Apakah hal tentang spiritual dan keabadian berasal dari kultivasi benar-benar nyata?
Menceritakan tentang seorang pria yang menjalani kehidupan keduanya di dunia berbeda dan menjelajah dimensi hingga sampai ke dunia spiritual.
Cerita ini berlatarkan sebuah Kekaisaran dan memiliki tema kultivasi. Alur ceritanya sendiri bisa dibilang cukup santai dan tidak terburu-buru. Semua karakter dicerita ini hanyalah fiktif belaka dan tidak ada didunia nyata.
Jika kalian suka novel ini tekan tombol like disetiap chapter dan klik juga tombol favorit agar kalian tidak tertinggal informasi update dari novel THE EMPEROR. Kalian juga bisa membantu author dengan membagikan novel ini keteman kalian, terima kasih dan selamat membaca~
~UP 2 Chapter perhari kecuali hari sabtu dan minggu dan dimulai pada 12 Oktober 2021. Setiap bab memiliki jumlah 2000 kalimat.
Genre : Action, Thriller, Millitary, Time Travel, Cultivation, Fantasy, Drama, Overpower.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aji Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Dimulai
Keesokan harinya Hou Yu terbangun saat mendengar suara penjaga yang mengetuk-ngetuk panci menggunakan sendok sambil berteriak agar seluruh anak-anak bangun untuk sarapan sebelum seleksi.
Kelopak mata Hou Yu terlihat menghitam seperti panda setelah semalaman dirinya harus terjaga akibat Xia Yueyin yang terus memeluknya dan sesekali mengerang sambil memukuli dirinya tanpa sebab.
Malam itu adalah malam terburuk yang pernah di alami selama Hou Yu hidup. Ia berpikir bahwa Xia Yueyin mengalami mimpi buruk namun Hou Yu bertanya-tanya kenapa dirinya yang harus dijadikan sebagai samsak tinjunya.
Tak lama berselamg setelah Hou Yu bangun dari tidur nya yang hanya satu jam, Xia Yueyin kemudian terbangun setelah mendengar suara dari penjaga sebelum nya.
Saat Xia Yueyin membuka matanya ia kaget melihat penampilan Hou Yu yang seperti mayat hidup dan langsung menendang anak tersebut karena mengiranya sebagai hantu.
"Aaaa!!! Siapa kamu berengsek!!!" Xia Yueyin berteriak ketakutan sekaligus marah sebab ada orang yang berani tidur di sebelahnya.
Brukkk!!!
Tubuh Hou Yu terpental dan menbarak dinding sebelum jatuh ke lantai. Ia seketika mengerang kesakitan karena merasa nyeri di perut dan punggung setelah di tendang oleh Xia Yueyin.
"Sial.... Perut dan punggungku..." Hou Yu mengerang kesakitan dan mengumpat sebab tak hanya sekali melainkan ini untuk kesekian kalinya Xia Yueyin membuat dirinya terlihat menyedihkan seperti ini.
Menyadari bahwa orang yang sudah ia tendang adalah Hou Yu, Xia Yueyin segera beranjak dari atas kasur dan langsung menolongnya.
"Aku minta maaf..." Ucap Xia Yueyin dengan raut wajah menyesal sambil membantu Hou Yu untuk bangun dari lantai.
Dengan menahan rasa sakit Hou Yu kemudian berdiri dan menatap dengan kesal kearah Xia Yueyin yang tengah menundukkan kepalanya.
"Lupakan saja..." Hou Yu menghela nafas dan berjalan keluar kamar di ikuti Xia Yueyin yang masih merasa bersalah dari belakang.
Sesampainya di tempat yang ditujukan untuk anak-anak sarapan bersama, Hou Yu dan Xia Yueyin mengantri mengambil jatah sarapan mereka dan duduk di meja yang belum terisi.
Hou Yu mulai menyantap sarapan paginya dengan tenang sementara Xia Yueyin tampak masih murung dan mengira bahwa Hou Yu marah kepada dirinya.
Menyadari Xia Yueyin yang tidak menyentuh sarapan paginya membuat Hou Yu merasa bingung. "Kenapa tidak dimakan, apa rasanya tidak enak?"
Xia Yueyin menggelengkan kepalanya. "Rasanya enak kok..." Balasnya lirih.
"Bagaimana kamu bisa tahu rasanya enak jika belum mencicipi nya? Cepat dimakan sebelum dingin..." Ucap Hou Yu.
"Apa kamu marah denganku tentang kejadian dikamar?" Xia Yueyin bertanya sambil menahan agar dirinya tidak menangis meski begitu air matanya sudah mulai jatuh di atas meja.
"Kenapa juga aku harus marah, berhentilah menangis karena wajahmu terlihat jelek dan cepat makan sarapan mu atau aku akan benar-benar marah..." Ucap Hou Yu yang tidak tega melihat gadis kecil disebelahnya menangis.
Xia Yueyin mengangguk dan menyeka air matanya lalu segera memakan sarapannya. Ia merasa lega jika Hou Yu tidak marah kepadanya dan berpikir jika dirinya terlalu berlebihan yang membuatnya merasa malu sendiri.
Melihat Xia Yueyin yang sudah berhenti menangis kemudian memakan sarapannya, membuat Hou Yu merasa lega dan tersenyum tipis.
Sebuah pertanyaan acak terlintas di pikiran Hou Yu tentang hal yang di benci oleh Xia Yueyin dan bisa membuatnya marah, sebab selama ini ia tidak pernah melihat gadis tersebut sekalipun marah terutama kepada dirinya.
"Apa ada hal yang kamu benci didunia ini, Yue?" Hou Yu bertanya.
Xia Yueyin mengangguk dan berhenti sejenak menyantap sarapan paginya. "Tentu ada... Aku benci dengan orang munafik dan suka berbohong serta menindas orang lain. Aku juga membenci orang tuaku dan aku benci jika kamu meninggal kan ku...
Hou Yu tersenyum kecut karena ada beberapa kalimat yang di ucapkan oleh Xia Yueyin menyinggung dirinya. Ia juga tidak terkejut jika Xia Yueyin membenci orang tuanya.
"Apa hanya itu saja? Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan orang-orang yang kamu benci? " Hou Yu mencoba menggali lebih dalam lagi agar mengetahui apa yang tidak disukai oleh Xia Yueyin.
Xia Yueyin sejenak berpikir dan berkata, "Aku membenci kelompok pemberontak yang ingin membuat kekacauan di Kekaisaran dan merusak kedamaian. Suatu saat nanti aku ingin melenyapkan semua orang yang aku benci dari dunia ini agar kehidupan ku kelak terasa lebih damai."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yueyin membuat Hou Yu seketika termenung. Dengan begini hubungannya dengan Xia Yueyin mungkin tidak akan berjalan lancar karena keduanya berada dikubu yang bersebrangan.
"Semisal aku menjadi pemberontak dan menghancurkan Kekaisaran ini apa yang akan kamu lakukan kepadaku?" Tanya Hou Yu.
Kini giliran Xia Yueyin yang termenung, jika Hou Yu benar-benar bergabung menjadi seorang pemberontak ia tidak tahu harus berbuat apa.
Hou Yu terkekeh saat melihat Xia Yueyin yang sedang termenung. "Aku hanya bercanda jangan terlalu dipikirkan!"
Seketika Xia Yueyin menjadi kesal sebab lelucon Hou Yu sama sekali tidak lucu. Ia lantas memukul pinggang Hou Yu dan pergi menyusul anak-anak yang menuju tempat ujian setelah seorang penjaga memberi pengumuman agar mereka segera berkumpul.
Hou Yu tertawa dan berlari menyusul Xia Yueyin yang kesal, meski begitu didalam hatinya ia merasa tidak senang mengingat kelak dimasa depan mereka bisa menjadi musuh atau kawan.
Arena yang cukup besar sudah disiapkan untuk tempat di adakan nya upacara kedewasaan sekaligus seleksi untuk anak-anak berusia sepuluh tahun.
Acara ini sendiri di hadiri oleh orang utusan dari Kekaisaran dan utusan sekte-sekte besar yang berdiri di Kekaisaran Zhou untuk mencari bibit-bibit unggul hari ini.
Segelintir masyarakat juga ikut menghadiri acara tahunan ini untuk melihat sekaligus meramaikan nya.
Seluruh anak-anak kini dibuat kedalam beberapa barisan dan mulai di uji oleh beberapa ahli spiritual yang akan melihat kualitas tubuh serta tingkat kultivasi mereka dengan batu pendeteksi.
Selain mengecek kualitas tubuh dan kultivasi anak-anak yang menjadi peserta kali ini, para ahli spiritual juga mengecek apa mereka sudah membangkitkan spirit atau belum karena hal ini akan menjadi point tambahan.
Sepuluh anak akan dicek langsung disetiap sesi untuk mempersingkat waktu dan rata-rata dari mereka lulus dalam ujian pertama.
Hou Yu sendiri sangat beruntung karen dapat lulus dalam ujian pertama dan untuk Xia Yueyin sudah tidak perlu dipertanyakan lagi karena dia sudah terlahir dengan keadaan spesial.
Untuk kualitas tubuh sendiri di ukur dengan warna yang muncul dari bola pengukur dan di urutkan dari;
Putih
Abu-abu
Kuning
Jingga
Oranye
Merah muda
Merah
Coklat
Ungu
Hitam
Anak-anak yang dinyatakan lulus dan dianggap sudah dewasa harus berada pada tinggat tiga keatas jika dibawahnya maka mereka belum cukup di anggap dewasa.
Jika seseorang walaupun memiliki umur diatas 18 tahun namun berada pada tingkat dibawah tiga maka mereka di anggap belum dewasa dan tidak di ijinkan untuk ber kultivasi.
Hal ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah dan jika dilanggar akan ada konsekuensi yang sangat serius.
Maka dari itu seseorang harus berada di tingkat tiga keatas dan jika mereka gagal ada kesempatan untuk mengulang setiap beberapa tahun sekali.
Sebenarnya aturan ini sangat baik untuk masyarakat dimana kualitas tubuh sendiri sangat penting agar lancar saat melakukan kultivasi.
Seandainya seseorang berada di tingkat tiga kebawah dan memaksakan diri untuk ber kultivasi rata-rata dari mereka akan meledak karena tidak kuat menghadapi tekanan Qi yang melonjak kedalam tubuh.
Hou Yu sendiri berada di tingkat tiga dan menjadikannya peserta terburuk tahun ini sebab rata-rata dari mereka ada di tingkat empat keatas.
Untuk tingkat tujuh keatas sangatlah jarang dan jika ada mereka akan mendapat hak prioritas dari panitia.
Sementara itu Xia Yueyin adalah salah satu peserta yang paling diprioritaskan dimana tingkat kualitas tubuhnya berada pada tingkat sembilan.
Xia Yueyin kini terlihat diberikan sebuah kursi dengan seorang kultivator yang memegangi payung agar dirinya tidak kepanasan dan hal ini membuat peserta lain merasa iri.
Selain Xia Yueyin ada juga sepuluh orang anak yang mendapatkan prioritas serupa namun dengan kualitas dibawahnya karena mereka ada pada tingkat delapan dan tujuh.
Hou Yu sendiri hanya bisa pasrah bersama anak-anak yang lain dimana mereka harus rela dijemur dibawah teriknya matahari sebelum ujian kedua dimulai.
blom puya kekuatan udh byk tingkah hihieee autor pantes klurga d bantai pdhal jendral
sekarang mau mulai tanpa kekuatan dan mngajak anak2 bahkn blom kultivasi ap gk bodoh sampe urat2 wkkwkkwk
benar nggk sih tulisan ny🤣🤣