NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MELANGKAH KE GARIS BATAS

​Malam setelah pesta di Skyborn Pavilion selesai, Arkan tidak membuang waktu untuk beristirahat. Tepat pukul 22:00, di bawah siraman cahaya bulan sabit yang temaram, pemuda itu sudah berdiri di halaman sebuah pondok kayu sederhana yang terletak di area perbukitan terisolasi belakang kompleks akademi. Tempat itu adalah area latihan pribadi milik Grandmaster Joshua.

​"Duduklah di atas batu kuarsa itu, Arkan," Joshua memberi perintah sambil melemparkan 20 unit kristal esensi petir murni—hadiah juara Solo kemarin—ke depan kaki Arkan. Pria tua itu berdiri dengan tangan bersedekap, sepasang matanya memancarkan kilatan listrik putih yang tipis namun sangat tajam.

​"Metode akademi akan menyuruhmu menyerap kristal ini satu per satu selama 2 minggu. Tapi bersamaku, kamu akan menyerap 20 unit ini sekaligus dalam waktu 2 jam," Joshua tersenyum lebar melihat keterkejutan di wajah Arkan. "Aktifkan sistem Aura Statis frekuensi tinggimu. Gunakan getaran kulit manusiamu untuk meretakkan cangkang luar kristal-kristal ini secara serempak, lalu biarkan Volt menarik seluruh energinya masuk ke katup saku jiwamu."

​Arkan menarik napas panjang, menekan rasa ragu di kepalanya. Dia duduk bersila, memicu 70% resonansi petirnya. Getaran bio-elektrik frekuensi tinggi langsung berdengung halus di sekujur kulitnya.

​CRACK! CRACK! CRACK!

​20 unit kristal esensi petir di depannya meretak serempak, melepaskan kabut energi listrik berwarna biru keputihan yang sangat pekat dan padat. Begitu energi liar itu merembes masuk menembus pori-pori kulit manusianya, Arkan merasakan sensasi panas membakar yang luar biasa dahsyat, seolah-olah darahnya digantikan oleh cairan lava listrik. Saku jiwanya bergetar hebat di ambang batas kritis.

​"Tahan, Arkan! Jangan biarkan katupnya terbuka penuh! Kendalikan sirkulasinya bersama Volt!" Joshua berteriak tegas, memberikan panduan spiritual yang berbobot.

​Di dalam saku jiwanya, Volt (Level 13) melolong panjang, bertindak sebagai jangkar murni yang mengisap seluruh kabut petir liar tersebut ke dalam inti kekuatannya. Selama 2 jam penuh, Arkan bertarung melawan rasa sakit yang ekstrem, hingga akhirnya, tepat pada pukul 24:00, seluruh energi kristal terserap sempurna.

​Saku jiwa Arkan terasa jauh lebih luas dan kokoh. Volt masih berada di Level 13, namun bulu-bulu jarinya kini memancarkan kilatan putih tipis pertanda fondasi energinya telah mengalami penguatan struktural yang masif.

​"Kerja bagus, muridku," Joshua menepuk pundak Arkan yang basah oleh keringat. "Sekarang pulanglah. Kereta militermu berangkat beberapa jam lagi."

​Pagi hari di Hari 9 tiba dengan atmosfer yang sangat berbeda. Jam digital di peron Stasiun Militer Khusus 02 menunjukkan pukul 06:30. Kereta Lapis Baja Nomor 09 bertenaga spiritual uap-energi sudah menderu di atas rel besi, siap membawa tim ekspedisi menuju perbatasan terluar.

​Arkan berjalan menyusuri gerbong kereta dengan jaket taktis hitam miliknya. Di sampingnya, Sky berjalan dengan anggun, mengenakan pakaian berburu berwarna putih perak khas klan Skyborn. Lencana akses eksklusif Sektor Liar Utara tersemat rapi di dada mereka masing-masing.

​"Aku dengar perbatasan utara sedang mengalami penurunan suhu ekstrem, Arkan," Sky berucap sambil merapikan sarung tangan taktisnya. "Astra liar di sana jauh lebih agresif dibandingkan yang biasa kita hadapi di simulator akademi."

​Begitu mereka memasuki gerbong penumpang kelas atas, pandangan sinis langsung menyambut kedatangan mereka. Di dalam gerbong tersebut, duduk 4 orang murid tingkat akhir Kelas 3-S yang bertubuh kekar dengan seragam faksi elit komersial. Pimpinan mereka, seorang pemuda berambut cepak bernama Baskara, melirik lencana di dada Arkan dan Sky dengan dengusan meremehkan.

​"Komite turnamen tahun ini benar-benar lelucon," Baskara berucap dengan suara yang sengaja dikencangkan agar terdengar ke seluruh gerbong. "Memberikan lencana akses Sektor Liar Utara kepada dua bocah Kelas 1 yang baru menang turnamen sekolahan? Mereka pikir Sektor Liar adalah taman bermain akademi? Paling-paling, dalam satu kilometer pertama melewati gerbang perbatasan, kalian berdua sudah menangis minta pulang karena saku jiwa kalian membeku."

​Arkan sama sekali tidak menoleh, melangkah melewati Baskara menuju kursi kosong di ujung gerbong dengan wajah datar seolah pria senior itu hanyalah angin lalu.

​Sky sempat menghentikan langkah kakinya sejenak, menatap Baskara dengan binar mata abu-abunya yang dingin. "Senior Baskara, jika energi di mulutmu itu sama padatnya dengan energi di saku jiwamu, mungkin aku akan sedikit terkesan. Tapi sayangnya, aku hanya melihat omong kosong."

​"Kamu—!" Baskara berdiri dari kursinya dengan wajah memerah, namun sebelum dia sempat memicu energinya, sirene kereta berbunyi nyaring menandakan kereta telah tiba di Pos Depan Perbatasan 04.

​Pukul 11:00, pintu tebal kereta lapis baja terbuka, menyemburkan uap dingin yang pekat. Atmosfer di luar sangat ekstrem; kabut tebal berwarna kelabu menutupi pandangan hingga jarak pandang hanya tersisa 10 meter, dan suhu udara anomali anjlok drastis menyentuh angka minus 5°C. Di depan mereka membentang gerbang besi raksasa setinggi 20 meter yang membatasi dunia luar yang aman dengan hamparan hutan es misterius Sektor Liar Utara.

​Seorang pemandu militer berseragam tebal memberikan isyarat agar tim ekspedisi segera melangkah keluar melewati garis batas. Tim senior Baskara melesat maju terlebih dahulu dengan angkuh, memanggil Astra elemen api dan tanah mereka untuk menjaga suhu tubuh manusia mereka.

​Arkan dan Sky melangkah berdampingan melewati gerbang besi tersebut. Begitu kaki mereka menginjakkan kaki di atas tanah perbatasan yang dilapisi es tipis sejauh 1 kilometer pertama, keheningan yang mencekam langsung menyergap. Deru angin malam yang membeku berdesis di antara batang-batang pohon mati yang diselimuti salju.

​KREK... KREK...

​Langkah kaki Arkan mendadak berhenti. Telinga manusianya menangkap suara retakan es dari arah bukit kabut di sebelah kanan mereka.

​"Sky, pasang pertahanan udara. Kita dikepung," Arkan berbisik tajam.

​AWOOOOOOO—!!!!!

​Lolongan panjang yang teramat dingin memecah keheningan kabut. Dari balik rimbunnya pohon es, belasan pasang mata berwarna biru menyala mendadak bermunculan. Sepuluh ekor Astra liar berwujud Serigala Frost raksasa dengan panjang tubuh 3 meter melompat keluar, mengepung posisi Arkan dan Sky dari segala arah mata angin. Di atas kepala pemimpin kawanan tersebut, status digital merah menyala terang: [ SERIGALA FROST LIAR - LEVEL 20 ].

​Astra liar Level 20 ini memiliki kemampuan pasif pembekuan atmosfer elemen air tingkat lanjut, membuat udara di sekeliling Sky dan Arkan mengental menjadi jarum-jarum es tajam yang siap menusuk kulit manusia mereka.

​Dari jarak 50 meter di belakang mereka, tim senior Baskara yang sedang mengamati dari balik batu besar tertawa sinis. "Lihat itu, kawanan Serigala Frost Level 20. Mari kita lihat seberapa lama dua bocah Kelas 1 itu bertahan sebelum tubuh mereka membeku menjadi es balok."

​Namun, apa yang terjadi berikutnya membuat tawa Baskara tersedak di tenggorokannya.

​Sky sama sekali tidak panik. Berkat kapasitas saku jiwanya yang telah meluas setelah turnamen, dia membuka kipas peraknya dengan satu gerakan melingkar yang luar biasa cepat.

​"Zephyr (Level 11), Vacuum Field!" Sky memberi perintah tegas.

​WUUUUUUSH!

​Sebuah radius angin hampa udara melingkar sedalam 5 meter bermanifestasi instan membungkus tubuh Arkan dan Sky. Atribut hampa udara milik Sky secara mutlak memotong sirkulasi udara dingin anomali milik Serigala Frost, membuat jarum-jarum es yang mengarah ke arah mereka langsung menguap lenyap sebelum sempat menyentuh seujung rambut pun.

​"Aku sudah mengunci pergerakan udara mereka, Arkan! Selesaikan!" Sky berseru.

​"Volt, tunjukkan hasil latihan semalam," Arkan tersenyum dingin.

​BZZZZZZZZZZZZZT—!!!!!

​Arkan memicu 70% resonansi petirnya, namun kali ini, tidak ada rasa sakit atau getaran liar yang tidak stabil di saku jiwanya berkat bimbingan teknik Joshua semalam. Aura Statis di sekujur kulit manusianya menyala terang dengan kilatan listrik putih tipis yang berderit dahsyat.

​Dalam pandangan mata pemandu militer dan tim senior Baskara, tubuh Arkan mendadak lenyap total menjadi seberkas garis kilat putih yang membelah kabut es.

​SHING—BANG! BANG! BANG!

​Kecepatan Arkan yang telah disempurnakan oleh esensi kristal petir baru benar-benar berada di luar nalar. Dalam waktu kurang dari 3 detik, Arkan bermanifestasi bergantian di depan 5 ekor Serigala Frost Level 20. Setiap pukulan fisik murni yang dilapisi aura petir putih berfrekuensi tinggi menghantam telak saku energi di dada serigala-serigala tersebut.

​CRACK... BOOM!

​Struktur es spiritual milik 5 ekor serigala raksasa itu hancur berantakan menjadi serpihan debu salju dalam sekali pukul. Di saat yang sama, Volt Level 13 bergerak laksana bayangan badai. Dengan cakar Thunderbolt Shredder yang kini jauh lebih padat energinya, Volt mencabik 5 ekor serigala sisanya hingga meledak hancur tanpa menyisakan satu pun musuh di area perbatasan tersebut.

​Pertempuran melawan kawanan Level 20 yang biasanya membutuhkan waktu 15 menit bagi tim ekspedisi standar, disapu bersih oleh Arkan dan Sky dalam waktu total 12 detik saja.

​Suasana Sektor Liar Utara kembali sunyi senyap, menyisakan butiran salju yang turun melintasi lantai es yang kini hangus terbelah aliran petir Arkan. Pemandu militer yang bertugas mengawal mereka berdiri ternganga dengan rahang yang hampir jatuh ke tanah, sementara Baskara dan tim Kelas 3-S miliknya membeku di tempat dengan wajah pucat pasi bagai mayat melihat dominasi mutlak anak Kelas 1 tersebut.

​Arkan memadamkan aura petir putihnya dengan sangat santai, menepis sisa salju di bahu jaket manusianya. Volt kembali berjalan mendekat, mendusel manja di kaki Arkan seolah pertempuran tadi hanyalah olahraga pagi yang ringan.

​Sky menutup kipas peraknya dengan satu hentakan nyaring, menyunggingkan sebuah senyuman menawan ke arah Arkan. "Aura statis putih barumu... kecepatannya benar-benar sudah tidak masuk akal, Arkan. Tampaknya bimbingan Grandmaster Joshua semalam memberikan hasil yang terlalu instan."

​Arkan melirik ke arah gerbang besi perbatasan yang kini berada jauh di belakang mereka, lalu menatap lurus ke dalam kegelapan kabut Sektor Liar Utara yang membentang luas di depan mereka.

​"Ini baru langkah pertama di garis batas, Sky. Latihan dari Joshua semalam baru fondasi dasar. Tujuan kita yang sesungguhnya ada di dalam sana, dan aku tidak berencana untuk memperlambat langkah kaki manusiaku hanya karena kawanan Level 20 seperti ini," Arkan menjawab dengan nada suara yang tenang namun sarat akan ambisi yang mutlak.

​Dengan langkah kaki yang teramat mantap dan tanpa ada rasa ragu sedikit pun, Duo Badai Kelas 1-A ini kembali melangkah maju menembus tebalnya kabut Sektor Liar Utara. Mereka meninggalkan rasa syok yang mendalam bagi para senior yang meremehkan mereka, siap untuk mengukir sejarah baru yang jauh lebih mengerikan dan besar di dalam wilayah terlarang Nusantara.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!