NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:401.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Nikah Yuk

Bab 16. Nikah Yuk

(POV Author)

"Lyra!"

Mati Gue anak orang meninggoy di Apartemen Gue. Batin Teguh.

Teguh segera melepas tasnya, lalu meraih tubuh Lyra di lantai.

"Ra! Ra... Bangun Ra!"

Teguh berusaha membangun Lyra dengan menepuk pelan bahunya. Namun tidak ada respon dari Lyra, dan itu membuat Teguh berinisiatif memeriksa kondisi suhu tubuh Lyra dengan telapak tangannya menempel di kening wanita itu.

"Ya Tuhan, panas."

Teguh lalu mengangkat tubuh Lyra dan menggendongnya untuk di pindahkan ke kamar belakang, tempat Lyra beristirahat.

Dengan cekatan ia menyelimuti Lyra lalu mengambil kompres untuk menurunkan sedikit panas di tubuh wanita itu.

Hampir jam 3 subuh, Teguh baru bisa tertidur dengan laptop yang masih menyala disampingnya. Sedangkan ia sendiri sudah mendengkur halus di lantai yang beralaskan permadani di kamar Lyra.

***

Pagi menyapa dengan bias sinar matahari yang menelisik di celah gorden kamar itu. Lyra terbangun dan perlahan membuka matanya memperhatikan keadaan sekitar.

"Gue di kamar ya?" Gumam Lyra yang kemudian berusaha untuk merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada dinding tempat tidur.

Handuk kecil yang lembab jatuh di pangkuan Lyra. Ia melihat di sampingnya ada baskom kecil berisi air dan di lantai ada laptop yang terbuka namun tidak menyala.

Jantung Lyra berdebar-debar. Ia tahu seseorang telah masuk ke kamarnya ketika ia sedang tidur. Lyra berusaha untuk menenangkan ketakutan dalam dirinya. Perlahan ia menurunkan kakinya dan mencoba untuk berdiri.

"Aaagh...!"

Suara seseorang mengejutkan Lyra hingga akhirnya ia kembali terduduk di atas tempat tidur. Lyra melihat ke arah lantai di mana suara itu berasal. Dan di sana terlihat Teguh sedang meringis akibat bagian punggung belakangnya diinjak oleh Lyra. Lyra merasa bersalah dan tidak enak karena tanpa sengaja telah menyakiti empunya rumah yang telah berbaik hati menampungnya.

"Maaf Bang, Gue nggak sengaja. Sakit ya Bang?" Ujar Lyra berusaha menempatkan diri.

Teguh duduk dan berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih ngantuk. Dengan mata yang nyaris tidak terangkat dia mencoba melihat ke arah Lyra.

"Lo udah sehat Cil?" Tanya Teguh dengan suara beratnya khas bangun tidur sambil melihat Lyra yang sudah tampak segar dari malam tadi.

"Abang yang mindahin Gue ke sini?" Tanya Lyra memastikan.

"Iya. Lo kecil-kecil berat juga ternyata. Banyak dosa apa banyak makan Cil?"

"Cal Cil Cal Cil, nama Gue Lyra Bang." Protes Lyra.

"Lo lebih kecil dari Gue, jadi bocil aja." Jawab Teguh santai.

Perlahan Teguh meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku. Lalu melirik ke arah jam dinding yang ada di depannya.

"Udah jam 8 ternyata. Lo laper nggak Cil?"

Sekian detik terasa hening karena yang ditanya tidak menjawab. Akhirnya membuat Teguh menolehkan wajahnya menatap Lyra.

"Bang, nikah yuk?!" Ajak Lyra dengan tatapan serius tanpa kedip.

"Heh?! Buset!! Aje gile nih anak! Gue yang baru bangun kok Elo yang malah ngelindur Cil?"

"Nggak ngelindur Bang, waras Gue."

"Itu barusan Lo nggak waras Cil. Dah berapa lama tinggal di Pluto?"

"Nggak waras gimana Bang?"

"Lo dah nikah ngajakin Gue nikah, waras nggak itu?"

"Kan Gue punya alasan Bang."

"Bentar-bentar. Lebih baik, kita mandi dulu trs sarapan. Baru habis itu kita bahas masalah Lo yang kabur."

"Mandi bareng? Nggak mau ah Bang!"

"Ck! Siapa juga yang ngajakin mandi bareng. Giliran begini Lo takut, barusan kemana nyali Lo ngajakin nikah?!"

"Kan nikah Bang, bukan mandi bareng. Beda kan?"

"Justru nikah juga bisa mandi bareng. Duh, Gue remes juga nih, polos banget!" Gemas Teguh.

Lyra tidak berani berkomentar lagi karena merasa yang di katakan Teguh ada benarnya juga.

"Ya sudah, sana Abang kelua! Gue mau mandi."

"Dih, Gue di usir."

Dengan perlahan Teguh memungut laptop dan handphonenya ditangan kanan. Lalu baskom dan handuk kecil di tangan kirinya. Kemudian lelaki itu melangkah keluar kamar.

"Duh, jantung Gue. Kayaknya masih nggak enak badan deh Gue." Gumam Lyra.

Setelah menutup pintu rapat-rapat, Lyra segera membersihkan dirinya yang dari tadi malam penuh keringat. Setelah wangi dan bersih, baru lah ia menuju dapur yang menyambutnya dengan aroma masakan.

"Dah seger Cil. Omelet aja ya pagi ini kita. Nanti baru makan siang di luar sekalian nganterin Lo."

"Nganterin kemana Bang?"

Teguh meletakkan dua piring omelet masing-masing miliknya dan juga Lyra di meja makan.

"Kerumah Lo. Lo nggak bisa selamanya kabur dari rumah. Punya masalah hadapi Cil, selesaikan, kalau nggak sanggup atasi sendiri, pakai orang kayak Gue."

"Tapi bayaran orang kayak Abang pasti mahal. Nggak punya duit Gue Bang." Keluh Lyra.

"Coba cerita dulu masalah Lo."

Lyra tampak menghela napas panjang, lalu menuduk menatap tangannya yang sedari tadi memainkan jari-jarinya.

"Malu mau cerita."

"Kalau Lo nggak cerita, gimana Gue bisa bantu Lo Cil. Lagi pula keluhan dan konsultasi klien harus Abang rahasiakan. Jadi Lo jangan cemas."

Lyra masih terdiam. Ia masih bisa terlihat ragu-ragu untuk berbicara.

"Suami Gue selingkuh Bang. Dan selingkuhnya itu Mama Gue."

Klentiiing!

Tanpa sengaja sendok makan yang di pegang Teguh terlepas dari tangannya.

"Gue nggak salah denger Cil?" Tanya Teguh terkejut setengah tidak percaya.

Lyra hanya menggeleng menjawab pertanyaan Teguh.

Teguh menghela napas berat.

Pantes aja dia sampe kabur, dan shyok. Untung nggak bunuh diri. Batin Teguh.

"Lo yakin?"

"Gue lihat dengan mata kepala Gue sendiri Bang... hiks..."

Duh, Gue malah bikin dia mewek lagi. Batin Teguh.

"Jadi apa yang Lo inginkan?"

"Kita nikah yuk Bang, Gue mau ngasi pelajaran buat suami Gue."

"Buset! Kenapa harus nikah? Kan bisa buat laporan aja biar dia di penjara."

"Rugi penjara doang Bang. Gue mau harta warisan Papa balik lagi ke Gue."

"Loh, kok gitu. Coba Lo ceritain detailnya."

Lyra menghapus jejak air matanya, kemudian ia menarik napas panjang, lalu mencoba untuk menceritakan.

"Jadi gini Bang, pesan Almarhum Papa, siapa pun yang menikah dengan Gue, akan mendapat 50% dari harta Papa. Dan kalau Gue sampai berpisah maka harta 50% itu akan batal Bang. Dan itu tertulis di selebaran kertas lengkap dengan materai dan tanda tangan Papa. Rekam suaranya juga ada Bang. Tapi semua itu di pegang sama pengacara Papa. Gue lupa namanya, tapi masih ingat wajahnya."

Teguh menyimak apa yang disampaikan Lyra dengan seksama.

"Berapa nilai harta kekayaan Almarhum Papa Lo Cil? Banyak ya?"

"Gue nggak tahu Bang. Selama ini Mama yang kelola peninggalan Papa."

"Papa Lo kerja apa Cil?"

"Gue nggak inget Bang. Masih kecil soalnya, waktu Papa ninggalin Gue. Yang Gue ingat dulu Papa sering nyimpan kotak besi gede di rumah."

"Almarhum Papa Lo siapa namanya Cil?"

"Muhammad Zailudin"

"Pak Zail?!"

"Abang kenal?"

Teguh kemudian mengetikan sesuatu di handphone-nya.

"Ini bukan?"

Teguh memperlihatkan gambar seorang lelaki tua dalam handphone-nya.

"Iya Bang, itu Papa. Kok Papa masuk pencarian di Mbah?"

"Papa Lo konglomerat Cil. Pengusaha minyak dan permata berlian."

"HAAH?!!"

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!