NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran Terungkap

...⚜️⚜️⚜️...

Langkah kaki Nicholas bergerak tergesa-gesa. Ia menyusuri setiap koridor dan sudut gelap istana untuk mencari Anastasia, tapi sosok istrinya itu seolah lenyap ditelan bumi. Hatinya benar-benar resah. Setiap kali berpapasan dengan pengawal atau pelayan istana, ia langsung mencegat mereka dan bertanya ke mana Anastasia pergi. Namun, hasilnya nihil. Tidak ada satu pun dari mereka yang tahu.

"Bodoh! Sekumpulan orang tidak berguna!" decak Nicholas kesal.

Bagaimana mungkin seorang wanita bisa pergi begitu saja tanpa ada satu pun penjaga yang melihatnya?

Sebenarnya, Nicholas sendiri bingung dengan perasaannya saat ini. Di satu sisi, sisi egoisnya terus berbisik bahwa Anastasia hanyalah alat politik yang ia manfaatkan agar bisa segera mendapatkan Swindon. Sehingga tak perlu merasa bersam seperti ini. Bagaimana pun juga, tetap dialah sang pangeran.

Namun di sisi lain, bayangan tentang kemungkinan kehilangan wanita itu justru membuat pikirannya kacau dan gelisah. Ia belum siap kehilangan Anastasia. Tanpa tahu apa penyebabnya, ia merasa ada sesuatu yang mengikat batinnya pada wanita itu. Frustrasi melandanya saat ia berjuang memahami perasaannya yang bercampur aduk ini.

Apakah Nicholas menyesali perbuatannya? Ia tidak tahu pasti. Nicholas terbiasa hidup bebas tanpa aturan, dan ia paling benci jika ada orang lain yang mendikte hidupnya. Ia selalu merasa tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, dan kesenangannya adalah urusannya. Apa pun risikonya, ia yang akan menanggungnya sendiri. Namun saat ini, prinsip egois yang sudah ia pegang teguh selama bertahun-tahun mendadak goyah. Nicholas mulai meragukan dirinya sendiri.

Apa jalan hidupku selama ini memang salah?

"Tuanku Pangeran," seorang pengawal pribadi mendekati Nicholas yang sedang memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri. "Hamba melihat Putri Anastasia ada di tepi kolam ikan istana bagian barat."

"Benarkah?" tanya Nicholas seketika. Ada rasa lega yang tiba-tiba membuncah di dadanya.

"Benar, Tuanku."

Tanpa ragu, Nicholas segera berbalik dan melangkah lebar, meninggalkan area istana menuju kolam ikan yang dimaksud.

Sementara itu, di tepi kolam yang sunyi, Anastasia duduk bersimpuh sambil merendam kedua tangannya di dalam air yang dingin. Air matanya terus menetes, membuat permukaan air kolam beriak pelan.

"Joo Orange... Seandainya kau manusia, aku ingin memelukmu erat-erat dan menceritakan semua kesedihanku."

Anastasia menyeka pipinya yang basah dengan tangan yang gemetar. "Joo... Mungkin aku yang terlalu percaya diri. Harusnya aku tahu, aku hanya rakyat biasa yang naif berpikiran menjadi satu-satunya. Aku terlalu berharap pada ketulusan Nicholas, sampai akhirnya aku harus sepatah hati ini setelah melihat pengkhianatannya dengan mataku sendiri. Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang. Rasanya ingin marah, tapi aku tidak bisa marah. Aku benci pada diriku sendiri."

"Joo, aku—"

"Stasia."

Kalimat Anastasia terputus saat mendengar suara Nicholas. Ia menoleh, lalu cepat-cepat berdiri untuk pergi dari sana.

Namun, Nicholas bergerak lebih cepat dan langsung menahan lengannya. "Stasia, tolong dengarkan aku dulu."

Anastasia menggeliat dan berontak meminta dilepaskan. Ia benar-benar tidak ingin mendengar penjelasan apa pun saat ini. Ia hanya butuh waktu untuk sendiri.

"Lepaskan aku, Nich!" bentaknya. Air matanya kembali tumpah begitu melihat wajah Nicholas. Bayangan kejadian memuakkan antara suaminya dan perempuan lain tadi terus berputar di kepalanya bagai mimpi buruk.

Nicholas tidak punya pilihan lain. Ia langsung menarik tubuh Anastasia dan memeluknya erat-erat untuk menghentikan perlawanannya. "Stasia, tolong jangan menghindar lagi. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan," pinta Nicholas dengan suara yang melembut sendu, terdengar memohon.

"Aku ingin sendiri sekarang! Lepaskan!" Anastasia terus memberontak dan mencoba mendorong tubuh Nicholas menjauh.

"Stasia, aku mohon. Kita selesaikan sekarang. Apa pun yang mengganjal di hatimu, tanyakan saja padaku. Aku janji akan menjawab semuanya dengan jujur. Aku tidak akan berbohong."

Anastasia tetap menolak untuk menyerah. Ia memukul-mukul dada Nicholas dengan sisa-sisa kekuatannya yang kian habis.

"Tolong, Anastasia. Kasih aku kesempatan. Tolong.. ku mohon.”

Anastasia akhirnya diam. Perlawanannya mulai melemah, menyisakan tubuhnya yang gemetar di dalam pelukan Nicholas.

"Stasia, aku memohon padamu. Aku tidak ingin kita meninggalkan istana besok pagi dengan keadaan seperti ini," pinta Nicholas lembut.

Ia perlahan mengurai pelukannya, lalu menatap wajah Anastasia yang dipenuhi air mata. Ia memberi jeda agar Anastasia bisa sedikit tenang. Melihat istrinya serapuh ini membuat dada Nicholas terasa sesak. Apakah sekarang aku benar-benar menyesal?

Anastasia menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai dirinya. "Apa hubunganmu dengan lady tadi, Nicholas?" Ia memaksa matanya menatap langsung ke manik mata suaminya, meskipun suaranya terdengar bergetar menahan tangis.

"Kami tidak punya hubungan apa-apa, Stasia."

"Jangan berbohong! Kau sudah janji untuk jujur!"

"Demi Tuhan, Stasia. Kami benar-benar tidak punya hubungan apa pun. Baru hari ini kami bertemu dan saling menyapa.”

"Lalu, kenapa kalian bisa berciuman?" Suara Anastasia terdengar makin serak karena menahan tangis yang siap meledak lagi. Ia menyentak tangannya, menolak jemari Nicholas yang mencoba menggenggamnya kembali.

"Dia terus-terusan menatapku dengan tatapan genit selama di Aula Eryas, Stasia. Sebelum ini, Ramond dan yang lain juga pernah cerita kalau Lady Vivian memang punya ketertarikan padaku."

"Lalu.. menurutmu, Nicholas, apa alasan itu cukup masuk akal untuk membuatmu menciumnya? Hanya karena dia menatapmu dengan genit, kau dengan mudahnya mencium dia? Apa kamu lupa kalau kau sudah menikah?! Bagaimana kalau kondisinya di balik? Aku yang melakukannya hanya karena ada pria yang menatapku.”

Nicholas menunduk, benar-benar tersudut oleh ucapan istrinya. "Aku tahu aku sudah menikah... tapi aku merasa tertantang oleh tatapannya..."

Anastasia terkesiap, dadanya terasa makin sesak mendengar pengakuan jujur yang begitu menyakitkan itu. Air matanya kembali meluncur deras. "Kalau aku tidak memergoki kalian di sana... apa kau akan menidurinya juga, Nicholas?"

Nicholas bungkam. Suasana di sekitar kolam mendadak terasa mencekam.

"Jawab, Nicholas!"

"Iya," jawab Nicholas lirih.

Kedua kaki Anastasia seketika lemas mendengarnya. Tubuhnya hampir saja ambruk ke tanah jika Nicholas tidak dengan sigap menahan pinggangnya. Kejujuran adalah hal yang Anastasia minta, namun setelah mendengarnya, rasanya akan lebih baik jika Nicholas membohonginya saja. Kenyataan ini terlalu menghancurkan hatinya.

"Kenapa kau tega melakukan ini, Nicholas?" Anastasia menatap Nicholas dengan mata yang bergetar hebat penuh kepedihan.

"Aku tidak tahu... Aku sudah hidup seperti ini sejak lama, jauh sebelum aku menikahimu," kata Nicholas dengan raut wajah yang tampak kehilangan arah. Ia bingung harus menjelaskan sisi kelam dirinya dari mana.

"Jadi... semua rumor buruk tentangmu di luar sana itu memang benar?"

"Kalau yang kau maksud adalah reputasiku sebagai pemain perempuan, jawabannya iya," aku Nicholas dengan suara serak. Ia sadar tidak ada gunanya lagi menutupi siapa dirinya di depan Anastasia.

Semuanya sudah terlanjur terbongkar. Sekarang Nicholas pasrah dengan apa pun yang akan Anastasia lakukan padanya. Lagi pula, semua orang di istana selalu menganggapnya sebagai sampah. Jadi, tidak ada bedanya jika Anastasia ikut berpikiran demikian.

Anastasia membekap mulutnya sendiri, tubuhnya bergetar hebat karena syok. Logikanya menyuruh untuk berhenti mendengarkan, namun ia butuh tahu siapa sebenarnya pria yang sudah menjadi suaminya ini. "Selama pernikahan kita... sudah berapa banyak perempuan yang kau tiduri diam-diam di belakangku, Nicholas?"

Nicholas menelan ludah dengan berat. Kerongkongannya terasa sangat kering. Ia terdiam, bingung harus mencari kata-kata apa lagi agar tidak makin menyakiti istrinya.

"Nicholas! Jawab!"

"Aku... aku tidak ingat jumlahnya, Stasia."

"Kau bohong!"

"Jujur, aku benar-benar tidak ingat, Stasia."

Anastasia menarik napas sedalam mungkin untuk menenangkan dadanya yang terasa sesak. "Lalu... apa kau juga melakukannya dengan lady yang keluar dari ruang seni saat malam pesta pernikahan kita?"

Nicholas tersentak kaget. Ternyata Anastasia sudah menyadarinya sejak malam pertama mereka. "Iya..." jawabnya pelan.

Sungguhan, pertahanan Anastasia runtuh sepenuhnya. Tangisannya pecah menjadi raungan histeris. Dengan sisa tenaga yang ada, ia mulai memukul-mukul dada Nicholas sekuat tenaga, meluapkan rasa sakit yang teramat sangat di dadanya.

"Kau jahat, Nicholas! Kau jahat!" jeritnya.

"Kau jahat! Kau menipuku!”

Nicholas sama sekali tidak menghindar atau membalas. Ia membiarkan tangan Anastasia terus memukulinya, merasa dirinya memang pantas mendapatkan perlakuan itu.

"Kau jahat!! Kau jahat!! Aku sudah berusaha memberikan segalanya, belajar menjadi istri yang baik bagimu. Apa kurangnya aku, Nicholas?”

Anastasia terus memukuli Nicholas yang hanya mematung.

“Kau jahat, Nicholas!!" teriaknya lagi sampai suaranya serak dan hampir habis.

"Maaf, Stasia... Maaf." Nicholas akhirnya menahan kedua tangan Anastasia dan kembali menarik wanita itu ke dalam pelukan eratnya. Kali ini, Anastasia sudah tidak punya daya lagi untuk memberontak. Energinya sudah terkuras tandas oleh amarah dan air mata.

"Kau jahat..." bisiknya lirih dan lelah.

"Iya, aku tahu aku jahat. Aku minta maaf. Kau sama sekali tidak punya kekurangan, Stasia. Akulah yang bermasalah di sini. Maafkan aku... Selama ini aku terlampau menganggap gaya hidup bebas seperti ini wajar, karena hampir semua laki-laki bangsawan di sekelilingku mencontohkan hal yang sama."

Kalimat Nicholas terdengar penuh dengan penyesalan yang mendalam. Ia menaruh dagunya di atas kepala Anastasia, mendekapnya erat-erat sambil memejamkan mata.

Detik itu juga, sekelumit bayangan masa lalu Nicholas tiba-tiba melintas di ingatannya—memori tentang bagaimana ia dulu sering melihat para sepupu ayah dan ibundanya dengan mudah mengkhianati pasangan mereka masing-masing secara diam-diam. Nicholas terkesiap, air mata perlahan turut mengalir melewati pipinya, membasahi rambut Anastasia.

Sekarang ia baru menyadari betapa buruknya kelakuannya selama ini. Ia telah bertransformasi menjadi replika monster yang paling ia benci di masa lalu. Tidak seharusnya Anastasia yang baik menjadi korban dari trauma masa lalunya, yang dimana ia juga adalah korban yang dikhianati karena kekasihnya dulu tertangkap basah berselingkuh.

Apa yang dirasakan Anastasia malam ini adalah luka lama yang pernah ia rasakan sebelumnya. Perbedaannya hanya satu, Anastasia menghadapinya dengan hati yang jauh lebih mulia daripada dirinya.

1
Red Blossom
Thor biar Anastasia pergi dulu untuk menenangkan diri dan Nicholas menyadari kesalahannya yg fatal dan berjuang untuk mendapatkan maaf dari Anastasia
micemicu: bagus jg idenya wkwk
total 1 replies
noni hayati
ayo stasia..tinggalin..mengungsi..biarkan nicholas dgn kebodohannya
micemicu: wkwk ide yg baguss
total 1 replies
noni hayati
hbs nyakitin trus bersenang senang dgn org lain
micemicu: huhuhu iya nih parah nicholas
total 1 replies
Mymy Zizan
q nunggu Anastasya tau kelakuan nik
micemicu: wait and see kak😍
total 1 replies
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!