Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Pagi ini, Melati sengaja tidak menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang. Dia ingin tahu, apa yang akan mereka lakukan terhadap diri nya. Setelah sholat subuh, Melati kembali melanjutkan tidur nya di kamar tamu.
Pagi ini Rayan dan keluarga nya sangat terkejut, saat mereka melihat meja makan yang kosong. Tidak ada makanan sama sekali, biasa nya Melati selalu menyiapkan sarapan untuk semua orang.
"Apa - apaan ini? Di mana Melati?" Rayan bertanya pada semua orang.
"Kurang ajar, rupa nya Melati sudah berani sama kita! Ibu akan beri pelajaran pada wanita mandul itu!" Bu Arum bergegas melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya tamu yang di tempati oleh Melati.
"Melati, bangun kamu!" Bu Arum berteriak sambil menggedor pintu dengan kencang.
Rayan yang sangat geram hari ini, dia pun ikut menyusul ibu nya. Begitu pula dengan pak Ilham dan Andin.
"Melati, buka pintu nya Melati!" Terika Rayan sambil menendang pintu.
Ceklek.
Pintu pun terbuka, dari dalam muncul nya Melati menyembulkan kepala nya.
"Melati, mana sarapan untuk kami?" Tanya bu Arum sambil berkacak pinggang.
"Bukan kah di sini ada Andin, suruh Andin yang menyiapkan sarapan untuk kalian semua!" Jawab Melati dengan santai nya.
"Melati, Andin bukan babu di rumah ini. Dia adalah calon istri nya Rayan, berani nya kamu meminta dia mengerjakan pekerjaan di rumah ini!" Bentak bu Arum.
"Baru calon kan bu? Sementara aku adalah istri sah nya Mas Rayan. Aku juga bukan babu di rumah ini, jadi kenapa aku harus mengerjakan semua nya!" Jawab Melati lagi.
"Melati, kau wajib melayani aku, aku ini suami mu!" Bentak Rayan.
"Suami seperti apa dulu yang harus aku layani? Suami yang zalim seperti mu tidak perlu di hormati! Membawa wanita selingkuhan pulang dan meminta istri sah melayani nya, jangan mimpi kau mas!" Jawab Melati lagi.
"Melati, jika kau tidak mandul maka aku aku tidak akan membawa Andin pulang ke rumah ini!" Rayan membenarkan semua tindakan nya.
"Anak bukan lah alasan bagi mu untuk membenarkan semua tindakan mu, jika kau benar - benar menginginkan anak maka kita bisa mengadopsi nya dari panti asuhan!" Ucap Melati.
"Aku tidak sudi membawa anak yang tidak jelas asal usul nya, aku cuma mau darah daging nya Rayan!" Bu Arum menimpali lagi.
"Benarkah bahwa anak itu darah daging nya Rayan?" Tanya Melati sambil menatap Andin dengan penuh ejekan.
"Tentu saja ini anak nya mas Rayan!" Jawab Andin dengan gugup.
"Melati, tidak usah banyak bicara. Cepat siapkan sarapan untuk mai semua. Rayan harus pergi ke kantor setelah ini!" Bu Arum memberi perintah pada Melati.
"Mulai hari ini aku tidak akan mau mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini, lagian kan salah ibu sendiri. Kenapa ibu memecat bi Ira?" Melati berkata sambil melipat tangan di dada nya.
"Melati, kau jangan membantah perintah ibu ku. Cepat siapkan sarapan untuk kami!" Rayan membentak Melati.
"Kalau aku tidak mau, lalu kau mau apa mas?" Tantang Melati.
"Melati, jika kau berani membantah maka aku akan menceraikan mu!" Jawab Rayan dengan tegas.
"Silahkan mas, aku tidak perduli!" Jawab Melati.
"Sudah lah Rayan, ceraikan saja wanita mandul itu. Buat apa mempertahankan wanita yang tak berguna seperti dia!" Bu Arum menghasut putra nya.
"Baik lah Melati, hari ini aku menjatuhkan talak ku pada mu. Sekarang cepat pergi dari rumah ku!" Usir Rayan pada Melati.
Hati Melati sakit saat suami nya membuang nya demi wanita lain, tapi di satu sisi Melati lega karena akhir nya dia tahu seperti apa sifat keluarga suami nya itu.
"Cepat pergi dari sini!" Usir bu Arum.
"Baik lah, aku akan pergi. Aku juga tidak sudi berlama - lama tinggal bersama orang- oda g jahat seperti kalian!" Ucap Melati.
Sebuah senyuman penuh kemenangan di pamerkan oleh Andin, dia bahagia sekali karena Rayan sudah menjatuhkan talak untuk Melati.
Melati lalu melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya, dia pun mengeluarkan koper nya yang selama ini tersimpan di dalam lemari. Melati mengemasi semua barang - barang nya, Melati hanya membawa barang - barang yang dia beli dengan uang nya sendiri. Sedangkan barang - barang yang di beli oleh Rayan, semua nya dia tinggal kan di rumah ini.
"Mas Rayan, ku pastikan kau dan keluarga mu akan menyesal karena telah melakukan ini pada ku!" Guman Melati sambil berkemas.
Tidak butuh waktu lama, Melati pun selesai berkemas. Dia menyeret koper nya menuruni tangga dari lantai atas, Melati berhenti sejenak di hadapan mereka semua.
"Ini, ambil lah cincin kawin ini. Aku tidak sudi memakai benda pemberian dari laki - laki menjijikkan seperti mu!" Melati melepas kan cincin itu lalu melemparkan nya ke dekat kaki Rayan.
"Bagus lah, kalau kamu tahu diri!" Jawab Bu Arum dengan sinis.
Melati lalu menyeret koper nya, dia menuju ke pintu keluar. Tapi sebelum dia mencapai pintu, Andin pun menghentikan nya.
"Tunggu Melati!" Teriak Andin.
Melati pun menghentikan langkah nya, dia lalu membalik kan badan nya menghadap mereka semua.
"Ada apa lagi?" Tanya Melati dengan sinis.
"Kalau kau pergi dari rumah ini, kau tidak boleh membawa barang - barang yang di beli oleh mas Rayan!" Ujar Andin sambil tersenyum sinis.
"Semua barang yang ku bawa ini tidak ada yang di beli dengan uang nya Rayan, aku hanya membawa barang - barang yang di beli dengan uang ku sendiri!" Jawab Melati.
"Aku tidak percaya sebelum aku melihat nya sendiri!" Ucap Andin.
Andin pun mendekati Melati, dia merebut koper Melati secara paksa. Dia lalu membuka nya dan mengeluarkan semua ini nya.
"Cukup Andin, semua ini di beli dengan uangku!" Melati berlata dengan suara lantang.
Andin lalu mengambil sebuah kotak perhiasan di antara barang- barang Melati, dia lalu membuka nya. Mata Andin melotot sempurna saat melihat satu set perhiasan berlian jenis Blue Safir di dalam nya.
"Ini di beli dengan uang nya mas Rayan, kau tidak boleh membawa nya!" Ucap Andin sambil menutup kotak itu.
"Ambil lah jika kau memang mengingin kan nya, tapi bersiap lah mendekam di balik jeruji besi. Karena aku akan membawa kasus ini ke jalur hukum!" Melati berkata sambil tersenyum.
"Kau tidak bisa menuntut ku, karena ini di beli oleh mas Rayan!" Jawab Andin lagi.
"Tanyakan pada laki - laki ini, kapan dia membeli nya? Dan apakah dia punya bukti nya kalau dia yang membeli nya?" Melati kembali berkata.
Melati memandang ke arah Rayan, sedangkan Rayan tampak gugup. Karena perhiasan itu memang tidak di beli oleh nya, tapi hadiah dari orang tua Melati saat dia berulang tahun satu tahun yang lalu.
terus sehat dan semangat 😍💪