NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pagi berikutnya, kediaman keluarga Ashcroft kembali tampak ramai dan penuh kehidupan. Sinar matahari pagi menyelinap lembut menembus jendela-jendela besar, menerangi setiap sudut bangunan megah itu dengan kehangatan yang lembut.

Hari itu, Duchess Helena mengadakan jamuan teh kecil yang dihadiri oleh sejumlah keluarga bangsawan terkemuka di wilayah itu.

Meski hanya digelar sebagai pertemuan santai, acara seperti ini selalu menjadi ajang tukar-menukar kabar terbaru sekaligus mempererat hubungan antar-keluarga bangsawan yang saling berkaitan.

Di kamarnya, Aruna yang baru saja selesai berpakaian berdiri terpaku menatap pantulan dirinya di cermin besar berbingkai emas.

Ia mengenakan gaun sederhana berwarna biru muda yang dihiasi renda putih halus di bagian kerah dan ujung lengan, sementara rambut pirangnya disanggul rapi dengan sisa beberapa helai rambut yang jatuh lembut membingkai wajahnya.

"Semoga saja hari ini berjalan tenang dan damai," gumamnya pelan pada bayangan di cermin. "Aku hanya perlu tersenyum sopan, meminum teh, lalu kembali ke kamar dengan selamat. Jangan sampai aku berpapasan dengan tokoh penting atau membuat masalah."

Belum lama berselang, terdengar ketukan halus di pintu. Seorang pelayan masuk dan memberi hormat dengan sopan.

"Lady Evelyne, para tamu telah berdatangan. Sang Duchess meminta kehadiran Anda."

"Baik, aku akan segera ke sana."

Taman belakang kediaman Ashcroft telah disulap sedemikian rupa menjadi tempat yang memukau. Meja-meja bundar berjejer rapi, dihiasi karangan bunga mawar putih yang harum semerbak, sementara uap hangat dari teko-teko porselen berpadu dengan aroma manis kue-kue lezat yang tersaji di atas meja.

Begitu Aruna melangkah masuk ke area jamuan, seketika pandangan seluruh tamu yang hadir tertuju kepadanya.

"Lihat, itu Lady Evelyne..."

"Penampilannya hari ini tampak berbeda dari biasanya."

"Benar, biasanya ia memakai perhiasan yang jauh lebih mencolok dan berlebihan."

Bisikan-bisikan halus terdengar beriringan, namun Aruna hanya tersenyum tipis dan melangkah tenang menuju tempat duduk yang sudah disiapkan di samping Duchess Helena.

[Tenang saja... abaikan saja ucapan mereka,] batinnya berusaha menenangkan diri.

Duchess Helena menyambut putrinya dengan senyum lembut dan memberi isyarat agar duduk di sebelahnya. Suasana berjalan lancar hingga seorang wanita bangsawan berusia sekitar empat puluh tahun yang duduk di seberang meja tiba-tiba membuka percakapan.

"Lady Evelyne, saya mendengar kabar bahwa hubungan Anda dengan Tuan Muda Ravenwood semakin erat belakangan ini."

Aruna yang sedang menyesap teh hampir tersedak mendengar ucapan itu. Ia menurunkan cangkirnya perlahan dengan wajah yang sedikit kaku.

[Erat? Kami bahkan hampir tidak pern]ah berbicara satu sama lain!

Duchess Helena buru-buru menundukkan kepala agar senyum geli yang hampir terukir di wajahnya tidak terlihat oleh orang lain. Wanita itu kembali bertanya dengan penuh antusias.

"Kalau begitu, kapan pesta pertunangan resminya akan diumumkan kepada publik?"

Aruna memaksakan senyum sopan di wajahnya.

"Itu... urusan yang masih sedang dibicarakan..."

[Kalau bisa sih, sebaiknya tidak usah diumumkan sama sekali. Malah lebih baik jika pertunangan itu dibatalkan saja]

Dua wanita bangsawan yang duduk tak jauh dari Duchess Helena nyaris menjatuhkan cangkir teh yang mereka pegang. Mereka tentu saja tidak bisa mendengar isi pikiran Aruna, namun Duchess Helena mendengarnya dengan sangat jelas. Wanita itu segera mengalihkan pembicaraan dengan cekatan.

"Masalah itu masih akan dibahas lebih lanjut oleh kedua keluarga," ucapnya tenang.

Wanita bangsawan tadi pun mengangguk paham. "Begitu rupanya, saya mengerti."

Jamuan itu kembali berjalan seperti biasa, hingga sesosok tamu baru melangkah masuk ke taman. Pria itu berusia sekitar tiga puluh tahun, berambut cokelat terang dengan senyum yang tampak ramah di wajahnya. Namun begitu melihat sosok itu, jantung Aruna seketika berdegup kencang.

[Kenapa dia ada di sini?!]

Duke Arthur yang sedari tadi sedang berbincang dengan tamu lain pun ikut menoleh dan menyipitkan matanya perlahan. Pria itu adalah Baron Felix Morton, sosok yang Aruna kenal betul dari isi novel yang ia baca.

[Bukankah dia kaki tangan Duke Harold? Dia sering menyamar sebagai pedagang untuk menyusup dan mencuri informasi penting dari keluarga bangsawan lain!]

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!