NovelToon NovelToon
I LOVE MY UNCLE

I LOVE MY UNCLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812
New Adult romance
WARNING!!! Sebelum baca siapkan hati, karena dijamin bakal kesel, baper, tegang dan lain lain.

Setting di London.
Jovanka adalah seorang gadis manja, ia memiliki paman bernama Jody yang begitu sangat menyayangi dirinya sejak kecil. Entah hanya sebuah perasaan sayang terlalu besar atau apa, membuat Jovanka sering merasa cemburu jika sang paman dekat dengan wanita lain.

Hingga suatu ketika karena akal bulus seseorang, membuat Jovanka dan Jody mengalami tragedi satu malam. Jovanka yang tidak ingin Jody merasa bersalah pun memilih pergi, tahu jika tidak mungkin baginya bisa bersama adik sang mamah, meski bunga-bunga cinta tumbuh di hatinya.

Namun, siapa sangka dibalik itu semua, Jovanka tidak tahu kalau Jody ternyata bukanlah adik kandung sang mamah. Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Baca selengkapnya di sini.



Pict from Pinterest editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Lamaran

Jovanka sudah berada dalam mobil Jody, sedari tadi ia meremas ujung kemejanya. Jovanka tidak berani menoleh pada Jody yang sedang menyetir, tatapannya terus tertunduk pada pangkuannya. Jody yang menyadari hal itu hanya tersenyum tipis, ia tahu jika gadis kecilnya pasti merasa canggung.

Jovanka mengedarkan pandangannya, di tatapnya jalanan yang ternyata bukan arah menuju ke Apartemennya.

"Kita mau kemana?" tanya Jovanka yang langsung menoleh Jody.

"Pulang, 'kan Paman sudah bilang kita akan pulang," jawab Jody dengan seulas senyum.

"Iya aku tahu, tapi ini bukan jalan menuju Apartemen milikku." Jovanka terlihat bingung, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang lagi.

"Siapa bilang mau pulang ke Apartemen milikmu? Paman mau kamu pulang ke rumah Paman." Jody mengulum bibirnya menahan tawa ketika melihat ekspresi terkejut dari Jovanka.

Jovanka yang terkesiap hanya bisa tertegun, di genggamnya erat seat belt yang menyilang di dadanya.

"Aku mau balik ke Apartemen," pinta Jovanka.

"Nggak!" tolak Jody.

"Paman, antar aku pulang ke Apartemen," rengek Jovanka.

Jody hanya menggelengkan kepala tanda menolak, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain seraya mencoba menahan tawa melihat ekspresi Jovanka yang benar-benar ia buat kebingungan.

Jovanka menyeka cristal bening yang membentuk di keningnya, meski Ac mobil yang sudah di nyalakan, tetap saja keringat tak henti keluar dari pori-pori keningnya efek rasa gugup yang melanda jiwanya.

Jody langsung memasukan mobilnya ke dalam garasi, ia menatap Jovanka yang melihat ke arah jendela dengan menggenggam erat seat belt.

"Turun ya, Jo," kata Jody

Jovanka menggelengkan kepala, jantungnya benar-benar berdegup dengan kencang, kakinya terasa lemas dan gemetar. Bayangan malam itu terus melintas menggoda dalam pikirannya.

Jody tersenyum tipis, ia keluar dari mobil terlebih dahulu. Baru kemudian ia berjalan memutar dan membuka pintu mobil di mana Jovanka berada.

"Ayo turun," pinta Jody sekali lagi seraya mengulurkan tangannya pada Jovanka.

Jovanka tidak bergeming, ia menggelengkan kepalanya tanda menolak untuk turun.

Jody berdecak, kemudian ia melepas paksa seat belt yang menyilang di tubuh Jovanka, tangannya meraup tubuh Jovanka sehingga kini gadis itu berada dalam gendongan Jody.

"Paman! Apa yang kau lakukan?" tanya Jovanka yang terkesiap karena Jody begitu saja menggendongnya.

"Kau menolak turun, ya aku paksa," jawab Jody enteng.

Wajah Jovanka mulai menampakan semburat merah, ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.

"Oke, aku masuk. Tapi turunkan aku," pinta Jovanka lirih.

"Terlambat," ucap Jody yang masih bersikukuh menggendong gadis itu.

Jovanka semakin gemetar, wajahnya semakin merona merah seperti tomat matang.

Jody mendudukkan tubuh Jovanka di sofa, ia bersimpuh bertumpu dengan kedua lututnya di lantai, digenggamnya erat kedua tangan gadis yang duduk di depannya.

"Jangan pergi lagi, Jo! jangan pula menghindar dariku," ucap Jody penuh rasa penyesalan, ia mengecup kedua punggung tangan Jovanka bergantian.

Perlakuan Jody membuat jantung Jovanka berdegup sangat kencang, semburat merah semakin tampak di wajahnya.

"Paman jangan berjongkok seperti ini, bangunlah!" pinta Jovanka.

Jody menggelengkan kepalanya. "Tidak sebelum kau mengatakan jika kau tidak akan pergi lagi."

"Memangnya aku pergi kemana?" tanya Jovanka dengan senyum bodohnya mencoba menutupi kegugupan yang sedang melanda dirinya.

"Kau pergi dari perusahaan, kau pergi dari rumah ini dan kau juga pergi di malam itu." Jody menatap manik mata Jovanka mencoba menyelam lebih dalam, mencari sebuah jawaban atas pertanyaan yang selama ini menghantui dirinya.

"Hahahaha ... i-itu, eh ... a-aku sudah pernah mengutarakan keinginannku, 'kan!" Jovanka tergagap, dia benar-benar bingung harus berkata apa. Jovanka mengalihkan tatapannya mengedarkan keseluruh ruangan agar dia tidak perlu menatap Jody.

"Kalau hanya karena itu, kenapa kau tidak mau menemuiku? Seolah-olah kau sedang menghindariku," ungkap Jody masih tidak mengalihkan tatapannya.

"Eh ... i-itu, aku benar-benar sibuk. Iya, benar aku sibuk," ucap Jovanka masih tergagap.

"Kau bohong! Aku tahu kondisi perusahaan itu, kau mau mencari alasan apa lagi?" tanya Jody menyelidik.

Jovanka tidak merespon ucapan Jody, matanya terus mencari-cari sesuatu yang ia pun tidak tahu apa itu.

"Menikahlah denganku Jo! Aku ingin bertanggung jawab atas rasa ini dan atas apa yang telah aku perbuat," ungkap Jody.

Jovanka terkesiap, senyum yang ia paksakan sedari tadi pun menghilang. Ia menatap Jody yang sudah terlihat sangat antusias menanti jawaban darinya. Meskipun ia ingin, tapi Jovanka tidak ingin jika Jody menikah dengannya hanya karena rasa bersalah atas kejadian malam itu dan bukan karena benar-benar menginginkannya.

"Jika Paman ingin menikahiku hanya karena merasa bersalah atas apa yang terjadi malam itu lebih baik jangan. Aku tidak apa-apa benar-benar tidak apa-apa, itu hanyalah sebuah kesalahan, jadi tolong jangan merasa bersalah dan menjadikan itu sebagai alasan untuk menikahiku. Aku tidak ingin terikat dalam sebuah pernikahan yang di dalamnya tidak ada rasa cinta," tandas Jovanka dengan senyum getir di bibirnya.

"Kau mengira kalau aku ingin menikahimu hanya karena merasa bersalah? Jadi itu yang selalu ada di pikiranmu? Merasa bahwa aku akan merasa bersalah sehingga akan memperlakukanmu berbeda?" Cecar Jody.

Jovanka terkesiap dengan pertanyaan Jody, ia menundukan kepala, matanya menatap genggaman tangan yang berada di pangkuannya.

"Aku ingin menikahimu bukan

karena rasa bersalah, aku akui jika aku sempat terkejut dengan hal yang aku lakukan padamu. Tapi itu bukan alasan satu-satunya, tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta padamu, Jo! Jauh sebelum kejadian itu terjadi, selama ini aku begitu bodoh karena sudah memungkiri hal itu, memungkiri jika aku jatuh hati padamu. Seharusnya aku menyadari hal ini dari dulu, sehingga hubungan kita tidak renggang seperti ini. Aku rindu kau di dekatku, aku rindu suara manjamu, aku rindu semua yang menyangkut hal tentangmu. Jadi! Apa kau mau menerima kekurangan 'ku dan bersedia berdiri disisiku menjadi lentera yang akan terus menerangi jalanku, menjadi udara yang selalu menyejukan hatiku, menjadi penghuni satu-satunya di relung hatiku," ungkap Jody, ia mengecup kembali kedua punggung tangan Jovanka dengan masih menatap ke dalam manik mata indah yang berwarna kecoklatan.

Jovanka tertegun dengan kata-kata yang keluar dari mulut Jody, ia mengulum bibirnya, matanya berkaca-kaca, sedikit mendongakan kepala menahan buliran kristal bening yang siap meluncur. Jovanka menghirup udara dalam-dalam kemudian mengembuskannya perlahan,.

"Apa ini sebuah lamaran? Tidak romantis sama sekali." Goda Jovanka, sesungguhnya ia sedang gugup setengah mati. Ia tidak tahu apa yang ingin ia katakan, suaranya seakan tercekat di tenggorokan.

"Aku lupa."

Jody tersadar, ia melepas satu tangannya dari tangan Jovanka. Tangan kirinya tampak merogoh kantong celananya mencari sesuatu. Sebuah kotak kubus kecil berwarna biru tua ia keluarkan dari sakunya, Jody memosisikan dirinya dengan benar. Lutut satunya ia gunakan untuk bertumpu di lantai, kemudian kedua tangannya membuka kotak yang ia bawa.

"Jovanka Auristela, Will you marry me?" tanya Jody memperlihatkan cincin dengan manik berlian berwarna merah muda yang menyilaukan mata.

Jovanka terkesiap melihat Jody yang bahkan sudah menyiapkan cincin untuk melamarnya, akan tetapi masih ada keraguan dihatinya.

Note Author:

Terima kasih atas dukungannya, Saya sangat menghargai setiap like koment kalian, karena like koment itu adalah sebuah Mood Booster untuk saya. lope lope sekebon bunga mawar melati 😘😘

1
Sari Ana
kalau kisah tentang orang tuanya jovanka itu,, judulnya apa thor??
.: chasing past love, Kak
total 1 replies
Mumu Mujayanah
ku baca ulang g bosen 😄😄🤣
.: makasih🥰🥰
total 1 replies
Mumu Mujayanah
suka ceritay bgus bgt
Diah Mitha
hadeehh si luna udah punya warisan langsung dari ibunya 😂
Qaisaa Nazarudin
Apay kasusnya selesai gitu aja,Hanya dgn ancaman gitu,Menurut ku Alice cewek yg nekat,Aku pasti setelah ini dia akan melakukan yg lebih parah lg,Tanpa memikirkan resikonya,Percaya deh..
Qaisaa Nazarudin
Thalia adalah strinya Aiden nanti kan??👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos kau Alice,Target mu sudah dibawa kabur,Biasanya rencana jahat mmg selalunya gagal Tapi berhasil ke org yg tepat,Biasanya yg ku baca di mana2 novel kan gitu 😂
.: wkwkwkwkw
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pastinya ubat perangsang,Di sini kan Jo dan Jody melakukannya sampai Jo bisa hamil..
Qaisaa Nazarudin
Ingin menjodohkan kamu dgn anaknya,,Ternyata CEO yg sukses dlm bisnis TAPI Bodoh dan gak Peka dlm soal hati dan perasaan,ckck 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Masih aja gengsi yg di gedein,Ego nya terlalu tinggi,.
Qaisaa Nazarudin
Ke london ngejar2 Jo tapi malah nikah dgn org lain,Aiden..Aiden..😅
Qaisaa Nazarudin
Ih pantesan Aiden bilang ke Malik kalo Susan itu tukang malak 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Jody juga punya rasa yg sama tapi Jody takut mengungkapkan nya, mungkin dia pikir dia hanya paman angkat, Ortunya Jo sudah banyak menolongnya, Jadi dia merasa gak pantas aja sama Jo..
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti Jo kan 😂
Qaisaa Nazarudin
Di novelnya Malik dan Susan aku gak liat dan tak tau wajahnya Aiden, Nih baru nongol babang Aiden..👏🏻👏🏻👍🏻😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pertama kali ketemu novel yg pameran utamanya visual nya emang cantik..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aiden kakaknya Susan kah?
susi 2020
🥰🥰🥰😍
susi 2020
😍😍🥰😘
susi 2020
😍😍🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!