NovelToon NovelToon
Tawanan Mantan Suami

Tawanan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis:

Lima belas tahun setelah perpisahan yang dipenuhi salah paham, Helena kembali bertemu dengan Arthur Fernando, mantan suami yang tak pernah berhenti mencarinya. Di balik perceraian mereka, tersimpan konspirasi musuh yang ingin menghancurkan klan Fernando. Kini, saat kebenaran terungkap, Arthur bertekad merebut kembali Helena, meski harus menjadikannya tawanan cinta yang tak pernah padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Pengepungan di Gudang Tua

Matahari baru saja menampakkan ujungnya di ufuk timur, menyinari kawasan pantai utara yang sunyi. Angin laut berhembus kencang, membawa bau asin yang bercampur dengan aroma karat dan kayu lapuk. Di sebuah gudang tua yang terpencil, dikelilingi oleh semak-semak liar dan tumpukan kontainer bekas, suara mesin diesel terdengar menderu pelan.

Arthur berdiri di balik sebuah truk kontainer yang sudah berkarat, matanya tertuju pada gudang itu. Di sebelahnya, Aldi sedang mengatur posisi tim melalui earpiece dengan suara berbisik tegas. Seluruh tim yang dikerahkan oleh Robert Fernando sudah bergerak. Mereka membentuk lingkaran pengepungan dari segala arah—depan, belakang, samping kiri dan kanan.

"Pak, tim posisi satu sudah siap di belakang," bisik Aldi. "Tim posisi dua dan tiga sudah menutup akses jalan keluar. Tidak ada celah. Mereka terjepit."

Arthur mengangguk, wajahnya tegang. Matanya menyipit, mencari celah di antara dinding gudang yang retak. "Berapa jumlah mereka di dalam?"

Aldi menatap layar drone pengintai yang berputar pelan di langit. "Dari pantauan termal, ada sekitar empat orang. Dua di pintu masuk, satu di dalam, dan satu lagi... di lantai dua. Tampaknya dia sedang menjaga sandera. James."

Mendengar nama James, rahang Arthur mengeras. Tangannya mengepal di sisi tubuh. "Ada senjata?"

"Terlihat satu pistol di pinggang pria di pintu depan. Sisanya mungkin hanya senjata tajam atau pipa besi. Tim kita sudah bersenjata lengkap, tetapi kita tidak ingin ada baku tembak. Tujuan utama adalah menyelamatkan James dengan selamat."

Arthur mengambil napas panjang. "Aku ingin masuk. Aku yang akan bicara dengan mereka."

Aldi menatap Arthur dengan ragu. "Pak, itu terlalu berisiko. Biarkan tim kita yang turun—"

"Aku tidak peduli, Aldi," potong Arthur dengan suara berbisik tegas. "Aku adalah ayahnya. Aku yang harus melihat dia langsung. Aku tidak akan membiarkan orang lain mengambil risiko untuk anakku."

Aldi akhirnya mengangguk. "Baik, Pak. Saya akan menyiapkan rompi anti peluru untuk Bapak. Tim akan melindungi dari luar. Begitu Bapak memberi kode, tim akan masuk."

Arthur mengenakan rompi anti peluru yang diberikan Aldi. Dia mengecek earpiece-nya, memastikan komunikasi tetap terjalin. Lalu dia berjalan perlahan melewati semak-semak, keluar dari persembunyian, dan berdiri tepat di depan pintu gudang yang besar.

Pintu gudang terbuka sedikit, menyisakan celah gelap. Arthur memajukan langkahnya, dan suaranya bergema memecah kesunyian.

"Paman Hendra! Aku tahu kau di dalam. Ayo keluar dan bicara seperti orang dewasa!"

Dari dalam, terdengar suara tawa renyah. Seorang pria paruh baya dengan rambut beruban, mengenakan kemeja lengan panjang, perlahan melangkah keluar dari balik pintu. Dia memegang sebatang rokok di tangannya, dan sepucuk pistol terselip di ikat pinggangnya.

"Arthur. Kau datang juga," ucap Hendra, suaranya serak namun santai. "Aku sudah menduga. Kau tidak akan pernah membiarkan anakmu begitu saja. Mirip dengan ayahmu dulu. Selalu peduli pada keluarga."

Arthur menatap Hendra dengan tatapan membunuh. "Di mana James? Jika kau menyentuhnya, aku tidak akan ragu untuk menghabisi dirimu."

Hendra tertawa lagi. "Tenang, tenang. James baik-baik saja. Dia bocah yang cukup cerdas, tidak banyak bertanya. Dia hanya tidur di lantai dua, menunggu ayahnya datang. Aku sudah memberinya makan dan minum, jangan khawatir."

Dari lantai dua gudang, terdengar suara benda jatuh. Arthur menengadah, dan dia melihat bayangan kecil di balik jendela berjeruji. Jantungnya berdegup kencang. James.

"Biarkan dia pergi, Hendra. Aku akan memberikan apa pun yang kau minta. Uang, tanah, saham perusahaanku. Kau mau apa saja, asal dia aman."

Hendra menghisap rokoknya, lalu membuang puntungnya ke tanah. "Kau pikir aku butuh uangmu? Aku sudah punya cukup harta, Arthur. Aku butuh pengakuan. Aku butuh semua orang tahu bahwa aku adalah bagian dari keluarga Fernando yang sah. Selama ini aku selalu dianggap sampingan. Ayahmu tidak pernah memberiku hakku yang sebenarnya."

Arthur menatap Hendra dengan tatapan tajam. "Kau bisa mendapatkan semua itu, Hendra. Tapi lepaskan James. Ini urusan antara kau dan keluargaku. Anak itu tidak tahu apa-apa."

Hendra tersenyum miring. "Tapi dia tahu segalanya, Arthur. Dia tahu kau adalah ayahnya. Dan kau baru tahu sekarang, bukan? Betapa sakitnya menyembunyikan kebenaran. Aku ingin kau merasakan sakitnya, selama lima belas tahun ini, aku merasakan sakit yang sama."

Arthur mengepalkan tangannya. "Cukup. Kau sudah bicara terlalu banyak. Lepaskan James, atau aku akan memaksa masuk dan mengambilnya."

Hendra memasukkan tangannya ke saku, mengambil sebuah bel kecil. Dia mengocoknya, dan dari dalam gudang, seorang pria muncul menyeret seorang remaja dengan kedua tangan terikat.

James.

Arthur hampir tersedak saat melihat putranya. James mengenakan kemeja putih yang sudah kotor, dengan tali tambang melilit pergelangan tangannya. Wajahnya pucat, tapi matanya tajam dan penuh ketakutan. James menatap Arthur, dan untuk pertama kalinya, Arthur melihat wajah itu dari jarak dekat. Wajah yang sangat mirip dengannya.

James berusaha tersenyum meskipun rahangnya gemetar. "Kau... kau ayahku?"

Arthur menelan ludah. Suaranya bergetar. "Ya, James. Aku ayahmu. Dan aku akan membawamu pulang. Percayalah padaku."

Hendra tertawa. "Pertemuan yang menyentuh. Tapi aku sudah menyuruh anak buahku untuk memasang bom di bawah lantai dua, tepat di bawah kaki James. Jika ada satu pemberani yang mencoba masuk, atau jika James mencoba melarikan diri, gudang ini akan meledak."

Arthur membelalak. Dia menatap Aldi dari sudut matanya. Aldi langsung memberi kode ke tim untuk mengecek sensor bom. Tapi bel yang ada di tangan Hendra bisa menjadi pemicu detonasi yang berbahaya.

"Ini berbahaya," bisik Aldi di earpiece. "Pak, tim kita mendeteksi sinyal di sekitar pondasi. Kami butuh waktu untuk mematikan sistemnya."

Arthur tidak punya banyak waktu. Dia harus mengalihkan perhatian Hendra. "Hendra, kau sudah kalah. Lihat sekelilingmu. Ada dua puluh orang bersenjata di sini. Kau tidak bisa pergi ke mana-mana. Lepaskan James, dan aku jamin kau akan dibawa ke pengadilan dengan layak, bukan dibunuh di tempat."

Hendra tersenyum sinis. "Kau pikir aku takut mati? Aku sudah siap mati, Arthur. Tapi aku ingin membawa James bersamaku. Agar kau merasakan penderitaan yang sama."

Pada saat itu, dari balik gudang, dua anggota tim Aldi bergerak tanpa suara seperti bayangan. Mereka memanjat dinding belakang gudang, mendekati lantai dua dari luar. Arthur melihat gerakan mereka dan mempercepat tempo bicaranya agar Hendra tetap fokus padanya.

"Bagaimana jika aku memberimu dokumen tanah di pulau bagian selatan? Itu adalah aset paling berharga yang aku miliki. Aku serahkan semua padamu. Kau bisa hidup tenang di sana, bebas dari siapa pun."

Hendra terdengar tergoda. "Dokumen asli?"

"Di ruang kerjaku. Aku bisa memintanya dikirim ke sini dalam satu jam," Arthur berbohong dengan tenang.

Sementara Hendra teralihkan, dua tim penyusup telah mencapai jendela lantai dua. Mereka memasukkan alat pemotong kawat ke jeruji besi, memotongnya perlahan. James mendengar suara itu dan menoleh, matanya menyala. Dia mengangguk pelan pada Arthur, memberi isyarat bahwa dia sudah tahu ada tim penyelamat di belakangnya.

Arthur menarik napas panjang. "Hendra, satu hal lagi. Kau selama lima belas tahun ingin diakui sebagai bagian keluarga. Tapi semua kau lakukan ini dengan cara yang salah. Keluarga bukan tentang uang, tanah, atau pengakuan. Keluarga adalah tentang melindungi satu sama lain. Dan kau, Hendra, telah mengkhianati itu."

Mata Hendra mengecil. "Kau bocah bodoh. Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan—"

Mendadak, dari lantai dua, terdengar suara bentakan dan benda jatuh. Hendra menoleh ke belakang. Pada saat itu, Aldi memutuskan detonasi dengan jammer yang sudah disiapkan. Arthur mengambil kesempatan itu, berteriak. "Tim! Sekarang! Tembak!"

Bukan peluru, tapi flashbang meledak di depan Hendra. Cahaya menyilaukan membutakan pria itu. Dua pria penjaga pintu langsung dijatuhkan tanpa ampun. Hendra terhuyung, tangannya meraih bel, tapi sebelum dia sempat mengocoknya, Aldi sudah menendang bel itu dari tangannya.

"Jatuhkan senjatamu sekarang!" teriak Aldi.

Hendra meraung marah, mengangkat pistolnya, tapi tiga tim sudah mengarahkan senjata ke kepalanya. Dia menyerah, merendahkan diri.

Di lantai atas, dua tim penyusup berhasil membebaskan James. Tali tambang dilepas, dan James langsung berlari menuruni tangga, menerjang Arthur.

"AYAH!" James memeluk Arthur erat, menangis. "Aku takut, Yah. Mereka bilang aku tidak akan bertemu Mama lagi."

Arthur memeluk James dengan sekuat tenaga, matanya basah. "Tidak, Nak. Tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi. Ayah di sini. Ayah datang."

Di belakang mereka, Aldi dan tim mengamankan Hendra. Suara sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Matahari pagi semakin tinggi, menerangi gudang tua yang kini dipenuhi tim penyelamat.

Arthur melepaskan pelukannya, menunduk, menatap mata James. "Ayo, James. Mama menunggumu di rumah."

James mengangguk, tersenyum di antara air mata. Arthur menggandeng tangan James, dan mereka berjalan keluar dari gudang, meninggalkan bayangan gelap masa lalu.

1
Mamah Dini11
semoga kalian tetap bersama saling berbagi kasih sayang saling mencintai mungkin james pindah sekolah dn kmu helen tak usah kerja lgi arthur udh udah banyak uang ,
Mamah Dini11
pada. ke. mana ya thor ko sepi
Mamah Dini11
semoga arthur selamat , tolong thor selamatkan arthur dia baru bertemu dgn masa lalunya dn blm mengetahui semuanya
Mamah Dini11
alhmdulilah james selamat semoga kedepan nya gk ada hendra2 yg kain nya , james satukan ke dua orang tuamu biar punya kluargfa lengkap kmu james anak hebat
Mamah Dini11
blm juga arthur menemui anaknya mengenal anaknya dekat sm anakny udh ada yg nyulik berarti hilang nya helena , ada tim musuh yg mencarinya , dan arthur kmu kalah malah musuhmu yg nenang duluan , semoga james baik2 saja dan cepat kembali ke pelukan helena , kasian helen yg berjuang sendirian tiba2 anaknya hilang di culik enak bener tuh penculik , ayo arthur basmi musuh2mu jgn beri ampun , dn apa sih maunya .
Mamah Dini11
semangat arthur 💪 semoga semua masalahmu cepat selesai cepat terbongkar semua yg berkaitan dgn helena
Mamah Dini11
semoga kedepan nya kmu dn anakmu lbh bahagia sm arthur tentu nya jemputlah helen masa depan kaluan dgn senyuman , dan hadapilah orang2 yg julid dn gk suka sm kmu arthur ada bersamamu helen , jgn pergi lgi james berhak tau siapa ayahnya .lanjut
Mamah Dini11
kenapa msh meragukan mantanmu hel dia baik mbok jum baik , kalau kmu msh cinta lihat arthur juga sampai sekarang msh sendiri ,itu tandanya lelaki setia sm pasangan ,dan hel bersatu lagi kalian kasian james dia butuh sosok seorangf ayah, dn seberat apapun badai yg akan datang hadapilah sm kalian berdua di rasa arthur tdk akan tinggal diam diai pasti bisa mengatasinya , kmu percayakan sm mantannu
Mamah Dini11
beri alasan yg masuk akal arthur ke teman2 nya helena yg masuk akal biar mereka gfk hawatir
Mamah Dini11
tenang helen arthur tdk seburuk yg kamu pikirkan, asal kmu berkata jujur aja apa adanya ok
Mamah Dini11
kayaknya arthur orang baik dehh tpiii kenapa ada perceraian, dn berharap arthur tdk melakukan yg membuat helena bersedih ya malah sebaliknya
Mamah Dini11
semoga pertemuan mu dgn mantan suamimu membawa ke baikan helena bkn menambah ke sedihan , dan moga aja membongkar ke salahpahaman yg berlarut dn pd akhirnya menuju ke bahagian kmu dan anakmu pantas mendapatkan nya
Mamah Dini11
ya kadang2 suka membingungkan cerita di novel mh he he
Mamah Dini11
permisi ikutan nimbrung thor 🙏
Ita Putri
masak horang kaya nunggu 15 th dulu baru dapat orang kepercayaan yg punya kemampuan hebat baru sekarang
Rian Moontero
mampiiirr👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!