NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

​Wiu wiu wiu.

​Suara sirene mobil polisi perlahan menjauh meninggalkan pekarangan rumah Adit.

​Kepala Desa Supri tertunduk lesu di kursi belakang mobil patroli itu dengan wajah pucat.

​Anton tidak membuang waktu sedetik pun di halaman rumah Adit.

​Brak.

​Pria berjas merah marun itu membanting pintu mobil sedannya dengan rahang mengeras.

​"Awas kau, Adit! Urusan kita belum selesai!" teriak Anton dari balik kaca jendela.

​Brummm.

​Ban mobil sedan hitam itu berdecit keras di atas tanah berdebu.

​Mobil itu melesat pergi menuju jalan raya arah kota dengan kecepatan tinggi.

​Adit hanya menatap kepergian mobil itu dengan senyum tipis di bibirnya.

​"Biarkan saja anjing menggonggong, Bang. Nanti juga capek sendiri," ucap Adit santai.

​Bang Jarwo tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pundak Adit agak keras.

​"Bisa saja kamu, Dit. Abang kira kita bakal kena gusur beneran hari ini."

​Bang Sopo ikut mengangguk setuju sambil mengusap keringat dingin di dahinya.

​"Iya, saya kaget luar biasa waktu polisi turun bawa surat segel dari balai desa itu."

​"Tenang saja, selama kita di pihak yang benar, tidak perlu takut sama gertakan sambal mereka," balas Adit menenangkan.

​"Sekarang mending Abang berdua lanjut ngopi saja. Saya mau mengecek kandang belakang dulu."

​"Siap, Bos! Kopi saya juga keburu dingin ini," sahut Bang Jarwo sambil berjalan kembali ke teras.

​Adit melangkah santai menuju area belakang rumahnya.

​Fokusnya kini kembali pada bisnis peternakannya yang baru saja membuahkan hasil.

​Kandang Otomatis berdiri kokoh dengan suara dengkuran halus dari mesin pengatur suhu.

​Ceklek.

​Adit membuka pintu kandang dan hawa sejuk langsung menyambut kulitnya.

​Di area sebelah kanan, seratus ekor Puyuh Gurun Zamrud tampak berlarian sangat lincah.

​Burung-burung kecil itu mematuk pakan super dari wadah otomatis dengan rakus.

​Mata Adit tertuju pada deretan sarang bertelur di bagian bawah rak kandang.

​Sinar kehijauan memantul dari dalam sarang-sarang jerami buatan tersebut.

​Telur-telur itu benar-benar terlihat seperti batu akik zamrud yang diasah sangat halus.

​"Sistem, tampilkan rincian panen puyuh hari ini," batin Adit.

​[Memindai hasil panen.]

​[Ditemukan 100 butir Telur Kristal Zamrud.]

​[Kualitas: Sempurna.]

​[Khasiat: Membersihkan racun dalam darah dan mencerahkan kulit secara instan.]

​Adit mengambil satu butir telur itu dan memutarnya perlahan di bawah cahaya lampu.

​Cangkangnya tembus pandang, memperlihatkan kuning telur yang juga memiliki semburat hijau segar.

​"Pantas saja harganya pasti gila-gilaan nanti. Bentuknya saja sudah seperti perhiasan mahal," gumam Adit pelan.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah pintu masuk kandang.

​"Adit! Kamu tidak apa-apa, kan?"

​Riana muncul dengan nafas terengah-engah di ambang pintu.

​Wajah cantiknya terlihat sangat panik dan khawatir.

​"Aku baru dengar dari warga kalau Kades bawa polisi ke rumahmu," lanjut Riana.

​Adit tersenyum dan berjalan mendekati wanita itu.

​"Aku aman, Mbak. Kades Supri yang malah dibawa ke polsek karena ketahuan memalsukan dokumen."

​Riana menghela nafas lega sambil memegang dadanya yang naik turun.

​"Syukurlah kalau begitu. Aku sudah takut setengah mati rencanamu untuk ekspansi ini gagal."

​"Rencanaku selalu berhasil, Mbak. Oh ya, kebetulan Mbak Riana ke sini, coba lihat barang ini."

​Adit menyodorkan sebutir Telur Kristal Zamrud tepat ke hadapan wajah Riana.

​Mata Riana membelalak lebar melihat benda bercahaya hijau itu.

​"Ya ampun, Adit. Ini batu permata dari mana?" tanyanya takjub.

​"Ini bukan batu permata, Mbak. Ini telur puyuh panenan pertamaku hari ini."

​Riana terdiam selama beberapa detik mencerna ucapan Adit.

​Ia menatap Adit dengan tatapan seolah pria itu sedang berbohong.

​"Kamu bercanda? Mana ada telur puyuh bentuknya seperti kristal transparan begini?"

​"Serius, Mbak. Pegang saja kalau tidak percaya dengan matamu sendiri."

​Riana menyentuh telur itu dengan ujung jari telunjuknya.

​Teksturnya memang seperti cangkang telur, hangat dan sedikit berpori, bukan dingin seperti batu.

​"Luar biasa. Aku belum pernah melihat bahan makanan seindah ini seumur hidupku."

​"Khasiatnya juga tidak main-main, Mbak. Telur ini bisa membersihkan racun tubuh dan merawat kulit dari dalam."

​Mata Riana langsung berbinar terang mendengar kata merawat kulit.

​"Kalau begitu, aku mau beli sepuluh butir sekarang juga!" seru Riana sangat antusias.

​Adit tertawa pelan. "Buat Mbak Riana, aku kasih lima butir gratis dulu untuk dicoba di rumah."

​"Beneran? Kamu memang rekan bisnis paling baik sedunia, Dit."

​Tin tin.

​Suara klakson mobil yang cukup keras tiba-tiba mengejutkan mereka berdua.

​Klakson itu berasal dari arah halaman depan rumah Adit.

​"Siapa lagi itu? Polisi datang lagi ke sini?" tanya Riana mulai panik lagi.

​"Entahlah, Mbak. Ayo kita cek saja ke depan," ajak Adit menenangkan.

​Mereka berdua berjalan keluar dari area kandang menuju halaman depan.

​Sebuah mobil SUV mewah berwarna putih mengkilap terparkir mulus di sana.

​Mobil itu jauh lebih mewah dan mahal daripada sedan milik Anton.

​Seorang pria paruh baya dengan setelan jas putih tulang turun dari pintu penumpang belakang.

​Rambut pria itu sudah beruban, tapi postur tubuhnya masih tegap dan auranya sangat berwibawa.

​Seorang pria berbadan besar berkacamata hitam menyusul turun, tampaknya ia adalah seorang pengawal pribadi.

​Pria paruh baya itu menatap sekeliling pekarangan Adit sambil mengendus udara seperti mencari sesuatu.

​"Permisi, apa benar ini kediaman Saudara Aditya Pratama?" tanya pria itu dengan suara berat dan dalam.

​Adit melangkah maju tanpa ragu. "Benar, Pak. Saya sendiri Adit, ada yang bisa saya bantu?"

​Pria itu tersenyum lebar dan langsung menjulurkan tangan kanannya.

​"Perkenalkan, nama saya Cokro. Saya seorang kolektor bahan makanan langka dari ibukota."

​Adit membalas jabatan tangan itu dan merasakan cengkeraman tangan Cokro yang sangat kuat.

​"Kolektor bahan makanan? Bapak tahu tempat ini dari mana?" tanya Adit sedikit heran.

​Cokro melirik ke arah Riana sekilas sebelum menjawab.

​"Saya punya jaringan informasi di banyak komunitas chef elit, Nak Adit."

​"Tadi malam, ada rumor beredar di forum bawah tanah tentang bahan makanan dengan energi murni dari desa ini."

​Adit menatap Riana sejenak. Riana hanya menggeleng pelan tanda tidak tahu menahu.

​"Saya dengar kamu punya Bebek Peking yang bertelur emas. Apa kabar itu benar?" tanya Cokro langsung ke intinya.

​"Kabar itu memang benar, Pak Cokro," jawab Adit sangat santai.

​"Tapi saya tidak berniat menjual hak distribusinya sembarangan kepada orang yang belum saya kenal."

​Cokro tertawa pelan mendengar keberanian pemuda di depannya. "Saya suka anak muda yang percaya diri."

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!