Suara musik berdentum dengan keras mengiringi orang-orang yang sedang asik berjoget di lantai sebuah bar.
sementara itu dari kejuhan tampak seorang perempuan yang sedang berdesakan di antara mereka,matanya tidak lepas dari sesosok pria yang tengah merangkul seorang wanita muda yang tak lain adalah sahabat dekatnya sendiri.
Tak lama kemudian dia melihat orang yang di ikutinya itu masuk kesalah satu room VIP yang tertutup,karena sangat penasaran wanita itu pun memberanikan diri untuk mengintip di sana,dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang terjadi didalam room itu.
Dengan perasaan hancur dan terpukul diapun berlari keluar menabrak orang-orang yang ada di depannya.mata wanita itu sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas karena sudah berembun menahan tangis dan sakit hati yang teramat sangat.
Dia menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang selalu menimpanya,hatinya sudah hancur berkeping-keping.
Apakah pernikahan kali ini akan gagal lagi,??
Apakah memang tidak ada orang yang mencintainya dengan tulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
acara sekolah
..."papa!! kata Bu guru, sabtu besok ada perlombaan di sekolah! jadi orang tua harus ikut!! papa bisa datang kan ?? tanya Raffa saat mereka sedang sarapan pagi....
..." bisa... pasti bisa... papa akan atur jadwal kantor biar bisa nemenin kamu ??...
..."orang tua itukan berarti papa dan mama !!...
...mmmmm.... aku kan ga punya mama!!...
...jadi, kalo Raffa ajak Tante Rachel boleh ga ?? ucap Raffa sedikit ragu...
..."boleh, tapi kita harus tanya dulu sama Tantenya....
...gini aja!! nanti pulang sekolah kamu ke tokonya Tante Rachel, di temenin sama pak supir biar kamu yang tanya langsung....
..." ok, makasih pa!! seru Raffa senang, mereka pun menghabiskan sarapan yang di sediakan....
sudah beberapa Minggu ini Candra dan Raffa kembali ke kediaman lama mereka, rumah yang cukup besar itu tampak sepi, hanya ada seorang pembantu yang memang sudah ikut cukup lama dengan keluarga Candra, di tambah seorang supir dan sekuriti rumah.
kondisi Raffa sudah semakin membaik, dia sudah mulai bisa bergaul dengan teman sebayanya, dan mulai aktif mengikuti kegiatan yang ada di taman kanak-kanak.
semenjak perubahan positif pada anaknya itu, Candra juga mulai mengurangi jadwalnya ke luar kota, kalaupun ada proyek di sana, dia selalu mengusahakan pulang lebih awal atau mengutus orang kepercayaannya.
Candra ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan Raffa, seperti yang pernah di sarankan oleh dokter yang ia temui dan juga Rachel.
setelah selesai menghadiri rapat bulanan perusahaan, Candra mengatakan pada asistennya untuk mengatur ulang jadwal kerjanya, dia minta untuk mengosongkan jadwalnya untuk 2 hari ke depan yang akan ia gunakan untuk menemani Raffa.
sedikit susah memang, karena proyek besar yang baru-baru ini mereka kerjakan mendapat sedikit kendala, jadi Candra harus di lebih fokus lagi mengawasi perkembangannya. hingga dia harus bekerja dobel agar bisa memiliki waktu luang Minggu depan untuk acara sekolah Raffa.
" pak malam ini, ada jadwal dinner sekaligus meeting dengan salah satu klien di hotel x, mobil yang akan mengantar bapak sudah stand by di bawah.
" tunggu 15 menit lagi, saya selesaikan berkas ini dulu !
setelah menyelesaikan beberapa berkas yang masih menumpuk di meja kerjanya. Candra pun menuju lobby untuk berangkat menuju hotel x, di sana sudah menunggu rekan kerja dan klien lama yang akan kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan nya.
bincang-bincang dengan klien berjalan lancar dan sepertinya mereka juga tertarik untuk bekerja sama kembali. untuk membuat pekerjaan ini semakin lancar, Candra terpaksa menemani mereka dan mengikuti permintaan di klien.
hal itu membuat dia tidak bisa pulang tepat waktu dan itu artinya Raffa akan sendirian malam ini dirumah.
****
sepulang sekolah, Raffa langsung bergegas menuju toko Rachel. dia sudah tidak sabar untuk mengajak tantenya itu datang ke acara sekolahnya.
sesampai di sana ternyata Rachel tengah sibuk mengerjakan beberapa pesanan costumer yang harus di antar sore ini. Rachel mengatakan agar Raffa menunggunya dikamar sambil istirahat untuk tidur siang.
toko yang di beri nama Rachel's Bakery itu sudah memiliki semakin banyak pelanggan, karena Rachel juga menyediakan dan menerima pesanan untuk acara kantor, atau acara resmi lainnya.
Rachel tidak pernah menyangka jika ilmu pertepungan yang ia pelajari secara otodidak selama ini bisa sangat berguna dan bahkan bisa menjadi salah satu mata pencaharian Dengan penghasilan yang lumayan.
Raka juga sering membantu Rachel, sepulang sekolah atau hari libur dia selalu datang ke toko dan bertugas sebagai kurir yang siap mengantar pesanan. tentu saja Rachel akan membayar jasa adiknya itu, baginya keluarga adalah keluarga, bisnis ya bisnis.
hal itu jugalah yang membuat adiknya itu senang, karena bisa memegang sedikit uang untuk jajan atau di tabung, dari pada nongkrong tidak jelas dengan teman-temannya.
saat sedang mempacking kue yang akan di kirim, Rachel menerima telepon dari Candra yang menanyai Raffa dan mengatakan bahwa dia akan pulang larut, dia juga meminta Rachel untuk menemani Raffa sebentar dirumah sampai ia pulang.
pesanan kue yang Rachel buat siap saat matahari sudah mulai tertidur malu-malu. jadi setelah semua di rasa beres, Rachel pun segera menutup tokonya dan membawa Raffa kembali ke rumah.
sesampainya di sana Rachel terpaku melihat kemewahan dari rumah itu, memang ini adalah pertama kalinya dia datang kesini. rumah itu tidak kalah besar dari rumah Bu Joana.
perabotan di dalam rumahnya di tata sangat rapi dan terlihat sangat feminim, mungkin ini masih di tata sama seperti saat ibunya Raffa masih ada.
foto pernikahan dan foto keluarga juga masih tergantung rapi di dinding. Rachel memperhatikan wajah almarhum mama Raffa, dia terlihat sangat bahagia di foto itu. tidak hanya mamanya tapi mereka bertiga terlihat sangat bahagia.
Rachel akhirnya tau dari mana Raffa mendapatkan sinar matanya yang lembut, ternyata itu di dapat dari mama tercintanya.
setelah puas melihat-lihat rumah, Rachel pun menemui Raffa yang sedang ganti baju di kamarnya.
..." kamu mau makan malam apa sayang ?? tanya Rachel sambil mengelus lembut kepala Raffa....
..." aku pengen deh, makan nasi goreng buatan Tante, sama ayam goreng, ucapnya semangat....
..." oke ! Tante buatin kamu makan malam, tapi kamu harus selesaikan tugas sekolahnya ya ! nanti Tante periksa,.....
..." siap bos !! jawab Raffa dengan sikap siap....
Rachel pun menuju dapur untuk menyiapkan makan malam yang di minta Raffa, di sana ada seorang pembantu yang sedang merapikan barang bawaannya, sepertinya dia baru saja pulang dari pasar swalayan.
..." ada yang bisa saya bantu non ??...
..." saya mau masak nasi goreng sama, ayam goreng buat makan malamnya Raffa.....
..." biar saya aja yang buat non......
..." ga apa-apa !! mbok bantu saya siapkan bahan aja ! lagian saya juga bosen klo duduk-duduk terus, Raffa juga lagi belajar di kamar....
wanita yang di panggil mbok itupun menuruti perkataan Rachel, dia menyiapkan bahan untuk Rachel memasak.
saat Rachel tengah di sibukkan dengan kegiatannya, wanita itu terus saja memperhatikan Rachel dengan seksama.
..." nama saya Rachel mbok ! saya yang bertugas mengasuh Raffa baru-baru ini di kediamannya Bu Joana, ucap Rachel yang dari tadi terus merasa di perhatikan....
..." maaf ya non, tanpa sadar saya malah ngeliatin non terus !! soalnya sudah cukup lama rumah ini tidak ada tamu, apalagi tamu wanita !!...
..." sejak istri pak Candra meninggal ya mbok ??...
..." iya non!! den Candra juga sering sibuk diluar, apa lagi waktu den cilik sakit, rumah sepi banget !!...
..." tapi sekarang mereka sudah kumpul lagi bik, walaupun tidak lengkap !!...
..." tapi kayaknya sebentar lagi ada yang melengkapi keluarga ini, non ! ucap wanita yang menemani Rachel memasak itu dengan senyuman penuh arti...