NovelToon NovelToon
Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak
Popularitas:90k
Nilai: 5
Nama Author: DonatCoklatKacang

Pernikahan Putri perempuan biasa dengan Lingga keponakan Presiden yang mempunyai mimpi besar serta orang yang membangun perusahaannya sendiri dari nol, laki-laki itu sebenarnya salah jika menganggap hanya perempuan itu yang beruntung atas pernikahan mereka

keponakan Presiden yang lebih memilih perempuan impiannya ketimbang wanita yang sedang mengandung anaknya

ternyata dengan melihat wajah bayi yang sangat mirip dengannya mampu membuat pikiran dan perasaan Lingga jungkir balik

ini bukan hanya tentang Lingga, namun juga tentang Putri yang memang mengakui ia mencintai Lingga namun ia tak bisa menampik jika hatinya sudah terbagi untuk laki-laki yang selalu menolongnya dan menyediakan pelukan hangat saat dia membutuhkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DonatCoklatKacang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pak Bahri

Lingga terbangun dari tidur sambil tangannya memeluk tubuh Anita yang sedang tidur tengkurap menghadapnya, ia tersenyum sambil menghirup bau tubuh Anita pagi ini, sedikit tidak percaya rasanya perempuan paling populer di kampus yang dulu menolak cintanya didepan banyak orang, kini Lingga bahkan bisa bersetubuh dengannya, bukan main senangnya hati Lingga, bibirnya berkali-kali mendarat tipis di pipi perempuan ini hingga membuatnya bangun

"Emmmhhh Lingga?"

Anita bicara dengan wajah bantalnya

"Iya?"

Senyum Lingga semakin mengembang

"Penerbangan kamu siang kan?"

Anita memiringkan wajahnya agar pipinya menyentuh dada polos Lingga

"E em"

Jawab Lingga

"Kita ke rumah ya nemuin papa pagi ini"

Anita mencium dada Lingga

"Kan kamu dua Minggu di Kalimantan"

"Iyaaa"

Sambil tangannya mengusap surai perempuan ini

Anita menyingkap selimut nya dan bangun dari kasur, ia mengambil kaos oblong kebesaran yang ada di lantai untuk menutupi tubuh polosnya, Anita pun duduk di tepi ranjang dengan kaki yang menjuntai

"Kamu mau makan apa pagi ini?"

Senyum manja nya

"Apa aja"

Jawab Lingga membuka selimut dan dan mengambil handuk

Anita beranjak mendekati Lingga dan memeluk lengannya

"Jangan apa aja dong, kayak namu ke rumah orang aja kamu mah"

"Makanan kesukaan kamu apa?"

"Kamu mau masakin?"

Tanya Lingga

"Enggak maksudnya pesenin"

Anita tertawa

"Ya aku belajar dulu, masak langsung bisa"

"Gimana kalo makanan sesukaan kamu odading yang viral itu, kan aku enggak tau cara masaknya"

Lingga ikut tertawa

"Makanan kesukaan aku itu daging beruang panggang dengan bumbu sambel roa"

Anita menatap Lingga dengan tatapan datar

Lingga tertawa melihat itu

"Enggak, apa aja yang kamu masak aku suka kok"

"Okey cepetan mandi sana" Anita mendorong tubuh Lingga untuk segera masuk kamar mandi, dan otaknya mulai berpikir makanan apa yang harus ia masak atau lebih baik ia memesan saja di aplikasi food delivery?,

"Kalo ada yang gampang kenapa harus yang gempeng, udah capek semaleman ngelayanin nafsunya Lingga, lebih baik santai-santai pagi ini"

"toh Lingga juga enggak banyak mau"

Pikir Anita, lalu ia tersenyum dan mengambil handphone nya.

Jam setengah sembilan pagi Lingga sudah

Didepan rumah Anita untuk menemui ayahnya yaitu Bahri Tanjung binisman tersohor di jamannya, Lingga tersadar dari malunannya karena tangan Anita menyentuh pundak

"Ayo masuk, papa di taman belakang biasanya" Lingga mengangguk

Rumah Anita tidak besar namun cukup bagus, Anita tinggal di perumahan kelas menengah, rumah bertingkat dua dan bergaya modern dan natural, meski sudah tidak sekaya dulu namun aura orang tajir tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup Anita dan keluarga

Lingga tadinya ingin duduk di ruang tamu dan menunggu pak Bahri keluar menemuinya namun Anita meminta Lingga memenuhi ayahnya langsung di taman belakang dan dia akan menyusul dan membawa makanan, ini pertema kali bagi Lingga menemui ayah dari perempuan yang ia sukai seperti ini

pria tua itu duduk di atas kursi roda dengan rambut putihnya, pak Bahri adalah laki laki tinggi dengan tubuh yang bagus dulu dan sekarang nampaknya ia tetap memilikinya, ia tua namun tetap dengan tegapnya dan menoleh kearah suara orang sedang melangkah yaitu Lingga sedang mendekati tempat pak Bahri yang sedang duduk

"Pak" Lingga menyapa sambil menundukkan wajah dan tersenyum "saya Lingga kekasih Anita" pak Bahri mengamati wajah laki-laki yang lebih muda didepannya ini

"Saya dulu pernah ikut seminar bapak dikampus, saya satu kampus dulu dengan anak bapak, saya sangat mengagumi bapak"

Lingga berucap sambil menatap mata pak Bahri, Lingga tidak mengajukan tangan untuk berjabat tangan karena Anita di mobil sudah memberi tahu bahwa ayahnya mengidap stroke ringan di kaki dan tangan

Wajah pria tua itu berangsur bergerak dari ekspresi datarnya dan tersenyum " ya saya mengenalmu, kamu dulu yang paling sering ikut kelas umum saya kan" Lingga mengangguk dengan senang

"Kamu kekasih Anita?" Pak Bahri bertanya dengan bingung

"Iya pak" jawab Lingga dengan pelan

"Apakah benar?"

"Saya tidak percaya anak itu akhirnya punya laki-laki lain selain lelaki keparat itu" pak Bahri berbicara dengan urat di tenggorokannya dan wajah tidak senangnya, Lingga terkejut dengan perubahan suasana hati ayah Anita ini "siapa kamu?"

Lingga baru ingin menjawab namun disela oleh Anita yang datang sambil membawa nampan "Dia pengusaha papa" Anita meletakan nampan itu dan menatap ayahnya "aku bertemu lagi dengannya di acara bisnis pa, dia adalah pemilik Poernomo Corporation", dari cara keluarga ini memandangnya saat pertama bertemu

Lingga tau mereka punya standar tinggi untuk laki-laki yang pantas menjadi kekasih Anita

"Kalau begitu kenapa kita berbicara disini? ayo kita kedalam dan duduk, Anita bawakan roti dan kopi" perintah Pak Bahri pada anak perempuan nya, dan ia nampak senang dengan langsung mendorong kursi rodanya masuk kedalam rumah "Ayo Lingga kita ngobrol di dalam lebih nyaman"

"Baik pa"

Dan Lingga senang menjadi pantas untuk laki-laki yang disambut hangat pak Bahri sebagai kekasih anaknya

"Duduk di situ, kita akan mengobrol biasa"

Perintah pak Bahri dan Lingga menurutinya dengan senang hati, Anita datang lagi dengan camilan yang lebih banyak dan kopi yang masih menampilkan asap yang mengepul " Ita kamu kebelakang dulu ya papa mau ngobrol sama pacara kamu" Anita baru saja ingin mendaratkan pantatnya di sofa harus terpaksa mengangkatnya lagi dengan wajah pasrah ia menjauh

"Lingga saya tahu kamu laki-laki yang baik, saya tau itu sejak dulu" pak Bahri memulai obrolan dan Lingga menjadi pendengar yang baik, "kamu adalah pekerja keras" senyum pak Bahri mengembang "akhirnya Anita bertemu dengan pria seperti mu"

Rasa penasaran mendorong Lingga untuk berkata "memangnya sebelumnya?"

"Dia tidak pernah memandangan pria lain selain Angga" pak Bahri memulai lagi suasana hati yang buruk dengan ekspresi tidak senangnya "kamu pernah berkuliah bersamanya bukan pasti kamu tau Angga" pak Bahri membenarkan posisi duduknya di kursi itu, "saya tidak habis pikir Anita selalu buta dengan Angga, seumur hidupnya dia tidak pernah mengenal kan laki-laki lain selain Angga" "Hingga hari ini ia membawa mu, saya benar-benar senang" Lingga tidak tau harus berkata apa dia hanya mendengarkan, "saya bukan nya membedakan-bedakan orang namun untuk suami anak saya satu-satunya saya harus benar-benar selektif"

"Anak saya mungkin sudah janda namun tetap tidak sembarang laki-laki bisa mendekati nya"

"Kamu tahu bukan Anita itu berharga"

Lingga mengangguk cepat

"Jadi saya pikir boss Poernomo adalah yang paling tepat"

Ayah Anita ini menempuk paha Lingga

"Iya terimakasih pak" Lingga tersenyum

"Saya memang berencana akan menikahi Anak bapak karena memang memiliki hubungan berpacaran tidaklah bagus untuk di usia kami berdua yang sudah sama-sama matang"

"tapi kamu jangan kecewakan saya, jangan menjadi pengecut seperti mantan suami nya yang dulu" Lingga mengangguk

"Ah ya dan satu hal, saya sebenarnya masih tidak percaya dia bisa melupakan Angga, Anita sangat mencintai laki-laki itu, saya harap kamu bisa memaklumi nya jika hatinya belum sepenuhnya untukmu dan buatlah dia bersyukur sudah memilih mu ketimbang laki-laki yang dulu selalu di pujanya itu" pak Bahri terdiam sebentar

"Dia adalah satu-satunya yang saya miliki sekarang dan satu-satunya hal yang saya inginkan sekarang adalah dia bahagia dan berkeluarga, dia segalanya untuk saya"

dengan susah payah pak Bahri meraih pundak Lingga "jangan kecewakan saya"

Lingga memandang mata tajam pak Bahri yang seolah berkata 'saya benci dikecewakan dan kamu akan rasakan akibatnya jika melakukan itu'

Lingga pun mengangguk penuh yakin.

Lingga makan siang di rumah Anita bersama papanya dan makan siang kali ini terasa berbeda karena ia beberapa kali disebut pak Bahri sabagi calon mantu idaman

Menikahi Putri waktu itu ternyata memang akan membuat masalah, saat orang yang dicintainya sudah hadir didepan mata dengan pesonanya, ia malah tersandung kenyataan bahwa ia sudah punya istri.

Lingga melamuni masalahnya didalam mobil sambil menatap jalanan, pikirannya sedang mencari cara agar ia bisa berpisah dengan Putri dan tanpa membuat orang tuanya marah padanya, "Lingga kamu abis dari Kalimantan ke Bali dulu ya mampir"

Anita memecah lamunan Lingga

"Iya" jawab Lingga sambil merapikan rambut Anita, "sebenernya aku enggak usah di anter, sampe kebandara gini nanti kamu capek"

Anita menggeleng, "enggak, aku mau terus sama kamu sebenernya Yingga" Anita memakai suara bayi dan menepuk-nepuk pundak Lingga hal itu membuatnya tertawa.

Saat jam dinding sudah melewati titik tertinggi dan angka terbanyak Lingga juga sudah berangkat dengan pesawatnya, Anita berjalan pulang ke arah luar untuk menaiki taksi yang sudah dipesannya, namun saat melangkah ia menoleh ke arah kanan dan menemukan laki-laki berkacamata dan jas hitam sedang berjalan tergesa-gesa dengan beberapa orang yang berkemeja disebelahnya yang juga tidak kalah terlihat terburu-buru, tidak salah lagi Anita mengenalnya dan beberapa detik lagi mereka akan berpapasan, saat itu terjadi Anita tidak sadar mengembang kan senyum namun laki-laki bahkan tidak memperdulikan nya dan berjalan lurus lalu masuk ke mobil dan meninggalkan Anita seperti tidak mengenal orang Anita, senyum tadi berubah menjadi tangis yang diam dan menyakitkan, laki-lakinya sudah jauh sangat berubah

1
Sholihah 02
suka bgt critanya
tapi lama bgt up nya thor /Cry/
Sholihah 02
suka asli ceritanya
tapi lama bgt up nya thor /Cry/
Maya Ellydarwina
lanjut thor
Maya Ellydarwina
lanjut lanjut Thor 🙏
Awien_Azui
setia sampai akhir. ... Ceritanya lanjut dong thor
Shanti Nasa
lanjut dong kak
Awien_Azui
lama ak tgu thor.... lama sekali updatenya... lanjut thor semangat.....
Shanti Nasa
setelah sekian purnama akhirnya up juga 😍
Memyr 67
suami nggak tau diri. ada yg halal, lebih memilih menikmati yg haram
adelia faranisa
lanjut kk,,,
adelia faranisa
lanjut up kk,,, semangat
adelia faranisa
lingga bener" Keterlaluan
Awien_Azui
thor lanjut thor lama tgu upnya... masih ada ya ...
Gemini Girl
ijin promosi ya kk..mampir di karya ku juga ya ada... Mengikat Janji Dengan Mafia Kejam, I Need Your Love, cinta Nagin..mksih kk
Halimah Yatni
lah kok ngak tiap hari updatenya thooor...
Shanti Nasa
Hay Hay novel ini berpindah alam atau memang udah g lanjut ya
Afiq Farid
buat lingga menyesal....biarkan anak putri hidup
Fitri Diana
up lg dong thoooor.😄
Fitri Diana
brengseknya si lingga...👿👿👿
wilis mukti
lanjut thor.
penasaran kelanjutannya
wilis mukti: sama kak..ingin lanjutnya ttp kok gak up..up ...😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!