Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.
Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.
Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.
Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.
Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.
Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Yang Tak Ingin Dilihat
Ke esokan harinya, Amanda kembali menjalani aktivitas seperti biasanya. Ia berangkat untuk mengajar seperti biasanya bersama motor maticnya menuju sekolah.
Namun, baru saja mengeluarkan motor maticnya dari dalam kosan, ada sosok laki-laki yang sedang berdiri di depan menunggunya keluar. Sosok yang tak ingin Amanda lihat lagi dalam hidupnya.
"Ngapain kamu ada disini?" Tegur Amanda pada sosok itu, yang merupakan mantannya.
"Aku datang untuk memberikan kamu hadiah, soalnya aku habis pulang dari liburan kemarin." Ucap sang mantan sembari menyodorkan hadiah untuk Amanda.
"Kita sudah tidak ada hubungan apapun, jadi aku mohon kamu jangan pernah datang kesini lagi." Amanda tak menerima hadiah pemberian mantannya itu.
Ia juga memperingati sang mantan untuk tak lagi datang ke kosannya.
"Amanda, aku ingin kita bisa kembali seperti dulu lagi." Ucap Denis meminta untuk balikan lagi dengan Amanda.
"Hal itu tidak mungkin bisa terjadi, jadi lebih baik kamu tidak perlu membuang waktu lagi dan fokus pada hubungan kamu yang baru." Amanda langsung menolak ajakan itu dan hendak pergi meninggalkan Denis.
"Orang yang ku cintai itu kamu, bukan perempuan lain. Jadi, aku mohon kita bisa kembali seperti dulu lagi ya.." Denis terus memohon hingga menahan Amanda yang hendak pergi.
"Hubungan kita sudah selesai, Denis!" Tekan Amanda dengan tegas.
"Tidak! Kita masih belum selesai." Denis menolak untuk menyerah.
Amanda melepaskan tangan milik Denis yang memegang motornya. Membuatnya tertahan dan tak bisa pergi.
"Jangan bikin aku malu di depan semua orang, jadi silahkan pergi dari sini!" Pinta Amanda memaksa Denis untuk segera pergi, karena ia merasa malu jika perdebatan mereka sampai mengganggu yang lainnya. Ditambah, dia juga harus segera berangkat ke sekolah untuk mengajar.
"Aku bilang pergi!" Usir Amanda sekali lagi saat melihat Denis tak kunjung mau pergi.
Denis yang sebenarnya masih tak mau pergi, pada akhirnya memilih untuk menyerah dan meninggalkan kosan milik Amanda bersama hadiah yang ia bawa tadi.
Begitu mobil milik Denis pergi dari hadapannya, Amanda pun akhirnya bisa bernafas lega. Meski hal ini membuatnya sedikit kesulitan untuk mengawali pagi ini dengan baik.
Karena hal ini sangat mempengaruhi moodnya yang harus menuju sekolah untuk mengajar. Meski bersyukurnya, perdebatan ini tak berlangsung lama karena Denis yang langsung pergi setelah ia suruh.
Amanda masih tak menyangka bahwa mantannya itu masih mendatangi kosannya, bahkan membawakannya hadiah.
Padahal hubungan mereka sudah lama berakhir dan mantannya itu juga sudah memiliki pasangan baru setelah hubungan mereka resmi berakhir 6 bulan yang lalu.
Ia tahu, bahwa pasangan baru mantannya itu adalah pilihan mamanya, terlebih mereka berdua juga akan segera menikah, karena itu ia sudah benar-benar tak perduli dengan kisah hidup sang mantan dan berusaha untuk move on darinya.
Bahkan, tak ada niatan untuk dirinya kembali ke masa lalu, meski sangat disayangkan kebersamaan mereka selama lima tahun berakhir begitu saja.
Namun, jika terus dipertahankan hanya akan membuat luka. Terutama bagi Amanda yang tak pernah disambut baik oleh keluarga Denis.
Kini, semua telah usai di antara mereka, sudah tidak ada yang bisa diperjuangkan lagi dari hubungan mereka yang sudah tidak sehat lagi.
Untuk sekarang, Amanda akan kembali menjalani hidupnya seperti biasanya sebagai seorang guru di salah satu sekolah swasta yang paling bergengsi. Meski, kehidupan dalam sekolah juga tak mudah untuk ia jalani.
Tekanan yang ia terima dari berbagai sisi menjadi beban yang harus ia tanggung. Baik, sebagai seorang guru dan juga sebagai seorang wali kelas dari kelas 1A.