NovelToon NovelToon
RUNGKAD

RUNGKAD

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:344.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Kecewa. Satu kata itulah yang mengubah Rukayah menjadi sosok berbeda. Hidup bersama lelaki yang berstatus suami tapi diperlakukan layaknya keset membuat Rukayah jengah dengan kehidupan rumah tangganya.

Bersabar bukan lagi jalan keluar. Dia tidak bisa terus bersama orang yang tidak menghargai dirinya.

Keputusan untuk berpisah sudah bulat meski suaminya, si Raden Manukan itu nantinya akan mengemis meminta untuk terus bersama.. I'm sorry mas, aku wes kadung rungkad!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kangen orang tua

Kabar jika Nimas keguguran tersebar luas. Bukan Ru latah menyebarkan berita yang dirasa nggak penting untuknya, melainkan istri Raden yang semok denok deblong kayak pantat panci gosong lah yang berperan aktif menyebar luaskan berita tak patut itu.

Pagi tadi, Lasmi terpaksa merogoh kocek sendiri untuk membeli belanjaan karena suaminya masih di rumah sakit bersama mamak mertua untuk ngurus dan nemenin Nimas. Katanya sore nanti si tuan putri udah dibolehin pulang.

Namun bukan Lasmi namanya kalo sambil belanja nggak ngomongin orang, meski yang dia omongin adalah iparnya sendiri.

Awalnya para mak-emak males bersinggungan dengan Lasmi, mereka ingat betapa nggak tau malunya wanita itu karena mau dikangkangi Raden tanpa dinikahi lebih dulu, namun godaan syaitonnirojim lebih asoy dari pada rasa sungkan itu sendiri.

Lagian udah jadi tradisi tiap orang belanja pasti ujungnya ngerumpi, bisik-bisik nya mereka bisa menyerupai para intel yang berbagi informasi. Makin berbisik makin ngeri informasi yang dibagi!

"Beneran Nimas kayak gitu Las? Idiiie idiiie, sama siapa dia hamilnya?? Perasaan kan dia nggak pernah keliatan jalan bareng cowok warga sini, ya?"

Selamat datang di negeri tercinta +62.....

"Ya bener! Nyatanya sekarang dia masih di rumah sakit, janinnya keguguran! Denger-denger sih, pacarnya pengangguran. Nggak tau juga, mungkin karena itu dia sengaja gugurin kandungan atau udah ada niatan ngelakuin aborsi karena nggak mau aibnya terbongkar. Tapi kan yang namanya bangkai mau disembunyiin kayak apa juga pasti kecium kan?!"

Bangga lu buu??

"Kayak kamu ya Las? Meski udah main rapi nyampe bikin Ru sama Raden pisah tetep aja ujungnya digrebek warga, diarak keliling kampung jadi bonusnya. Gimana rasanya jadi terkenal Las?"

Ibu RT membubarkan segerombolan mak-emak yang tadinya membentuk satu koloni para ghibahers dengan langsung menyentil biang keroknya. Semua bubar, semua menyingkir dengan membawa bekal bahan gunjingan pada benak masing-masing.

Di tempat kerja Fatih.

"Ada apa ke sini? Siapa yang sakit?" Tanya Fatih pada Maulana.

Lelaki itu memainkan bolpoin pada meja kerja Fatih. Seperti sedang berpikir so hard sebelum bicara pada bestinya.

"Kamu ke sini cuma mau mainin polpen ku doang? Keluar aja gih. Sono ajak suster buat nemenin kamu main." Fatih memberi instruksi.

"Kamu bilang kemarin mantan ipar Ru keguguran abis party ena-ena? Tau dari mana? Dia sendiri yang bilang sama kamu?"

Fatih tak menyangka ternyata itu yang ditanyakan Maulana padanya.

"Sebenarnya itu privasi pasien. Kemarin aku keceplosan. Harusnya nggak bilang kayak gitu."

"Ntut lah, karena udah kadung ember, buruan bilang yang sebenernya!" Perintah Maulana.

Benar kata Fatih, profesinya melarang keras dirinya menyebarkan informasi tentang penyakit dan hal-hal bersifat pribadi pasien dan orang-orang yang dia rawat, namun karena terus mendapat desakan oleh Maulana, Fatih hanya bisa berpasrah diri dan bilang secuil informasi yang dia tau kepada sahabatnya.

"Di sekitar alat reproduksinya terdapat banyak cairan sperma, bahkan di rambutnya pun ketempelan gituan. Ya kali ada orang keramas pake cairan lahar selangkangan."

"Di rambutnya? Rambut yang mana?" Maulana mode tulalit on!

"Rambut bloook goblooook rambut!! Di atas palamu itu namanya rambut, kalo yang bawah beda nama! Syu laah.. Ku jedotin juga palamu ke tembok!" Hilang kesabaran Fatih menghadapi Maulana.

Merasa puas dengan informasi yang dia dapat dan udah seneng karena bikin Fatih ngereog, Maulana memutuskan pergi dari klinik bestinya.

"Aku pergi aja lah."

"Yang nyuruh kamu tetep stay di sini juga siapa Ujang??"

"Tensi dok tensi, inget umur. Nggak baek bentak-bentak orang pake urat gitu."

Akhirnya mereka berpisah meninggalkan emosi jiwa untuk Fatih dan sejumput informasi bagi Maulana. Untuk apa informasi seperti itu? Untuk mewujudkan ucapannya sendiri di depan Ru kemarin malam, jika keluarga Raden menyakiti Ru lagi.. Maulana akan membalasnya dengan cara elegan nyampe mereka lupa caranya berdiri! Mungkin mau dibikin kelojotan kek orang kena ayan, ha mbuh...

Di gudang, tempat Ru kerja.

Dia sedang mojok bareng Lita, Lita yang memaksa Ru untuk menceritakan kejadian malam setelah mereka berpisah di ujung jalan kemarin malam.

"Bang_ke, masa belum apa-apa udah keguguran. Diapain itu janinnya?"

Ru nggak jawab. Dia hanya menaikkan kedua bahunya. Moodnya pagi ini tak secerah sinar matahari pagi.

"Ya udah lah, nggak usah dibahas. Manjangin dosa aja ngomongin titisan Blorong pagi-pagi."

Setelah beberapa detik dalam keheningan, Lita kembali bersuara.

"Ru Ru.. Bisa nggak ngajak mas Maul main ke rumah ku, sama kamu juga.. Biar dia ngajak mas Fatih Ru.."

"Yaelah Siti Marpuah, masih aja mikirin itu?! Emang kenapa, bulek ngebet banget nyuruh kamu nikah?"

Lita menceritakan jika sepulang dari mini market, emaknya langsung bertanya kapan pacarnya mau datang ke rumah. Alasan klasik, mereka udah tua dan pengen anak gadisnya cepet-cepet dipungut orang, hidup bahagia bersama pasangannya.

"Ibuk mikir aku semalem jalan sama mas Fatih.. Padahal aku udah ngasih tau kalo cuma sama kamu perginya tapi jiwa ngeyel ibuk ku nggak bisa ditoleransi Ru. Masalahnya di sini.. Kalo aku nggak bawa mas Fatih ntar sore ke rumah, alamat ibuk ngacak-acak kliniknya buat minta pertanggung jawaban karena udah macarin aku tapi nggak ngasih kepastian Ruuuu... Tolongin si malang ini lah Ruuuu huhuhuu"

Apa Ru ikut sedih? Kagak pemirsa! Dia malah tertawa ngakak sampai air matanya keluar.

"Nanti aku bilang sama bulek kalo Fatih nggak ada apa-apa sama kamu. Kasihan juga kalo bulek terlalu banyak berharap ke Fatih." Pada akhirnya muncul suara bijak dari mulut Ru.

"Laaah iya lah, kirain mau bujuk mas Fatih biar mau deketin aku gitu Ru hehehe."

"Jangan ngelunjak ya Marpuah!"

Keduanya makin brutal ngakaknya. Ru berpikir, bahagianya jadi Lita. Meski agak cerewet, Lita masih punya orang tua yang mengkhawatirkan anak gadisnya yang belum juga menemukan pasangan, mempunyai dua orang adik yang bisa diajak rebutan sisa kerak nasi di mejikom untuk sarapan tiap pagi, memang seperti itulah kenyataannya.. Lita dan Ru berasal dari keluarga sederhana yang terbiasa dengan keprihatinan.

Bedanya jika orang tua Ru telah berpulang lebih dulu ke tujuan akhir hidup setiap manusia, Lita masih diberi nikmat sederhana yaitu berkumpul dengan ibu bapaknya hingga dia dewasa. Bahkan dapet bonus sepasang adik menyebalkan yang tanpa diberi tutorial bisa dengan lancar menghabiskan uang gajian Lita tiap kali melepas liarkan mereka ke dalam pasar. Ada aja yang ingin mereka beli, tiba-tiba seluruh dagangan di pasar menjadi kebutuhan dua makhluk tengil itu.

"Kenapa, kok malah diem gitu?" Tanya Lita mengetahui perubahan pada wajah Ru yang mendadak lesu.

"Aku kangen bapak sama ibu Ta, mereka kok ya cepet banget pergi ninggalin aku.."

Lita berpikir apakah ucapannya tadi ada yang menyinggung Ru, sehingga sahabatnya ini tiba-tiba bicara seperti itu?

"Tinggal ke makamnya aja, nanti sore aku anterin."

Menjawab ucapan Lita dengan gelengan pelan, Ru berjalan menjauhi Lita yang merasa tak enak hati pada sahabatnya.

"Dia kenapa? Kok tiba-tiba merinding... Jangan-jangan jin qorin nya pakdhe sama budhe lagi melototin aku.. Ya Allah.., pakdhe.. Budhe.. Aku nggak ngapa-ngapain Ru kok, beneran.. Noh kalo mau ngamuk samperin aja si sarden, tiap hari anak kalian dibikin makan ati sama kelakuan cecunguk satu itu.. Peace ya pakdhe, budhe.. hehehe.."

Lita bicara sendiri sambil memberikan simbol perdamaian dengan memperlihatkan dua jari telunjuk dan tengahnya menghiasi udara.

"Ta, Lita, minggir dong! Kita kepanasan nih! Jangan berdiri di depan kipas gitu, dikira kamu doang yang kepanasan!"

Seru mak-emak kepada Lita. Di situ Lita baru menyadari kekonyolannya, hawa dingin yang membuatnya merinding bukan dari sosok orang tua Ru yang nyamperin dia namun berasal dari kipas angin besar yang ada di belakangnya.

1
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kowok podo kowok e
Wanita Aries
🤣🤣🤣🤣
Wanita Aries
litaaa kocakk abis
Wanita Aries
🤣🤣🤣
Wanita Aries
bener2 edannn 3th bisa gila kl mental gk kuat
Wanita Aries
karya author bagus bikin nagih bacanya
Wanita Aries
somplak bgt sih🤣
Wanita Aries
bner ada lagu 'jangan salah pasangan' hasilnya ya begini. ihh aku pny suami bgtu tak lempar panci
zuwariyah c
/Facepalm/
Mommy Fa²Sha²
Terus semangat berkarya....
Ceritanya menarik...
Mommy Fa²Sha²
Alurnya menarik, ceritanya jg menarik. Membahas kehidupan sehari-hari yang nyata terjadi. Tokoh-tokohnya juga unik, menarik...
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
bab berapa sarden meninggal thor🤣🤣
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
nah ru nikah aja ru
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
🤣🤣🤣
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
hama semua ih keluarganya
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
kesel ih
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
andumku udah end aj thorr, ini lanjut ke rungkad🤣 31+ masih sisa dikit lagi
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
nah kan manukan🤣🤣 dikatin dikit doang mengkerut kamu
Endang Sulistia
salah sendiri ..
Endang Sulistia
sabar ya Nimas...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!