NovelToon NovelToon
Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fira Lmj

cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari arofik

Kini bel pulang sekolah sudah berbunyi seluruh siswa SD Tegalsari tempat Arofik menuntut ilmu mulai berhamburan menuju gerbang sekolah ada yang sudah di jemput orang tuanya, atau bahkan ada yang pulang sendiri karena rumah mereka yang tidak terlalu jauh.

Beda halnya dengan Arofik yang memilih berdiam diri di dalam kelas dengan posisi kepala di telungkup kan di atas meja sambil menangis sesenggukan.

" Bagaimana aku mau pulang kalau aku saja tidak punya rumah huhuhuuu" ucap Arofik sambil menangis

" Semua teman-teman sudah pulang ke rumah masing-masing mendapatkan pelukan hangat seorang ibu dan mendapatkan kasih sayang seorang ayah, tapi aku rumah tak punya bahkan kasih sayang orang tua pun aku tak bisa merasakannya huhuhuuuu" gumam Arofik sambil terus menangis

" Hanya kak zizah yang aku punya di dunia ini, tapi sekarang kak zizah lagi sakit dan di rawat di rumah sakit, kak zizah tidak tau kalau kita sudah di usir dari kontrakan aku bingung harus ngomong gimana sama kakak huhuhuuuu aku takut Kakak semakin parah sakitnya kalau kepikiran ini semua huhuhu" ucap Arofik sambil terus menangis

" Ayah ibu tolong kami, tolong doakan yang terbaik buat kami semoga kami segera punya rumah buat kami bernaung dibawah terik matahari dan juga dinginnya malam, ya Allah kenapa engkau ambil kedua orang tuaku di saat kami masih sangat memerlukan bantuan mereka ya Allah huhuhuuuu" ucap Arofik terus menangis sampai matanya bengkak.

Setelah beberapa menit kemudian kini Arofik tertidur di dalam kelas sambil menelungkup kepalanya di atas meja mungkin karena tubuhnya sudah capek menangis dan pikirannya yang capek memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak di fikirkan anak seusianya.

*____

Di tempat lain tepatnya di depan gerbang sekolah kini Dimas sedang menunggu Arofik yang tidak kunjung datang padahal dia sudah hampir 1 jam menunggu di dalam mobilnya.

" Kok Arofik gak keluar-keluar ya padahal sekolah juga sudah sepi seharusnya dia kan sudah keluar dari tadi." ucap Dimas Anggara sambil terus menatap ke arah pintu gerbang sekolah

" Atau aku yang tidak melihatnya ketika tadi semua siswa keluar dari pintu gerbang itu, mungkin saja dia nyelip di belakang temannya kan tubuhnya kecil jadi tidak terlihat olehku, ya mungkin saja sih" gumam Dimas sambil memikirkan kemungkinan itu

" Aku tanya pak satpam saja deh ini sudah lewat jam makan siang sebentar lagi aku ada meeting sama klien penting dari Singapura, aku harus datang tepat waktu." gumam Dimas sambil membuka pintu mobilnya.

Setelah tiba di pos satpam Dimas segera menanyakan keberadaan Arofik yang dari tadi dia tunggu dan tak kunjung datang.

" Permisi pak satpam" ucap Dimas sambil tersenyum

" Eh bapak yang tadi pagi, ya ada apa pak ada yang bisa saya bantu?" ucap pak satpam sambil tersenyum menatap Dimas Anggara

" Gini pak saya kan mau jemput adik saya yang tadi pagi itu loh pak, tapi dari tadi saya tunggu kok gak ada keluar ya, apa bapak melihatnya?" tanya Dimas sambil menatap pak satpam

" Maaf pak saya gak ngeh sih, karena kan yang keluar banyak banget jadi saya gak begitu memperhatikan wajah murid satu persatu pak" ucap pak satpam sambil menatap Dimas

" Aduh gimana ya pak, atau kalau boleh saya minta tolong di cek di dalam sekolah dulu pak siapa tau dia masih di toilet atau di kelasnya mungkin". Ucap Dimas Anggara sambil menatap wajah pak satpam

" Oh iya boleh mari saya antarkan bapak mencari adiknya" ucap pak satpam sambil melangkah menuju dalam sekolah

Setelah sampai di dalam sekolah Dimas memberikan ide untuk mencari Arofik dengan cara mencar agar tidak membuang banyak waktu.

" Pak bagaimana kalau bapak membantu saya mencari adik saya di toilet dan saya akan mencarinya di dalam kelasnya pak" ucap Dimas Anggara sambil menatap wajah pak satpam

" Boleh pak, ya sudah saya cari di toilet dulu pak, bapak tau dimana kelasnya kan?" ucap pak satpam sambil menatap Dimas

" Tau pak tadi pagi saya juga mengantarkan dia sampai kelas" ucap Dimas Anggara

" Ya sudah mari kita berpencar pak semoga adiknya bisa cepat ketemu" ucap pak satpam

Sesuai kesepakatan Dimas dan pak satpam kini mereka berpencar untuk mencari keberadaan Arofik.

Dimas berlari dengan cepat di koridor sekolah untuk menuju ke dalam kelas Arofik karena waktu yang dia punya sudah mepet sekali untuk menghadiri meeting pentingnya dengan salah satu klien dari Singapura.

Kriiingg... Kriiinngg...

Suara handphone Dimas berbunyi menandakan ada panggilan masuk, ketika di lihatnya ternyata Hendra sang asisten pribadinya yang telah menghubunginya, tidam membuang waktu Dimas langsung mengangkat telepon tersebut.

" Ya ada apa NDRA gue sibuk nih" ucap Dimas sambil terus berjalan di koridor sekolah

" Woi Lo gak lupa kan? kalau sebentar lagi ada meeting sama investor penting" ucap Hendra dari sebrang sana

" Iya gue inget tapi gue lagi nyariin Arofik nih adiknya Azizah itu dia belum keluar juga dari sekolah padahal gue sudah nunggu cukup lama" ucap Dimas sambil terus berjalan

" Waduh nih keburu kliennya datang loh Dimas, gak enak kan kalau klien penting nunggu terlalu lama" ucap Hendra

" Ya sudah Lo ke sini saja antar Arofik ke rumah sakit Harapan Bangsa tempat kakaknya di rawat, buruan kesini Tuuutt" ucap Dimas Anggara yang langsung memutuskan telepon tanpa mendengar ucapan Hendra terlebih dahulu.

Setibanya di kelas, terlihat Arofik yang sedang tidur di atas meja dengan posisi kepala di telungkupkan di atas meja, Dimas bergegas menghampirinya dan membangunkan Arofik dengan lembut.

" Dek ayo bangun" ucap Dimas sambil mengusap kepala Arofik

" Hemmm ya kak" gumam Arofik sambil sedikit membuka matanya

" Bangun dek nanti tidurnya di lanjut di rumah sakit ya" ucap Dimas sambil tersenyum

" Eh om Dimas maafin aku ya tadi aku ketiduran" ucap Arofik sambil sesekali menguap

" Iya ayo kita keluar, nanti kamu ke rumah sakit sama om Hendra ya dek, om Dimas mau meeting sebentar lagi kamu gak apa-apa kan?" ucap Dimas sambil menggandeng tangan Arofik dan berjalan melewati koridor sekolah

" Iya gak apa-apa om, maaf aku ngrepotin om Dimas dan om Hendra" ucap Arofik sambil menundukkan kepala

" Kok malah sedih gini sih muka kamu senyum dong" ucap Dimas sambil mengusap kepala Rofik

" Iya om" ucap Arofik sambil mencoba untuk tersenyum meski fikiran dan hari Arofik tidak karuan

Setelah sampai di lobi sekolah Dimas bertemu dengan pak satpam yang sudah berdiri menunggu kedatangan Dimas.

" Alhamdulillah sudah ketemu adiknya pak" ucap pak satpam sambil tersenyum lega ketika melihat Dimas yang tengah menggandeng tangan Arofik

" Iya pak satpam Alhamdulillah sudah ketemu, ternyata tadi dia ketiduran di kelas, makasih sudah membantu saya mencari adik saya pak" ucap Dimas sambil tersenyum menatap pak satpam

" Sama-sama pak sudah menjadi kewajiban saya juga memastikan ke amanan di sekolah ini" ucap pak satpam sambil tersenyum

1
Fira Lmj
Yuk guys baca ceritanya di jamin kamu akan baper dan ngakak dengan tingkah absurd si zizah dan bucinnya pak CEO
anggita
mungkin rejeki anak sholeh😊
Fira Lmj: makasih kakak Saranya
total 1 replies
anggita
Maaf saran saja Thor, klo awal paragraf/alinea pakai huruf besar🙏. moga novelnya lancar.
Fira Lmj: makasih kakak Saranya 🙏
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like, kasih☝iklan saja.
Fira Lmj: makasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!