NovelToon NovelToon
Please, Menikahlah Denganku!

Please, Menikahlah Denganku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:247
Nilai: 5
Nama Author: Nona Khansa

Aku tidak meminta banyak padamu, hanya satu hal. Menikahlah Denganku!

Cinta yang terpaut 2 tahun lebih tua dari Arhan, siapa bilang ia tidak bisa mendapatkannya? Ia bertekad pada dirinya, apapun yang terjadi Lula Khansa hanyalah miliknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20-Melampiaskan rasa kecewa

Seperdetik kemudian Lula tertawa hambar sekolah sedang mengejek Arhan didepannya. Tatapannya kini beralih pada Arhan yang masih juga belum percaya. "Apa tadi? Lula? Kamu? Woww udah mulai sangar ya Lo manggil gue? Oke, diterima kalo gitu. Dan, soal pertanyaan Lo itu, sorry gue enggak bercanda." Titah Lula dengan begitu berani mengubah panggilan "aku dan kamu" menjadi "Lo dan Gue".

"Sorry juga, kayaknya mulai sekarang hubungan yang adik kakakan ini harus berakhir sampe sini karena gue bosen sama Lo." Lanjut Lula kemudian.

Degh...

"Lula, ini bukan kamu. Aku tau kamu bohong kan?." Arhan berusaha berpikir jernih dan positif thinking. Ia berusaha meraih tangan Lula, tangan seorang perempuan yang sudah masuk dalam list orang terpenting dalam kehidupannya. Ia melangkahkan kakinya untuk lebih mendekati cewek itu, berusaha ingin memeluk Lula.

Lula menolak dengan keras, mendorong cowok dihadapannya dengan penuh amarah. "Pergi Arhan!!!!!" Teriaknya dengan kencang. Dadanya bergemuruh hebat. Lula menunjuk jalan pulang, mengusir Arhan dari hadapannya. "Jangan pernah ganggu gue lagi!." Tukasnya kemudian.

Arhan menatap tak percaya kalau ia akan diusir oleh Lula. Matanya sekuat tenaga ia tahan agar tidak mengeluarkan cairan bening, namun penglihatannya sudah benar-benar mengabur. "Kenapa? Apa kamu udah punya cowok yang lebih dari aku? Iya? Aku masih banyak kurangnya ya?." Beberapa pertanyaan dari Arhan ia lontarkan di depan Lula. Arhan menundukkan pandangannya, ia sudah tidak tahan lagi untuk tidak mengeluarkan air matanya. "Bilang sekarang sama aku, kriteria cowok idaman kamu kaya gimana, aku bakal jadi cowok yang kamu inginkan...." Lanjut Arhan dengan suara serak basah akibat tangisan nya.

"Intinya bukan kamu Arhan." Jawab Lula yang membuat Arhan sangat sakit didalam hatinya. Berulang kali Lula meminta maaf dalam hatinya kepada Arhan karena sudah banyak berbohong pada cowok itu.

"Apa alesannya?." Tanya Arhan yang semakin mengecilkan suaranya, ia mengusap kasar air matanya yang terus menerus keluar, mencoba menatap Lula yang kini menatap nya dengan penuh remeh dan kebencian. "Kenapa bukan aku?" Tanya Arhan lagi.

Lula tertawa hambar lagi. "Hahaha.... Arhan.... Arhan... Masa Lo enggak sadar sih? Buat apa gue suka sama bocah kaya Lo? Selera gue bukan yang di bawah umur kaya Lo Arhan. Lo itu masih kaya anak SMP bagi gue, bocah ingusan!" Jelas Lula yang semakin menyakiti hati cowok itu. "Kenapa? Sakit hati? Patah hati? Sakit banget? Sesakit apa? Hahaha.... Salahnya jatuh cinta sama gue..." Lula tertawa dengan menutup mulutnya, mengarahkan matanya ke langit-langit, berusaha mati-matian untuk menahan air mata itu agar tidak keluar sekarang juga.

Degg.....

Beberapa tetes air mata itu kembali keluar dari mata Arhan, membasahi wajah tampannya. Jadi, selama ini ia hanya di anggap anak kecil oleh Lula? Apa selama ini yang ia lakukan hanyalah di anggap seorang anak kecil juga? Lalu tentang yang ia mencium cewek itu? Apakah anak kecil bisa melakukan itu? Untuk semua yang sudah ia lakukan jadi selama ini ia hanyalah anak kecil?

Lama mereka terdiam, tidak pernah Arhan bayangan bahwa ia akan melakukan hal nekat pada Lula. Ia meraih tengkuk leher Lula dengan penuh penekanan. Langsung menyambar bibir itu tanpa izin. Lebih berani daripada yang ia lakukan dipasar malam kala itu.

Lula melototkan matanya tak percaya dengan apa yang Arhan lakukan padanya. Sekuat tenaga ia melepaskan ciuman itu, mendorong kasar tubuh yang dua kali lipat lebih besar darinya, bahkan sampai berusaha memukul dada Arhan berkali-kali untuk melepaskan ciuman cowok itu. "Mmmpphhh....!!!" Lula berusaha berbicara namun tetap tidak bisa.

Arhan menahan kuat tengkuk itu, mencium dengan begitu brutal seakan sedang meluapkan rasa emosi kecewa nya sekarang. Ia mel_umat bibir itu dengan memejamkan matanya, air matanya terus mengalir deras si sela-sela ciumannya. Arhan menggigit bibir milik Lula agar Lula mau membuka sedikit mulutnya itu.

Lula tercengang kuat saat Arhan tiba-tiba menggigit bibirnya. Ia reflek membuka bibirnya, namun tidak disangka cowok itu malah semakin memperdalam ciuman itu. Lula mulai kehabisan tenaganya, nafasnya bahkan hampir habis sekarang, ia hanya bisa diam tanpa memberontak lagi ataupun membalasnya.

Arhan terus mengobrak-abrik isi mulut Lula, melilitkan lidahnya pada lidah Lula tanpa berpikir bagaimana reaksi Lula setelah ciuman itu berakhir. Hingga beberapa menit berlalu barulah Arhan melepaskannya.

Nafas mereka berdua terengah-engah. Arhan memegang kepala Lula, menyatukan kening mereka. Memejamkan matanya untuk menetralkan kembali pikirannya.

Beberapa menit berlalu setelah Lula berhasil mengembalikan keadaan nya. Lula mendorong kasar Arhan, melepas kedua tangan Arhan yang memegang kepalanya dengan penuh kelembutan.

PLAK!

Sebuah tamparan keras berhasil Lula daratkan pada wajah tampan Arhan Ardigo.

Arhan membuka matanya perlahan. Memegangi pipinya yang baru saja Lula tampar. Rasanya sakit, namun tidak sesakit hatinya sekarang ini. "Kenapa ditampar? Aku cuman nunjukin kalo aku bukan anak kecil yang kakak bilang. Aku udah dewasa! Aku bisa cium kamu seperti yang orang dewasa lakukan. Kenapa? Apa lagi? Apakah aku harus berhubungan se_x? Ayo kita ke hotel sekarang, aku bisa! Aku udah bisa kaya yang orang-orang dewasa lakukan!."

"Kurang ajar!." Lula berteriak keras didepan cowok itu. "Cowok brengsek!." Pekiknya kemudian. "Lo itu cowok paling brengsek!." Lanjut Lula kemudian.

Lula memutar tubuhnya membelakangi Arhan. Demi apapun air matanya sudah tidak bisa bertampung lagi di dalam matanya. Dan... Akhirnya air mata yang berusaha sekuat tenaga ia tahan akhirnya keluar juga. Tapi Lula langsung menghapus air mata itu agar tidak terlihat oleh Arhan.

Lula melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Arhan sendiri di taman yang sudah Arhan persiapkan dengan begitu romantis, sangat romantis.

"ARRGGHHHHH!!!!!!!!" Arhan berteriak kencang, sangat kencang ditaman yang hanya ada dua orang itu. Dirinya dan juga Lula, perempuan yang paling ia cintai, perempuan yang sudah berhasil menemukan first love nya, dan perempuan pertama yang membuat hatinya juga begitu hancur sekarang.

Teriakan itu juga berhasil membuat langkah Lula Khansa menghentikan langkahnya. Dibalik tubuhnya yang membelakangi Arhan, air mata cewek itu mengalir dengan begitu lancar mendengar dan melihat didepan matanya Arhan yang begitu hancur karenanya. "Arhan....hiks...maaf..." Lirihnya pelan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!