NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Dibuang dan dicap sebagai ancaman oleh militer korup karena membangkitkan Morthas—Malaikat Maut Kelas Misterius yang arogan dan ditakuti sejarah—Kael Ardyn diselamatkannya oleh guild terlarang di luar dinding peradaban. Bersama tiga jiwa abnormal lainnya, Kael harus melatih ranah jiwanya di Lapisan Kedua yang mematikan. Ini adalah kisah persekutuan empat jiwa yang siap mengguncang hukum dunia yang korup!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: KECEPATAN KINETIK DAN DILEMA SANG VETERAN

​BAB 24: KECEPATAN KINETIK DAN DILEMA SANG VETERAN

​Kehadiran tim Scar Horizon benar-benar mengubah arus pertempuran bak hantaman ombak pasang.

​Gempuran brutal dari elemen Api Pyrael di udara dan serudukan Banteng Tanduk Baja di darat membuat gelombang Beast Peringkat Menengah mulai terdorong mundur dalam kekacauan.

​Di tengah pusaran maut itu, Kapten Gareth memutar tubuhnya seraya menahan hantaman cakar musuh dengan perisai auranya.

​Dengan tangan kirinya, sang Kapten veteran merogoh saku dalam zirahnya, mengeluarkan sebuah botol porselen berukir rapi yang memancarkan pendaran energi spiritual lembut. Di dalamnya tersimpan beberapa butir pil pemulih jiwa tingkat menengah dan tinggi yang teramat berharga.

​"Suna! Kemari!" teriak Kapten Gareth menggelegar, suaranya membelah dentuman ledakan.

​Suna melesat secepat kilat dan langsung berhenti tepat di samping sang komandan, menyisakan jejak kilatan arus kinetik di atas tanah berdebu.

​"Bawa botol ini!" perintah Kapten Gareth tegas seraya melemparkan botol porselen itu ke arah Suna.

​Sang Kapten terus mendorong Banteng Emasnya ke depan, menekan mundur tiga ekor Beast sekaligus dengan hantaman bahunya yang berlapis armor tebal.

​"Kau satu-satunya yang memiliki kecepatan untuk melewati kepungan Beast ini tanpa terjebak! Pastikan pil-pil ini sampai ke tangan Jenderal Veron! Kalau wadah jiwanya sampai mengering, benteng ini akan rata dengan tanah!"

​Suna menangkap botol itu dengan gerakan refleks yang sempurna. Matanya menajam penuh determinasi.

​"Dimengerti, Kapten! Serahkan padaku!" sahut Suna nyaring.

​Wuuushhh!

​Tanpa membuang sedetik pun, Suna langsung memacu seluruh kekuatan Ranah Perak Puncaknya.

​Manifestasi Anima Cheetah Kinetik merayapi tubuhnya. Gadis berambut pendek itu melesat melengkung, menyelinap di antara celah-celah tubuh raksasa para Beast bagaikan kilatan petir.

​Sraakk! Sraakk!

​Sembari berlari dengan kecepatan tinggi, Suna mencabut sepasang belati kinetik di pinggangnya.

​Dua ekor Beast Peringkat Menengah mencoba menghadang jalurnya dengan sabetan cakar dari kanan dan kiri. Tanpa menghentikan laju kecepatannya sedikit pun, Suna menekuk tubuhnya ke belakang, meluncur di atas tanah berdebu sambil mengayunkan belatinya melingkar.

​Bilah belati yang diselimuti arus kinetik itu memotong urat pergelangan kaki kedua Beast tersebut hingga terputus.

​Bruk!

​Kedua monster itu tumbang seketika, membuka celah sempit di depan Suna.

​"Buka jalan! Jangan halangi lintasanku!" teriak Suna tegas kepada beberapa prajurit Volcania yang berada di dekat jalurnya.

​"Tahan posisi kalian dan lindungi sayap belakang! Bantuan dari Scar Horizon sudah merata di arena ini!" lanjut Suna seraya melompati punggung seekor Beast yang limbung.

​Para prajurit Volcania yang mendengar suara nyaring Suna seketika memutar tombak mereka, terpacu oleh keagresifan gadis muda tersebut.

​"Ikuti pergerakan gadis itu! Tahan barisan!" seru seorang komandan prajurit Volcania dengan semangat yang kembali membara.

​Namun, pergeseran momentum di pihak manusia itu tidak dibiarkan begitu saja oleh para penguasa medan perang.

​Menyadari ritme gelombang monster mulai terusik dan hancur, dua ekor Beast Peringkat Tinggi berwujud Beruang Kembar di barisan paling belakang tidak tinggal diam.

​Insting purba mereka yang haus darah langsung mengambil alih kendali penuh. Sepasang mata merah menyala dari monster setinggi delapan meter itu mengunci pergerakan Suna dan Kapten Gareth secara bersamaan.

​ROOOOOOARRRRR!

​Raungan mengerikan yang memekakkan telinga meledak di udara, menciptakan gelombang kejut fisik yang meretakkan tanah batu di sekitarnya. Dua Beast raksasa itu merangkak maju, bersiap menerjang dengan kekuatan masif yang sanggup meruntuhkan gunung!

​Dari garis belakang, Hugo yang sedang menopang pilar elemen tanah melihat pergerakan mematikan tersebut.

​Wajah pemuda tambun itu memucat seketika. Ia tahu betul Suna tidak akan selamat jika harus berhadapan frontal dengan hantaman telapak Beruang Kembar tersebut.

​"Jangan harap kalian bisa menyentuhnya!" raung Hugo menembus batas ketakutannya.

​Pemuda itu menghentakkan kedua telapak tangannya menghantam tanah berdebu. Ia menguras paksa seluruh sisa energi Perunggunya dan mengalirkannya langsung ke relung bumi.

​"Morgrath! Kunci kaki mereka sekarang!"

​Brummm! Kraaakk!

​Tanah di bawah kaki kedua Beruang Kembar itu mendadak meledak. Sulur-sulur batu raksasa berbentuk gading Mammoth mencuat beringas ke permukaan, melilit erat pergelangan kaki kedua Beast Peringkat Tinggi tersebut layaknya rantai bumi.

​Langkah monster raksasa itu terhenti mendadak!

​Namun, menahan entitas yang berada dua tingkat di atas level kultivasinya adalah sebuah tindakan yang teramat berat. Perbedaan kasta kekuatan itu langsung menghantam balik wadah jiwa Hugo secara telak.

​Bruk!

​Hugo jatuh berlutut, dadanya naik turun dengan dramatis. Darah segar menetes deras dari hidung dan sudut bibirnya, menetes membasahi jubahnya. Seluruh tulang di tubuhnya serasa remuk dihimpit beban gravitasi yang tak kasat mata.

​"Ugh... k-kuat sekali monster-monster ini..." bisik Hugo dengan pandangan yang mulai memburam.

​Meski napasnya tercekat dan kesadarannya berada di ambang batas, Hugo menolak untuk melepas genggamannya dari tanah. Ia terus memaksakan elemen Morgrath untuk mempertahankan rantai bumi itu walau hanya untuk membeli waktu beberapa detik lagi.

​Sementara itu, jauh di pusat kepungan garis depan benteng.

​Jenderal Veron berdiri dengan pedang besar yang tertancap di tanah. Napas sang komandan veteran memburu sengal, matanya memerah oleh kelelahan dan darah yang mengering di pelipis.

​Hah... hah... hah...

​Di sekelilingnya, puluhan Beast Peringkat Menengah merangkak makin rapat. Serigala Zirah Besi miliknya yang melayang di belakang punggung berkedip redup, menandakan wadah jiwanya benar-benar telah berada di titik nol.

​"Jenderal! Awas di sebelah kiri!" jerit seorang prajurit muda yang lengannya telah patah.

​Seekor Beast bertanduk tajam melompat menerjang dari titik buta Veron. Sang Jenderal mencoba mengangkat pedang besarnya, namun tangannya bergetar hebat—otot-ototnya menolak untuk patuh karena kehabisan energi.

​SRAAAK!

​Tiba-tiba, kilatan arus listrik menyambar memotong udara!

​Belati kinetik melayang secepat kilat, menembus tepat di antara sepasang mata Beast yang melayang di udara tersebut hingga monster itu roboh tak bernyawa sebelum sempat menyentuh Veron.

​Wush!

​Sosok Suna mendarat dengan anggun tepat di samping sang Jenderal, memutar belati satunya untuk menghalau sisa monster di sekitar mereka.

​"Jenderal Veron!" panggil Suna tegas seraya merogoh saku bajunya.

​Ia melemparkan botol porselen berukir itu langsung ke genggaman sang Jenderal yang gemetar.

​"Ini pil pemulih jiwa tingkat tinggi dari Kapten Gareth! Cepat telan!" seru Suna seraya berdiri memasang kuda-kuda pelindung di depan Veron.

​Jenderal Veron menatap botol di tangannya dengan raut terperangah, sebelum akhirnya mengertakkan gigi dan tersenyum lebar.

​"Gareth... bajingan tua itu selalu tahu cara membuat pintu masuk yang dramatis!" gumam Veron.

​Tanpa membuang waktu, Veron membuka sumbat botol dan langsung menelan dua butir pil pemulih jiwa tersebut sekaligus.

​BUUUUUSHHH!

​Hawa hangat yang sangat masif merembet cepat dari perutnya, menyiram sistem saraf dan menambal wadah jiwanya yang kering. Dalam sekejap mata, aura keemasan dari Serigala Zirah Besi Veron yang tadinya meredup mendadak meledak kembali membawa gelombang tekanan Emas yang beringas!

​Di sisi lain medan perang, Elena yang melayang di langit yang memerah tidak berhenti membombardir.

​BOOOOM! BOOOOM! TRANK!

​Gadis berambut pirang itu terus melepaskan ombak api Pyrael ke barisan musuh, memecah fokus formasi Beast di garis tengah.

​Di tengah kepungan asap panas itu, sepasang mata merah menyala Elena menilik sebuah celah taktis yang sangat terbuka.

​"Kapten Gareth!" seru Elena dari udara, suaranya terdistorsi deru angin api.

​"Ada celah terbuka di sayap kiri formasi musuh! Kita bisa menerobos barisan mereka dari sana, tapi...!"

​Mendengar laporan itu, Kapten Gareth yang sedang sibuk membajak lautan Beast dengan aura Emasnya melayangkan tebasan pedang besar yang memotong dua Beast sekaligus.

​BRASH!

​Darah hijau musuh memuncrat deras saat sang Kapten menoleh ke atas. Banteng Tanduk Bajanya baru saja menanduk hancur seekor monster batu di depannya.

​"Tapi apa, Elena?!" balas sang Kapten tak sabar, suaranya lantang menembus gemuruh perang.

​Kapten Gareth mengayunkan sikunya, menghantam rahang Beast lain yang mencoba mendekat hingga hancur berantakan.

​Elena menukik sedikit lebih rendah untuk memperjelas pandangannya. Urat kecemasan tampak jelas di wajah cantiknya.

​"Tapi celah itu mengarah langsung pada posisi Beast Peringkat Tinggi yang sedang ditahan oleh Hugo!" jelas Elena.

​"Kalau Kapten mengambil jalur itu, Kapten akan berhadapan langsung secara frontal dengan mereka, dan areanya terlalu sempit untuk menghindar!"

​Mendengar analisis lapangan dari Elena, otak veteran Kapten Gareth berputar sangat cepat di tengah panasnya pertarungan.

​Ia menahan perisai emasnya dari hantaman bertubi-tubi tiga Beast Peringkat Menengah.

​BOOM! BOOM!

​Banteng Emas milik sang Kapten meraung keras, menahan tekanan fisik tersebut walau kakinya terdorong mundur beberapa inci di atas tanah.

​Otaknya menimbang risiko yang teramat fatal.

​Dengan kapasitas Ranah Emas yang kumiliki, aku mungkin sanggup menahan hantaman fisik Beast Peringkat Tinggi itu secara langsung, batin Kapten Gareth dingin.

​Ia menggerakkan pedang besarnya dalam putaran horizontal, memotong kepala tiga Beast yang menahannya tadi hingga terlempar ke udara.

​Tapi masalah sesungguhnya bukan monster besar itu... Mata sang Kapten melirik liar ke sekeliling sayap kiri. Ratusan Beast Peringkat Menengah sedang mengepung rapat celah sempit tersebut.

​Jika konsentrasiku sepenuhnya terkunci untuk menahan sang Beruang Kembar, aku tidak akan punya sisa tangan untuk menghalau gempuran ratusan Beast Menengah di sekitarnya. Aku akan terisolasi dan tertimbun hidup-hidup sebelum sempat menyelamatkan Hugo!

​"Kapten! Keputusannya!" teriak Elena dari udara saat bola-bola apinya mulai mengikis pasokan energinya.

​Kapten Gareth menggertakkan giginya rapat-rapat. Suasana di medan tempur mendadak terkunci dalam dilema mematikan yang siap menelan nyawa siapa saja.

1
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi.id: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi.id: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Anonim
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Anonim
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi.id: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi.id: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi.id: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi.id: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi.id: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi.id: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi.id: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
WER
Thor apakah ada benih cinta di antara El dan kael pasti seru /CoolGuy/
Kausafiksi.id: Bisa kelihatan sih, sudah ada debar debar kaya nya si el
total 3 replies
WER
sabar El sabar orang sabar di sayang Tuhan 👍😆
Day Chuk: 🤣 galak amat ya cewe nya
total 2 replies
Muhammad Nur Septyawan
keren bang gua suka alur nya lumayan pas dan tidak basa basi👍
Kausafiksi.id: terimakasih bang, di bab 12 kesana baru baku hantam nya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!