Squel novel lanjutan dari BUDAK CINTA.
Bagi yang belum membaca di karya ku sebelumnya silahkan mampir dulu ya !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MICHELLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Rasanya tidak ingin beranjak bangun dari tidur ku pagi ini, seluruh badan ku terasa pegal, kaku, bagai remuk seluruh tubuh. Kami bercinta hampir semalaman suntuk, ingin sekali menolaknya. Tapi aku tak ingin membuatnya kecewa karena ini yang pertama baginya.
Terasa perih di setiap kulit ku ketika ku sentuh, sepertinya sudah begitu banyak tanda stempel kepemilikan yang di berikan oleh Irgy, suamiku. Ah, dia sungguh membuatku tidak mampu lagi berkata-kata.
Aku sudah terbangun, tapi mata ini berat untuk ku buka. Aku mencoba merubah posisi ku untuk berbaring ke kanan, dan betapa terkejutnya aku saat bibirku menyentuh sesuatu yang begitu hangat dan lembut saat ku benahi selimutku.
" Irgy, kau sudah bangun? " Tanya ku dengan mata terbelalak melihatnya tanpa baju di dalam selimut bersamaku. Kemudian dia memelukku untuk lebih tenggelam dalam dekapannya, tubuhnya begitu hangat dan wangi.
" Aku sudah bangun daritadi. Memandangimu tertidur lelap seperti tadi tak ingin rasanya aku beranjak pergi, istriku ini sungguh cantik dan manis saat tidur. "
" Kau sungguh pandai menggodaku, jam berapa ini? "
" Ehm, baru jam 09.45 pagi. " Jawab nya santai dengan senyuman tipis.
" Apa? Astaga. Aku kesiangan, maafkan aku. Aku jadi tidak menyiapkan sarapan untuk mu Irgy, " Jawab ku dengan terduduk kebingungan. Sampai tidak menyadari jika tubuhku masih tanpa mengenakan pakaian.
" Heey, tenanglah. Tak apa, jangan panik begitu. "
Aku menatapnya dengan ekspresi penuh rasa bersalah. Dengan bibir sedikit manyun.
" Apa kau tidak ke kantor? " Tanya ku kemudian.
" Tadinya aku ingin ke kantor sebentar, tapi melihat ini semua membuatku tak ingin beranjak dari kasur bersama istriku yang menggemaskan ini. " ucapnya sembari menunjuk beberapa bekas stempel tanda kepemilikan.
Ya ampun, apakah aku yang memberi tanda itu semua? Kyaaaaaaaa. . . malu nya aku Tuhan, kenapa aku tidak sadar?
" Kemari, peluk aku dulu jika malu. Jangan menutupi wajah mu begitu. " Kemudian ditariknya tubuhku lagi ke dalam pelukannya.
" Terimakasih istriku, " Ucapnya dengan lirih di telingaku.
" Makasih untuk apa? "
" Kau membuatku merasakan banyak kenikmatan dalam rumah tangga kita ini. Kenikmatan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya, ternyata begini ya surga dunia itu? hihi, " Ucapnya menggodaku.
" Kau, membuatku malu lagi. Sudah aku akan masak dulu untuk mu, " jawab ku dengan mendorong tubuhnya.
" Tidak, kau tidak perlu memasak. Nanti kau akan kelelahan, lebih baik disini saja. Biar aku pesankan makanan jika kau sangat lapar. "
" Uugh, lalu kita mau ngapain hari ini? " Tanya ku dengan polosnya tanpa menyadari tatapan Irgy mengisyaratkan sesuatu.
" Aku mau lagi, " bisiknya sangat lirih.
" Irgy. . . Kita sudah melakukannya hampir semalaman, apa kau masih ingin lagi pagi ini? " Tanya ku dengan mata melotot padanya.
" Kau membuatku ketagihan, "
Tanpa aba-aba dari ku, kami melakukannya lagi lagi dan lagi. Bisa kau bayangkan, dia bocah yang sungguh. . . Ah, entah lah. Tak bisa lagi ku ungkap lewat kata-kata.
Puas melakukannya, ah tidak. Irgy, suamiku. Sepertinya dia tidak akan pernah puas, aku memakluminya. Karena ini pertama baginya, tapi jujur aku juga merasakan hal yang sama. Ini jauh lebuh nikmat dan menggairahkan ku rasa. Seolah ini yang pertama aku melakukannya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Siang hari, aku menghampiri Irgy yang tengah berkutat dengan sebuah laptop di depannya. Ku bawakan beberapa potong buah segar untuk menemaninya.
" Ku sibuk? " Tanya ku,
" Hem, tidak juga. Ada apa istriku? "
Uukh, paling suka mendengarnya memanggilku dengan sebutan itu. Membuatku tersipu malu saja.
" Aku ingin pergi ke kota kelahiran ku, menemui ibu dan berkunjung ke makam ayah ku. "
" Ayo, kita menemui ibu hari ini. " Ajaknya dengan mudah begitu saja.
Dia memang suami ku yang terbaik dan paling mengerti inginku.
" Sungguh? aaah, suamiku ini memang paling terbaik. "
" Dengan satu syarat, "
Seketika wajah bahagiaku berubah sedih, dia mulai perhitungan.
" Teruslah memanggilku dengan sebutan kesayangan itu, SUAMI ku. " Jawab nya menekan suara nya, kemudian mengecup keningku mesra.
" Cih, dasar. Baiklah, suami ku. " Ucap ku menurut,
" Ucapkan sekali lagi, "
" Suami kuuu, suami ku, suami ku, suami ku. Puas??? "
" Aku mau lagi, " Jawabnya mengerjaiku. Yang terus saja aku menuruti untuk membalas menggodanya, kami bersenda gurau dengan riang hari ini. Hingga akhirnya kami bersiap-siap hendak pergi menuju kota kelahiran ku.
🌻🌻🌻
Sesampainya dirumah kak Rendy, aku turun dari mobil menginjakkan kaki di halaman luas rumah nya. Ibu bilang masih menetap dirumah tante, mama kak Rendy. Ku hirup udara siang hari di kota ini, kota kelahiran yang ku rindukan. Yang memberikan sejuta kenangan, Aaaah. . . Kini, aku menginjakkan kaki ku disini bersama suami ku.
" Sayang, apa yang kau lakukan? berdiri lama disitu, ayo. . . Sinar matahari begitu menyengat. Nanti kulitmu jadi rusak, ayo kemarilah cepat. " Ucap Igry menarikku, berada dalam dekapannya. Dia sungguh romantis sekali, melindungiku dari paparan sinar matahari yang begitu cerah dan menyengat siang ini.
Sesampainya di teras rumah kak Rendy, ku pencet tombol bel di depan ku. Tak berapa lama kemudian pintu di buka, ku lihat ibu yang tengah berdiri di hadapan ku menyambut kedatangan kami dengan senyuman haru. Aku langsung memeluknya sangat erat, sampai tak ingin melepasnya lagi.
Ini baru berapa hari pernikahan ku, dan jauh darinya. Rasanya sudah seperti seabad lamanya, karena kami terbiasa berkumpul bersama selama ini. Tanpa mampu ku tahan, air mata ku menetes ketika ku rasakan perubahan tubuh ibu ku yang sedikit lebih kurus.
" Hey, pengantin baru. Kenapa menangis begitu? Sudah jadi istri tidak boleh cengeng. "
" Bunda, aku sangat rindu. Kenapa ibu terlihat kurusan, apakah ibu sakit? apakah ibu makan dengan baik? " Tangisku mulai sesunggukan.
" Tidak nak, ya ampun. Bunda baik-baik saja, bunda hanya sedang diet. hihi, " jawab nya menyeka air mata ku.
" Oh, nak Irgy. Kemari, kau sehat nak? "
Kemudian Irgy tersenyum ramah menjabat tangan ibu ku dengan penuh santun.
" Sehat bu, Irgy sangat sehat. Fanny selalu menjaga dan melayaniku dengan baik sebagai istri. "
Tapi kau membuatku semaput hampir semalaman, jelas saja kau memujiku. Dasar bocah !!!
" Dasar kau ini, kau juga berani mau menggoda ibu mu ya. " Jawab ibu ku dengan tawa lepas dengan Irgy. Aku bahagia melihat pemandangan ini.
" Hey, pengantin baru. Kenapa kalian justru asyk mengobrol diluar? ayo masuk. Tante sudah masak makanan enak untuk kalian, ayo masuk. " Sambut mama kak Rendy kemudian.
Kami tersenyum menyapanya, di peluknya tubuhku begitu hangat dan menciumi seluruh wajah ku dengan matanya yang berkaca-kaca menatapku.
" Fanny, carilah om mu. Dia begitu tidak sabar menanti kedatangan kalian saat mengetahui kalian akan berkunjung hari ini. Dia di halaman belakang, " ucap tante mengarahkan ku. Om ku ini memang yang paling berperan sebagai pengganti ayah ku. Dia sangat menyayangiku melebihi apapun, beliau selalu memanjakanku.
" Suami ku, tunggu disini sebentar. Aku akan menyapa om dan membawanya kesini menemuimu. " Ucap ku yang kemudian berlari menuju halaman belakang.
Langkah ku terhenti ketika sepoi angin menerpa, menyapaku. Ku lihat sekeliling halaman belakang rumah ini tetap tidak berubah, sama halnya seperti di masa itu. Aku pernah bercumbu mesra dengan Kevin di tempat ini. Aku pernah menyaksikan perseteruan sengit antara Ammar dan Kevin saat itu. Ya, semua sudah berlalu. Tapi kenangan itu masih sangat membekas dari mereka yang telah mencampakkan aku.
" Halo om ku yang baik, " sapa ku kemudian pada papa kak Rendy yang tengah duduk santai dengan sebuah laptop.
" Hai, coba lihat siapa yang datang ini? Aaah puteri ku, kemari peluk om. " Sapa nya menyambutku dengan pelukan hangat memanjakan ku.
" Apa kabar mu nak? kau terlihat pucat sekali. Kau sakit? "
Aku baik-baik saja om, hanya tenaga ku terkuras habis oleh menantu yang kau kagumi itu.
" Tidak om, aku baik-baik saja. Om sehat? ayo kita ke depan. Irgy menantimu, aku kangen banget sama om. " Ucap ku manja, kemudian kami melangkah bersama sambil berbincang hangat, menuju ruang tamu dimana Irgy sudah menantiku bersama ibu dan tante.
🌹 Hai hai, jangan lupa like dan vote nya selalu ya. Makasih banyak, luv kalian ❤🌹
Tapi aku salut dengan cinta kalian yang abadi meski hingga akhir tetap tak bisa bersatu.
Aku rindu dengan cerita ini, aku datang lagi.
Masih, sama, aku selalu terbawa suasana.
Sedih, Kevin, Irgi, Amar, aku merindukan kalian.