NovelToon NovelToon
MY LOVELY BRONDONG

MY LOVELY BRONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Berondong
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.

Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.

"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.

"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HATI YANG MEMANAS

"Itu Pevita kan?" tanya Tania memastikan, sebuah mobil melaju melewati Kala dan Tania yang sedang jogging. Kebetulan kuliah Kala dimulai pukul 11, sehingga saat pagi dia longgar, lumayan lah buat jogging. Selepas shubuh Kala jogging, niatnya sendiri, ternyata Tania ingin ikut. Alhasil keduanya jogging bersama.

Sejak tadi malam, Pevita sudah terlihat mogok bicara dengan Kala. Pulang dari mall, Pevita pura-pura tidur, dan shubuh tadi bangun lebih dulu, dan segera persiapan kuliah. Bahkan saat Kala pamitan jogging, Pevita hanya mengangguk saja.

"Iya!" jawab Kala sembari berkacak pinggang, dan menatap mobil Pevita.

"Kok gak nyapa kita? Setidaknya pamitan sama suami," Tania mulai memprovokasi keburukan Pevita, namun Kala tetap menjaga nama baik sang istri.

"Sudah, tadi selepas shubuh dia sudah pamitan kalau berangkat kuliah pagi," jawab Kala kemudian melanjutkan jogging.

"Kamu bahagia gak sih, nikah sama Pevita?" tanya Tania, keduanya sudah jalan santai menuju rumah.

"Masih awal, belum terlihat bahagianya bagi orang lain, tapi aku sudah merasa bahagia karena aku bisa menikahi perempuan yang aku taksir," jawab Kala sembari tersenyum mengingat tingkah Pevita yang gengsi atau terkadang cemburu padanya.

"Ck, kalau versi Pevita kayaknya dia yang gak bahagia nikah sama kamu, apa perlu aku tegur agar bisa bersikap baik sama kamu?" tawar Tania. Kala langsung menatap sahabat kecilnya itu.

"Tak perlu, kamu gak perlu repot-repot mengurus rumah tanggaku, Tania."

"Aku tahu, tapi sebagai sahabat aku juga berhak melindungi kamu dari orang yang tak menghargai kamu, Kal!" masih saja Tania bersikap si paling sayang pada Kala.

Kala sendiri tersenyum mendengar penuturan Tania, bukan merasa tersanjung telah dibela sebegitunya, tapi karena kehadiran Tania-lah, Kala semakin yakin bahwa Pevita sudah ada rasa memiliki pada sang suami. Tak mau ada pelakor di dalam rumah tangga mereka.

"Dia sudah sayang sama aku kok, Tan. Malah aku sudah melihat dia cemburu karena kehadiran kamu. Oh ya, karena aku sudah menikah, aku harap mulai sekarang kita ada batasan, Tan," ucap Kala, berhenti sejenak, menatap sang sahabat.

"Maksud kamu?" tanya Tania, was-was juga kalau Kala mau jaga jarak dengan dirinya. Ah, Tania tak mau. Masa' iya dia harus mengalah dengan Pevita. Lebih dulu Tania kali, yang mengenal Kala. Toh, Pevita pasti belum tahu kesukaan, maupun ketidak sukaan Kala pada sesuatu.

"Sejak kamu datang, aku merasa Pevita semakin diam. Aku pikir dia masih mencerna kedekatan kita, dan aku pun masih menghargai kehadiran kamu sebagai tamu. Cuma aku harus sadar diri, aku suami orang saat ini, tak patutlah dekat dengan perempuan, apalagi jalan berdua begini. Persahabatan kita boleh saja masih ada, tapi harus tahu batasan, sederhananya aku harus menghargai perasaan Pevita juga. Gak ada kan seseorang yang rela pasangannya dekat dengan lawan jenis," Kala menjelaskan dengan sangat bijak, pikirnya bahasa santun ini juga tidak menyinggung Tania yang masih ingin seperti dulu. Dekat tanpa ada batasan, meski berubah status.

"Aku gak mau. Kita udah sahabatan lama. Toh kita gak ada perasaan melebihi sahabat, Kala. Harusnya Pevita yang adaptasi pada kehadiranku. Dia terlihat egois banget gak mau menerima aku," Tania masih kekeh. Tak setuju dengan batasan yang dibuat Kala.

"Terserah kamu, yang jelas aku gak bisa seperti Kala yang dulu. Aku tetap memprioritaskan perasaan istriku, karena bagaimana pun aku sendiri yang memilih Pevita masuk dalam hidupku. Setelah ini, tolong kamu pulang bersama mama yah, tak enak juga menumpang lama di mertuaku!"

"Tante Lily gak pa-pa!" elak Tania masih tak tahu malu.

"Jadi orang gak boleh seenaknya, Tan. Tante Lily juga sungkan pasti buat mengusir. Cuma kamu harus sadar diri saja, tak baik menginap di rumah orang lama, terlebih kehadiran kamu memicu ketidak nyamanan pemilik rumah," ujar Kala menasehati layaknya seorang kakak.

Kala berjalan tanpa menunggu Tania, ia akan meminta sang mama untuk segera pulang. Ya kalau mamanya saja sih gak masalah, ini ada Tania yang membuat suasana rumah canggung semua.

"Jahat kamu, Mas!" omel Salsa saat Kala minum air es di dapur. Sedangkan Salsa sedang sarapan, ia tidak ikut makan bersama mama, Tante Lily dan juga Om Adi.

"Kenapa lagi?" tanya Kala sembari memutar bola matanya. Setelah sang adik menunjukkan room chat Pevita tadi malam. Kala langsung sadar diri akan sikap Tania yang tak patut bersikap pada dirinya, Kala juga menyadari dirinya juga salah, masih tak memberi batasan.

"Bisa-bisanya kamu mengizinkan Tania joging bareng kamu, berdua lagi. Seandainya nih, Mas. Aku berada di posisi Mbak Pev, kamu sebagai kakak marah gak?" Kala langsung terdiam, seandainya itu terjadi, sebagai kakak jelas akan marah. Kala pun menyesal, kemarin tak menjaga batasan bahkan pagi ini juga. Setelah ini dia akan meminta maaf pada sang istri.

Di kampus sampai jam berapa? Kala sengaja chat sang istri, namun sampai 10 menit tak dibalas. Kala tahu, pasti Pevita ngambek.

Kala pun berangkat ke kampus setelah bicara dengan sang mama soal kehadiran Tania yang membuat Pevita tak nyaman. Mama pun mengangguk, sangat menghargai perasaan Pevita, dan akan mengajak Tania pulang hari ini. Kala izin tak mengantar, karena ada kuliah, mama juga tak masalah. Masih semester awal jangan sampai bolos.

Kala sampai di kampus satu jam sebelum kelas di mulai. Ia sengaja duduk di area student center, sudah ada Okin, dan juga Teguh, teman satu kelas Kala yang sibuk dengan laptopnya. Kala pun penasaran, sedang mengerjakan apa mereka.

"Kamu mau join?" tawar Teguh. Ternyata kedua teman Kala itu sedang daftar menjadi tim proyek dosen, pengumumannya memang terbatas, hanya mahasiswa tertentu saja yang tahu, kebetulan Teguh dan Okin adalah adik kos Kaffa, si ketua HMJ sekaligus teman Pevita.

"Emang boleh?" tanya Kala, pasalnya ia tak dekat dengan Kaffa, hanya sebatas tahu nama saja.

"Izin saja, tuh orangnya!" ujar Okin sembari menunjuk ke arah Kaffa duduk. Kala menatap ke arah yang ditunjuk Okin, rahangnya mengeras seketika saat ia melihat sang istri tertawa lepas bersama Kaffa.

"Hem malah bengong, buruan samperin. Keburu kita masuk kelas," tegur Teguh. Kala mengangguk saja. Ia berjalan pelan, jangan sampai terbawa emosi meski bertatapan dengan istrinya.

"Mas Kaffa?" sapa Kala, sontak dua orang yang sedang tertawa itu terdiam, dan langsung menatap Kala.

"Iya, ada yang bisa aku bantu?" tanya Kaffa, Kala sempat melirik Pevita, namun sang istri sepertinya tak mau berinteraksi berlebih dengan Kala.

"Soal proyek dosen," belum sempat meneruskan, Kaffa paham, ia pun segera menunjukkan barcode pendaftaran dari laptopnya agar discan oleh Kala.

"Gue balik ke jurusan, Kaff. Nanti gue chat lagi deh," pamit Pevita sembari merapikan laptopnya.

"Oke, Pev!" jawab Kaffa. Pevita pergi tanpa menyapa Kala sama sekali, percayalah hati Kala memanas.

1
Septyana Kartika
neeeek....aku bawa lakban nih..
yuk bisa yuk kita lakban bntar aja
Lel: gak bisa napas ntar
total 1 replies
apiii
Makan soto di sore hari,Ditambah kecap rasanya gurih.Para pembaca setia menanti,Ayo author ketik lagi dengan gigih🤭
Lel: capeeekkkk kriting akooohh
total 1 replies
apiii
dosa ga si kalo papa pevita bius neneknya kala?
Lel: bolej🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
ajak nenek ke tengah laut...... refresing..... pas di tengah laut.... ceburin
Lel: nguras laut sekalian
total 1 replies
Lel
jahat gak sih 🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
maaf typo g ini pev, boleh ngomong sm kala dl? tp yg tnya pevita🙏
Lel: oke mksh
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
🤣🤣🤣mlh bhs perihal gaya d ranjang
Lel: biasa anak gen z main ceplos aja
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh nenek crwet itu dr papa e kala? brti mm kala sm bunda pevita ipar?
Lel: iyes tul
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nk ra eling wes umur tak tempeleng🤣🤣 lambene ra duwe rem si nenek
Lel: ihhh tapi ada loh semakin tua semakin cerewet
total 1 replies
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
Septyana Kartika
nek pulang yuk
besok jadwal latihan Zumba lo
Lel: hwkwkkwklw pinggang copottt
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
gt g boleh d lawan ya , orgtua kolot merasa bener sndiri anak menghargai mlh mkn njengkeli kl nyakitin orgtua g dosa..minimal dksh sadar bentak aja biar degdeg ser jantungnya🤣🤣
Lel: serangan jantung dong nanti
total 1 replies
Vivi Zenidar
speechless..,.. ngadepin nenek
Lel
nanti dikira durhaka
Wahyuni Abuzar
🙄
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
pake tongkat g si nenek, kl iya ambil tongkatnya pev jgn buat mukul tp bkn nenek itu tersandung🤭
Lel: dijegal aja gitu kah🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
langkah yg benar pev , krg kasar mnrtku gtulah org tua d maklumi trs ngelunjak
Septyana Kartika
nek....jalan jalan yuk ...pake sepatu roda...aku dorong deh dari belakang
Lel: jatuh dong kakkkk🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
Nenek bisa dibikin struk Thor??????
Lel: kayaknya butuh bantuan lantai kamar mandi ya🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jahat banget mulutnya , untung tua kl enggak udh pevita tampol kan
Lel: iya bakal ditampol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!