Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: SEBUAH SYARAT
Athena melirik sekilas ke arah Kenzie yang berdiri terdiam sembari melemparkan tatapan sendu ke arahnya. Rasa penyesalan yang mendalam tercetak begitu jelas di raut wajah abang sulungnya itu.
'Penyesalan lo terlambat, Bang,' batin Athena dingin.
"Sudahlah. Jangan asal menyalahkan Athena jika tidak ada bukti jelas kalau dia yang membuat Sita menangis," ucap Kenzie akhirnya membuka suara.
Suaranya terdengar datar, ia benar-benar jijik melihat tingkah Sita dengan air mata buayanya.
"Apa maksud lo, Bang?! Dia jelas-jelas udah buat Sita menangis—"
"Dan apa lo lupa kalau adik kesayangan lo itu memang murah air mata, Kenan Mahendra?!" desis Kenzie dengan suara rendah yang menusuk, memotong tajam ucapan Kenan.
"Apa yang kamu katakan, Kenzie?! Apa yang sudah Athena lakukan sampai kamu berubah membela anak ini?!" ujar Tuan Mahendra, menatap heran sekaligus murka pada putra sulungnya.
"Kenzie cuma bicara fakta! Dan lo, Sita... Athena nggak akan buat masalah kalau nggak lo yang mulai duluan. So, stop apa-apa menangis!" ucapan Kenzie terdergar begitu pedas.
Sita yang mendengar teguran telak itu makin menundukkan kepalanya dengan tubuh bergetar. Bukan karena takut, melainkan karena amarah yang membakar dadanya. Di balik gaun yang dikenakannya, kedua tangan Sita mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Kenapa Kak Kenzie berubah? Kak Kenzie udah nggak sayang Sita lagi?" bisik Sita sesenggukan, berakting seolah-olah dialah sosok yang paling tersakiti di ruangan itu.
"Kenzie, kenapa kamu jadi membentak Sita?!" tegur Nyonya Arin, berusaha menenangkan anak angkat kesayangannya.
"Kalau cara bicara Kenzie barusan dianggap membentak dan memarahi, lalu apa sebutan untuk semua hal kejam yang sudah kalian lakukan pada Athena selama ini? Memberinya nasihat? Lucu sekali," sindir Kenzie sarkas.
Tanpa membuang waktu lebih lama, Kenzie meraih pergelangan tangan Athena dengan lembut lalu membawanya melangkah pergi meninggalkan kamar tersebut.
Hening. Tak ada satu pun dari mereka yang mampu bersuara. Tuan Mahendra, Nyonya Arin, dan Kenan hanya bisa terpaku memandangi punggung dua kakak-beradik itu yang perlahan menjauh dan menghilang di belokan koridor.
...***...
Di sisi Athena dan Kenzie, hanya ada keheningan di antara keduanya. Kenzie masih setia menggandeng lembut pergelangan tangan Athena, menuntunnya pergi meninggalkan area kamar Athena yang riuh.
"Lo mau bawa gue kemana?" tanya Athena datar tanpa menghentikan langkahnya.
"Kamar Abang. Abang nggak suka lihat mereka selalu menyakitimu, Thea... Rasanya hati Abang sakit," ucap Kenzie parau saat langkah mereka akhirnya terhenti di depan pintu kamar miliknya.
"Bukannya lo justru suka kalau gue gini? Nggak akan pernah ganggu hidup kalian lagi," sambung Athena, menatap Kenzie lurus tanpa ekspresi.
"Mungkin iya... sebelum Abang sadar kalau Sita adalah gadis licik," jawab Kenzie jujur, sepasang matanya seketika dipenuhi kilatan emosi saat mengingat acting anak angkat keluarganya itu.
"Gue mau keluar malam ini," potong Athena pendek, mengalihkan pembicaraan.
"Kemana?" tanya Kenzie.
"Arena balap."
"Nggak boleh! Kamu baru aja pulih, dan sekarang justru mau pergi ke arena balap?!" ujar Kenzie tegas.
Ia tidak ingin melihat adiknya terbaring di rumah sakit lagi.
"Itu urusan gue dan lo nggak berhak ikut campur. Bersikaplah seperti biasanya, tanpa peduli sama apa pun yang gue lakuin," desis Athena dingin.
"Apa... tak ada satu pun kesempatan untuk kamu memaafkan Abang, Dek?" tanya Kenzie lirih dengan sorot mata sendu yang memohon.
"Apa alasan gue harus maafin lo?" tanya Athena balik, menusuk telak.
Kenzie mendadak bungkam. Kepalanya kian tertunduk dalam, bingung harus menjawab apa atas pertanyaan adiknya. Ia sadar betul betapa dalamnya rasa sakit yang sudah ia torehkan di hati gadis itu.
"Maaf..." Hanya kata itu yang sanggup keluar dari bibir Kenzie.
Helaan napas panjang akhirnya terdengar dari bibir Athena. Ia menatap rumit ke arah abang pertamanya itu.
Sebenarnya Athena sadar, sedari awal Kenzie memang tak pernah ikut memaki apalagi memukulnya. Kenzie tidak sekasar Kenan.
Hanya saja... sikap diam dan pembiaran Kenzie tanpa pernah membela sedikit pun selama bertahun-tahun tetap saja membuat Athena merasa terabaikan dan dibuang.
Melihat abang pertamanya yang sudah dirundung penyesalan sedalam itu, hati Athena sedikit melunak dan mencoba memberikan maaf untuk abang pertamanya itu.
Ia akhirnya memutuskan untuk memberikan satu kesempatan terakhir bagi Kenzie.
"Okay. Tapi dengan satu syarat: lo harus tetap percaya sama apa pun yang gue lakuin. Dan sekalinya lo ragu atau nggak percaya sama gue... nggak akan ada lagi kesempatan kedua," ucap Athena tegas.
Tanpa menunggu balasan, Athena berbalik untuk melangkah pergi, meninggalkan Kenzie yang masih mematung di tempatnya dengan perasaan campur aduk.
Namun, sesaat setelah kesadarannya kembali dan mencerna setiap untaian kata Athena, Kenzie bergerak cepat. Ia menarik lembut tubuh adiknya dan merengkuhnya ke dalam pelukan yang teramat erat.
"Terima kasih, Dek... Terima kasih banyak karena sudah mau memberi Abang kesempatan. Abang sayang kamu, dan Abang berjanji akan selalu memercayaimu," bisik Kenzie dengan suara bergetar. Isak tangisnya pecah, membiarkan air mata kelegaan membasahi wajah tampannya di atas pundak Athena.
'Abang janji akan selalu berdiri di samping kamu mulai sekarang, Dek. Abang akan selalu memercayaimu, apa pun yang terjadi,' batin Kenzie penuh tekat.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
nempel terooosssss.....😁😁😁.....
bocil salin cakar
ayo dong bls mntan kluargamu.....ga sbr nungguin....
Nah loohhh.....abangnya udh ska,d tmbh emaknya,skrng adeknya yg tantrum.....gmna caranya tuh bjukin bocil.....😁😁😁
ogah bgt kaleee....tar mlah jd gatal....😫😫😫
apa nanti kepala keluarga mahendra ini yg menukar bayi baru lahir dengan bayi yg meninggal 🤔🤔🤔🤔🤔
mga cpt trungkap kl thea anknya....
mskpn bs bls mreka,tp lbh seru kl bnyak orng yg bntu....😁😁😁....
athena bentar lagi kamu berkumpul lagi dengan keluarga kandung kamu dan balas dendam lah pada keluarga mahendra buat mereka menyesal sudah menyayangi orang picik seperti ayusita
cpt ktmu sm kluarga kndungnya thea...aku gemes......
setelah ini keluarkan sisi iblismu kepada keluarga mahendra Karna mereka membuat kamu menderita
dan ungkap kenapa kamu waktu kecil diculik
mngkn abs ni athena bkln jd iblis bnrn.....tp aku syuka.....