NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:908
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar¹³

    Dalam beberapa waktu terakhir, Xue Mo berada dibawah pengawasan ketat Nyonya Xue.

    Bukan berarti Nyonya Xue tidak menyayangi Lin Ling. Bagaimanapun juga, ikatan ibu dan anak yang terjalin hampir dua puluh tahun bukanlah sesuatu yang palsu. Namun, ia memahami dengan sangat jelas bahwa sandaran masa depannya hanyalah Xue Mo.

    Hanya jika Xue Mo benar-benar mengambil alih grup Xue, paruh kedua hidupnya barulah benar-benar aman. Hanya dengan begitu ia dapat terbebas dari mimpi buruk dan bayang-bayang masa lalu.

    Karena itulah, ia sama sekali tidak mengizinkan siapapun menggoda putranya hingga melakukan kesalahan.

    "Apakah Tuan Muda sudah makan?"

    Pagi hari itu, setelah selesai sarapan, Nyonya Xue menoleh dan bertanya kepada kepala pelayan.

    "Makanan sudah diantarkan, tetapi semuanya dihancurkan. Makan malam kemarin juga tidak disentuh sedikitpun."

    Kepala pelayan tampak tidak berdaya. Tuan Muda mereka kini, bahkan menggunakan cara mogok makan.

    Nyonya Xue mendengus dingin, sama sekali tidak menganggapnya serius.

    "Terus saja antar. Awasi dia dengan ketat. Kalau benar-benar pingsan karena kelaparan, panggil dokter untuk memberinya infus. Ingat baik-baik, jika dia sampai berhasil keluar, seluruh staf di kediaman ini bisa langsung mengundurkan diri."

    Kepala pelayan segera menunduk patuh.

    Pada saat itu, Xue Yao juga telah meletakkan pisau dan garpunya.

    "Yao Yao, apakah sudah selesai? Hari ini masih ke perusahaan?"

    Nyonya Xue segera mengulas senyum dan mulai 'memperhatikan' putrinya.

    Hampir dua bulan telah berlalu sejak pesta ulang tahun. Kini, Xue Yao datang magang ke perusahaan selang sehari sekali. Bahkan kakek secara pribadi menugaskan seorang wakil direktur untuk membimbingnya, menunjukkan betapa besar perhatian yang diberikan.

    Nyonya Xue sama sekali tidak mengira kakek hendak mengganti pewaris. Bagaimanapun juga, Xue Yao tumbuh di luar keluarga selama delapan belas tahun, dan pendidikan yang seharusnya diterima seorang calon pewaris jelas masih banyak kekurangannya.

    Menurutnya, ini hanyalah peringatan kakek kepada Xue Mo. Sekaligus bentuk keberpihakan kepada wajah Xue Yao yang sangat mirip dengan mendiang ibu mertuanya.

    Xue Yao mengangguk, lalu tersenyum lembut kepada ibunnya.

    "Masih banyak hal yang perlu saya pelajari."

    Setelah itu, ia berpamitan dengan sopan dan beretika, lalu bangkit meninggalkan kediaman.

    Para pelayan dibelakangnya sibuk membawakan tas, memakaikan mantel, menunjukkan sikap yang begitu penuh perhatian. Sama sekali berbeda dari perlakuan mereka sebelumnya yang nyaris menganggapnya tidak ada.

    Nyonya Xue menatap punggungnya dengan cukup lama, lalu menghela napas pelan.

    Pada akhirnya, ia tetap tidak mampu menyukai anak ini.

    Meski bertahun-tahun belakangan ia mulai menyesali keputusan masa lalu, tetap saja ia tidak dapat melewati penghalang di dalam hatinya.

    Setibanya diperusahaan, Xue Yao baru saja membuka berkas pekerjaan hari itu ketika ponselnya bergetar.

    "Kamu benar. Aku setuju."

    Pengirim pesan itu adalah Su Chen.

    Seperti yang telah diduganya.

    Xue Yao tersenyum kecil penuh pengertian, lalu membuka notifikasi berita diponselnya. Judul utama hari itu adalah 'Kisah asmara' Tuan Muda keluarga Su.

    Su Chen terlihat berdiri didepan sebuah mobil sport bersama seorang perempuan muda, seolah sedang berbincang.

    Sekilas, foto itu tampak biasa saja hanya percakapan normal. Namun isi artikel dipenuhi diksi ambigu, menggambarkan kedekatan mereka dan menyebut daftar kecantikan Su Chen kembali bertambah.

    Andai itu orang lain, mungkin tidak masalah. Namun kebetulan perempuan itu dikenal Xue Yao. Seorang senior pascasarjana satu kampus dengannya, berjenis kelamin perempuan dan juga berorientasi perempuan.

    Ia adalah peneliti fanatik, figur terdepan generasi muda dibidang keilmuannya.

    Su Chen mendekatinya, kemungkinan besar demi urusan perusahaan energi barunya.

    Kakak Su Chen benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merusak reputasi adiknya.

    Kabarnya, prusahaan energi baru Su Chen memang tengah menghadapi krisis.

    Sejak pesta ulang tahun itu, Su Heng tampaknya semakin menunjukkan permusuhan terhadap adiknya.

    Namun justru, tekanan tersebut mempercepat langkah Su Chen untuk berpihak kepadanya.

    Akhirnya, sekutu yang ia nantikan pun tiba.

    Sementara dipihak Xue Yao segalanya berjalan lancar, kehidupan Lin Ling justru terjerumus kedalam penderitaan mendalam.

    Ayah kandungnya yang dulu meninggalkan istri dan anaknya, beberapa hari setelah pesta ulang tahun itu, tiba-tiba muncul dihadapannya.

    Pemberitaan besar-besaran media mengenai pesta ulang tahun Xue Yao juga memicu diskusi daring tentang peristiwa tertukarnya anak keluarga Xue.

    Ayah Lin Ling, Lin Zhi Du mendengar kabar itu dari teman bermain kartunya.

    Pria yang dahulu kabur bersama selingkuhannya, lalu ditinggalkan pula oleh selingkuhan tersebut, kini hidup seorang diri dan kembali muncul kehadapan putrinya.

    Bahkan, ia berhasil menemukan Lin Ling dengan cukup mudah.

    Lin Ling hampir tidak percaya bahwa pria paruh baya berpenampilan kumal dihadapannya adalah ayah kandungnya sendiri.

    Bayangan tentang ayah selalu melekat pada sosok Xue Ba yang berpenampilan santun dan berwibawa.

    Mendengar pria itu memperkenalkan dirinya dengan penuh semangat, yang ia rasakan hanyalah ketakutan.

    "Apa yang kamu inginkan?"

    Lin Ling menyeret kopernya, bersandar lemah pada tiang lampu dibelakangnya.

    "Anak baik, kudengar kamu dulu dibesarkan keluarga Xue. Mereka begitu kaya masa tidak memberimu apa-apa?"

    Lin Zhi Du sama sekali tidak menutup-nutupi tujuannya, uang.

    "Aku tidak punya uang. Itu uang keluarga Xue, mana mungkin mereka memberikannya padaku? Lagipula, sekalipun mereka memberiku, apa hubungannya demganmu."

    Lin Ling menolak tanpa ragu.

    Wajah Lin Zhi Du lansung menggelap.

    "Aku ayahmu. Bukankah kamu seharusnya berbakti padaku? Kamu tinggal dikeluarga Xue bertahun-tahun, masa tidak mendapatkan sedikitpun?"

    Sambil berkata demikian, ia langsung meraih koper Lin Ling.

    Lin Ling menjerit dan mundur panik.

    Beberapa orang yang lewat sampai mendekat untuk bertanya, tetapi Lin Zhi Du segera tersenyum ramah.

    "Ini putri saya. Demi seorang pria, dia nekat kabur dari rumah. Saya hanya ingin membawanya pulang."

    Para pejalan kaki awalnya ragu, tetapi melihat wajah mereka yang sangat mirip, akhirnya mengangguk.

    "Pak, mendidik anak harus dengan akal sehat. Dan kamu Nona, masih muda. Bagaimana bisa kabur demi pria? Tidak memikirkan orang tua?"

    Lin Ling menggeleng kuat-kuat.

    "Bukan, bukan begitu. Dia bukan ayah saya. Saya tidak mengenalnya."

    Lin Zhi Du langsung memasang ekspresi terluka.

    "Demi pria, kamu sampai berkata seperti ini."

    Ia lalu berbisik kepada orang yang tadinya menolong, "Anak muda, saya benar-benar ayahnya. Kalau tidak percaya, kita bisa lapor polisi."

    Mendengar itu orang tersebut merasa tenang, melambaikan tangan lalu pergi.

    Lin Ling pun diseret sambil menangis dan dipaksa masuk kedalam mobil van Lin Zhi Du.

    Ia dibawa ke sebuah lokasi proyek bangunan terbengkalai.

    Begitu mobil berhenti, Lin Zhi Du tak sabar membuka koper miliknya.

    "Kamu masih bilang tidak punya uang?! Begitu banyak pakaian dan perhiasan bermerk! Sudah kuduga keluarga Xue tidak akan memperlakukanmu buruk! Mana kartu ATM? Cepat serahakan!"

    Menghadapi pria yang bersorak kegirangan itu, Lin Ling hanya mampu menangis.

    Melihat ia terus menangis tanpa menjawab, Lin Zhi Du akhirnya jengkel dan menamparnya keras.

    Tangisan Lin Ling berhenti. Setelah beberapa saat, dengan suara gemetar ia menyebutkan letak kartu ATM itu.

    Kartu tersebut adalah hasil penjualan mobil sport Xue Mo. Namun kini, isinya tinggal beberapa ratus ribu saja.

    Lin Zhi Du mengecek saldo melalui ponsel. Meski jumlahnya lebih sedikit dari yang ia bayangkan, tetap lebih baik dari pada tidak ada sama sekali.

    Ia menyimpan kartu itu, mengambil perhiasan yang mudah dijual, dan meninggalkan hanya beberapa pakaian dikoper.

    Bahkan, seluruh dokumen identitas pun diambil.

    Ia juga membuka ponsel Lin Ling dengan pengenalan wajah, menulusuri riwayat percakapan sehari-harinya.

    Semakin dibaca, matanya semakin berbinar.

    Akhirnya, ia berseru dengan suara bergetar dipenuhi kegembiraan.

    "Anak baik, kamu tidak boleh sia-sia menjadi 'putri' keluarga Xue. Mereka begitu kaya, sedikit saja yang bocor dari sela jari sudah cukup membuat kita hidup nyaman seumur hidup. Dengarkan ayah, kita akan menghasilkan uang besar."

    Lin Ling hanya merasakan keputusasaan yang mendalam.

    Mengapa? Mengapa ia harus memiliki ayah seperti ini?

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!