NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 20

"Gimana, berhasil?"

Arghhhhhh!!!!

Bukannya menjawab pertanyaan sang kakak, Iras malah berteriak dengan sangat kerasnya. Dia juga melemparkan tasnya ke lantai sebagai bentuk pelampiasan.

"Kenapa sih, haaah gagal ya?"

"Brengsek, gara-gara si asisten itu aku jadi nggak digubris sama Kael. Mana tiba-tiba mereka ngilang ga tahu kemana. Tadi pagi aku juga ke rumahnya, kata satpam yang jaga rumah, mereka serumah pergi tadi malam. Mobil mereka juga nggak ada. Bangsat! Mereka kek ngilang ditelan bumi."

Izar langsung mengerutkan alis mendengar cerita adiknya itu. Dia seolah tak percaya dengan ucapan Iras bahwa keluarga itu pergi dengan tiba-tiba.

"Kenapa bisa gitu ya?" gumam Izar.

"Nggak tahu lah, masa tanya aku. Brengsek, bener-bener brengsek. Aku beneran nggak bisa nyari tahu dimana mereka. Bahkan handphone Kael dan Tante Griz juga sama sekali nggak bisa dihubungi," sahut Iras.

Tambah heran saja Izar mendengar kelanjutan keluhan dari Iras. Keluarga Danurwenda tiba-tiba menghilang dalam waktu semalam. Itu merupakan cerita yang janggal. Tak ada alasan bagi kelurga itu pergi secara tiba-tiba. Setahu Izar, baik Griz maupun Ben tak memiliki keluarga lagi. Jadi sepertinya mereka tidak pergi untuk urusan keluarga. Dan jika soal pekerjaan, semua sudah ditangani oleh Kael. Jika dibutuhkan untuk pergi, pasti hanya Kael dan paling mentok Ben yang akan ikut Kael pergi.

"Coba aku minta orang buat nge-cek ke sana. Kok kayak ada yang aneh ya tiba-tiba mereka ngilang gitu? Kayak ngilang dari peredaran," ucap Izar.

Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama, Izar sudah mendapatkan informasi dari orang suruhannya, dan apa yang dilaporkan orang itu sama persis dengan cerita Iras.

"Bener Ras, mereka pergi. Rumah itu kosong. Aku bahkan minta buat meriksa lebih dalam dari sisi lain, tapi di rumah itu bener-bener nggak ada orang sama sekali selain satpam, dan asisten rumah tangga."

"Tuh kan, aku nggak ngada-ngada. Emang bener semua orang di sana ngilang. Sialaan, aku nggak bisa ya diginiin. Besok senin kan, aku bakalan ngedatengin kantor Kael. Aku harus tahu kenapa dia ninggalin aku tadi malam sendiri begitu aja."

Izar menganggukkan kepalanya. Dia setuju dengan ide Iras. Sudah sejauh ini mereka berjalan, tidak mungkin harus berhenti di tengah jalan. Dan juga rencana terakhir harus bisa dilakukan untuk bisa mendapatkan Kael sepenuhnya.

Baik Iras maupun Izar sama-sama menginginkan Kael. Iras menginginkan sosok Kael ada di hidupnya untuk dimilki, sedangkan Izar menginginkan Danurwenda untuk bisa mengangkat namanya. Sehingga Izar pun akan mendukung adiknya sepenuhnya agar bisa meletakkan Kael di sisinya.

Dua orang adik kakak dengan ambisi yang tak terkira itu benar-benar memikirkan segala cara bisa mendapatkan serang Kael Danurwenda. Padahal mereka tahu dengan sangat jelas bahwa Kael tak memilki niat untuk menjalin hubungan dekat bahkan sampai menikah dengan keluarga Wirya. Pria yang saat ini tengah begitu dirisaukan oleh Iras dan Izar, tengah sibuk menyiapkan hunian di villa.

Ternyata rencana Griz untuk membuat kediaman Danurwenda seolah tak berpenghuni disambut dengan baik oleh Kael. Namun Kael tidak setuju jika mereka hanya berpura-pura tidak ada di rumah.

"Mau serapi apapun kita bersembunyi, orang tetap akan menemukan kejanggalan Mam. Lebih baik kita benar-benar pergi dari sini. Rosa dan Al membutuhkan lingkungan yang baik, tenang sekaligus menyenangkan. Jadi ayo kta tinggal di villa milk kita dan pergi dari rumah ini dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan."

Begitulah ucapan Kael ketika Griz dan Ben mengatakan tentang usulan mereka untuk menutup rumah. Dua orang tua itu setuju, dan malam itu juga kediaman utama Danurwenda dikosongkan.

Saat ini Rosa dan Al tengah berada di kamar. Al yang terus saja menanyakan ibunya, membuat Griz akhirnya membuat ibu dan anak itu bersama.

Niat hati Griz untuk sementara memisahkan Al dan Rosa agar kondisi Rosa stabil. Namun Griz salah, kebersamaan ibu dan anak itu lebih baik dari pada harus ditempatkan sendiri-sendiri.

"Jadi Ibu, cebenelnya kita ini dimana? Kenapa olang-olang di cini baik ke kita. Telus Oma dan Opa itu ciapa, lalu Om itu bilang dia ayah Al, apa itu benel?"

Rosa bergeming, dia bingung menjawab pertanyaan dari putranya. Siapa sangka, Rosa akan tertangkap seperti ini oleh pria yang menodainya waktu itu.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, pria itu berkali-kali mengutarakan rasa bersalahnya. Kaelus Danurwanda, Putra dari Grizle Danurwenda dan Beniqno, wajahnya nampak kusut dan kacau saat terakhir kali Rosa melihatnya. Pria itu menunjukkan penyesalan yang begitu dalam.

"Aku kok ya bodoh banget sih. Udah berusaha buat kuat tapi malah pingsan, akhirnya jadi kayak gini," ucap Rosa dalam hati.

Rosa berpikir bahwa jika dirinya lebih kuat lagi, malam itu pasti tubuhnya tak akan jatuh pingsan. Sekarang semuanya sudah terjadi, dan ia bingung harus bagaimana sekarang.

"Ibu, kenapa Ibu diam aja?" panggil Al. Bocah itu merasa bingung, namun belum ada penjelasan yang bisa diterimanya.

"Maaf Al, Ibu belum bisa jelasin ke Al. Sekarang Al diam dulu aja ya. Nanti kalau Ibu udah siap, Ibu akan jelasin ke Al tentang semua orang yang ada di sini,"jawab Rosa.

Al menganggukkan kepalanya. Da bisa merasakan bahwa ibunya juga tengah dalam kondisi yang tidak baik. Wajah Rosa yang pucat, dan beberapa melamun, membuktikan bahwa ibunya tersebut sedang bingung juga sama dengan dirinya.

Tok tok tok

"Sayang, ini Mami Nak. Apa Mami boleh masuk."

Degh!

Rosa terkejut, di sela-sela kekacauan pikirannya, tak disangka bahwa ibu dari Kael akan mendatangi kamarnya.

"Rosa?"

"Oh ya."

Rosa menjawab cepat setelah mendengar namanya dipanggil untuk kedua kalinya.

Pintu kamar tersebut dibuka. Sebuah senyum mengembang dari Griz. Wanita paruh baya itu datang sambil membawa nampan yang berisi makanan penutup, buah, air mineral dan susu.

"Tadi sudah sarapan kan, sekarang kita makan ini. Al, suka puding? Ini enak lho."

Al mendekat ke arah Griz dan melihat puding dengan bentuk-bentuk hewan lucu itu dengan mata berbinar.

"Apa kelinci ini bica dimakan?"

"Tentu saja sayang, ini rasanya manis dan segar. Nah Oma ambilkan ya, apa bisa makan sendiri?"

"Eum, bica. Al bica makan cendili."

Griz mengambil sebuah piring kecil dan juga sendok. Ia meletakkan sebuah puding di sana, dan memberikannya kepada Al.

Griz tersenyum melihat Al yang begitu antusias memakan puding yang dibawanya.

"Rosa, kamu hebat banget karena bisa mendidik Al dengan mandiri di usianya yang baru 3 tahun. Dulu, Kael tidak selincah dan sepintar Al di usianya yang segini. Ros, apa kamu bisa bercerita padaku tentang bagaimana kamu saat mengandung Al?"

Griz tersenyum kecil, pembicaraan yang ia mulai kepada Rosa ini adalah cara agar wanita tersebut mau membuka hatinya yang tertutup rapat. Griz tahu bahwa pasti hidup Rosa tidak mudah setelah Al hadir, maka dari itu Griz ingin tahu lebih banyak.

"Anda tidak akan suka mendengarnya Nyonya. Karena itu bukan cerita yang indah," ucap Rosa dengan senyum kecutnya.

"Tak apa sayang, aku ingin mendengarnya jika kamu tidak keberatan," jawab Griz lirih. Dadanya terasa sesak melihat senyum Rosa.

"Yang pasti, saya sangat syok saat tahu Al ada d rahim saya. Betapa tidak, hal yang sangat saya benci ternyata membuahkan hasil."

Degh!

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
Sastri Dalila
/Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!