NovelToon NovelToon
The Unloved Duchess

The Unloved Duchess

Status: tamat
Genre:Naik Kelas / Romantis / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Percintaan Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:36.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: lafratabassum

seorang pelayan bernama Jemina Kiara yang hidup serba susah, kini malah berakhir mengenaskan di tangan majikannya sendiri yang seorang Duchess.
namun tiba-tiba ruang dan waktu berubah, Jemina terbangun dan mendapati tubuhnya berubah menjadi Duchess Casandra, wanita yang sudah membunuhnya. Sebagai pelayan Duchess dia tau betul bagaimana kehidupan pernikahan nyonya nya yang sepi dan penuh kepalsuan. Cassandra di benci suaminya sendiri, karena wanita itu telah melakukan hal kotor agar bisa menikah dengan lelaki terhormat ini.

" aku akan membalas perlakuan kalian semua, bahkan tubuh ini pun harus ikut merasakan hukumannya" desis Jemina

" dia berubah dan aku mulai menyukainya" ucap Duke Louis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Pulang

" kenapa kau jadi berlebihan seperti ini? " tanya Jemina saat mereka sudah bersiap kembali.

Louis sama sekali tidak menggubris nya. Lelaki itu tetap menggendong nya masuk ke kereta.

" hati-hati Duke Duchess Wilton" ucap Tuan Frank yang ikut mengantar kepergian mereka.

" jalan" ucap Louis, kusir segera memulai perjalanan. Kereta itu meninggalkan tempat dimana istrinya nya terluka.

Tuan Frank masih menatap kereta sampai menghilangkan di balik pagar rumah.

" kau awasi Barbara mulai sekarang. Jika wanita pendendam, siapa tau dia ingin memberi perhitungan pada Cassandra karena masalah ini" jelas tuan Frank pada pengawal nya.

" baik tuan, "

Tuan Frank bukannya ingin membalas perlakuan Barbara, dia hanya tidak mau wanita itu menghancurkan rencananya. Cassandra memiliki harapan yang besar untuk masa depan nama besar Dixon.

" tuan, Pengawal Duke Wilton baru saja mengirimkan jasad James"

" kau tangani dengan baik. Jangan sampai ada kecurigaan" balas Tuan Frank. Berikut nya lelaki tua itu masuk dan kembali pada rutinitas nya.

Di dalam kereta, kedua pasangan itu masih di sibukkan dengan posisi.

" letakkan kakimu di sini" sambil menepuk sebuah bangku yang sengaja Louis persiapan. Dengan di bantu Louis, Jemina mengangkat kaki mengikuti perintah Louis agar kakinya tidak menekuk.

Perjalan hanya memakan beberapa waktu, mereka berdua hanya berbicara saat masuk tadi, selebihnya diam. Louis kembali memeriksa berkas dan Jemina menikmati perjalanan dari lubang jendela.

Tak berselang lama, kereta sampai di pelataran kediaman.

" berpegangan lah" ucap Louis saat hendak mengangkat nya dari kursi. Jemina memeluk leher Louis erat agar dirinya tidak terjatuh.

Setelah keluar dari kereta, para pelayan menyambut dengan riang. Begitu pun dengan Pamela yang ikut dalam barisan. Bukan menyambut Cassandra, melainkan Louis yang sudah lama tidak terlihat.

" Duke Wilton" sanjung perempuan itu santun dengan wajah yang penuh senyuman. Namun sedetik kemudian berubah menjadi masam. Alasannya tidak lain karena Louis melewati nya begitu saja. Padahal dia sudah menata penampilan sedemikian rupa agar terlihat cantik dan menarik. nyatanya Louis sama sekali tidak menoleh padanya.

" sialan.." desis Pamela sambil meremas gaunnya. Melihat bagaimana Louis dengan telatennya menggendong Cassandra, sudah memanasi hatinya. Apalagi dengan sikap lelaki itu yang dengan santainya mengacuhkan nya begitu saja. Padahal sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu.

Dengan langkah berat Pamela hanya bisa kembali ke kamarnya. Daripada melihat pemandangan yang kembali akan mengiris hatinya. Dia tidak Sudi.

" kalian siapkan air hangat serta kursi kayu di area pemandian" perintah Louis pada pelayan. Dia segera menyiapkan segala kebutuhan Cassandra. Padahal wanita itu tengah duduk di sofa sambil menikmati cemilan.

" tidak perlu terburu-buru, aku masih ingin makan" saut Jemina yang mendengar keributan yang Louis ciptakan.

" sebentar lagi malam, udara akan semakin dingin" sangkal Louis tak mau di kalahkan.

" kemarilah. sini makanlah dulu"

Louis berjalan mendekat dan duduk di samping istrinya.

" ayo buka mulutmu" Jemina mengangkat tangannya yang sudah menegang sendok makanan. Louis segera membuka mulut.

" enak kan?"

Louis mengangguk. Suasana menjadi kembali hangat. Pasangan itu menikmati makanan dengan lahap dan akur. Beberapa pelayan sampai terheran-heran melihat pemandangan langka ini.

" seperti nya dugaan ku benar" ucap salah satu pelayan yang saat ini berkerumun di dapur.

" tentang apa?" saut yang lain.

" tuan dan Nyonya.. mereka semakin mesra," bisiknya jangan sampai suara mereka terdengar.

".oh ya? bagaimana kau bisa tau?" yang lain ikut antusias.

" dengarkan baik-baiknya. Saat baru saja sampai, Tuan dengan perhatian nya menggendong nyonya, lalu meletakkan nya diatas sofa dengan sangat hati-hati. Mereka makan saja saling suap-suapan, dan ini yang lebih penting. Tuan membantu Nyonya di pemandian, mereka sangat membuatku iri.. " salah satu pelayan sampai tidak sadar jika mulutnya terbuka kaget.

" oh pasangan yang serasi"

" sungguh? setelah sekian lama akhirnya mereka bisa saling terbuka"

" lalu bagaimana dengan nona Pamela?" kesenangan mereka seketika rusak karena pertanyaan ini.

" sudah biar kan saja. Aku yakin anak yang nona Pamela lahirkan tidak akan berpengaruh apa-apa pada Tuan. Atau mungkin akan di berikan pada nyonya untuk di besarkan."

" Iya.. iya.. Tuan sama sekali tidak menyapa nona Pamela semenjak kembali. Hubungan mereka sebentar lagi akan berakhir" celetuk pelayan dengan sangat pedas.

Sedangkan di kamarnya Pamela berjalan mondar-mandir. Memikirkan bagaimana dia merebut perhatian Louis kembali.

" apa yang salah denganku? kenapa dia tidak terlihat senang dengan kehamilan ini. Apa jangan-jangan Louis sudah tau jika bayi ini bukan milik nya..

Tapi itu tidak mungkin.

Aku harus melakukan sesuatu agar mereka saling menjauh dan bermusuhan" Pamela berdialog dengan dirinya sendiri. Wanita semakin cemas dengan nasibnya. Dia tidak mau menjadi anaknya tidak memiliki status. Baginya kedudukan David tidaklah sebanding dengan kedudukan Louis. Apapun yang terjadi Pamela harus mempertahankan status nya sebagai wanita yang mengandung anak Duke.

Sedangkan di tempat lain. Setelah memastikan Cassandra sudah tidak membutuhkan nya, Louis kembali ke kamarnya dan berjibaku dengan tugas -tugas kerajaan yang menumpuk.

Tok tok tok

ketukan pintu terdengar.

" masuk" ucap Louis. Tak lama pintu terbuka.

" Duke," sanjung Pamela. Wanita itu masuk sambil membawa nampan berisi mangkuk.

Louis tidak berkata apapun, dia hanya melihat Pamela sekilas. Wanita itu berjalan mendekati meja kerja Louis dan berhentilah tepat di depan lelaki itu.

" saya dengar anda beberapa hari ini sibuk mengurus Duchess serta tugas kerajaan. Jadi saya bawakan soup Tonik agar tubuh anda berenergi" ucapnya dengan penuh kelembutan.

" taruh saja di sana" jawab Louis datar.

Pamela meletakkan mangkuk dengan hati-hati. Suasana menjadi hening tak ada pembicaraan. Sayangnya Pamela tak langsung pergi setelah meletakkan sop. Dia masih berdiri sambil melihat ke arah Louis yang membaca laporan.

" em.. Duke, belakang ini perut saya sering mengalami kram. Apakah ini biasa untuk wanita hamil?" Pamela sengaja membicarakan kandungan nya, tujuannya jelas. Dia ingin menarik simpati dan perhatian Louis.

" besok akan aku panggilkan dokter untuk memeriksa nya" balas Louis dengan menatap wajah Pamela. Lelaki itu mulai muak berpura-pura seperti ini. Namun dia tidak mau melepaskan Pamela begitu saja. Rencana menghancurkan David beserta bayinya baru saja di mulai.

" menurut Duke, kira-kira.. "

" aku masih perlu memeriksa beberapa berkas lagi Pamela, bagaimana kita lanjutkan perbincangan ini besok?"

" ah ya, baik Duke. Maafkan saya" Pamela segera pamit dan berbalik pergi dari kamar Louis.

Tentu saja dengan perasaan marah bercampur dengan tidak terima. Belum pernah sekalipun Louis mengusir nya seperti ini, semuanya karena Cassandra. Pamela harus segera menyingkirkan Cassandra dan menjadi Nyonya baru di kediaman ini.

brakkk

" sialan.. akk.. brengsek!" teriak Pamela setelah membanting nampan didalam kamarnya. Nafasnya menderu. Pamela mengamuk tidak karuan.

" aku pastikan setelah ini kau akan keluar dari rumah ini Cassandra" desis Pamela penuh dendam.

Pagi harinya, setelah Louis meninggalkan kediaman Dokter Jannete datang. Seperti yang Louis tugaskan, dia memiliki jadwal rutin untuk mengganti dan memeriksa perkembangan luka Duchess.

Tapi saat di lantai 1 dia berpapasan dengan Pamela.

" dokter Jannete, saya tidak mengira anda akan datang secepat ini" ucapnya yang sudah salah paham.

" tentu nona. Duke meminta saya agar tidak terlambat memeriksa luka Duchess.Takutnya jika tidak sering di bersihkan lukanya akan infeksi atau malah lebih parah lagi'' jawab dokter Jannete dengan senyum tak berdosa.

Padahal lawan bicara nya kini terdiam dengan tatapan bingung.

" Duke meminta anda memeriksa Duchess?"

" iya benar. Memang nya kenapa Nona? Apa terjadi sesuatu pada Duchess?" dokter Jannete sedikit panik.

" belum.. eh maksud ku. Lebih baik anda bergegas. Mungkin Duchess sudah menunggu anda di kamarnya" Pamela hampir saja keceplosan. Untung saja dia langsung tanggap dan mengganti perkataan nya.

" oh begitu. Baiklah saya naik dulu nona"

Pamela tersenyum paksa. Dia benar-benar sakit hati. Dokter Jannete adalah dokter kepala di kediaman Wilton. Wanita itu menggantikan ayahnya yang merupakan dokter setia turun temurun.

Jika bukan dokter Jannete yang memeriksa nya itu mengartikan jika dirinya tidak lah penting bagi Louis. Dan ini rasanya tidak mungkin. Pamela tidak akan membiarkan Louis semakin jauh darinya dan lebih perhatian pada Cassandra.

Tok tok tok

" nyonya, Dokter Jannete sudah datang" ucap Helena. Semenjak kejadian malam itu Helena diberikan hukuman oleh Louis karena telah lalai menjaga Cassandra. Baru hari ini dia bisa kembali melayani nyonya nya.

" bantu aku duduk"

" baik nyonya"

Dokter Jannete baru saja masuk dan segera mempersiapkan diri.

" Duchess, bagaimana kabar anda?" sapa dokter Jannete.

" semakin lebih baik. Kapan aku boleh belajar berjalan dokter?" sejak kemarin dia masih dilarang banyak bergerak termasuk belajar berjalan.

Jemina tidak tau jika dia mengalami luka lain selain luka sobek. Maka dari itu Jemina merasa Louis terlalu berlebihan saat mengatakan jika dirinya tidak di izinkan berjalan karena hal ini.

1
Laila Wahda
kok gak lanjut thor,padahal bagus ceritanya gak sama seperti yg lain ini dari kalangan pelayan yg di siksa sama majikannya dan masuk ke tubuh majikannya sendiri mau tau lanjutannya bagus
Annie Soe..
Karya yg sangat bagus dengan banyak pemeran tapi saling terkait & alur mengalir apik..
Sayangnya krnapa ga di lanjutin thor ?
Pindah ke sebelah kah ??
Annie Soe..
Benar2 wanita ulat keket ya si pamela..
Sabar ya jemina si louis dah mulai bucin tu..
Eka Nursanti
lanjutannya ditunggu KK,karyamu bagusss banget
Suhana Sulaiman
makin pelik ceritanya.... thor krana lama upnya kamu lupa cerita yg kamu bikin .. aku sampai mengundur ke bab belakang.. dn benar frank minta maaf pd cassandra krana kehilangan calon penerus duke....
Suhana Sulaiman
ceritanya mcm apa .. kan dirumah bapaknya sudah diberitahu oleh bapaknya sendiri yg dia keguguran... hishhh... apa mimpi
Kartini
lanjut thor
Kartini
lanjut thor,
Moreno
BELUM TAMAT tapi tidak dilanjutkan.

Sayang sekali padahal tulisannya bagus
Noveni Lawasti Munte
ko gantung Thor
Novie Achadini
reinkarnasi dong biar bisa balas dendam
Twati twatih
kpan updatenya?????????nunggu nihhhh
Twati twatih
kpan updatenya???
Twati twatih
kpan up nya,,,,,,,,
ana azizah
kehilangan anak ekspresi nya biasa ajh
bahkan malah memafkan bapaknya
ana azizah
ah naif ternyata
Twati twatih
siip,,,,👍👍critanya pas ngga ngebosenin,,, semangatt Thor menciptakan karya lain yg seru2
Twati twatih
maaf y lupa meninggalkan jejak,,,,,soalnya terlalu fokus sma critanya😁😁😁
riiina
Penulisannya rapi, enak dibaca.
ceritanya menarik....🥰
riiina
tugasmu tinggal membujuk Jemina....🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!