster ular tersebut.

​DUAAARRRRR!!!!!

​Tubuh Ular Naga Bertanduk yang beratnya puluhan ton itu seketika terhempas hebat, terlempar sejauh puluhan meter hingga menghantam dinding tebing lembah hingga amblas ke dalam. Seluruh Lembah Berdarah berguncang hebat akibat benturan tersebut.

​Liu Xue yang menyaksikan demonstrasi kekuatan absolut itu seketika memucat pasi tanpa darah. "Ini... ini adalah wujud nyata dari tingkat kekuatan ranah Foundation Establishment Puncak...?"

​Yu Chen menyipitkan matanya tajam, menggelengkan kepala perlahan. "Bukan. Itu bahkan belum merepresentasikan 20 persen kekuatan aslinya. Bajingan tua itu hanya sedang bermain-main menguras stamina ular tersebut."

​Di dalam dimensi Cincin Penyegel Langit, suara Roh Menara kembali bergema dengan nada suara yang teramat berat dan sarat akan kecemasan kuno. "Shen Yu... ingat peringatan emasku. Jangan pernah sekali-kali kau meremehkan kapasitas para tetua dari sekte besar dunia atas. Kekuatan fisik mereka memang berbahaya, namun... tingkat kelicikan dan kelicikan otak mereka jauh lebih mematikan daripada energi makro mereka!"

​Tepat pada detik ketika kalimat Roh Menara baru saja selesai terngiang di benaknya...

​Wush!

​Sepasang kelopak mata milik Tetua Bai mendadak bergerak secara horizontal. Pandangan mata tajamnya tiba-tiba bergeser 180 derajat, mengunci fokus pandangannya tepat ke arah koordinat batu besar tempat Yu Chen sedang berdiri bersembunyi!

​Mata pria tua seputih salju itu menyipit tajam, memancarkan kilatan riak deteksi. "Hm? Aura anak manusia yang ada di balik batu itu..."

​Yu Chen seketika menahan ritme pernapasannya secara ekstrem, mengunci rapat seluruh sirkulasi energi dantiannya agar tidak bocor. Meskipun saat ini ia telah mengenakan Topeng Seribu Wajah dan basis energi luarnya telah disembunyikan secara total di bawah belenggu gelang besi 5.000 jin, namun insting pemburunya mendadak merasakan hawa teror kematian yang teramat nyata.

​Tetua Bai secara perlahan mengendalikan pedang terbangnya untuk melayang mendekat, berhenti tepat beberapa meter di depan Yu Chen. Sepasang matanya menatap lekat-lekat ke arah struktur tubuh Yu Chen.

​"Sebutkan siapa identitas nama aslimu, Anak Muda," perintah Tetua Bai, suaranya tenang namun sarat akan tekanan psikologis.

​Yu Chen membetulkan posisi tubuhnya, lalu membungkukkan sedikit badannya memberikan penghormatan formal beladiri standar. "Junior bernama... Yu Chen, seorang kultivator independen tanpa faksi, Senior."

​Tetua Bai menatap lekat-lekat ke arah manik mata Yu Chen untuk waktu yang cukup lama. Keheningan kembali mencekam seisi lembah. Hingga beberapa tarikan napas kemudian, seulas senyuman tipis yang teramat misterius terukir di wajah tuanya.

​"Menarik. Sungguh teramat sangat menarik," ucap Tetua Bai seraya mengelus janggut putihnya. "Kau memiliki tingkat ketenangan mental dan stabilitas jiwa yang teramat langka—sesuatu yang bahkan tidak dimiliki oleh mayoritas murid inti di sekte besarku."

​"Bagaimana jika... aku memberikanmu sebuah hak istimewa hari ini? Ikutlah bersamaku kembali ke dunia atas, dan bergabunglah menjadi bagian dari Sekte Pedang Awan milikku?"

​Mendengar tawaran emas yang teramat tidak masuk akal tersebut keluar langsung dari mulut sang Tetua Agung, Zhao Feng yang terkapar kritis di kejauhan seketika membelalakkan sepasang matanya penuh rasa tidak percaya dan cemburu yang mendalam.

​Sementara itu, di sebalik topeng peraknya, otak cerdas Yu Chen seketika berputar dengan kecepatan kilat, menyusun opsi strategi. "Masuk secara sukarela menembus jantung pertahanan sekte musuh yang dahulu menghancurkan garis keturunanku... Bukankah ini adalah sebuah peluang emas yang sengaja dikirimkan oleh hukum langit untuk mempermudah jalur investigasi rahasiaku?"

​Namun, tepat pada fraksi milidetik sebelum Yu Chen sempat membuka mulutnya untuk memberikan jawaban verbal...

​BOOM!

​Suara lengkingan histeris Roh Menara mendadak meletus hebat dari dalam Cincin Penyegel Langit, mengguncang seluruh kesadaran spiritual Yu Chen hingga bergetar parah:

​"Shen Yu! Jangan pernah berani membuka mulutmu untuk menyetujui tawaran itu! Batalkan sekarang juga!"

​"Gunakan persepsi jiwamu untuk melirik ke arah celah retakan dimensi langit di belakang tubuh Tetua Bai! Di dalam kegelapan celah spasial luar sana... ada sesosok entitas tingkat tinggi dari Sekte Mata Surgawi yang sedang mengintip... dan makhluk itu adalah orang yang memiliki riwayat ingatan... hafal secara absolut visualisasi wujud wajah asli kedua orang tua kandungmu!!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!