NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dydy_ailee

Pria tampan yang jutek, super bersih dan perfeksionis tak pernah menyangka akan terjebak dalam pernikahan konyol dengan Sheena, wanita jorok, ceroboh dan suka seenaknya saja. Perbedaan 180 derajat di antara keduanya menjadi ujian dalam pernikahan mereka.

Bersama? Atau perpisahan adalah jalan terbaik bagi keduanya? Kisah unik yang pastinya membuatmu penasaran.


**Yukkkk kepoin ceritanya.... Follow IG @dydyailee536

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 SAH!!

Dua puluh menit kemudian Pak Ustadz yang juga seorang penghulu pun datang.

''Astaghfirullahal'adzim, lagi-lagi saya harus menikahkan dengan cara seperti ini. Memang ya anak muda jaman sekarang, segala sesuatu yang di larang merupakan sebuah tantangan. Tapi kalau sudah seperti ini, sungguh sangat mempermalukan keluarga. Tapi kalau kalian tidak segera di nikahkan, kalian sangat dekat dengan yang namanya zina. Dan itu sangat di larang oleh agama. Namun tidak mengapa, lebih baik kalian menikah secara agama dulu ya, setelah itu kalian bisa nikah secara agama.'' Kata Pak Ustadz dengan ceramahnya. Arsen hanya bisa terdiam dengan menahan kesalnya. Sementara Sheena, entah kemana jalan pikirannya. Sebuah per nikahan yang tidak di inginkan oleh keduanya.

''Pak, tapi saya tidak mempunyai orang tua. Apa bisa di nikahkan langsung? Saya yatim piatu.'' Kata Sheena.

''Nanti saya yang akan menjadi wali nikah untuk kamu, Nak. Tapi siapa nama orang tua kamu?'' tanya Pak Ustadz.

''Tidak tahu, Pak. Sejak saya lahir, saya tidak pernah tahu orang tua saya.'' Ucapan Sheena membuat seisi ruangan menjadi sedih.

''Eh begini Pak, Sheena ini saudara angkat saya. Orang tua saya mengadopsinya dari panti asuhan. Tapi orang tua saya sudah tahu kalau Sheena akan menikah. Ya hanya saja karena kejadian ini, mereka harus mendadak menikah seperti ini.'' Sahut Lila.

''Oh begitu, kalau begitu Nak Sheena, kamu bisa menyerahkan wali nikahmu kepada saya. Jadi kamu dengan saya ijab dulu untuk menyerahkan wali nikah. Dengan binti nama Ayah angkat yang mengadopsi kamu.'' Kata Pak Ustadz. Akhirnya Sheena menjalani ijab perwalian yang di lakukan oleh Pak Ustadz. Entah kenapa Sheena merasa sangat sedih dengan pernikahan ini.

''Kasihan juga Sheena. Aku bisa membayangkan bagaiamana menjalani hidup tanpa orang tua. Tapi tetap saja aku tidak suka dengan pernikahan ini.'' Gumam Arsen dalam hati. Setelah proses itu di lakukan, kini giliran Arsen yang melakukan ijab qobul.

Sama sekali tidak ada rasa deg-degan saat Arsen mengucap ijab qobul dan menyebut nama Sheena. Karena memang Arsen tidak menginginkan pernikahan itu. Setelah semuanya SAH, Nyonya Dira lah yang paling bahagia.

''Saat nanti kalian menikah secara negara, nak Sheena bisa meminta wali hakim untuk melakukan ijab qobul ya. Pernikahan ini memang sah secara agama saja tapi belum secara hukum negara. Dan sebaiknya pernikahan secara negara juga harus di segerakan. Karena itu sangat penting untuk membuat akte kelahiran anak kalian nanti,'' jelas Pak Ustadz. Arsen hanya terdiam mendengar ucapan Pak Ustadz, sementara pikiran Sheena entah melayang kemana. Sheena sendiri merasa pernikahan ini bukanlah pernikahan yang di harapkan. Karena Sheena berharap menikah dengan pria yang di cintai dan juga di saksikan oleh orang tua kandungnya.

Setelah semua keributan itu berakhir, Sheena kemudian siap berkemas untuk pindah ke rumah Arsen.

''Selamat Tuan Arsen-Sheena. Aku bahagia menjadi saksi pernikahan kalian.'' Kata Lila.

''Lila, aku harap kamu tidak membocorkan ini semua. Kamu juga tahu kalau pernikahan ini hanyalah sebuah jebakan. Kalau sampai ini bojor, kamu aku PECAT!" Ucap Arsen penuh dengan penekanan.

''Ba-baik Tuan.'' Jawab Lila tergagap.

''Kamu ini apa-apan sih Arsen,'' kata Nyonya Dira.

''Sekarang Mama puas kan? Apa yang menjadi keinginan Mama terpenuhi.'' Ucap Arsen sembari berlalu masuk ke dalam mobil.

''Arsen, kamu jangan kurang ajar ya sama Mama?'' bentak Tuan Keenan.

''Sudah Pah, jangan marah padanya. Suatu saat dia akan bahagia karena ada Sheena dalam hidupnya.'' Kata Nyonya Dira.

''Tante, apa sebaiknya aku tinggal disini saja? Toh pernikahan ini juga karena terpaksa kan?'' kata Sheena.

''Tidak Sheena. Kamu harus pulang bersama Arsen. Kalian sudah menjadi suami istri. Dan mulai sekarang panggil kami Mama dan Papa.'' Ucap Nyonya Dira.

''Sheena, semoga kamu selalu bahagia,'' peluk Lila.

''Aku tidak tahu akan bahagia atau menderita, Lil,'' bisik Sheena dalam hati.

''Cukup bahagia dengan cara kamu sendiri, Sheena. Oke.'' Ucap Lila yang memberikan semangat untuk Sheena.

-

Sesampainya di rumah Arsen.

''Ingat ya jangan sok mengatur hidupku. Dan jangan mimpi aku akan menikahi mu secara hukum negara. Ini saja kalau bukan terpaksa aku tidak akan mau. Kita juga tidak akan tidur satu kamar. Kamarmu di lantai dua paling ujung. Bersyukur aku tidak menyuruhmu tidur di kamar pembantu. Tetap panggil aku Tuan saat di luar rumah. Aku tidak ingin semua orang tahu kabar pernikahan kita. Status kita di luar hanya sebagai kekasih saja, kekasih palsu tepatnya. Sekalipun kita satu rumah, kita di larang mencampuri urusan masing-masing. Kalau di rumah, posisikan dirimu sebagai pembantuku. Tenang saja karena aku akan menggajimu. Sebelum berangkat ke kantor, siapkan sarapan dan bersihkan rumah ini sampai tidak ada debu yang menempel. Sekarang aku mau istirahat jadi jangan ganggu aku.'' Cerocos Arsen panjang lebar tanpa ada perlawanan dari Sheena. Arsen kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.

''Huft, sabar Sheena. Tidak masalah jadi pembantu, mencari pekerjaan kan susah jadi di syukuri saja. Jangan anggap aku akan marah dengan peraturanmu itu, Arsen.'' Gumam Sheena. Sheena pun kemudian menaiki anak tangga menuju kamar paling ujung, sesuai perintah Arsen.

''Wah, kamarnya besar sekali.'' Kata Sheena yang merasa terpukau dengan kamar yang baginya sangat mewah itu. Di akui Sheena, rumah Arsen memang sangat bersih sekali bahkan sangat rapi. Semuanya tertata sangat rapi dan teratur.

Sheena kemudian membuka pintu balkon. Ia berdiri menatap langit. Kembali meruntut kejadian masa lalunya.

''Ayah, aku sekarang sudah menikah. Aku tidak tahu harus sedih atau bahagia. Bahkan sampai detik ini aku belum menemukan tanda-tanda keberadaan orang tua kandungku. Mereka masih hidup atau memang sudah meninggal? Aku rasanya ingin menyerah dan fokus menata hidupku. Aku ingin menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan Ayah. Kalau aku sudah sukses, aku akan mencari dan menjemput Ayah. Kita akan hidup bersama dengan penuh canda tawa seperti biasanya. Setidaknya saat ini aku harus kuat untuk Ayah. Semangat Sheena! Jangan cengeng!" kata Sheena pada dirinya sendiri.

Sheena kemudian bergegas untuk mandi dan setelah mandi, ia pun merasa lapar. Dengan bekal mie instan di dalam kopernya, Sheena pergi menuju dapur. Bahkan dapur pun tampak bersih dan kinclong.

''Gila, dapur saja lebih glowing dari wajahku. Tapi ini bagaimana cara menyalakan kompornya. Masa putaran untuk menyalakannya saja tidak ada, tungkunya juga tidak ada,'' gumam Sheena yang merasa bingung melihat kompor tanam di hadapannya.

''Kamu mau apa?'' suara Arsen sangat mengejutkan Sheena.

''E... kamu disini.''

''Iyalah ini rumahku. Aku haus mau minum.''

''Aku lapar dan mau membuat mie instan tapi aku tidak tahu bagaimana cara menyalakan kompornya.''

''Dasar kampungan!"

''Kalau iya memang kenapa? Apa kampungan itu berdosa? Dasar sombong,'' ketus Sheena.

''Lihat cara menyalakannya,'' kata Arsen. Sheena kemudian memperhatikan Arsen menyalakan kompor tersebut.

''Wah, ternyata bukan ponsel saja ya yang menggunakan layar sentuh tapi kompor juga bisa,'' kata Sheena yang merasa takjub.

''Tinggal letakkan pancinya di atas sini, nanti airnya akan mendidih sendiri.'' Lanjut Arsen.

''Apa kamu mau aku buatkan juga?''

''Tidak. Mie instan mempunyai takaran kalori yang tinggi, selain banyak pengawetnya itu tidak sehat. Aku kalau malam terbiasa makan salad buah saja.''

''Hhh omong kosong. Kalau tidak sehat untuk apa banyak pabrik membuat mie instan? Yang menjadikan tidak sehat karena kita mengkonsumsinya secara berlebihan,'' bantah Sheena.

''Itukan pendapatmu jadi pendapat kita berbeda!"

''Ya, ya, ya, mmmm ada sosis? Atau sawi? Telur ada apa tidak? Karena itu adalah campuran yang pas untuk membuat mie instan.''

''Ambil saja di kulkas.''

''Aku pikir kamu pelit.''

''Sekalian ambilkan aku beberapa buah, mayonise dan yoghurt,'' pinta Arsen.

''Oke.'' Kata Sheena. Sheena kemudian berjalan ke arah kulkas. Namun ia bingung, kulkas mana yang harus dia pilih. Ada kulkas dua pintu yang sangat besar namun dengan warna yang berbeda. Yang pertama berwarna dark silver dan satunya silver grey. Sheena lalu memutuskan membuka kulkas warna dark silver. Seketika Sheena menganga tak berkedip melihat isi kulkas itu.

''Apa ini? Wah ini gila! Seorang pria memiliki skin care sebanyak ini dan satu kulkas. Sumpah ini orang kelwatan banget. Gue yang cewek aja, mana pernah punya skin care sebanyak ini. Dari atas sampai bawah isinya skin care semua.'' Batin Sheena penuh rasa heran.

''Sheena, kenapa lama sekali?'' teriak Arsen. Namun Sheena tak mendengar teriakan Arsen. Sheena terdiam, terpaku di hadapan kulias itu. Arsen yang kesal lalu menyusulnya.

''Kenapa? Heran? Biasa saja kali,'' ucap Arsen sambil menutup kembali pintu kulkas itu.

''I-itu milikmu?'' tanya Sheena tergagap.

''Iya. Memangnya kenapa? Apa ada masalah? Itulah rahasia ketampananku. Kulkas itu khusus untuk skin care ku, bukan hanya di wajah tapi seluruh tubuh dan yang satunya berisi semua bahan makanan. Jadi tidak usah kaget.'' Kata Arsen dengan entengnya. Sheena sungguh tidak percaya kalau Arsen memiliki begitu banyak skin care yang sangat lengkap.

''Pantas saja, dia menyebut dirinya serbuk berlian,'' gumam Sheena dalam hati.

Bersambung.... Btw yang paham masalah perwalian menikah bisa komen ya? authornya takut salah, hehehe. Nanti aku akan revisi lagi 😁 Karena ini pengalaman saudara, menikah di walikan oleh penghulu saat menikah siri dan saat di sahkan oleh negara, di walikan oleh wali hakim dengan syarat pengantin wanita melakukan ijab kabul perwalian dengan wali hakim sebelum di sahkan oleh penghulu lagi. Karena Ayahnya meninggal dan tidak ada saudara laki2 ataupun paman. Mohon maaf ya kalau ada salah 🙏🙏

1
me~
fiks ini mah dari true beauty
mom_nurul
ya Allah ga enak banget jadi shena
Lord33ghol
👍
Lord33ghol
nunggu kisah brian dan gea nih thor
Tita Sibungsu Baping
jangan-jangan Lila jodohnya elang..krna sama-sama ditinggal meninggal sama kekasihnya
Tita Sibungsu Baping
fandhi sama Olivia korban keegoisan nenek lampir Citra
Alfin Jambak
lama lama menyebalkan
Neng Sri
kenapa ya aku ko ngerasa kalau Sheena adalah kembaran artur
Helsalastari
cerita ini unikk sihh berbeda dari yang lain. magsud berbeda dari yang lain tuhhh, sii cowoknya yang jaga kesehatan bangget sama kalo makan tuhh agak ribett, ada jadwalnya juga lagii.. gppa sihh jaga kesehatan sama kebersihan kan penting, tapi dia ketatt bangget jaga nya..
tapi kayaknya cowok si serbuk berlain itu bakalan luluh deh sama Shena.. hihihi
R.A Arsyii
Baca ceritaku juga yuk
Siti Hayana
kira kira apa judulnya kak?
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Oppo F3
Luar biasa
Ali Akbar
ok
Rina_Ibnu_Hajar
mantap ceritanya kak, saya mengikuti alurnya, jangan lupa mampir di novel ku ya kak

"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"
Toko Linda
bagussd
Putri Oseng
Luar biasa
Putri Oseng
kayaknya sena sodara kembarnya athur deh
Akhmad Sodik
mengusap= mengelus...🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!