NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:322.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: candrania272

#1
#WAJIB LIKE, KOMENT, VOTE, DAN FAVORIT,
KALO KALIAN BISA!



Adiba Khanza Adira & Noah Aditama


"Jadi ada keperluan apa kamua kesini?" Tanya nya dengan to the point.

"Em jadi gini pak saya kesini mau meminjam
uang sebesar 100jt ke perusahaan untuk
pengobatan bapak saya" ucap Diba dengan lirih.

"Apa yang akan saya dapatkan dengan saya meminjamkan kamu uang?" Tanya pria itu.

"Saya tidak bisa memberikan apapun untuk bapak karena memang saya tidak punya apa pun pak, saya janji akan mengembalikan uang itu dengan cara mencicilnya sampai lunas walaupun sampi seumur hidup saya".

"Saya mohon pak,bapakk saya di kampung sedang sakit jantung dan perlu di oprasi jika tidak-" Diba tidak melanjutkan kata-katanya.

"Kamu tahukan uang 100 juta bukan uang yang kecil? Saya bersedia membantu kamu asal kamu menikah dengan saya" ucap Noah dengan enteng nya.

"Ha maksud bapak?" Tanya Diba tak percaya.


penasaran! yuk baca bab 1- akhir😅👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon candrania272, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 34

HAPPY READING!

JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, FAVORIT DAN VOTE!

DGN MELAKUKAN HAL TERSEBUT AUTHOR JUGA AKAN SEMANGAT UPNYA...

DAN INI CERITA FIKSI YG TIDAK NYATA YA GUYS!

OKE CUKUP BASA BASINYA YUK CUSS KITA READING

...👀👀👀👀👀👀...

Saat malam hari Noah dan Diba menuruni tangga dengan berjalan beriringan. Setelah tadi cukup lama Noah menunggu Diba berkutat di depan cermin hanya untuk memakaikan foundation di lehernya untuk menutupi hasil karya seni yang dibuat oleh Noah yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit.

Terlihat di meja makan terdapat mama dan adiknya. Langkah demi langkah mereka tempuh, sampai akhirnya mereka duduk di kursi masing-masing.

"Dia siapa kak?" Tanya Rara dengan polosnya. Ia memang benar-benar tak tahu tentang Diba.

"Cuma pembantu" bukan Noah yang menjawab malah mamanya yang angkat bicara dengan sinis.

"Mah" peringat Noah kepada mamanya.

"Dia istri ku" jawab Noah seraya memandang kearah Diba yang menunduk. Sedangkan Diba, ia sedikit tertegun saat Noah menyebutnya sebaik istrinya.

"What?" Pekik Rara kaget.

"Kamu terlihat sangat muda dan cantik. Umur berapa? Kenapa bisa menikah dengan kakak ku? Dan kenapa kalian tidak memberi tahu kami jika kalian menikah? Dan-"

"Cukup! Lebih baik makan makanan mu, nanti aku yang akan menjelaskan padamu"

"Tapi aku bolehkan lain kali pergi jalan-jalan dengan nya? Aku sangat ingin mempunyai teman perempuan untuk bisa ku ajak jalan-jalan atau yang lain nya. Mau kan kakak ipar?" Tanya Rara.

"Rara! Makan!" Titah mama Noah kepada Rara, ia merasa tidak suka jika Rara terlalu akrap dengan Diba.

Dengan wajah lesu pun Rara kembali memakan makanan nya.Setelah mereka menyelesaikan makan

masing-masing. Diba disuruh Noah untuk pergi ke kamar.

"Jadi kapan kamu akan menceraikan gadis kampung itu?" Tanya mama Noah to the

point.

"Mama sudah tahu semuanya. Dan mama kesini hanya mau memastikan jika kamu tidak tenggelam salam permainanmu sendiri" imbuhnya.

"Maksud mama apa? Permainan apa yang mama maksud?" Tanya Rara yang tak mengerti. Sedangkan Noah, ia hanya diam membisu.

"Diam lah! Pergi sana ke kamar, mama mau bicara dengan kakak mu!" Titah nya.

Rara yang melihat mamanya sudah sedikit marah, ia tak mau cari masalah lebih baik ia cari aman dengan masuk kamar. Karena disini pun tak ada gunanya, ia tak paham dengan apa yang di bicarakan mamanya dan kakaknya.

Setelah Rara angkat kaki dari sana Noah pun membuka suara. "Aku tidak akan menceraikan nya" ucap Noah dengan tegas.

"Apa maksud mu? Jangan bilang kamu mulai mencintai gadis kampung itu".

"Dia istri ku mah! Namanya Diba bukan gadis kampung. Dan yah! benar apa kata mama, tapi aku bukan mulai tapi sudah. Sudah benar-benar mencintainya" ucap Noah dengan tegas dan lugas.

la benar-benar mencintai istrinya dan tak mau kehilangan nya. Ia tak peduli walau pun mamanya tidak merestui hubungan nya yang jelas ia akan mempertahankan pernikahan nya sampai kapan pun.

Plak

Tanpa aba-aba mamanya menampar pipi Noah.

"Kamu sudah gila huh! Dia bukan perempuan yang tepat untuk mu. Mama tidak akan menyetujuinya, dan apa kamu lupa? Umur kalian itu terpaut cukup jauh, bahkan dia lebih muda dari adik mu!".

"Aku tidak peduli tentang hal itu! Yang jelas aku mencintainya dan sampai kapan pun tidak ada yang bisa memisahkan nya dari kul" Setelah mengatakan itu, Noah langsung pergi meninggalkan mamanya.

Noah memasuki kamar nya dan tidak mendapati Diba didalam sana. Ia mencari Diba ke kamar mandi tapi juga tak menemukannya. Tak sengaja matanya mengarah ke pintu balkon yang terbuka, ia pikir pasti Diba ada disana. Dan ya, benar dugaan nya gadis itu sedang memandang langit yang cukup cerah pada malam itu, entah apa yang dipikirkan gadis itu tapi yang jelas ia sangat fokus dengan bintang-bintang yang ada di langit dan tidak menyadari bahwa ada orang selain dia disana.

"Ekhem!"

Mendengar suara deheman yang sangat ia kenal, Diba segara mengusap air matanya yang tadi sempat mengalir tanpa berbalik menatap orang yang ada di belakang nya.

Noah mendekati Diba dan dengan tiba-tiba memeluknya dari belakang. Ia meletakkan dagunya di pundak Diba.

Diba mencoba melepaskan nya.

"Biarkan seperti ini sebentar" pinta Noah. Tak lama setelah itu Noah merasakan tubuh yang ia peluk dengan hangat bergetar dan mendengar suara sialan tangisan. Lalu ia membalikkan tubuh itu menghadap dirinya.

la menatap wajah cantik itu yang kini berderai air mata. Dengan lebut ia mengisap air mata itu dari pipinya dengan menggunakan jari-jarinya.

"Kau menangis?" Diba tak menjawab, ia hanya menangis dan menundukkan kepalanya seiring dengan tubuhnya yang kian bergetar karena tangis.

Noah pun merengkuh tubuh mungil itu dan menenggelamkan nya di dadanya dan memberikan kecupan-kecupan kecil pada dahinya, seolah memberinya kekuatan agar tak menangis.

"Sstt.. katakan kenapa kau menangis? Apa karena mama?" Tanya Noah dengan lembut.

Diba menggeleng dalam delapan nya.

"Lalu?".

Diba menjauhkan tubuhnya dari Noah.

"Jangan perlakukanku seperti ini, saya nggak mau melibatkan perasaan terlalu jauh jika nanti pada akhirnya kita akan berpisah. Lebih baik perlakukan aku dengan buruk, agar nanti disaat waktunya kita berpisah aku tidak merasa sedih bahkan sakit".

"Apa maksud mu? Saya sudah mengatakan padamu berkali-kali bahwa tidak ada yang akan memisahkan mu dari ku!".

"Tapi hari itu pasti akan datang, hari dimana kita harus berpisah dan hidup masing masing" Diba tak kuasa menahan tangisnya yang pecah saat mengatakan hal itu.

Noah kembali menenggelamkan kan Diba dalam pelukan nya.

"Saya tidak akan membiarkan mu pergi! Kamu akan tetap disini bersama saya".

"Beri aku satu alasan agar tidak pergi saat hari itu tiba" ucap Diba dengan wajah yang masih berada pada dada Noah.

Noah menjauhkan wajah nya dari dada nya dan memegang kedua pundaknya.

"Mengapa semua butuh alasan? Apa matahari butuh alasan untuk menyinari bumi? Tidak kan, matahari dengan sukarela menyinari bumi yang akan mati jika tidak mendapatkan sinarnya, padahal jika matahari tidak memberikan sinarnya kepada bumi, ia tidak akan berpengaruh".

"Itu berbeda disini aku butuh satu alasan agar tidak pergi dari sini".

"Cinta. Saya tidak tahu ini cinta atau bukan, yang jelas saya tidak pernah merasakan semua ini saat saya bersama mantan-mantan saya dulu. Ada rasa ingin melindungi, ingin mengasihi, ingin selalu jadi yang pertama, ingin menjadi satu-satunya, ingin selalu bersamamu, dan ingin melawan takdir agar ia tidak pernah menuliskan kata pisa untuk kita berdua".

"Saya tidak peduli apa kata orang tentang kamu, yang jelas saya ingin menunjukkan kemata dunia bahwa kamu milik saya. Saya mau kita hidup selamanya dan melupakan masalalu yang pernah mengawali pernikahan ini, yaitu perjanjian itu".

Lidah Diba keluh, ia tak tahu harus bicara apa, ia rasa pertanyaan yang selama ini mengganjal di pikiran nya sudah terjawab oleh perkataan Noah barusan.

"Saya tidak peduli kamu juga memiliki perasaan yang sama atau tidak dengan saya. Tapi saya akan tetap mengikat kamu disampingsaya sampai maut memisahkan kita"

"Itu terdengar egois bukan? Tapi inilah saya, saya tidak akan melepaskan apapun yang sudah menjadi milik saya apalagi yang paling saya sayangi".

Diba masih diam membisu, ia mencoba mencerna semua yang dikatakan Noah padanya. Seperti mimpi rasanya, ia tak menyatakan Noah memiliki perasaan yang selama ini ia tahan agar tak tumbuh semakin tinggi. Cinta, entah lah apa itu namanya.

"Katakan sesuatu" pinta Noah yang ingin mendengar jawaban dari Diba.

Bukan nya menjawab tapi kini Diba memeluk Noah dengan erat.

"Diba! Katakan sesuatu" geram Noah yang tak mendapatkan tanggapan selain pelukan dan tidak tangis Nea yang semakin kencang.

"Dasar bodoh!".

"Hei kau mengatainku!".

"Yah kau bodoh. Suami ku ini bodoh dan payah, kenapa mas nggak mengatakan ini dari dulu hah! Setiap hari aku harus menahan rasa yang aku khawatirkan akan membesar dan mencekik ku".

"Mana aku tahu kalau kamu juga punya perasaan yang sama. Aku pikir kau akan mengatakan nya duluan" memang dari dulu Noah memang tak pernah menyatakan cinta kepada siapa pun, ia memiliki kekasih pun itujuga karena si wanita yang mengucapkan cinta terlebih dahulu.

"Mana ada sejarahnya seperti itu. Dimana-mana cowok nembak cewek, masak udah tua nggak ngerti sih!" Kesal Diba.

"Kau ini buta apa bagaimana? Umur boleh bertambah tapi lihatlah wajah ku ini masih sangat muda, bahkan jika aku berperan sebagai anak sma di film pasti tidak ada yang mencurigai umurku"

"Dasar narsis! Kemana tadi perginya kata-kata manis mu, kenapa jadi pahit lagi begini" Diba semakin memeluk erat Noah dan Noah pun membalas pelukan nya.

"Entah lah".

"Jadi ini sudah deal kan kau tidak akan meninggal kan ku?" Tanya Noah sekali lagi guna untuk memastikan.

Diba memukul dada Noah dengan keras.

Bugh

"Aku akan tetap pergi jika kamu tetap bersikap bodoh seperti ini! Untuk apa aku meninggalkan mu jika duniaku ada pada dirimu".

OKE CERITA SAMPAI SINI DULU YA!

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN IG AUTHOR JUGA YA DAN AKUN DI SINI JUGA..

--CANDRANIA272

--CANDRANIA272

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT, DAN VOTE!

BIAR AUTHOR SEMANGAT DAN CEPAT UPNYA OKE😁👍

...TBC...

1
Rena Caca
Luar biasa
Ade Syafira Suhardin
Bagus ceritanya apa ada kelanjutannya??

Semangat berkarya kak💪💪
Andhira Arni
luar biasa
Giandra
ni kayaknya si Al anaknya liam ya Thor dia kan suka jajan
Giandra
nyesek banget Thor yg jadi Diba masih dalam suasana berduka sibos sama sekali g punya empati hati nurani jiwa kemanusiaan bener bener tiang listrik
Maria Ulfah
Terima kasih author, keren ceritanya.. 👍
Lindra
mampir kesini
Mr.Pudidi
K E R E N
SOO🍒
fix ya gak dirubah lagi soalnya masih sich author nya salah nama noah jadi rssyatd, adiba jadi nea, betrik jadi sania yang baca kan jadi bingung
SOO🍒
tipo bertebaran thoor klo ngetik diliat dulu tulisannya nama aslinya diba kadang nae, kadang nea mana yang bener sich 🤦‍♀️🤦‍♀️
Hafiz Nur
lanjuttt
Ainun Ray
GK menarik sama sekali baca novel ini,aq penasaran nama adik Noah itu Aleta apa Rara seh thor.penulisnya aja pinplan apa lagi yg mau baca,saran ku novel ini jgn d baca GK menarik...🧟
Ainun Ray: gk tak baca,soalnya jelek bacaannya typo banyak banget
total 2 replies
Ainun Ray
klau mau nulis novel itu d tentukan dulu nama pemerannya dengan tepat, jangan d setiap bab berganti kadang Diba dan kadang nea,GK jelas jadi pembaca bingung sendiri.terlalu banyak nama yg muncul.
Sri Ayudesrisya46
ada kisah baru ga thorr?
penasaran nih 😊
semangat ya thorr💪
semoga sehat selalu thorr
oncom
👍
cahaya
goodreads
Mr.Pudidi
tunggu satu Minggu lagi ya..aku lagi ujian🙏😭😭☺️
Rita Zebua
lanjut dong kak cerita nya
oncom
karya pertama yg membuat ku loved🖤
oncom
thanks author....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!