NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Membuka Topeng di Pondok Tua

...Badai di luar sana seolah murka, menyapu hutan perbukitan Medellin dengan angin kencang yang membuat pepohonan meliuk ngeri....

... SUV mereka akhirnya menyerah, mesinnya berasap pekat setelah menabrak batang pohon tumbang di tengah jalan....

... Larissa tidak punya pilihan lain. ...

...Dengan tenaga yang entah datang dari mana, dia memapah Gavin yang tubuhnya semakin berat dan mulai mendingin....

..."Sedikit lagi, Gavin. Bertahanlah," bisik Larissa. ...

...Dia tidak lagi memedulikan sepatu high-heels-nya yang tenggelam di lumpur atau gaun sutra mahalnya yang koyak tergores semak duri....

...Mereka menemukan sebuah pondok kayu tua yang sudah lama ditinggalkan oleh para pemburu. ...

...Pondok itu lembap, berbau kayu lapuk dan debu, namun setidaknya atapnya masih utuh untuk melindungi mereka dari hujan yang menusuk tulang....

... Larissa mendudukkan Gavin bersandar pada dinding kayu yang kasar. ...

...Napas Gavin terdengar pendek-pendek dan tidak teratur. ...

...Peluru itu bersarang di otot bahunya, dan kehilangan banyak darah mulai membuat kesadaran pria itu meredup....

..."Larissa..." gumam Gavin, suaranya parau. ...

...Dia mencoba mendorong bahu Larissa menjauh....

... "Tinggalkan... tinggalkan aku. Mereka akan... melacak jejak darah ini."...

..."Diam!" potong Larissa tegas....

... Sisi manja dan keras kepala yang biasanya dia tunjukkan di mansion Moretti lenyap sepenuhnya, digantikan oleh rasa tenang yang dingin. ...

..."Aku tidak akan membiarkanmu mati hanya karena kau terlalu gengsi untuk diselamatkan."...

...Larissa bergerak sigap. ...

...Dia membuka kotak P3K darurat yang untungnya sempat dia ambil dari bagasi mobil sebelum meninggalkannya. ...

...Tangannya yang biasanya hanya terbiasa memegang peralatan rias atau ponsel, kini dengan terampil menyobek bagian bawah gaun sutranya yang panjang hingga menjadi kain perban yang cukup lebar....

...Gavin memejamkan mata, membiarkan Larissa bekerja....

... Dia merasa terhina karena harus dirawat oleh gadis yang seharusnya dia lindungi, namun di sisi lain, sentuhan lembut Larissa di kulitnya terasa seperti obat penenang yang lebih manjur daripada obat penawar apa pun....

..."Aku harus membuka kemejamu," ujar Larissa pelan....

... Dia sudah memegang gunting bedah kecil dari kotak P3K....

... "Lukanya harus dibersihkan, Gavin. Jika tidak, infeksi akan membunuhmu lebih cepat daripada peluru itu."...

...Gavin tersentak....

... Sisa kesadarannya langsung tersentak sadar. ...

...Dia tahu apa yang ada di balik kemeja itu. ...

...Dia tahu bahwa di balik kemeja yang kini sudah basah oleh darah itu, terdapat peta sejarah hidupnya yang kelam. ...

...Di punggungnya, terukir tato besar dari sindikat Viper, sebuah simbol yang bukan sekadar tinta, melainkan cap kematian yang menandakan daftar panjang pembunuhan, pengkhianatan, dan perang yang dia pimpin....

...Saat Larissa memegang kerah kemeja Gavin dan bersiap untuk mengguntingnya, Gavin dengan sisa tenaganya yang terakhir mencengkeram pergelangan tangan gadis itu....

...Larissa tertegun, menatap mata biru Gavin yang kini tampak redup namun penuh dengan rasa pedih yang luar biasa....

..."Jangan..." suara Gavin nyaris berupa bisikan yang bergetar....

... "Jangan lihat... punggungku."...

...Larissa mengerutkan kening, mencoba melepaskan cengkeraman Gavin, namun pria itu menahan tangannya dengan kekuatan yang tersisa....

..."Kenapa?" tanya Larissa, suaranya melembut. ...

..."Ini hanya luka, Gavin. Aku sudah melihatmu membunuh orang tadi. Aku sudah melihat darah di tanganmu. Apa lagi yang bisa membuatku takut?"...

...Gavin menatap Larissa dalam-dalam, seolah sedang menimbang-nimbang apakah dia harus meruntuhkan dinding terakhir yang memisahkan mereka. ...

...Napasnya terengah-engah, dan keringat dingin bercucuran di pelipisnya....

..."Punggungku..." Gavin menelan ludah dengan susah payah, matanya menatap Larissa dengan sorot yang begitu intens dan penuh penyesalan....

... "Kamu akan ketakutan jika tahu siapa aku sebenarnya. Jika kamu melihat apa yang tertulis di sana... kamu tidak akan melihatku sebagai pengawalmu lagi. Kamu akan melihatku sebagai monster yang selama ini kamu buru dalam mimpi terburukmu."...

...Larissa terdiam. ...

...Hening di dalam pondok itu hanya diisi oleh deru badai di luar. ...

...Jantung Larissa berdegup kencang. ...

...Dia tahu bahwa di balik cengkeraman tangan Gavin dan tatapan pria itu, ada rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar identitas pengawal bayaran....

...Perlahan, jari-jari Gavin melemah. ...

...Dia terlalu lemah untuk menahan Larissa lebih lama lagi. ...

...Pria itu menundukkan kepalanya, seolah pasrah menerima kehancuran yang akan terjadi saat topengnya benar-benar terbuka....

...Larissa menarik napas panjang, lalu dengan tangan yang mantap, dia meletakkan guntingnya dan meraih kerah kemeja Gavin. ...

...Dia tidak ragu. ...

...Dia tidak peduli monster apa yang ada di balik punggung pria ini. ...

...Dia hanya tahu satu hal, pria ini telah menumpahkan darah untuknya, dan dia berhak mengetahui harga dari perlindungan tersebut....

...Dengan satu tarikan napas, Larissa mulai membuka kemeja yang berlumuran darah itu, membiarkan rahasia paling gelap Gavin Kingsley terpampang di bawah cahaya lilin yang temaram....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!